Monday, August 11, 2008

Berita Kegiatan MBW Edisi Agustus - September 2008

HKI Resort Khusus Simpang Padang - Duri Membangun

Pembangunan fisik dan perlengkapan fasilitas penunjang ibadah adalah sarana untuk memaksimalkan pelayanan di tiap Gereja. Landasan pemikiran inilah yang menggerakkan Jemaat-Majelis-dan Pimpinan HKI Resort Khusus Simpang Padang Duri untuk terus dan secara dinamis mengadakan pembangunan. Pada hari Minggu, 1 Juni 2008, HKI Resort Khusus Simpang Padang Duri kembali mengadakan Pesta Pembangunan.
Kegiatan di kelola oleh panitia dengan susunan : Ketua : 1). M. Hutahaean, SH, 2). H. Manalu - Sekretaris : S. Hutasoit - Bendahara 1). R. Br. Pasaribu, 2). T. Br. Hatajulu. - Koordinator Seksi dana: J. Hutapea - Koordinator Perlengkapan : T.C. Aritonang - Koordinator Konsumsi : B. Nainggolan - Koordinator Tamu : Ny. J. Hutapea Br. Simbolon - Koordinator Lelang : S. Sihombing, MC, M. Sianturi.
Ibadah yang berlangsung hikmat dilayani oleh Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal HKI) sebagai Pengkhotbah, Pdt. E. Siregar, SmTh (Praeses Daerah VIII Riau Sumbagsel) : Liturgis, Pdt. M. Lumban Gaol, STh (Ka.Dep. Marturya) membawakan Doa Syafaat. Dalam Khotbah yang didasari Nats Lukas 10 : 1-12, Pdt. R. Simanjuntak, BD menyampaikan bahwa pemanggilan Tuhan Yesus kepada manusia untuk mengikut Dia dan bersaksi, berlangsung sepanjang zaman. Tuhan Yesus juga mengutus kita untuk melaksanakan Amanah Agungnya pada konteks saat ini ditiap aktifitas kita. Pemanggilan ini menuntut kemauan dan keyakinan 100 % bahwa Tuhan Yesus yang mengutus adalah Tuhan yang juga menyertai dan mencukupkan. Setiap orang yang memberikan hidup dan potensinya secara total 100% kepada TUHAN, maka TUHAN akan semakin memberikan berkat dan tanggungjawab yang lebih besar pula kepada kehidupan orang tersebut.
Rangkaian Pesta Pembangunan berlangsung lancar dan hikmat dan berhasil mengumpulkan Rp. 220.000.000 (dua ratus dua puluh juta rupiah). Turut hadir pada Acara ini, Pdt. Happy Pakpahan (Sekretaris Executive Pucuk Pimpinan), Pdt. Edwin Simanullang, STh (Staff Kantor Pusat), Pdt. Lamsihar Manalu, STh (Resort Khusus Sp. Padang Duri), Pdt. Manonggor Hasibuan, STh (Resort Okuli Babussalam), Pdt. N. Br. Hutasoit, STh (Resort Sebanga-Duri), Pdt. Sumarlin Simanungkalit (Resort Riau I Dumai), Pdt. Berton Silaban, STh (Resort Kandis), Pdt. Amran Simangunsong (Resort Ujung Batu Rokan). Rombongan Koor dan Jemaat dari HKI Dumai, HKI Kandis dan Jemaat HKI yang berada di Riau sekitarnya, Jemaat HKBP serta perwakilan Gereja tetangga lainnya, Henri Hasibuan dan Bambang dari Partai Buruh Propinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis, D. Saragih – Dirut PT. BAM, Pengurus IKBRD, Pengurus Parbato, Kapolsek Pinggir, dan para undangan lainnya. Kita doakan semoga pembangunan fisik bersinergi kepada pembangunan pelayanan kerohanian dan skill warga jemaat HKI dan masyarakat umumnya, sehingga HKI semakin menjadi berkat. (hp,-)


HKI Martoba Membangun Gedung Sekolah Minggu, Aula dan Rumah Dinas HKI Martoba.

Mengingat letak HKI Martoba yang strategis di Jl. Sisingamangaraja 218 P. Siantar, namun arealnya tidak begitu luas, dibutuhkan penataan gedung yang baik sehingga pelayanan dan fasilitasnya dapat lebih maksimal. Untuk itulah, jemaat Martoba merancang pemanfaatan tanahnya untuk membangun Gedung Sekolah Minggu, Aula dan Rumah Dinas dalam satu tempat dengan model bangunan bertingkat.
Berbekal dana yang sangat terbatas dari kas jemaat dan melalui pesta Pembangunan yang dilaksanakan pada bulan April lalu, maka pada hari Sabtu tgl. 7 Juni 2008, HKI Martoba Resort Siantar III mengadakan Gotong Royong Pengecoran Lantai II Gedung tersebut. Kegiatan dimulai jam 08.00 dan diikuti sekitar 60 anggota jemaat dari masing-masing sektor.
Terlihat antusias dan keakraban antar warga jemaat pada saat gotong royong dan makan bersama. Diharapkan dengan keterlibatan Warga Jemaat secara langsung membangun dalam pembangunan maka akan menambah kecintaan dan rasa kepemilikan terhadap segala fasilitas Bangunan di Kompleks HKI Martoba. Dan dengan demikian pembinaan dan program Persekutuan untuk saling melayani akan semakin kuat, demi kemuliaan Tuhan Yesus Raja Gereja. (Berita Kiriman : CPdt. Rotua Silitonga, STh)


Pesta Pembangunan HKI Bengkong Abadi Resort Bengkong Indah-Batam, Meriah dan Sukses - Berhasil Mengumpulkan Dana Rp. 250.000.000,

Dengan mengucap syukur atas kasih karunia Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja, yang senantiasa membimbing dan meneguhkan GerejaNya, Panitia Pesta Pembangunan Gereja HKI Bengkong Abadi Resort Bengkong Indah - Batam berhasil mengadakan Pesta pengumpulan dana untuk pembangunan Gereja. Terlaksananya Pesta tersebut tidak terlepas dari antusias dan kerja sama anggota jemaat, mulai dari awal pembentukan Panitia Pesta Pembangunan hingga terlaksananya Pesta pada tanggal 03-04 Mei 2008.
Dalam Rapat Panitia yang pertama, Bapak Jumaga Nadeak SH.M.Hum, berjanji untuk mendatangkan artis Batak Ibu kota (ANDESTA TRIO) untuk menghibur sekaligus memeriahkan pesta Tersebut. Sedangkan Bapak Udin P. Sihaloho memberikan uang Tunai Rp: 10.000.000,- (sepuluh juta Rupiah) untuk modal awal pesta pembangunan tesebut.
Puncak Acara Pesta pembangunan Gereja HKI Bengkong Abadi, dilaksanakan tanggal 03-04 Mei 2008, Dengan Thema "Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena Apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai" (Gal: 6: 9a). Dimulai hari Sabtu (03 Mei 2008) Pesta dibuka melalui Ibadah Pembuka dipimpin oleh Praeses HKI Daerah VIII Riau-Sumbangsel. Usai makan bersama, acara dilanjutkan dimulai dari Tor-tor Panitia dan Parhalado serta sektor I-III, yang dilanjutkan dengan undangan STM, Marga, Organisasi dan Gereja tetangga diselangselingi lelang dan lagu TRIO ANDESTA. Hari pertama ini, terkumpul dana sebesar Rp : 55.000.000,-.
Acara Minggu dipimpin Pucuk Pimpinan HKI, PDT.Dr. BURJU PURBA (EPHORUS HKI). Lewat kotbah dari nats Daniel 3 : 21-29, Ephorus menekankan betapa pentingya kesetiaan Iman kepada Allah, karena itulah jalan Tuhan untuk memberikan syalom kepada orang percaya. Hal ini dibuktikan oleh Sadrak, Mesak dan Abednego yang telah mempresentasikan iman ditengah tengah orang yang berbeda iman (Heterogen). Walau mereka di intervensi untuk berpaling dari Tuhannya, namun mereka tetap teguh dan setia sujud kepada Tuhannya sembari meminta pertolongan "jouonNna ma ahu". Pesta kali ini unik karena bertepatan dengan ulang Tahun HKI yang ke 81 Tahun, sekaligus diringi ibadah Inkulturasi Batak, gita/kidung diiringi musik tradisional Batak Toba (taganing dan seruling tambah kybord). Acara minggu di hadiri sekitar 500 orang dari 7 gereja HKI di Batam dan tamu undangan lainnya. Setelah Acara Ibadah, didahului acara sambutan dari ketua Panitia Pesta, Bapak J. Sinambela, dan didaulat dari undangan Bapak Jumaga Nadeak SH. M.Hum, dan ditutup Oleh Ephorus.
Dalam Pesta tersebut, Ephorus mempersembahakan Cincin Emasnya ukuran 10 gram, untuk dilelangkan sebagai sumbangan pribadinya. Dipandu Bpk. Udin P. Sihaloho sebagai juru lelang, cincin tersebut, yang akhirnya dimenangkan oleh Bapak Jumaga Nadeak SH.M.Hum sebesar RP: 50.000.000 ( Lima puluh juta Rupiah). Tidak sampai disitu, Dasi Ephorus juga dipersembahkan bagi Gereja Tuhan dan terjual seharga Rp: 20.000.000 oleh bapak T. Sihaloho. Disamping itu banyak lagi bantuan dana lewat lelang yang disumbangkan antara lain, dari Bpk. Kalper Sihotang Rp: 10.000.000, Bpk. Udin. P. Sihaloho 20.000.000, Bpk. Luat Silitonga 10.000.000, dan Para jemaat serta undangan lainnya. Dana yang terkumpul dalam pesta tersebut Rp: 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah). Pada Akhir acara, Trio Andesta menghibur sekaligus menyumbang bagi pembangunan Rumah Tuhan dan diikuti Tortor dari setiap Gereja dan undangan Gereja tetangga. Setelah mengucapkan Terimakasih atas partisipasi segala pihak yang telah memberikan kontribusinya pada pesta tersebut, Pesta diakhiri dengan doa Penutup oleh Guru Huria St. S. Sihite
Jemaat dan Panitia Pesta, atas nama Huria Krsiten Indonesia Bengkong Abadi mengucapkan Terimakasih yang sebesar-besarnya atas sumbangan dan partisipasinya :
Pelindung :
· PDT. Dr. BURJU PURBA( Ephorus HKI)
· PDT. E. SIREGAR Sm.Th( Praeses HKI Daerah VIII Riau-Sumbagsel )
Penangung jawab :
· PDT. ABEDNEGO SILITONGA,STh(Pendeta Resort)
· Pdt. J. SIPAHUTAR STh (Pendeta HKI Res. Batu Aji)
· St. S. SIHITE (Guru Jemaat )
· P. NAINGGOLAN( Ketua Pembangunan )
Penasehat :
1. JUMAGA NADEAK (HKBP, WAKIL KETUA DPRD PROV. KEPRI)
2. UDIN.P. SIHALOHO (HKBP)
3. SAHAT SIANTURI (HKBP, ANGGOTA DPRD KOTA BATAM)
4. R.E. SIAHAAN SH.M.Hum (GPIB, ANGGOTA DPRD KOTA BATAM)
5. St. JASARMEN PURBA MBA (GKPS, ANGGOTA DPRD KOTA BATAM)
6. MAYOR. POL. L. SIHITE (HKBP)
7. St. LUAT. H. SILITONGA, SH (HKBP)
8. SAHAT TAMBUNAN, SE. (HKPB)
9. St. P. MANULLANG (HKI JAMBI )
10. St. WERTON PANGGABEAN (GKPI)
11. R. PANJAITAN (HKBP)
12. St. P. PANJAITAN (HKI)
13. RINDU SIREGAR (HKI)
14. Ir. DENDIS RAJAGUKGUK (HKI BATU AJI)


PANITIA PESTA :
· KETUA : J. SINAMBELA
· WAKIL KETUA : B. NAPITUPULU
· SEKRETARIS : J. MANIK ALEX MANALU
· BENDAHARA : St. M. MANURUNG
· SEKSI : JEMAAT HKI BENGKONG ABADI
Tak lupa pada kesempatan ini, kami berterimakasih kepada:
1. Bapak T. Sihaloho
2. Bapak ST. Sihaloho
3. Bapak Kalper Sitohang
4. Bapak Ir. Rindu Purba
5. Bapak Julius Baka ( Anggota DPRD KEPRI)
6. Bapak Drs. Djihar Pasaribu MPd ( Anggota DPR KEPRI)
7. Bapak Hery Herianto Silitonga SH.MHum
8. Bapak Aslimin Silitonga
9. Bapak Viktor Silitonga
10. Bapak Ombur Rajagukguk
11. Bapak Ir. Halomoan Panjaitan
12. Bapak Benny Panjaitan ( Anggota DPD dari Kepri)
13. Otorita Batam
14. Pemko Batam
15. Pemprov Kepri
16. Seluruh jemaat, Kumpulan Marga, STM dan organisasi lainnya yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu persatu.
17. Redaksi Binawarga HKI, yang telah memuat berita Pesta Pembangunan HKI Bengkong Abadi. Tuhan Memberkati.
Pdt. Abed Nego Silitonga, STh (Pendeta Resort Bengkong Indah )


Rapat Majelis Pusat HKI, 27-29 Mei 2008
Membangun Semangat Kebersamaan dan Militansi Pelayanan Melalui Sinode ke 58 HKI

Sesuai Agenda, pada tgl. 27-29 Mei 2008, bertempat di Kantor Pusat HKI, dilaksanakan Rapat Majelis Pusat. Rapat kali ini lebih memfokuskan pembahasan kepada Persiapan Sinode ke 58 HKI yang akan dilaksanakan pada tanggal 22-25 Juli 2008 di Mikie Holiday Hotel - Berastagi.
Hadir dalam Rapat :
1. Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus)
2. Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal)
3. Pdt. H. Simangunsong, BD
4. Pdt. Toljun Lumbantobing, STh
5. Pdt. Marhasil Hutasoit, M Th
6. St. John R.P Hutabarat, MA
7. St. Drs. Y.M Hutagalung, MM
8. Pdt. Jansen Simanjuntak, STh
9. Pdt. Dr. Langsung Sitorus
10. St. Ir. T. Tambunan
11. Pdt. Johanes Panjaitan, STh
12. St. Raja Partahi Janter Aruan, MH
13. Pdt. Naomi Simarmata, STh
14. St. Ir. Erwin Napitupulu
Rapat yang dibuka oleh Ephorus HKI pada hari Selasa, 27 Mei 2008 memilih Pimpinan Rapat yaitu Pdt. H. Simangunsong, BD, sebagai Ketua dan St. Jhon R.P. Hutabarat, MA sebagai Sekretaris.
Dalam Pembahasan Konsep Laporan untuk dibawakan ke Sinode ke 58 HKI, mengacu kepada TTG HKI Tahun 2005, disepakati bahwa Laporan yang dibawakan dalam Sinode adalah Laporan Bersama yang disusun oleh Pucuk Pimpinan dan Majelis Pusat. Dalam rapat kemudian di susun format laporan yang transparan dan akuntable tetapi tetap berphilosophi membangun semangat dan sinergi pelayanan di tiap aras pelayanan. Untuk membantu Pucuk Pimpinan dalam penyusunan Laporan, Rapat kemudian memilih Pdt. H. Simangunsong, BD, Pdt. Marhasil Hutasoit, MTh, Pdt. Jansen Simanjuntak, STh sebagai Tim Perumus dan korektor Laporan bersama Pucuk Pimpinan dan Majelis Pusat.
Dalam sesi Persiapan Sinode ke 58, turut hadir Panitia Sinode ke 58 HKI, a.l St. Ir. Marasal Hutasoit (Ketua Umum Panitia), St. Meman Marpaung, MSIE (Sekretaris Umum Panitia) dan Pdt. B. Pardede (Panitia Bidang Organisasi). Dalam pembahasan kemudian diaturkan mekanisme/alur pelaksanaan Sinode dari awal hingga akhir, sehingga pelaksanaan Sinode berlangsung maksimal. Panitia juga menyampaikan bahwa lingkup kerja Panitia bukan hanya mempersiapkan Sinode dalam hal Tekhnis, akan tetapi berusaha membangun opini warga jemaat HKI dan masyarakat pada umumnya, akan Fakta Sejarah, Visi, Misi dan Karya HKI dalam mengemban tugas strategis ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rapat kemudian ditutup pada Hari Kamis, 29 Mei 2008 oleh Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus). Turut hadir dalam Rapat, Pdt. M. Lumban Gaol, STh (Ka.Dep. Marturya), Pdt. Tony Hutagalung, MSc (Ka.Dep. Koinonia), Pdt. Tigor Sihombing, STh (Ka.Dep. Diakonia), Pdt. Happy Pakpahan (Sekretaris Executive Pucuk Pimpinan), Pdt. Edwin Simanulang, STh (Staff PP). Kita doakan dan dukung kiranya dalam anugerah TUHAN YESUS Kepala Gereja, Sinode ke 58 ini membangkitkan semangat militansi pelayanan dan menjadi berkat bagi seluruh warga HKI dan masyarakat pada umumnya. Wassalam. (hp,-)


Penyempurnaan Tata Gereja HKI Tahun 2005 untuk memaksimalkan Pelayanan Amanah Agung, agar HKI semakin menjadi berkat.

Untuk mengevaluasi pelaksanaan TTG HKI yang disahkan pada Sinode ke 57 Tahun 2005, pada hari Jumat, 30 Mei 2008 bertempat di Kantor Pusat HKI, Pucuk Pimpinan mengundang Majelis Pusat dan para Praeses untuk hadir dalam Pertemuan Penyempurnaan Tata Gereja HKI Tahun 2005. Dalam Pertemuan dipercayakan Pdt. H. Simangunsong, BD untuk memimpin jalannya acara.
Agenda pembahasan a.l :
1. Laporan Pelaksanaan TTG HKI tahun 2005 di tiap Jemaat-Resort dan Daerah yang dilaporkan masing-masing Praeses.
2. Menginventarisir usulan perubahan dan penyempurnaan TTG dari masing-masing Daerah dan Hasil Rapat Konven Pendeta Maret 2008.
3. Penyimpulan Rumusan Penyempurnaan TTG HKI tahun 2005 untuk dibawakan pada Sinode Kerja ke 58 HKI.
Melalui pembahasan yang kondusif, akhirnya Pertemuan menyimpulkan beberapa hal krusial yang menjadi usulan pokok Penyempurnaan TTG yang akan dibawakan di Sinode Kerja ke 58 HKI, 22-25 Juli 2008, di Mikie Holiday Hotel Berastagi.
Hadir dalam Pertemuan Penyempurnaan Tata Gereja HKI Tahun 2005 a.l : Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus), Pdt. R. Simanjuntak, BD. (Sekretaris Jenderal), Pdt. H. Simangunsong, BD, Pdt. Toljun Lumbantobing, STh, Pdt. Marhasil Hutasoit, M Th, St. John R.P Hutabarat, MA, St. Drs. Y.M Hutagalung, MM, Pdt. Jansen Simanjuntak, STh. Pdt. Dr. Langsung Sitorus, Pdt. Johanes Panjaitan, STh, St. Ir. Erwin Napitupulu, St. Raja Partahi Janter Aruan, MH, Pdt. Naomi Simarmata, STh, Pdt. M. Saragi (Praeses HKI Daerah I Sumatera Timur I), Pdt. S. Br. Nainggolan, STh (Preaeses HKI Daerah III Tobasa Humbahas), Pdt. MAE Samosir, MTh (Praeses HKI Daerah IV Dakota ), Pdt. E. Sihotang, SmTh (Praeses HKI Daerah V Tapteng-Tapsel), Pdt. M. Lumban Gaol, STh (Ka.Dep. Marturya), Pdt. Tony Hutagalung, MSc (Ka.Dep. Koinonia), Pdt. Happy Pakpahan (Sekretaris Executive Pucuk Pimpinan), Pdt. Edwin Simanullang, STh (Staff Kantor Pusat).
(hp,-)


Pelatihan PME PEMUDA SEKBER UEM

Perhatian Sekretaris Bersama (Sekber) United Evanggelical Mission (UEM) terhadap pemuda gereja amat besar yang dibuktikan dengan dukungan yang berkesinambungan dalam kegiatan pelatihan. Sebagai tindak lanjut pengenalan Planning, Monitoring, Evaluation (PME) bagi Pemuda HKI dan GKPS yang telah dilaksanakan pada Bulan Nopember 2007 di Siantar Hotel Prapat, kembali pelatihan dengan tajuk yang sama dilaksanakan pada tgl 6-8 Juni 2008 bertempat di Hotel Patrajasa Prapat.

Pelatihan tahap ke dua ini bersifat penajaman dan penguasaan materi sekaligus proses seleksi terhadap minat dan kemampuan peserta. Dari antara 30 orang peserta tahap pertama kembali dipanggil 12 peserta (6 orang pemuda HKI dan 6 orang pemuda GKPS). Jumlah ini kemudian ditambah 3 orang pemuda GKPI atas permintaan pengurus Sekber. Setelah mengikuti seluruh rangkaian pembinaan, sebanyak 8 orang peserta akan direkomendasikan mengikuti pelatihan tahap mahir menjadi pelatih (Trainers).
Dua orang trainers yang telah dipercayakan melatih program PME bagi pemuda Gereja Anggota Sekber UEM yakni: Pdt.Marhasil Hutasoit,MTh dan Obertina Girsang,SE (Direktris PKR GKPS) memimpin dan membekali peserta memahami urgensi PME dalam rancang bangun kehidupan organisasi. Setiap peserta dimampukan untuk merumuskan Visi dan Misi organisasi. Berdasarkan hal itu peserta diarahkan menemukan dan menggumuli berbagai faktor pengaruh (faktor eksternal dan internal), selanjutnya menentukan peluang lewat penemuan faktor kunci keberhasilan (key success factor) yang akan dijadikan dasar penentuan strategi. Strategi sangat terkait dengan sarana, prasana, nilai dan gaya kepemimpinan. Dengan singkat dapat disimpulkan bahwa PME adalah latihan pemahaman komprehensip agar mampu menata rancang sistematis menggapai harapan dan tujuan bersama (organisasi).
Diharapkan kegiatan Training of Trainers (TOT) akan dilaksanakan 3 bulan yang akan datang sekaligus merekomendasikan 8 orang pemuda dari 3 denominasi gereja (HKI, GKPS, GKPI) menjadi trainers bagi gerejanya dan bagi seluruh gereja anggota Sekber UEM. Untuk tujuan ini dua pelatih tambahan yang ahli dalam penyusunan materi dan pelatih penampilan akan didatangkan dari Jakarta. Bagi pemuda yang telah mengikuti latihan PME diharapkan dapat menerapkan konsep dan pola PME di dalam mengemban tugas gereja dan kegiatan lainnya di tengah-tengah masyarakat luas.


Strategic Planning For UEM Sunday in Asia
Parapat 12-14 Mei 2008


Bertempat di Hotel Niagara, Parapat, Sumatera Utara-Indonesia, pada tanggal 12-14 Mei 2008, para Pimpinan Gereja-Gereja anggota UEM di Asia berkumpul untuk mendiskusikan dan menyetujui pelaksanaan Minggu UEM di Asia. Hal ini didasari kesepahaman bahwa pekerjaan di UEM adalah : untuk, di dalam dan melalui gereja-gereja anggota UEM sebagai suatu keluarga internasional yang inklusif, sama rata dan satu di dalam Roh. Pertemuan ini kembali menekankan mendukung pelaksanaan tugas dan mandat UEM sebagaimana dinyatakan di dalam konstitusinya, yaitu memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat dunia, dan menjawab tantangan saat ini dengan cara tinggal bersama, beribadah bersama, belajar dari satu sama lain, saling berbagi dan dengannya bertumbuh bersama sebagai suatu keluarga untuk kemudian tetap bersama menyerukan pertobatan dan hidup baru dengan memperjuangkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan. UEM sepenuhnya dimiliki dan bagian integral dari gereja-gereja. Para Pimpinan Gereja membaharui komitmen untuk membuat agar UEM semakin dikenal dan didukung oleh jemaat-jemaat sehingga dapat menujukkan tanggung jawab yang lebih besar agar keberlangsungan UEM bagi generasi mendatang dapat dipastikan. Untuk tujuan itu dinyatakan komitmen merayakan Minggu UEM di dalam masing-masing gereja anggota UEM di Asia mulai tahun 2009 dan memulai persiapannya mulai bulan Juni 2008. (UEM lahir pada tanggal 5 Juni 1996).
Sebagai persiapan untuk perayaan Minggu UEM yang akan dilaksanakan pada Minggu Pertama tahun 2009 dan tahun-tahun berikutnya, ditegaskan komitmen untuk melaksanakan kegiatan sebagai berikut :
1. Menyediakan Minggu Pertama Juni dari setiap tahunnya dimulai dari tahun 2009 sebagai Minggu UEM, dan mencantumkanya di dalam Kalender (Almanak) Gereja-gereja anggota UEM di Asia.
2. Mensosialisasikan UEM melalui:
a). Kantor Regional Asia UEM mencetak brosur-brosur tentang profil UEM dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada bulan September 2008 dan menyediakannya untuk digunakan oleh gereja-gereja. (Brosur-brosur ini dapat diterjemahkan ke dalam bahasa lokal oleh gereja-gereja anggota UEM sebelum didistribusikan).
b). UEM menyediakan VCD tentang profil dan pekerjaan UEM di dalam bahasa Inggris untuk dipergunakan oleh sinode dan para pimpinan gereja pada pertemuan-pertemuan gereja-gereja anggota UEM sehingga dapat membuat UEM lebih dikenal di kalangan para pemimpin mereka di semua tingkat.
c). UEM menyediakan dan mendistribusikan Stiker-stiker UEM yang kreatif dan menarik sehingga dapat digunakan oleh jemaat-jemaat dan di antara kaum muda.
3. Ibadah Ucapan Syukur: Para pemimpin gereja akan menulis surat penggembalaan untuk mendorong jemaat-jemaatnya mengadakan hari ucapan syukur pada tanggal 8 Juni 2008 atas keberadaan dan pekerjaan UEM serta mendoakan keberhasilan Sidang Raya UEM pada tanggal 14-21 Juni 2008 di Borkum, Jerman.
Untuk perayaan Minggu UEM anggota UEM di Asia menegaskan komitmen untuk menggunakan tema, sub-tema dan kegiatan-kegiatan berikut pada periode 2009-2012:
1. Tema: Kami mengadopsi tema Sidang Raya UEM Juni 2008, yaitu "Dibawa ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah (Roma 8:21).
2. Sub-tema: Mengadopsi sub-tema berikut: a. Bersekutu bersama sebagai anak-anak Allah (2009) b. Saling berbagi demi kebebasan anak-anak Allah (2010) c. Bekerjasama menuju kebebasan anak-anak Allah (2011) d. Merayakan bersama kebebasan anak-anak Allah (2012).
3. Mengadakan Liturgi Bersama, yang mencakup teks khotbah yang akan disediakan oleh gereja/gereja-gereja tertentu setiap tahunnya. Konteks sukacita, perjuangan, tantangan dan harapan gereja yang mempersiapkan liturgi itu dicantumkan dalam liturgi dimaksud. Teks khotbahnya sudah harus tersedia pada bulan Juni satu tahun sebelum perayaan dan Teks Liturgy disediakan pada akhir bulan Januari 2009. Kedua teks dikirimkan ke kantor UEM regional Asia untuk diteruskan ke gereja-gereja anggota UEM di Asia.

a. Untuk tahun 2009, disediakan oleh Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (GKI-TP) untuk menunjukkan solidaritas bagi perjuangan orang Papua.

b. Untuk tahun 2010 disediakan oleh United Church of Christ in the Philippines (UCCP) yang akan mengadakan Sidang Rayanya pada tahun 2010.

c. Untuk tahun 2011, disediakan oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berkerjasama dengan Gereja-gereja Sekber UEM. (HKBP akan merayakan Ulang Tahunnya yang ke-150 pada tahun 2011).

d. Untuk tahun 2012, disediakan oleh Gereja Methodist di Sri Lanka (MC-SL) sehingga kami dapat terus mendoakan negeri Sri Lanka yang diporakporandakan oleh perang dan disupervisi oleh para pimpinan gereja.

4. Persembahan Khusus yang dikumpulkan pada Minggu UEM digunakan untuk pekerjaan UEM.
5. Mendorong jemaat-jemaat untuk menyanyikan Lagu UEM (Satu dalam Kristus) pada ibadah itu. Lagu itu akan disediakan pada Buku Panduan yang akan dikirimkan oleh Kantor Regional UEM Asia ke gereja-gereja anggota UEM untuk digunakan pada Minggu UEM.
6. Pertukaran Pengkhotbah dilakukan di dalam sub-reigonal UEM Asia dan diatur oleh para pimpinan Gereja. (Jika jarak terlalu jauh, dukungan transportasi akan disediakan oleh dana Joint Program Asia). Pertukaran Pengkhotbah di antara gereja anggota UEM di satu negara dengan negara lain di Asia atas dukungan dana Joint Program Asia dapat direncanakan sekali dalam empat tahun. (Pada pertukaran ini dilakukan juga kunjungan eksposur untuk mengenal jemaat-jemaat local).
7. Penanaman Pohon. Sebagai jawaban terhadap Pemanasan Global suatu kegiatan penanaman pohon dilakukan pada perayaan Minggu UEM ini. Pohon-pohon yang ditanam hendaknya merupakan pohon yang dapat membantu pendapatan warga gereja. Kegiatan ini akan disupervisi oleh kantor-kantor pusat gereja-gereja.
8. Saling Kunjungan Koor (Anak-anak, pemuda dan koor gabungan) di antara jemaat-jemaat pada sub-regional. Kunjungan ini akan didukung dan disupervisi oleh kantor pusat gereja-gereja. Kemungkinan untuk mengadakan kunjungan koor di antara satu gereja di satu negara dengan yang lain di negara lain satu kali dalam empat tahun dapat dipertimbangkan.
9. Pertemuan Persekutuan di antara Pemuda. Pertemuan ini adalah pertemuan para pemuda sebelum dan sesudah Minggu UEM di antara para pemuda gereja-gereja anggota UEM yang berbeda di sub-region.
10. Pencetakan Buku Panduan Minggu UEM di Asia dalam bahasa Ingris dan Bahasa Indonesia. Suatu kompilasi Buku Panduan akan dikirimkan oleh Kantor UEM regional Asia ke kantor pusat gereja-gereja anggota pada bulan Pebruari setiap tahunnya atau empat bulan sebelum perayaan Minggu UEM. Ini kemudian didistribusikan oleh kantor pusat gereja-gereja anggota kepada jemaat-jemaat mereka. Buku Panduan ini akan mencakup brosur-brosur UEM dengan profil gereja-gereja anggotanya, Liturgi Bersama, Teks Alkitab untuk Khotbah, uraian singkat poin-poin khotbah dan tuntunan untuk usulan kegiatan.
Gereja-Gereja anggota UEM di Asia yakin bahwa melalui anugerah Tuhan dan Kuasa Roh Kudus perayaan Minggu UEM ini akan memperkuat komitmen untuk tetap bersatu dan menjawab tantangan-tentangan misi saat ini.
Hadir dalam Pertemuan Pdt. Dr Burju Purba (Ephorus HKI), Bishop Dr Mangisi Simorangkir (GKPI), Pdt. Dr Jadiaman Paranginangin (Moderamen GBKP), Pdt. Belman Purba Dasuha (Ephorus GKPS), Pdt. A L Hutasoit (Ephorus GKPA), Pdt. Parsaoran Simanjuntak (Ephorus GKPM), Chairperson Krisno Joewono (GKJTU), Bishop Eliezer Pascua (UCCP), Pdt. Bistok Manalaksak Siagian (Kepala Departemen Koinonia HKBP), Pdt. Pitonggam L Tobing (Sekjen GPKB), Tjondro F. Gardjito (Sekjen GKJW), Pdt. Dr. Robinson Butar-butar (UEM Reg. Asia), Ayanka de Silva (UEM Reg. Asia). (hp,- )



"Tantangan Gereja dalam Melakukan KPKC di Tengah Dunia yang Berubah", Wisma GMI Parapat, 21-23 Mei 2008

Persoalan Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan ternyata belum menjadi prioritas bagi Program Gereja anggota Sekber UEM secara umum. Ini terkuak dalam sharing pelayanan Contact Person Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) pada pertemuan Konsultasi Para JPIC Contact Person Gereja Anggota Sekber UEM yang dilaksanakan di Wisma GMI, Parapat, tgl. 21-23 Mei 2008. Ada beberapa indikator pernyataan diatas seperti kekurangpekaan program Gereja atas persoalan Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan di tengah kehidupan warga jemaatnya. Gereja dianggap masih terlalu sibuk kepada urusan ceremoni dan kebiasaan rutin sehingga isu KPKC sepertinya tidak ditangani. Padahal bentuk-2 ketidakadilan, Kekerasan secara fisik dan non fisik oleh sesama rakyat, antara pemerintah dan rakyat, antara pemodal dan rakyat semakin menjadi-jadi, pengrusakan alam dan sosial semakin mengancam Keutuhan Ciptaan (KPKC). Ini diperparah lagi kenyataan bahwa walaupun JPIC (atau KPKC) sudah menggema di Anggota Gereja Anggota Sekber UEM sejak tahun awal 1980an, ternyata sampai kini banyak Gereja Anggota yang terkesan tidak memfasilitasi pengalokasian budget, program, uraian tugas Kontack Person JPIC, dan kepekaan isu JPIC dalam pembobotan sebuah Program terkesan setengah hati.
Disamping itu disadari juga, masih banyaknya kelemahan dalam program KPKC, misalnya belum semua gereja memberi respons atau tanggapan memadai terhadap usul memprogram KPKC di gereja, mulai dari tingkat sinodal hingga ke jemaat. Walaupun tema KPKC sudah cukup lama didengungkan di gerakan oikumenis di tingkat dunia, tetapi bagi banyak gereja lokal, KPKC masih hanya sebatas wacana, belum maksimal. Sementara itu, harus dicatat pula sudah ada gereja yang dengan konsisten memprogramkan pemajuan hak asas manusia di lingkungannya, misalnya dengan mendirikan pusat pelayanan terpadu bagi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Sekalipun tidak eksplisit disebut sebagai program KPKC, namun kita sadari upaya itu adalah bagian dari pelayanan KPKC oleh gereja yang bersangkutan. Ada juga yang memusatkan perhatian pada pengembangan pertanian organik atau selaras alam, sebab dengan begitu, gereja ini yakin bisa mengembangkan keadaan ekonomi warga jemaat yang kebanyakan berprofesi sebagai petani. Hal yang sama dengan peternakan organik, ada gereja yang mendorong terus menerus agar warganya menerapkan peternakan organik, sebab di samping mengurangi ongkos produksi juga menghasilkan ternak yang lebih bagus mutunya. Jadi memang beragam metode yang dipakai untuk menerapkan program Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) di gereja.
Untuk itulah dalam pertemuan yang bertemakan"Tantangan Gereja dalam Melakukan KPKC di Tengah Dunia yang Berubah" ini, 22 orang Pegiat KPKC dari masing-masing Gereja yang tergabung dalam keanggotaan Sekretariat Bersama United Evangelical Mission (Sekber UEM) kembali menguatkan komitemennya untuk semakin turut serta mempromosikan keadilan, menghadirkan damai dan menjaga keutuhan ciptaan di lingkungan sekitar gereja-gereja di Sumatera Utara. Pertemuan ini juga mendorong pelaksanaan Rekomendasi Konsultasi Internasional JPIC ke 4 di baru dilaksanakan di P. Batam yang salah satu Rekomendasinya agar Pimpinan Gereja membentuk unit khusus KPKC di Kantor Pusat Sinode Gereja, atau mengintegrasikan program dan isu KPKC ke dalam unit pelayanan yang sudah ada. Dengan mempersiapkan personel, fasilitas, anggaran dan Program. KPKC harus menjadi prioritas bagi Gereja-gereja dan memerlukan biaya yang pantas.
Peserta konsultasi KPKC Sekber UEM ini adalah, mereka yang bekerja, berkarya dan melayani dalam bidang KPKC di gerejanya. Hadir dalam pertemuan ini Pdt. Tigor Sihombing, STh. dan Pdt. Happy Pakpahan, STh. sebagai utusan HKI, perwakilan Gereja HKBP, GKPS, GKPA, GBKP, GKPPD, GKPI, BNKP, dan perwakilan beberapa unit pelayanan Pengmas dan unit kerja JPIC dari Gereja Anggota Sekber UEM. Konsultasi ini dibuka oleh Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus HKI/Ketua UEM ASIA Executive Board).
Ada beberapa Garis besar Materi Konsultasi ini : a.l :
1. Sharing pelayanan KPKC di masing-masing Anggota Sekber UEM.
2. Reflesi Teologis KPKC : Oleh Pdt. Bonar Lumban Tobing
3. Isu KPKC di tengah bangsa Indonesia Oleh : DR. George Junus Adicondro
4. Study Lokal dengan mengunjungi PT Aquafarm Nusantara di kawasan Danau Toba dan mengevaluasi dampak lingkungan dan sosial.
5. Pleno dan Pembahasan rekomendasi-RTL.
Pada hari Jumat, Konsultasi Para Contact Person Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Gereja-gereja Sekber UEM ditutup oleh Pdt. W.T.P Simarmata (Sekjen HKBP/Sekretaris BPH Sekber UEM). (hp,-).


Interpersonal Skill Workshop – Sharpening Your Interpersonal Skill
Sebagai salah satu bagian pengembangan Sumber Daya Manusia para Pelayan di HKI, pada tanggal 04-09 Mei 2008, Pucuk Pimpinan HKI menugaskan Pdt. Hugo De Groot Nababan, S.Th (Pendeta HKI Resort Simpang Empat) dan Pdt. Dormen Pasaribu, S.Th (Pendeta HKI Res. Patane Porsea) untuk mengikuti Interpersonal Skill Workshop – Sharpening Your Interpersonal Skill di Sopo Agape Retreat Center, Tomok. Workshop ini diprakarsai oleh ITP (International Training Partner) dan NLM (Norwegian Lutheran Mission) dengan Facilitators; James North dari Amerika Serikat, Pdt. Dr. M.S.E. Simorangkir, Rev. Kjell Audu Herje dari Norwegia, Mur Widi, dan Indiarto (Navigator) dari Bandung. Kegiatan bertujuan untuk mempertajam kemampuan interpersonal di dalam membangun interaksi antar sesama, baik di dalam lingkungan pelayanan, organisasi, tempat bekerja dan kehidupan sehari-hari. Pendekatan Penajaman interpersonal tersebut didasari secara Alkitabiah dan praktis.
Adapun materi yang digumuli dalam workshop tersebut adalah sebagai berikut;
1. Perusak hubungan
2. Mendengarkan dengan kasih
3. Menolong orang menyelesaikan Masalah
4. Menimba isi hati Orang
5. Membangun Kepercayaan Dan Komunitras
6. Menangani Konflik dengan Baik
7. Menolong Orang Mengatasi/ menangani Konflik
8. Menyampaikan Teguran Dengan Baik
9. Menerima Teguran Dengan Baik
10. Mengelola Stres
11. Menolong Orang Berduka Cita Dengan Benar
Dalam setiap sesi para peserta Workshop diajak berperan aktif dengan mempraktekkan setiap sesi yang telah ditetapkan. Workshop ini benar-benar memberi masukan dan ketrampilan yang sangat baik untuk pelayanan, karena setiap topik yang digumuli sangat relevan dengan kenyataan di lapangan pelayanan. Workshop ini berjalan dengan penuh persudaraan, keakraban, walaupun para pesertanya terdiri dari berbagai latarbelakang dan denominasi gereja.
Bagi rekan Pelayan dan Jemaat yang ingin mendapatkan copy Materi Workshop Interpersonal Skill Workshop – Sharpening Your Interpersonal Skill, silahkan menghubungi Pdt. Hugo De Groot Nababan, S.Th (Resort Simpang Empat) Telp. 0632-41070, HP. 081 375 450 893 dan Pdt. Dormen Pasaribu, S.Th (Resort Patane Porsea) Telp. 0632-41209, HP 081 362 010 442. (Berita disarikan dari laporan Mengikuti Program Oleh Pdt. Hugo De Groot Nababan, S.Th (Pdt HKI Resort Simpang Empat) dan Pdt. Dormen Pasaribu, S.Th (Pdt HKI Res. Patane Porsea). (hp,-)

Perkembangan Program Ketrampilan di Panti Asuhan Zarfat HKI

Panti Asuhan Zarfat HKI (Rumah Zarfat) yang beralamat di Bah-Sampuran, Tiga Balata Pematang Siantar, sebagai bagian Pelayanan Diakonia HKI sejak berdiri 1 November 1975 terus mengembangkan diri dalam memaksimalkan pelayanannya. Anak-anak yang berlatar belakang Yatim Piatu, Yatim sekaligus ekonomi lemah, Piatu sekaligus ekonomi lemah, Broken Home, Terlantar, Keluarga Utuh tapi Ekonomi Lemah dan korban perceraian orang tua, di Rumah Zarfat terus dilatih menjadi anak-anak yang berpendidikan, takut akan TUHAN, mandiri dan bertanggungjawab.
Saat ini anak Asuh PA Zarfat berjumlah 50 Orang, mulai dari Belum Sekolah / Balita, Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Mahasiswa, hingga yang Sudah Tamat Kuliah. PA Zarfat diasuh oleh Diakones Risma br. Sihombing dan Diakones Doncerina br. Lumbantobing.
Kegiatan harian mereka, disamping Pendidikan Formal di Sekolah, Pembinaan Kerohanian, Pembinaan Hubungan Kekeluargaan, Kegiatan Keasramaan, dan Rekreasi, juga dilatih kegiatan Keterampilan seperti :
1. Keterampilan membuat Salib dari manik-manik
2. Komputer
3. Melukis Gambar
4. Menjahit
5. Mengkristik Kain
6. Menenun (membuat Ulos)
7. Ketrampilan bertukang perabot.
8. Kegiatan Beternak secara Organik (Babi, Angsa dan Ayam).
9. Kegiatan Berkebun

Saat ini anak-anak sudah mampu menjahit pakaian seragam mereka, membuat ulos, bertukang dan peternakan secara organik yang sudah menghasilkan.
Kita doakan dan dukung kiranya Pelayanan di Rumah Zarfat semakin berkembang sehingga mampu mendidik anak-anak yang memiliki kerohanian dan karakter yang baik, sekaligus mempunyai skill yang dapat diandalkan. TUHAN Memberkati. (hp.)


Peternakan Babi Secara Organik di PA Zarfat kembali membuahkan hasil.

Generasi Kedua Ternak Babi Secara Organik Berhasil dikembangkan Departemen Diakonia HKI di PA Zarfat Pada tanggal 30 Mei 2008, untuk kedua kalinya Babi Organik di Peternakan Organik PA Zarfat melahirkan 19 ekor.
Hasil ini sangat memuaskan. Artinya, sistem peternakan babi organik dapat dikembangkan dan menguntungkan, bila dikelola secara konsisten secara organik, baik dari segi makanan dan perawatan. Kepala Departemen Diakonia HKI, Pdt. Tigor Sihombing, STh. (alumni ARI Jepang Tahun 2003) menyampaikan bahwa sudah saatnya masyarakat meninggalkan cara peternakan babi konvensional yang memakai makanan dan perawatan bercampur kimia, pola peternakan yang bau dan kotor. Bahayanya lagi, untuk cara konvensional yang selama ini dilakukan masyarakat : jika satu ekor ternak seperti babi terserang penyakit, maka semua ternak akan terkena penyakit yang sama, hingga mati semua. Hal ini baru-baru ini dialami banyak peternak babi di beberapa daerah di Sumatera Utara. Peternakan babi secara organik juga ramah lingkungan dan daging ternak yang dihasilkan lebih sehat daripada ternak yang dipelihara memakai zat kimia (non organik).Wasalam. (hp,-)


Pengalaman singkat di Australia
(oleh : Pdt.Marhasil Hutasoit, MTh)

Atas undangan Lutheran Church of Australia (LCA) saya berada di kota Adelaide salah satu ibukota Propinsi wilayah selatan negara Australia dari tgl 1 Pebruari hingga tgl 1 Mei 2008. Sebagaimana tertera dalam undangan kunjungan ini dimaksudkan menjalani dua pengalaman sekaligus yakni: orientasi studi dan perbandingan kegiatan gerejawi.


Setiap hari senin berkunjung ke Library State, perpustakaan negara yang menyediakan buku-buku pinjaman dan tempat pembelajaran bahasa Inggris modern yang didapatkan secara gratis. Hari Selasa hingga hari Jumat mengikuti kuliah di Australian Lutheran Collage (ALC) dari jam 8.00 – 13.00. Metode pendidikan yang berlaku adalah dengan menggabungkan informasi, diskusi dan makalah. Sesi pembuka diawali dengan informasi tematis dari dosen diikuti dengan tanggapan setiap mahasiswa. Artinya, baik dosen maupun mahasiswa saling aktif memberi kontribusi terhadap setiap topik pelajaran. Tidak heran bila masing-masing mahasiswa membawa serta alat-alat kelengkapan belajar ke ruang belajar seperti: Laptop dan buku-buku pendukung. Ruangan belajar juga dilengkapi fasilitas multimedia. Sumber materi belajar yang relatif lengkap dapat diperoleh di perpustakaan baik berupa buku, kaset dan CD. Setiap tiga bulan yang disebut trimester mahasiswa menjalani masa "reses" selama dua minggu. Mereka diberi kesempatan memilih salah satu topik dari setiap mata kuliah untuk dikembangkan menjadi makalah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan kelas.
Karena saya tidak mengejar gelar, selama dua minggu trimester, Badan Missi (board for Mission) mengatur jadwal kunjungan melihat secara dekat kehidupan warga, kegiatan sosial dan aktifitas keseharian Pendeta. Kunjungan ke daerah pertanian dan peternakan sungguh menakjubkan. Ada ternak babi yang menghuni ruang air conditioner (AC); ada keluarga dengan jumlah 4 orang (ayah, ibu dan 2 orang anak) mengerjakan lahan pertanian mereka seluas 320 hektar dengan menggunakan traktor tanpa bantuan orang lain.
Dalam pelayanan sosial, LCA memiliki program yang beragam, diantaranya pelayanan kepada pensiunan. Ada rumah hunian bagi orang tua/jompo dilengkapi dengan rumah sakit dengan berbagai fasilitas pendukung seperti: tempat bertenun, bermain game, menghapal kata-kata yang sulit diingat, dll.
Kesempatan lain adalah mengikuti penelaahan Alkitab bagi orang tua. Saya menyaksikan bahwa seorang ibu dengan umur 87 tahun masih mampu menyetir mobil sendiri dan lainnya rata-rata berumur 80 tahun atau lebih tetapi masih mampu hidup mandiri dan aktif mengikuti kegiatan gerejawi. Kebetulan pula ada pertemuan pendeta antar denominasi gereja (kegiatan oikumenis) mengevaluasi ragam kegiatan paskah. Juga berkesempatan mengikuti rapat Majelis salah satu gereja LCA bernama Gereja Betlehem. Pada rapat itu mengemuka berbagai tantangan penuh resiko. Namun demikian mereka sepakat menyatakan bahwa pelayanan gereja tidak pernah terhindar dari resiko. Hanya satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah keputusan diambil demi masa lalu atau demi masa depan gereja? Gereja juga menurut mereka adalah wadah dan wahana bagi semua beban dan persoalan yang mendapat tempat untuk digumuli dan diatasi.
Sebagai tamu yang ingin menambah pengalaman, saya juga mengunjungi beberapa denominasi gereja lain, diantaranya: Anglican Church, Uniting Church, Bethel Church. Selama itu pula saya mendapat dua kali kesempatan untuk berkhotbah. Satu kali di Uniting Church kemudian saat mahasiswa Indonesia mengadakan camping rohani selama 3 hari di pantai yang disponsori Bethel Church. Sungguh hebat juga negara Australia karena tiap tahun menyediakan beasiswa kepada 300 orang Indonesia untuk melanjutkan studi di Australia. Menurut para pelajar Indonesia, mereka mendapat beasiswa melalui akses internet. Semua biaya ditanggung oleh Pemerintah Australia termasuk uang kantong setiap kali dua minggu.
Umumnya Pendeta sangat tekun menunaikan tugas pelayanan sehari-hari. Mereka tidak terlalu terbeban memasuki masa pensiun karena Pemerintah Australia akan menanggung biaya hidup pensiunan (termasuk pensiunan pendeta) yang disebut suprenansuasion. Tugas keseharian dan program-program gereja dapat dengan mudah diketahui warga jemaat lewat brosur, bulletin maupun dengan email. Mereka selalu menjaga keseimbangan pelayanan khususnya di antara trilogi pelayanan (Marturia, Diakonia, Koinonia). Bagian program marturia inilah yang memungkinkan mahasiswa teologi dari "gereja luar negeri" dapat melakukan kunjungan atau melanjutkan studi di Australian Lutheran Collage (ALC). Khusus kepada gereja Lutheran di Indonesia, program ini berlaku short time (kunjungan jangka pendek) selama 3 bulan.


Pemuda/i HKI Stadion & HKI Martoba Memerangi Penyebarluasan Narkoba - HIV /AIDS
Sampai saat sekarang ini masalah narkoba dan HIV/AIDS sudah menjadi perhatian khusus dari berbagai lembaga, baik lembaga pemerintah maupun non-pemerintah, termasuk Gereja HKI. Narkoba (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya atau dengan kata lain NAPZA) merupakan masalah global yang dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Perkembangan perederan gelap narkoba pada saat ini sudah sampai pada tingkat yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan data yang ada pada Badan Narkotika Nasional (BNN), tercatat bahwa masalah penyalahgunaan narkoba di tanah air telah merambah sebagian besar kelompok usia produktif yakni yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Sebagian besar yaitu sekitar 90 persen dari 2 (dua) juta pecandu narkoba adalah generasi muda. Narkoba bukan saja problem bagi anak-anak dari keluarga broken home, namun kini sudah merambah pada semua elemen masyarakat, bahkan digunakan pula oleh anak-anak yang berasal dari keluarga harmonis dan mampu. Penyebabnya bukan lagi sebagai akibat pelarian dari masalah, melainkan justru cenderung sebagai media rekreasi atau hiburan yang dianggap sebagai lambang kemajuan dalam pergaulan. Realitas tersebut patut menjadi perhatian kita semua. Dampak dari masalah peredaran dan penyalahgunaan narkoba mencakup dimensi kesehatan baik jasmani dan mental, dimensi ekonomi dengan meningkatnya biaya kesehatan, dimensi sosial dengan meningkatnya gangguan keamanan dan ketertiban, serta dimensi kultural dengan rusaknya tatanan perilaku dan norma masyarakat secara keseluruhan. Maraknya distribusi dan konsumsi narkoba menjadikan Indonesia semakin terpuruk. Apalagi peningkatan kasus narkoba ini berimbas pada menyebarnya HIV/AIDS. Itu salah satu akibat dari penyalahgunaan narkoba, belum akibat yang lainnya, seperti ketagihan, keracunan, dan ketergantungan (baik mental maupun fisik), yang pada akhirnya menyebabkan kematian. Dan harus diingat bahwa sekarang ini Indonesia tidak lagi sebagai daerah transit, melainkan telah menjadi konsumen, negara produsen, dan pengekspor narkoba. Untuk menghalau masalah tersebut, pencegahan secara komprehensif dan integral perlu dilakukan dengan melakukan koordinasi antar instansi pemerintah dan lembaga keagamaan seperti Gereja HKI yang dilaksanakan secara terpadu dan bersinergi. Hal inilah yang mendasari dan yang menjadi pembahasan pada pelaksanaan Seminar Pencegahan Narkoba dan HIV/ AIDS – yang dilaksanakan PNB HKI Stadion Resort Asuhan Stadion dan PNB HKI Martoba Resort Siantar III bekerjasama dengan Komite HIV/ AIDS HKI dan Polres Simalungun. Kegiatan dilaksanakan di HKI Stadion Jl. Aipda K.S Tumbun pada tanggal 20 Mei 2008. Hadir sebagai Pembicara Seminar Narkoba dari Briptu Tagor Effendy Marpaung (Anggota PNB yang mengabdi di Polres Simalungun) dan Pembicara Seminar Pencegahan HIV/ AIDS : Pdt. Noderia Br. Manalu STh (Ketua Komite HIV/ AIDS HKI). Hadir pada kegiatan sekitar 150 Peserta. Setelah seminar, acara juga diisi oleh Kebaktian Kebangunan Rohani yang dilayani oleh CPdt. Ance Br. Simanjuntak, STh dan CPdt. Rotua br. Silitonga, STh, dan Kidung Pujian oleh Chandra Siburian (Pegawai Kantor Pusat HKI). Turut hadir dari unsur Parhalado a.l St. J. Pangaribuan (Sekretaris Resort HKI Asuhan Stadion), St. M. Sinaga (Hki Stadion), CSt. F. Siburian (HKI Stadion), St. S. Sirait (HKI Martoba), CSt. Silaban (HKI Martoba) Seminar kemudian diakhiri dengan tekad bersama Pemuda Gereja HKI Stadion dan HKI Martoba, menyatakan perang terhadap penyebarluasan Narkoba dan HIV/ AIDS. Para peserta juga bertekad untuk menjadi duta-duta anti penyalahgunaan Narkoba dan penyebaran HIV /AIDS di kalangan pemuda remaja, baik disekolah, keluarga, lingkungan pergaulan sehari-hari dan di tiap aktifitasnya. Wassalam. (hp, - disalur dari berita kiriman Tagor Marpaung dan Chandra Siburian)

Jemaat Baru

Telah berdiri: HKI Kampung Melayu, di Kampung Melayu - Bagan Siapiapi. Kebaktian Pertama telah dilakukan pada tanggal 6 April 2008 di rumah salah seorang anggota jemaat; keluarga P. Sibarani/br. Silalahi. Pada saat kebaktian tersebut telah terhimpun anggota jemaat 15 Kepala Keluarga. Jemaat ini masuk wilayah pelayanan HKI Resort Dumai. Sementara ini kebaktian masih dilakukan dirumah anggota jemaat. Kebijakan awal, jemaat ini mendahulukan membeli tanah pertapakan gereja dan telah membelinya seluas 1 hektar. Mari kita dukung dengan doa dan bantuan materi kiranya gereja kita tersebut semakin maju.

Tuesday, July 29, 2008

Bina Anak : Edisi September 2008

7 September 2008
Nats : 2 Timotius 1: 3-11
Pendahuluan
Orang-orang muda sering menjadi sasaran penyebaran ajaran baru atau ajaran yang berbeda dengan pengajaran yang telah pernah mereka dengar, misalnya ajaran Iman Kristen. Hal itu tidak usah menjadi keheranan bagi kita, karena manusia selalu bersifat ingin tahu apalagi orang-orang muda. Mereka “selalu ingin tahu”. Walaupun mereka sudah tahu, selalu ada keinginan untuk mengembangkan atau memperdalam pengetahuan mereka. Maka tidak jarang, jika seorang anak dilarang melakukan sesuatu, misalnya jangan berdiri dekat jurang, mereka semakin penasaran dan justru melakukan larangan itu. Mereka penasaran, mengapa dilarang berdiri dekat jurang, ada apa di jurang tersebut. Itulah mungkin yang muncul dalam pikiran mereka. Berhati-hati (waspada) itulah sebenarnya maksud peringatan tersebut. Hal itulah yang dilakukan Rasul Paulus kepada Timotius.

Penjelasan Nats dan Penerapan
Rasul Paulus dalam suratnya yang kedua ini kepada Timotius menunjukkan kedakatan hubungan mereka. Paulus menganggap Timotius sebagai “seorang anaknya sendiri” karena iman kepada Kristus. Paulus selalu menyebut nama Timotius dalam doanya karena ia ingin agar Timotius, seorang yang masih muda dapat menjadi pengikut Tuhan yang setia dan tangguh imannya. Juga tidak luput dari perhatian Paulus yaitu nenek dan ibu Timotius, Lois dan Eunike. Mereka sangat berperan dalam membingbing dan mengajar Timotius akan pengenalan Tuhan. Sejak kecil kepadanya telah diajarkan Firman Tuhan dan hidup setia di hadapanNya.
Dalam situasi terpenjara karena memberitakan Injil, Paulus menulis surat untuk mengingatkan Timotius agar berhati-hati menghadapi adanya guru-guru sesat yang memutarbalikkan Injil. Bahkan dari antara orang Kristen sudah ada yang terjerat dalam ajaran-ajaran sesat tersebut. Itulah sebabnya Paulus mengingatkan Timotius agar tidak ikut terjerat karena pada umumnya orang-orang mudalah yang menjadi sasaran mereka. Orang-orang muda sering mudah terpaut dengan tipu daya guru-guru palsu. Jalan keluar dari pergumulan tersebut pertama-tama adalah berpegang teguh pada Injil yang benar yang disampaikan Rasul-rasul, mengajarkan Injil tersebut dengan setia walaupun tidak menarik untuk melakukannya, dan senantiasa waspada terhadap guru-guru palsu.
Hingga saat ini, tetap bermunculan guru-guru palsu yang mengajarkan Injil yang berbeda dengan Injil yang diajarkan Rasul-rasul (Gereja Mula-mula). Tujuan mereka adalah untuk membingungkan dan menyesatkan warga gereja. Pada umumnya mereka mulai mengajarkannya kepada orang-orang muda. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendekati mereka, ada yang dengan kelompok-kelompok penyaluran bakat dan minat, misalnya grup musik, kelompok belajar dan bermain, dan lain-lain. Target mereka yang pertama adalah mengumpulkan anak-anak muda dengan menyediakan fasilitas yang menarik dan modern. Hal seperti itulah yang perlu diwaspadai orangtua, guru-guru Sekolah Minggu terlebih-lebih anak-anak itu sendiri. Guru dan Orangtua harus lebih banyak memahami faktor psikologis anak agar dapat mendidik mereka tanpa menghalangi bertumbuhnya bakat dan minat si anak.

1. Untuk Balita/ Anak Kecil
1.1. Thema : BALITA
1.2. Uraian Thema :
SUPAYA BALITA DAPAT:
- Menyebut kata “BALITA”
- Menyebut dirinya anak di bawah lima tahun (balita)
1.3. Metode : BERMAIN
Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 8-10 orang dan mereka berbaris memanjang ke belakang. Guru membisikkan sebuah kalimat singkat dari Firman Tuhan kepada anak barisan depan. Sesudah itu, anak pertama membisikkan kepada anak barisan no. 2 dan seterusnya sampai barisan terakhir. Kemudian barisan terakhir menyuarakan kalimat (pesan) yang diterimanya. Jika terjadi perbedaan, inilah bukti perlunya waspada mendengar dan memberitakan pesan kepada orang lain agar tidak keliru dan salah mengerti orang yang menerimanya.
Guru membimbing anak-anak Sekolah Minggu untuk mau mendengarkan bimbingan orangtua dan guru. Guru membimbing mereka agar setia. Si anak diajak untuk menceritakan pengalamannya bagaimana ia menjadi percaya kepada Tuhan, siapa yang pertama membawanya datang ke sekolah minggu, pada saat-saat kapan ia berdoa di rumah, apa tugasnya di rumah setelah pulang sekolah, berapa kali dalam seminggu ada kebaktian dalam keluarga.
1.4. Alat Peraga : ---
1.5. Nyanyian Thema : AKU GEREJA, KAU PUN GEREJA
1.6. Ayat Hafalan : ----

2. Untuk Anak Tanggung
1.1. Thema : ANAK TANGGUNG
1.2. Uraian Thema :
SUPAYA ANAK DAPAT:
- Menjelaskan arti thema
- Menjelaskan siapa dirinya dalam keluarga dan masyarakat
- Menyebutkan perbuatan anak-anak Tuhan
- Menceritakan pengalamannya dalam kebaktian keluarga.
1.3. Metode : MEMPERKENALKAN DIRI
Guru menjelaskan riwatat hidup Timotius.
Ibu Timotius adalah seorang Yahudi yang bernama Eunika, dan ayahnya seorang Yunani. Neneknya bernama Lois (Kisah PR 16: 1-3). Timotius artinya memuliakan Allah. Sejak kecil ia sudah diajarkan tentang isi Alkitab (2 Tim 1: 5, 3: 14-15). Timotius sudah bertobat sejak masa mudanya. Timotius yang masih muda, sudah beberapa kali ditugaskan Paulus untuk mewakilinya kepada jemaat-jemaat di Tesalonika (1 Tes 3: 2), kepada orang-orang Kristen di Makedonia (Kis 19: 22), di Korintus (1 Kor 16: 10), di Efesus (1 Tim 1: 3). Paulus sudah menganggapnya sebagai anaknya sendiri. Ada banyak hal menarik dalam riwayat hidup Timotius yaitu sejak masa kecil sudah belajar Firman Tuhan dan setia dalam imannya.
Guru membimbing anak-anak Sekolah Minggu untuk mau mendengarkan bimbingan orangtua dan guru. Guru membimbing mereka agar menjadi anak yang setia. Si anak diajak untuk menceritakan pengalamannya bagaimana ia menjadi percaya kepada Tuhan, siapa yang pertama membawanya datang ke sekolah minggu, pada saat-saat kapan ia berdoa di rumah, apa tugasnya di rumah setelah pulang sekolah, berapa kali dalam seminggu ada kebaktian dalam keluarga.
1.4. Alat Peraga : ---
1.5. Nyanyian Thema : AKU GEREJA, KAU PUN GEREJA
1.6. Ayat Hafalan : AMSAL 23: 25



MINGGU, 14 SEPTEMBER 2008
BAHAN ALKITAB: KEJADIAN 41:37-47

I. Pendahuluan
Gereja berasal dari istilah Yunani Ekklesia artinya mereka yang dipanggil oleh Allah keluar dari kegelapan, keluar dari dosa menuju terang Allah. Gereja dipisahkan menjadi dua bagian pengertian : Gereja yang kelihatan. Terdiri dari orang-orang yang telah mengakui iman percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat; dibaptis; dan terdaftar sebagai anggota suatu lembaga gereja. Sayangnya, gereja yang kelihatan tersebut tidak semuanya murni. Tuhan Yesus pernah berkata, ada lalang yang tumbuh diantara gandum. Melalui proses hidup akan terpilih, Kristen yang murni dan yang palsu. Hanya Allah yang sanggup melihat hati manusia. Maka ada pengertian gereja yang lain: gereja yang tidak kelihatan, yaitu orang-orang yang sunguh-sungguh menanggapi dan menjawab dalam iman dari panggilan Allah untuk mendapat bagian dalam karya keselamatan Kristus. Persekutuan orang-orang percaya tersebut adalah kudus karena dikuduskan oleh Allah sendiri. Roh Kudus mendiami gereja, dalam berkarya, menuntun, membimbing pada kesaksian yang sesuai dengan kehendak Allah.
Bagi anak-anak gereja dapat merupakan suatu tempat yang menarik sekaligus misterius. Gereja senantiasa dikaitkan dengan Allah. Dari ungkapan “rumah Tuhan” anak menyimpulkan bahwa gereja meupakan tempat kediaman Allah secara fisik. Namun, takkala ia juga diberitahukan bahwa Alah berada di surga, ia menjadi bingung. Proses berpikir anak tentang pengertian gereja adalah sama dengan proses berpikir tentang masalah kehidupan yang lain. Mereka sering mengungkapkan keunikan gereja dipandang dari ciri-ciri pisiknya, seperti menara yang menjulang tinggi, jendela-jendela dengan warna-warni, deretan bangku atau pintu-pintu yang besar. Anak kecil memiliki wawasan yang amat sempit mengenai tujuan pergi ke gereja. Tindakan-tindakan spesifik seperti mendengarkan cerita, menyanyikan lagu-lagu, membawa Alkitab, menggambar, dan makan kue-kue merupakan beberapa ungkapan yang menyatakan tujuan pergi ke gereja. “karena hari ini hari minggu”. “agar Papa bisa senang”; dan “Supaya Allah senang”. Mereka pergi ke gereja untuk menyembah Allah, untuk mempelajari Alkitab, untuk belajar tentang Allah.
II. Penjelasan nats dan Uraian Menurut Umur
2.1. Balita/Anak Kecil
Thema : Aku Gereja
Gereja sebagai persekutuan adalah perkumpulan setiap orang dipanggil untuk menggabungkn diri di dalam kehidupan bersama yang saling menerima dengan yang lain yang dipersatukan oleh Kristus sebagai kepala gereja. Panggilan kita adalah menciptakan hidup bersama dengn orang lain. Kita adalah Gereja yang kelihatan yang terdiri dari orang-orang yang telah mengakui iman percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat; dibaptis; dan terdaftar sebagai anggota suatu lembaga gereja dan orang-orang yang sunguh-sungguh menanggapi dan menjawab dalam iman dari panggilan Allah untuk mendapat bagian dalam karya keselamatan Kristus. Jadi anak-anak adalah merupakan gereja yang hidup yang selaku dibimbing oleh Roh Kudus.
Seperti yang dilakukan oleh Yusuf. Yusuf sering memperkenalkan dirinya sebagai seorang yang menyembah Allah Israel (gereja) kepada orang-orang yang tidak menyembah Allah. Dia adalah seorang penggembala kambing domba yang selalu rajin domba-dombanya ke tempat yang sejuk. Tuhan memakai Yusuf untuk menafsirkan mimpi Firaun yaitu “Tujuh tahun kelaparan akan mengikuti ketujuh tahun yang berkelimpahan panennya, dengan memakan habis segala panennya. Karena dia menafsirkan mimpi Firaun dengan benar, maka Firaun memberikan kepada dia kedudukan sebagai penguasa atas istana firaun dan menjadi pengusa asas seluruh tanah Mesir. Dia adalah orang yang bertanggungjawab kepada Firaun yaitu dengan melakukan segala pekerjaan yang telah diberikan oleh Firaun. Dia selalu menyembah Allah di dalam Bait Allah.
Ayat Hafalan: Filipi 3:17
Metode : Lagu dan Gerak
K.J. No. 257 “Aku Gereja, Kaupun Gereja”
Sewaktu menyanyikan nyanyian ini, Anak-anak sekolah Minggu dibawa oleh guru Sekolah Minggu ke depan Gereja agar mereka dapat langsung melihat gedung gereja tersebut.
Aku gereja, sambil dinyanyikan anak menunjuk kepada dirinya sendiri. kaupun gereja, sambil dinyanyikan anak menunjuk kepada teman-temannya. Kita sama sama gereja, sambil dinyanyikan anak menunjuk kepada semuanya. dan pengikut Yesus di seluruh dunia, kita sama-sama gereja. sambil dinyanyikan anak berjalan ke depan dan ke belakang. Gereja bukanlah gedungnya, sambil dinyanyikan anak menunjuk kepada gedung gereja. Dan bukanlah pula menaranya, sambil dinyanyikan anak menunjuk kepada menara gereja, bukanlah pintunya, sambil dinyanyikan anak menunjuk kepada pintunya; Lihat di dalamnya, gereja adalah orangnya, sambil dinyanyikan anak menunjuk kepada semuanya.
2.2. Anak Tanggung
Thema : Agamaku Kristen
Agama berarti tidak kacau balau. Jadi agama Kristen adalah agama yang dianut oleh pengikut-pengikut Kristus. Kita mempunyai agama yaitu agama Kristen yang selalu setia mengikuti Yesus Kristus. Agar kita tidak kacau balau, maka kita harus menjalankan apa yang telah diberitakan Kristus melalui AlkitabNya. Ciri-ciri agama Kristen adalah orang yang mengasihi Allah dengan segenap hatinya dan mengasihi sesama manusia sama seperti dirinya sendiri, dan orang Kristen yang mengkuti Yesus Kristus harus melakukan pertobatan yang tulus. Dan menerima Yesus sebagai satu-satunya harta yang paling berharga dan dituntut memakai iman yang tegas dan tidak setengah-stengah.
Seperti yang dilakukan oleh Yusuf dimana dia sering memperkenalkan dirinya sebagai agama Yahudi yaitu seorang yang menyembah Allah Israel kepada orang-orang yang tidak menyembah Allah. Dia adalah seorang penggembala kambing domba yang selalu rajin domba-dombanya ke tempat yang sejuk. Dia selalu meminta kepada Tuhan agar selalu diberikan perlindungan kepada nya sewaktu dia memperkenalkan agamanya kepada orang lain. Dengan permintaannya itu, maka orang-orang yang tidak mengenal Allah akan semakin percaya kepada Allah. Dengan cara menafsirkan mimpi Firaun yaitu “Tujuh tahun kelaparan akan mengikuti ketujuh tahun yang berkelimpahan panennya, dengan memakan habis segala panennya. Dia adalah orang yang bijaksana, kebijaksanaannya itu berasal dari Allah. Maka dengan kebijaksanaannya Firaun mengangkat dia sebagai penguasa atas istana firaun dan menjadi pengusa asas seluruh tanah Mesir. Masuknya Yusuf ke dalam istana dengan perubahan nama dan perkawinannya dengan puteri seorang imam, menyempurnakan pengenaannya secara lahiriah kepada kebangsaan Mesir. Pengakuannya yang berani akan agama Israel membuat dia menjadi orang yang terkenal di dalam pemerintahan raja Firaun.
Metode : Bersaksi
Raja Nebukadnesar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta, lalu dia menyuruh orang-orang mengumpulkan para wakil seluruh wakil-wakilnya berserta rakyatnya untuk menghadiri pentahbisan patung tersebut. Maka datanglah seorang serdadu dengan suara yang nyaring : “beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa ….. maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnesar ini, siapa yang tidak sujud menymbah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala.
Maka ketika itu Sadrak, Mesakh, dan Abednego tidak memuja patung yang telah didirikan oleh raja Nebukadnesar itu, tetapi mereka tetap memuji Allah, dengan tegas mereka mengatakan “jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari tanganmu ya raja, tetapi seandainya tidak, hendaklah tauanku mengatahui ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu. Maka raja menghukum mereka dengan mencampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Tetapi Tuhan melindungi mereka di alam perapian tersebut sehingga rambut di kepala mereka tidak hangus, jubah mereka tidak berubah apa-apa, bahkan bau kebakaranpun tidak ada.
Ayat Hafalan: Filipi 3:17
Nyanyian : KJ. No. 424 “Yesus menginginkan Daku”




BAHAN BINA ANAK
MINGGU, 21 SEPTEMBER 2008


Nast: Lukas 11: 37 – 41
Pendahuluan:

Apabila kita dengan teliti membaca surat Lukas ini, maka kita akan menemukan suatu thema yang besar dari keseluruhan kitab ini yaitu:Tuhan mendatangi umat manusia. Surat ini di tulis untuk meneguhkan tentang kebenaran berita tentang Yesus Kristus yang sudah ada pada saat itu. Kitab lukas ini di tulis sekitar tahun 80 sesudah Kristus. Dari beberapa thema yang di tulis oleh Lukas hal ini menujukkan supaya iman orang Kristen semakin teguh dan berpengharapan di tengah-tengah perjalanan hidupnya.
Dalam prikop ini kita akan membahas tentang kemunafikan orang Farisi dan ahli-ahli hukum Taurat. Dalam Injil Lukas kita menjumpai bahwa yesus berkunjung kerumah orang Farisi lebih dari satu kali. Disi kita melihat sesudah Yesus selesai mengajar di Bait suci Allah, maka seorang Farisi mengajak Yesus makan di rumahnya. Sewaktu mau makan Yesus tidak membasuh, mencuci tanganNya sebelum makan. Hal ini menandakan bahwa itu tidak berhubungan dengan kebersihan atau kebiasan mencuci tangan sebelum makan, akan tetapi dengan menyingkirkan penajisan yang terjadi karena bersentuhan dengan orang-orang yang bukan Yahudi dan orang-orang berdosa lainnya (bdn. Mrk. 7: 1-5). Melihat Yesus tidak mencuci tangan sewaktu makan, maka orang-orang Farisi mersa heran akan perbuatan Yesus tersebut. Dengan demikian Yesus membelah kelakuanNya dengan mengecam orang Farisi dengan apa yang mereka pertahankan. Yesus mengatakan orang Farisi sama dengan hanya membasuh tubuh saja. Artinya, hanya membersihkan bagian luar saja tidak ikut bagian dalam yaitu jiwa dan hati mereka.

01. Untuk anak kecil/Balita
a. Thema:
b. Uraian Thema:
Adik-adik…siapa waktu bangun pagi tadi cuci muka, mandi dan gosok gigi?. Siapa yang mau makan cuci tangan dulu?. Manakah lebih suka hidup kotor atau bersih?. Memang sebagai anak sekolah minggu sebelum makan kita harus cuci tangan dahulu. Sebab apabila kita tidak cuci tangan sewaktu mau makan, maka kita akan makan kotoran, kuman penyakit yang menempel di tangan kita akan kita makan. Apabila kotoran, dan kuman tersebut kita makan maka kita akan jatuh sakit. Yesus bukan tidak mau cuci tangan sewaktu mau makan. Dia bukan karena lapar makanya tidak cuci tangan. Hal itu dilakukan oleh Yesus Kristus supaya orang-orang Farisi dan ahli-ahli hukum Taurat mengerti bukan hanya bagian tubuh luar saja yang perlu bersih. Akan tetapi jauh lebih, baik apabilah lebih bersih jiwa dan hati manusia tersebut dari pada tubuh jasmaninya. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak suka hanya melihat lahiriah saja, akan tetapi Yesus sangat menyukai, mencintai orang-orang yang berhati bersih dan jujur. Sebagaimana anak-anak sekolah minggu, kita harus selalu hidup bersih baik jasmani maupun rohani. Sebab didalam tubuh yang sehat terdapat juga jiwa dan hati yang sehat. Dengan demikian bersihkanlah hatimu dan pikiranmu dari hal-hal yang menyesatkan. Jangan seperti orang-orang Farisi yang nampak bersih hanya bagian laurnya saja tetapi didalamnya sangat kotor.
c. Methode : Cerita, dialog
d. Alat Peraga : ……
e. Nyanyian Thema :
- Hati yang gembira
- Hati-hati gunakan
f. Ayat hafalan : Ayub 9:30



BAHAN BINA ANAK
MINGGU, 28 September 2008

Nats: Kejadian 4: 1 – 12
Pendahuluan:
Sejak Tuhan Allah menciptakan Adam dan Hawa, maka munusia tersebut sudah di tempatkan di Taman Eden. Di taman Eden hidup manusia tersebut sungguh senang dan tenang. Akan tetapi akibat dosa dan pembrontakan manusia tersebut mereka di usir dari taman Eden. Walaupun manusia dalam taman Eden itu telah ditentukan oleh Allah untuk pembauran jasmani. Selain dari pada itu ungkapan itu menyatakan pengetahuan tentang rahasia perkawinan. Karena persetubuhan, manusia itu mengenali dan mengakui Hawa sebagai bagian dirinya sendiri. Sesudah terjadi persetubuhan, mengandunglah perempuan tersebut itu berarti hidup baru di dalam manusia terjadi untuk beranak cucu. Hal ini bisa terjadi bukan hanya karena persetubuhan manusia, melainkan pemberian dan pertolongan dari Allah. Maka Hawa melahirkan anak yang di beri nama Kain dan Habel. Habel artinya: hembusan angin, kesia-siaan, percuma. Suatu nama yang telah mununjuk hidupnya akan pendek.
Habel menjadi gembala kambing dan domba, Kain menjadi petani. Pengembalaan dan pertanian adalah dua cara hidup yang asasi di Palestina. Walaupun Habel adik Kain, tetapi mereka tidak bersama-sama beribadah, melainkan berbeda. Persekutuan dengan Allah digantikan dengan agama artinya kepatuhan oleh kurban persembahan. Persembahan sesuai dengan pekerjaan masing-masing. Kain sebagai petani memberi hasil tanah, Habel memberi anak sulung dombanya. Persembahan diterima oleh Allah bukan karena jenis dan banyaknya akan tetapi karena hati yang bersih.
01. Untuk Balita/anak kecil
a. Thema: Abangku dan kakakku
b. Uraian Thema:

Adik-adik…Siapa yang mempunyai abang atau kakak?. Siapa yang mempunyai adik?. Kalau kita sama kakak, abang atau adik bagaimanakah sikap kita?. Sebagai abang adik kita harus hidup rukun dan damai. Itu artinya dalam hidup kita tidak bisa ada iri hati, rasa dengki dan cemburu. Sebagaimana kita lihat cerita Kain dan Habel. Mereka lahir dari ibu yang sama, akan tetapi mereka tidak saling menyayangi. Kain selalu cemburu, benci dan iri hati terhadap Habil. Hal ini disebabkan karena Tuhan sangat sayang terhadap Habel. Habel sebagai peternak sangat rendah hati dan selalu tunduk kepada Tuhan. Kain tidak dapat membiarkan dan melihat kelebihan adiknya dengan tenang yaitu Allah mendahulukan yang lebih muda dari pada yang lebih tua. Artinya Allah lebih menerima persembahan Habel dari pada Kain. Maka timbulah rasa kebencian yang mendalam di dalam hati kain, Kain berencana akan membunuh adeknya Habel. Hal ini terjadi karena iblis telah diam di dalam hati Kain dan iblis tersebut telah menguasai Kain. “Perbuatan hanyalah merupakan tindakan yang terakhir dari pada aksi yang jauh lebih dahulu dimulai dan yang tak dapat di hentikan kembali”. Maka untuk memuluskan rencananya Kain mengajak adiknya Habel keladang. Di tengah-tengah ladang tersebut Kain memukul kepala Habel sampai mati. Adik-adik...dari cerita tadi kita melihat apabila iblis menguasai hati manusia, maka manusia tersebut akan berbuat jahat. Sebagai abang adik anak-anak sekolah minggu harus saling mengasihi dan saling menolong. Hindarkan rasa irih hati, cemburu, dengki, dari dalam hatimu.
c. Methode : Cerita, dialog
d. Alat Peraga :
- Gambar pemuda dan pemudi
- Gambar keluarga sedang berdoa.

e.Nyanyian Thema :
- Dalam Yesus kita bersaudara
- Bapa ku persembahkan hidupku.
f. Ayat hafalan : I Timoteus 4: 12
02. Untuk Anak Tanggung
a. Thema : Abang dan kakak
b. Uraian Thema:

Adik-adik…siapa yang pernah merasa cemburu apabila adiknyaselalu di puji dan di sanjung-sanjung orang tuanya? Atau siapa yang pernah marah sama adiknya, karena nilai adiknya lebih baik di raport?. Adakah artinya cemburu, irih hati, demdam sama adik dan abang kita?. Tidak bagus apabila ada orang yang selalu menimpam rasa benci, jahat trehadap saudaranya. Hal ini akan berakibat tindakan kejahatan di dalam dirinya. Kita melihat dari cerita Kain dan Habel ini, Kain sangat membenci Habel. Hal itu disebabkan karena persembahan Habel di terimah oleh Allah sedangkan persembahan Kain di tolak oleh Allah. Maka rasa kecemburuan berkecamuk di dalam hati Kain untuk membunuh Habel. Kain memukul kepala adiknya hingga mati di tengah –tengah ladang, sehingga Allah murkah, marah terhadap Kain. Walaupun karena pembunuhan itu dilakukan terhadapadiknya tidak ada penuntutan balas dari keluarga. Membunuh kawan, abang, adik adalah merupakan kegilaan yang tak dapat diampuni. Kain menjadi pengembara dan lari terus menerus. Seorang pembunuh tidak mempunyai hati yang damai dan tenang, akan tetapi dia selalu gelisa dan di kejar bayang-bayangan. Dari situ kita belajar bahwa sebagai anak sekolah minggu harus hidup penuh dengan damai saling menyayangi dengan keluarganya. Sebab keluarga, abang, adik adalah tempat dan kawan bermain yang baik. Hindarilah rasa cemburu, dengki dan dendam dari hati.
c. Methode : Cerita, Dialog
d. Alat peraga : Gambar abang, adik sedang kerja
e. Nyanyian Thema : Dalam Yesus Kita bersaudara
f. Ayat hafalan : I Timoteus 4: 12
Ditulis Oleh.
Pdt. Eben Hutasoit

Bina Anak : Edisi Agustus 2008


Minggu 3 Agustus 2008
Bahan Alkitab : 2 Raja-raja 5 : 10-14

I. Pendahhuluan
Naaman adalah penghina angkatan bersenjata Aram dan menjadi kaban penyakit kusta. Ia dapat terus memegang jabatannya hanya karena orang Aram tidak mengarantinakan para pederita kusta seperti di Israel. Sesudah mendengar berita tentang pelayanan Elisa yang mengadakan mujizat di Israel, Naaman dengan cepat mengadakan perjalanan ke arah Selatan dengan membawa hadiah yang sangat banyak dan membawa sepucuk surat dari raja Aram untuk raja Israel. Tidaklah mengherankan kalau surat tersebut membuat Yoram Raja Israel bingung hal itu dianggapnya sebagai suatu akal-akalan yang dilakukan dengan sengaja tetapi dia sangat lega ketika Elisa secara suka rela hendak mengurus masalah yang dihadapi Naaman. Naaman disuruh Elisa membenamkan badan 7 kali ke sungai Yordan. Tetapi Jamahan Allah yang memberi penyembuhan bergantung pada kerendahan hati dan kemauan untuk taat. Naaman melakukannya dan dia menjadi sembuh.

II. 1. Untuk Balita/ Anak Kecil
- Tema : BERSIH
- Uraian Tema
Siapakah diantara kita yang suka hidup kotor? Pernahkah kita mendengar perkataan bahwa bersih itu sehat? Setiap orang pasti menginginkan hidupnya bersih. Orang yang tidak suka kebersihan pasti hidupnya tidak sehat. Coba bayangkan kalau kita tidak mandi pasti badan kita menjadi bau dan gatal-gatal. Coba kalau rumah kita kotor penuh debu pasti kita akan sesak bernafas dan batuk-batuk. Maukah kita menjadi sakit karena kotor? Kalau kita mau sehat maka kita harus menjaga kebersihan. Rajin mandi, membersihkan rumah, pekarangan/ lingkungan. Orang yang bersih akan lebih sehat dan orang yang kotor akan sakit-sakitan.
- Methode : Demonstrasi
- Alat Peraga : - Gambar lingkungan yang bersih
- Gambar lingkungan yang kotor
- Nyanyian :
  • Hati yang gembira adalah obat
  • Bersama Yesus lakukan perkara besar

- Ayat hafalan : 2. Raja-raja 5:14a


2. Untuk anak tanggung
- Thema : SEMBUH

Uraian thema :
Pernahkah kita sakit? Apakah yang kita lakukan ketika kita sakit? Setiap orang pasti pernah sakit. Orang yang sakit akan pergo berobat. Obat yang diberikan akan dimakan supaya sembuh. Sembuh artinya lepas dari penyakit. Tetapi walaupun orang telah sembuh harus menjaga kesehatannya. Supaya sehat manusia harus memenuhi kebutuhan pokok tubuhnya serta menjaga kebersihan. Apabila kita sakit semua aktivitas kita terganggu karena itu semua orang tidak suka sakit. Agar kita tidak sakit mari kita menjaga tubuh kita.

- Methode : Bermain peran (suruh satu orang anak memperagakan orang yang sakit dan satu orang yang sehat)
- Alat peraga :

  • Gambar orang yang sakit
  • Gambar orang yang sehat

- Nyanyian : Bersama Yesus lakukan perkara besar
- Ayat hafalan : 2. Raja-raja 5:14a


Minggu 10 AGUSTUS 2008
Bahan Alkitab : Roma 10 : 12-13
I. Pendahuluan

Orang Yahudi selalu menganggap bahwa keselamatan hanyalah untuk mereka saja sehingga sering memperdebatkan antara mereka sebagai orang yang bersunat dan tidak bersunat. Allah adalah Allah orang Yahudi dan bukan Yahudi. Dia adalah yang membenarkan orang yang bersunat karena iman. Karena imanlah manusia diselamatkan. Orang Yahudi maupun orang yang bukan Yahudi berdampingan sebagai orang yang percaya.

II. 1. Untuk Anak Balita / Anak Kecil
- Thema : Suku ku

Uraian Tema
Indonesia terdiri dari beberapa suku. Ada suku Batak, suku Jawa, suku Ambon, suku Dayak dan lain-lain. Kita pasti bangga dengan suku kita sendiri contoh kalau kita berasal dari suku Batak yang masih terbagi menjadi Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Angkola Mandailing pasti punya marga. Kita bangga dengan marga yang kita miliki. Setiap orang Batak apabila bertemu pasto selalu menanyakan marga masing-masin. Itu memperlihatkan bahwa betapa pentingnya marga itu dalam kehidupan manusia. Tetapi sebagai orang percaya kepada Tuhan semua marga dan suku itu satu di dalam Tuhan.

- Methode : Demonstrasi
- Alat Peraga : Gambar suku-suku di Indonesia
- Nyanyian : Dalam Yesus kita bersaudara Yesus cinta semua anak.
- Ayat hafalan : Pilipi 2:11

2. Untuk anak tanggung
Thema :
Bermacam-macam suku
Uraian Thema
Pernahkah kamu belajar tentang suku di sekolah? Adalah bermacam-macam suku di sekolahmu?
Indonesia mempunyai suku yang berbeda. Setiap suku mempunyai ciri khas masing-masing seperti bahasa, pakaian adat dan yang lainnya. Misalnya suku Batak Toba bahasanya adalah bahasa Batak Toba, pakaian adatnya ulos, musiknya gondang sabangunan, makanan khasnya na miura da na tinambur. Suku yang lain juga demikian. Perbedaan ini yang menjadi kekayaan yang dapat dibanggakan negara Indonesia menjadi negara kesatuan yang besar tidak terpecah belah. Bagaimana dengan di Gereja? Apakah semua warga jemaat satu? Anak sekolah minggu yang baik tidak akan membedakan temannya tetapi selalu menjadi pemersatu bagi temannya.

- Methode : Sharing tentang bagaimana perasaannya menjadi anggota sukunya dan menjadi pemersatu bagi temannya.
- Alat peraga : Gambar suku-suku dan ciri khasnya
- Nyanyian :

  • Yesus cinta semua anak
  • Dalam Yesus kita bersaudara

- Ayat hafalan : Pilip 2:11


BAHAN BINA ANAK
17 AGUSTUS 2008

Bahan Alkitab ; Efesus 5:18-21
I. Pendahuluan
Dalam surat Efesus, Panhis menekankan posisi Yesus dalam rencana Allah dan dalam kehidupan orang percaya ia mengingatkan tentang hak istimewa yang dimiliki di dalam Kristus. Walaupun orang-orang yang ditulisinya terdahulu hidup menurut Dagin Ef, 2:3). Setiap orang Kristen secara pribadi telah menjadi bagian dari ciptaan baru Allah. Dalam moritas pribadi orang Kristen tidak boleh turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa. Apa yang harus menjadi ciri khas orang Kristen qadalah hidup dengan roh. Dalam kehidupannya orang Kristen harus dikuasai oleh kasih yang rela memberi baik dalam keluarga maupun dalam pekerjaan. Orang Kristen harus mematuhi perintah Allah melalui kasih dalam kehidupannya.

II.1. Untuk Balita / Anak Kecil
Pernahkan kamu bermanik dengan kawanmu? Semua anak suka bermain. Setiap permainan mempunyai aturan bermain. Setiap permainan aturan tersendiri kapan berhent, kapan bermain lagi, siapa yang tidak mematuhi aturan pasti akan diberi hukuman. Hidup manusia juga penuh dengan aturan. Coba bayangkan jika manusia itu hidup tanpa aturan semua akan berantakan bukan? Di Rumah orang tua memberi aturan misalnya sebelum maakan dan haus berdoa, setiap sore harus mandi dan yang lainnya. Apakah semua aturan yang diberikan orangtua itu sudah kamu lakukan? Orang yang mematuhi aturan hidupnya akan tertib kita harus mematuhi aturan sebagai seorang Kristen juga kita punya aturan yaitu untuk hidup dengan sesama adalah dengan tidak menyakiti hati sesama kita.

- Methode : Permainan (Suruh anak berbaris dan buat menjadni kelompok setiap kelompok suruh melompat-lompat siapa yang keluar dari barisan berarti tidak mematuhi dan mendapat hukuman
- Alat Peraga : Gambar rambu-rambu lalu lintas
- Nyanyian : Jalan serta Yesus
- Ayat hafalan : Mzm 119:105

2. Untuk Anak Yesus Tanggung
Uraian Thema
Hidup yang teratur adalah hidup yang mematuhi segala aturan yang berlaku. Sebagai seorang Kristen kita punya aturan di dalam kehiduapan kita. Dalam Efesus 5:18-21. perang Kristen di larang mabuk oleh anggur yang menimbulkan bahwa hawa nafsu, hiduplah dengan Roh, menyanyikan nyanyian rohani, mengucap syukur senantiasa, merendahkan dari dan takut akan Kristus. Sebagai seorang anak di rumah kita juga punya aturan. Misalnya setelah bangun langsung mandi, sarapan, + berangkat sekolah, pulang dari sekolah makan siang, istirahat, membantu ibu dan kemudian mandi sore, mengerjakan PR dan tidur. Apabila semua itu tidak kita lakukan dengan tepat waktu maka kita akan kewalahan dan menjadi terburu, baik untuk itu mengerjakan segala sesuatu dengan tepat waktu dan hati-hati akan membuahkan hasil yang teratur

- Methode : Penugasan (Tugaskan anak membuat daftar aturan di rumah, di sekolah dan di Gereja).
- Alat Peraga : Gambar rambu-rambu lalu lintas
- Nyanyian :

  • Jalan serta Yesus
  • Ikut Dikan Saja Tuhan

- Ayat hafalan : Mzm 119:105

BAHAN BINA ANAK
24 AGUSTUS 2008

Bahan Alkitab ; 1 Raja-raja 2:1-12
I. Pendahuluan
Daud memeperkanalkan Salomo sebagai raja pada suatu pertemuan resmi Kepala suku di Yerusalem. Dalam perkatannya Daud menyuruh agar mereka setia terhadap perintah-perintah Allah, dan mengamatkan kepada anaknya Salomo dan rakyat untuk memakai pembangunan bait Allah. Daud ayah Salomo sedang berbaring di tempat tidurnya menjelang kematiannya sambil menyampampaikan pesan-pesan terakhir kepada anaknya Salomo. Daud menasehati supaya Salomo menguatkan hati dan berlaku seperti laki-laki. Daud menugaskan Salomo untuk menjalankan keadilan terhadap Yoab, untuk menuntut balas terhadap Simei, membalas kebaikan kepada anak-anak berzilai yang permurah itu. Setelah Daud wafat, Salomo memikul tanggung jawab pemerintah. Salomo memerintah dengan tegas. Ia melakukan segala yang dipesankan ayahnya Daud dengan bijaksana.

II.1. Untuk Balita / Anak Kecil
Uraian Thema
Daud adalah ayah Salomo sebagai anak Salomo patuh kepada perintah ayahnya. Segala yang dipesankan ayahnya kepada Salomo dilakukannya dengan zbaik . kita juga punya ayah. Ayah adalah kepala kaluarga kita. Ayah bekerja keras untuk memenuhi segala kebutuahan keluarganya sebagai seorang anak kita juga harus membuat hati ayah kita senang. Kita menyenangkan hati ayah kita dengan sabar meneima apa yang diberikan ayah kepada kita. Pernahkan kamu melawan ayah? Otang yang melawan ayahnya adalah orang yang tidak patut di contoh. Kita harus menghormati dia karena itulah yang membuat ayah menjadi senang.

- Methode : Permainan (Suruh anak berbaris dan buat menjadni kelompok setiap kelompok suruh melompat-lompat siapa yang keluar dari barisan berarti tidak mematuhi dan mendapat hukuman
- Alat Peraga : Gambar rambu-rambu lalu lintas
- Nyanyian : Jalan serta Yesus
- Ayat hafalan : Mzm 119:105

2. Untuk Anak Yesus Tanggung
Uraian Thema
Hidup yang teratur adalah hidup yang mematuhi segala aturan yang berlaku. Sebagai seorang Kristen kita punya aturan di dalam kehiduapan kita. Dalam Efesus 5:18-21. perang Kristen di larang mabuk oleh anggur yang menimbulkan bahwa hawa nafsu, hiduplah dengan Roh, menyanyikan nyanyian rohani, mengucap syukur senantiasa, merendahkan dari dan takut akan Kristus. Sebagai seorang anak di rumah kita juga punya aturan. Misalnya setelah bangun langsung mandi, sarapan, + berangkat sekolah, pulang dari sekolah makan siang, istirahat, membantu ibu dan kemudian mandi sore, mengerjakan PR dan tidur. Apabila semua itu tidak kita lakukan dengan tepat waktu maka kita akan kewalahan dan menjadi terburu, baik untuk itu mengerjakan segala sesuatu dengan tepat waktu dan hati-hati akan membuahkan hasil yang teratur

- Methode : Penugasan (Tugaskan anak membuat daftar aturan di rumah, di sekolah dan di Gereja).
- Alat Peraga : Gambar rambu-rambu lalu lintas
- Nyanyian :

  • Jalan serta Yesus
  • Ikut Dikau Saja Tuhan

- Ayat hafalan : Mzm 119:105


Minggu, 24 Agustus 2008
Bahan Alkitab : 1 Raja-raja 2:1-12

I. Pendahuluan
Daud memeperkanalkan Salomo sebagai raja pada suatu pertemuan resmi Kepala suku di Yerusalem. Dalam perkatannya Daud menyuruh agar mereka setia terhadap perintah-perintah Allah, dan mengamatkan kepada anaknya Salomo dan rakyat untuk melakukan pembangunan bait Allah. Daud ayah Salomo sedang berbaring di tempat tidurnya menjelang kematiannya sambil menyampaikan pesan-pesan terakhir kepada anaknya Salomo. Daud menasehati supaya Salomo menguatkan hati dan berlaku seperti laki-laki. Daud menugaskan Salomo untuk menjalankan keadilan terhadap Yoab, untuk menuntut balas terhadap Simei, membalas kebaikan kepada anak-anak Barzilai yang permurah itu. Setelah Daud wafat, Salomo memikul tanggung jawab pemerintahan. Salomo memerintah dengan tegas. Ia melakukan segala yang dipesankan ayahnya Daud dengan bijaksana.

II.1. Untuk Anak Kecil
a. Tema : Bapaku Senang
Daud adalah ayah Salomo. Sebagai anak, Salomo patuh kepada perintah ayahnya. Segala yang dipesankan ayahnya kepada Salomo dilakukannya dengan baik. Kita juga punya ayah. Ayah adalah kepala kaluarga kita. Ayah bekerja keras untuk memenuhi segala kebutuhan keluarganya. Sebagai seorang anak kita juga harus membuat hati ayah kita senang. Kita menyenangkan hati ayah kita dengan sabar menerima apa yang diberikan ayah kepada kita. Pernahkan kamu melawan ayah? Orang yang melawan ayahnya adalah orang yang tidak patut di contoh. Kita harus menghormati dia karena itulah yang membuat ayah menjadi senang.

b. Tujuan : Supaya anak dapat
- menyebutkan contoh perbuatan yang menyenangkan bapaknya
- menyatakan tekad untuk membuat bapaknya senang melalui yel-yel

c. Metode : Penugasan (Tugaskan anak-anak untuk mencatat pekerjaan ayahnya dan apa yang harusdilakukan anak untuk dapat menyenangkan hati ayahnya)
d. Alat Peraga : Gambar satu keluarga
e. Nyanyian :

  • Kucintai Keluarga Tuhan
  • Hai Anak-anak taatilah.

f. Ayat hafalan : 1 Raja-raja 2:3a.

2. Untuk Anak Tanggung
a. Tema : Membahagiakan Ayah

Semua manusia di dunia ini mempunyai sorang ayah. Daud adalah ayah Salomo. Sebagai seorang anak Salomo mematuhi segala apa yang diperintahkan ayahnya kepada dia. Kita juga punya ayah di rumah. Apakah kita patuh kepada perintah ayah kita? Ayah bekerja adalah untuk anak-anaknya. Kita membalasnya dengan cara mematuhi apa yang dikatakannya, di sekolah kita rajin belajar, di rumah kita mau membantu pekerjaan yang sudah dapat kita kerjakan, di gereja kita menjadi anak sekolah minggu yang baik. Dengan demikian berarti kita sudah membahagiakan ayah kita, tetapi apabila kita melawan, malas sekolah, hanya bermain-main, di gereja selalu ribut berarti kita membuat ayah kita sedih. Oleh karena itu sebagai anak kita harus membahagiakan ayah kita dengan perbuatan yang baik.

b. Tujuan : Supaya anak dapat
- menyebutkan contoh perbuatan yang membahagiakan ayahnya
- menyebutkan contoh perbuatan yang mendukakan hati ayahnya
- menyatakan tekad untuk membahagiakan ayahnya melalui puisi
c. Metode : Penugasan (Suruh anak-anak membuat slogan tentang bagaimana membahagiakan seorang ayah).
d. Alat Peraga : Gambar Seorang Ayah sedang bekerja
e. Nyanyian : - Kucinta Keluarga Tuhan
- Aku sekolah Minggu
- Sayang-sayang disayang
f. Ayat hafalan: 1 Raja-raja 2:3a.
AS

Minggu, 31 Agustus 2008
Bahan Alkitab : Yunus 3:1-10

I. Pendahuluan
Kitab Yunus dikaitkan dengan zaman Raja Yerobean II pada abad ke-8 di Israel.Yerobean adalah figur pemimpin yang mengandalkan kekuatan militer untuk memperluas daerah kekuasaannya dan dalam perjanjian baru kisah ini diangkat sebagai tanda Nabi Yunus (Mat 12:40;16:4 Luk 11:29) untuk menekankan suatu perbandingan bagaimana pentingnya pertobatan dan keselamatan. Penduduk kota Niniwe melakukan kejahatan dan Tuhan mengutus Yunus untuk mengingatkan semua bagian dari kota Niniwe. Yunus menyampaikan Firman Tuhan bahwa hukuman akan terjadi dengan menunggang balikan kota tersebut, untuk itu mereka harus bertobat.

II.1. Untuk Anak Kecil
a. Tema : Yunus

Yunus adalah anak Amitai yang disuruh Tuhan ke kota Niniwe tetapi melarikan diri ke Tarsis. Ditengah perjalanan Yunus ditelan ikan dan tinggal dalam perut ikan 3 hari 3 malam lamanya. Tetapi Yunus menyesal dan berdoa kepada Tuhan sehingga dia dikeluarkan dari perut ikan itu. Yunus pergi ke Niniwe untuk memberitahukan bahwa Niniwe akan dihancurkan tetapi orang Niniwe bertobat sehingga kota mereka tidak jadi dihancurkan.

b. Tujuan : Supaya anak dapat :
- mengenal tokoh Yunus
- menceritakan kembali isi nats
- menjelaskan alasan Tuhan menyuruh Yunus ke Niniwe
- menggambarkan suasana Niniwe lewatlukisan
c. Metode : Cerita bergambar
d. Alat peraga : Gambar Ikan Besar
e. Nyanyian : Yunus di Perut ikan
f. Ayat hafalan : 2 Korintus 7:10


II.2. Untuk Anak Tanggung
a. Thema : Yunus dan orang Niniwe
Tuhan Berfirman kepada Yunus untuk pergi ke Kota Niniwe karena kejahatan kota itu telah sampai kepada Tuhan. Tetapi Yunus melarikan diri ke Tarsis dan di dalam perjalanan Tuhan menurunkan angin ribut sehingga kapal yang membawa Yunus hampir terpukul hancur. Yunus dijatuhkan ke laut dan ditelan ikan. Yunus menyesal lalu berdoa kepada Tuhan sehinga dia dikeluarkan dari perut ikan. Tuhan menyuruh Yunus kembali supaya pergi ke kota Niniwe dan memberitakan bahwa kota itu akan ditunggang balikkan. Orang Niniwe bertobat dan kota itu tidak jadi ditunggangbalikan.

b. Tujuan : Supaya anak dapat
- mengenal tokoh Yunus dengan baik
- menggambarkan pekerjaan Yunus di Niniwe
- menyebut respons orang-orang Niniwe terhadap pesanYunus
- melukiskankan suasana Yunus di Niniwe lewat gambar
c. Metode : Bermain Peran
(Suruh 1 orang anak menjadi Yunus dan memperagakan orang yang melarikan diri 1 orang dari balik layar memperagakan suara Tuhan, 1 orang lagi memporak-porandakan ruangan. Ceritakan bagaimana kita tidak menyukai suasana yang berantakan).
d. Alat peraga : Gambar Laut bergelombang dan ikan Besar (ikan Paus)
e. Nyanyian : Yunus di perut ikan
f. Ayat hafalan : 2 Korintus 7:10

AS