Friday, October 10, 2008

Berita Kegiatan MBW Edisi Oktober - Nopember 2008





Liputan Sinode HKI yang ke 58
Sinode ke 58 HKI berlangsung Sukses dan Menghasilkan Keputusan Strategis



Sinode adalah rapat tertinggi yang diadakan HKI sebagai tempat musyawarah mencapai mufakat dalam mengambil keputusan yang akan dilaksanakan dan dipatuhi oleh semua anggota HKI dan para pelayannya, dan Sinode Kerja adalah sinode yang diadakan sekali dalam pertengahan periode 5 (lima) tahun (dua setengah tahun setelah sinode periode – PRT HKI BAB X, PASAL 35).
Pada tanggal 22-25 Juli 2008, bertempat di Mikie Holiday Hotel-Berastagi, Huria Kristen Indonesia (HKI) telah melaksanakan Sinode ke 58 (Sinode Kerja) dengan mengambil Tema : Dibawa kedalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah (Rom 8 : 21) dan Sub Tema : Bersama-sama Seluruh Komponen Bangsa, HKI Berusaha Menghadirkan Kasih, Keadilan, Damai Sejahtera dan Keutuhan Ciptaan.


Acara Pembukaan Sinode
Sinode di awali Ibadah Pembukaan pada hari Selasa (22/7-08). Acara pembukaan Sinode ke 58 HKI berlangsung meriah, disemarakkan lagu-lagu pujian diiringi musik dan tortor Karo. Ephorus Huria Kristen Indonesia (HKI) Pdt Dr Burju Purba dalam khotbah pada acara pembukaan Sinode Kerja ke-58, menyoroti berbagai hal antara lain ketidakpastian hukum, ekonomi dan kerusuhan-kerusuhan, yang menjadi tantangan pelayanan bagi Gereja-Gereja di Indonesia secara khusus HKI. Ephorus juga menegaskan, mulai pembukaan Sinode, sampai sinode berakhir, mata dan telinga, serta hati mereka yang mengutus seluruh Sinodestan ke sinode ini, tertuju kepada sidang dan hasil Sinode ini. Mereka mengharapkan agar para sinodestan mendengar suara mereka yang membutuhkan pendampingan gereja dalam kehidupan mereka yang serba sulit, mendengarkan jeritan mereka yang mencari keadilan, mendambakan hidup layak, mendambakan kebebasan beribadah di seluruh persada nusantara ini serta mendengar jeritan alam ciptaan Tuhan yang telah berada dalam kondisi yang sangat kritis. Untuk menghadapi semua itu, Ephorus berkata, HKI terpanggil menghadirkan realitas Pengharapannya di dunia ini. Gereja harus berusaha dengan setia kepada panggilannya untuk menyatakan iman dan pengharapannya dengan cara menghadirkan realitas surgawi di dunia ini, yaitu realitas "kemerdekaan dan kemuliaan" anak-anak Allah di bumi ini.
Selesai kebaktian, diadakan acara nasional dan Sambutan. Ketua Umum Panitia Ir Marasal Hutasoit dalam kata sambutannya menjelaskan, sinode ini diadakan di suatu hotel berbintang 4, agar para peserta merasa nyaman mengikuti sinode dan demi efesiensi. St. Ir. Marasal Hutasoit kemudian mengharapkan, agar sinode bisa diikuti dengan pikiran yang jernih dan tulus ikhlas agar dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang baik. Materi yang dibahas pada Sinode Kerja HKI ke-58 sangat dalam dan luas. Menyoroti kondisi intern HKI, masalah nasional, bahkan masalah internasional. Melalui Sinode kali ini HKI dituntut untuk meningkatkan peran sertanya dalam menata kehidupan nasional dan internasional, sehingga nantinya dihiasi dengan penuh kasih, adil, damai sejahtera, dan bersatu – sesuai dengan Sub Thema Sinode: "Bersama-sama seluruh komponen bangsa, HKI berusaha menghadirkan kasih, keadilan, damai sejahtera dan keutuhan ciptaan". Sinode ke-58 menuntut seluruh jajaran HKI untuk meningkatkan peran sertanya dalam memberikan solusi terbaik dalam upaya pemecahan masalah bangsa dan dunia. Untuk itu, seluruh warga HKI yang saat ini mencapai 350 ribu jiwa dan tersebar di seluruh pelosok tanah air harus menampilkan cara hidup yang layak dijadikan teladan bagi
orang lain, dan menggarami dan menerangi disetiap aktifitasnya.


Beberapa tokoh pimpinan Gereja dan perwakilan Pemerintah juga memberi kata sambutan pada acara pembukaan Sinode ke-58 HKI tersebut. Antara lain Ephorus GKPS Pendeta B Purba Dasuha, Pdt Dr MSE Simorangkir (Bishop GKPI, sekaligus mewakili UEM Regional Asia), Sekum PGI Pusat, Pdt Dr Richard Daulay ; perwakilan : Pemrovsu, Pemkab Tanah Karo, Pemko Pematang Siantar ; perwakilan Gereja tetangga dan undangan lainnya, secara khusus hadir tokoh masyarakat DR GM Panggabean dan isteri.



Agenda dan Pembahasan Sinode ke 58 HKI (Sinode Kerja)
Pada rollcall Sinode disampaikan Sekretaris Umum Panitia, St. Meman Marpaung, MSIE, Sinode dihadiri 318 dari 340 Peserta yang di tentukan. Sinode kemudian dibuka secara resmi oleh Ephorus HKI, Pdt. Dr. B. Purba. Terpilih sebagai Majelis Ketua Persidangan yaitu : St.Ir.Marasal Hutasoit, Pdt.Jasper siburian, STh, Pdt. Remika Br.Hombing, STh.


Secara Garis Besar Materi Sinode ke 58 HKI antara lain :
1. Laporan Umum (Ephorus)
2. Laporan Keuangan (Sekretaris Jenderal)
3. Laporan Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP)
4. Tanggapan Umum
5. Sidang Kelompok
6. Pleno
7. Ceramah, antara lain :
· Sosialisasi Hemat Listrik Oleh: Ir. Manerep Pasaribu (GM PT.PLN. Persero wil. II SUMUT)
· Pembahasan sub tema sinode disampaikan Ketua STT HKBP : Pdt DR Darwin L Tobing.
· Membangun ekonomi pedesaan berbasis pertanian disampaikan penceramah Dekan Fakultas Ekonomi UNITA : Dr Drs Agusni Pasaribu, Ak, MBA.


Penutupan Sinode ke 58 HKI
Penutupan Sinbode ke 58 HKI ditandai dengan penyerahan hasil keputusan Sinode HKI ke-58 dan Palu Sidang oleh Majelis Ketua Persidangan St Ir Marasal Hutasoit, Pdt Jasper Siburian STh dan Pdt Remika br Sihombing STh kepada Ephorus, sekaligus penutupan sinode. Dalam kata sambutannya saat menutup sinode kerja, Ephorus HKI Pdt Dr Burju Purba menyatakan bahwa sinode HKI ke-58 telah menghasilkan berbagai keputusan terbaik, sebagai hasil sidang kelompok maupun pleno. Namun ditambahkan, jika keputusan itu hanya di atas kertas, maka sinode ini tidak akan berarti apa-apa. Untuk itu, Pucuk Pimpinan mengharapkan kerjasama yang baik dengan Majelis Pusat, Badan Pemeriksa Keuangan, para Praeses dan Pendeta Resort, serta seluruh komponen HKI bertekad untuk melaksanakan keputusan sinode tersebut secara maksimal dalam rangka memajukan HKI demi kemuliaan nama-Nya.


Perjamuan Kudus
Selanjutnya untuk membina persaudaraan yang erat dan semangat melayani bagi seluruh pelayan HKI yang menjadi peserta sinode, Sinode HKI ke-58 diakhiri dengan perjamuan kudus yang dilayani oleh Ephorus HKI, Pdt. Dr. B. Purba dan Sekjend HKI Pdt R Simanjuntak, BD.
Dalam khotbahnya disampaikan Ephorus HKI Pdt Dr Burju Purba mengutip Firman Tuhan dari Philipi 2 : 2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan. Dikatakan, jemaat HKI harus bersatu dan tidak boleh bercerai-berai. "Apabila Jemaat bercerai berai itu artinya menolak kehadiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat.
Demikian berita Pelaksanaan Sinode ke 58 Huria Kristen Indonesia (HKI) disampaikan. Bagi Jemaat yang berminat memiliki Keputusan Sinode ke 58, Materi Ceramah, dapat menghubungi Pimpinan Daerah/Praeses di masing-masing Daerah atau Pendeta dimasing-masing Resort. Tuhan Yesus memberkati. Syalom. (hp/red )


Women Celebration 2008 HKI District VI


On August 9th, 2008 the Women of HKI District VI East Sumatra II, Medan held a celebration that they called : Pertemuan Kasih. This program was held in the church HKI Teladan Medan. It was the peak of program for the women celebration 2008 district VI. Each parishes of HKI in District VI took participated and joined to each part of the program. There are a lot of agendas prepared by the committee with the purpose to lift up and empower the women of HKI as a part of the church to carry out the mission in the world and particularly in this country. The participants enjoy the programs particularly by the presentation of the special guest as the resource person Rev. Dr. B. Purba, the Ephorus HKI.
Preceding to this presentation, there were speeches delivered by Rev. Tony Hutagalung, MSc the head of Koinonia Department of HKI, and also by the Superintendent Rev. K. Simorangkir, STh and St. Risna Pasaribu, the chair person of Women Fellowship of HKI. The meaning of celebration was deepened by the sermon which delivered by Rev. Noderia Manalu, STh a first women pastor in HKI.
Prior to the program, there were meeting, discussion, seminar and health ministry in each parishes of HKI District VI. All the women of HKI from each parishes with happily supported the program. As a part of in-culturation for the ministry in HKI, there was a Batak traditional dance (tortor). Each groups took participated in dancing. They carry out their offering in a big basin to express their appreciation. With humble and hospitality the committee who lead by Biblevrouw Lamria Simanungkalit and also the hosting church HKI Teladan Medan which represented by the Parish Pastor, Rev. Lamsihar Simamora, MTh welcomed the participants and prepared the program in tremendous excellent.
At the end of program, the participants go back to their place with joyful-heart. Luckily, some of the participants carry-home some gifts after won the door-prize which prepared by the committee. (th/hp-red)



HKI KOLANG MARSAULIHON BIBEL SUMBANGAN SIAN PANGARANTO


Manguduti program ni HKI asa ganup ruas ni huria marnampuna Bibel (program SASO), diprogram kerja ni HKI Kolang bidang Marturya diaturhon do diganup parmingguon dohot partangiangan manjaha marganti soring turpuk Epistel dohot Jamita. Mardomu tusima diparungkilhon Majelis Jemaat rap dohot Pandita mangalului danateur sian anak ranto bahen mangganupi nanggo sada be Bibel diganup ruas i. Mauliate ma di Tuhanta, boi do martupa i, ima marhite Keluarga Drs. Hinsa Mei Hutagalung/br.Simamora na sian Jakarta (anak ranto ni Huria HKI Kolang). Ditongos keluarga i do BIBEL (na marhata Batak Toba) na di bulan Mei 2008 i godangna 150 Eksemplar. Jala dipasahat nasida tu HKI Kolang marhite hahanasida St. Drs.Taher Hutagalung/br.Purba dohot St. Tiolina br.Hutagalung. Tung mansai las situtu roha ni ruas ni huria HKI Kolang manjalosa. Tanggal 29 Juni 2008 dung simpul kebaktian Minggu, dipatupa ma pembagian ni BIBEL i tu ruas ni HKI Kolang na berkisar 185 KK. Teknik pembagian i dipatupa berdasarhon Sektor, jala dikoordinir Sintua Sektor masing-masing: Sektor I: St.Toga Nainggolan; Sektor II : St. Bisker Sihombing; Sektor III: St.M.br. Hutagalung; Sektor IV : St.Alister Situmeang; Sektor V : St. H.Nainggolan. Tung tangkas do lasni roha ni ruas i manjalo Bibel i jala mardalan dibagasan dame dohot las ni roha. Sada sejarah na bolon do on di HKI Kolang dung ojak mar-71 taon di tano Kolang, on dope ruas ni Huria mandapot/manjalo BIBEL sian Huria i. Tatangianghon ma asa lam tamba haporseaon ni ruas ni Hurianta HKI kolang jala boi terlaksana panjahaon Epistel dohot Jamita di ulaon mingu nang partangiangan pe. Dohot on, sude ruas, parhalado dohot Pendeta Resort HKI Kolang mandok mauliate tu Keluarga ni Amanta St.Hinsa Mei Hutagalung/br.Simamora dohot tu Keluarga ni Amanta St.Taher Hutagalung/br.Purba na manghapadothon BIBEL i di Hurianta HKI Kolang. Sai dipasupasu Tuhanta ma ulaonnasida, ditambai angka panamotan jala dilehon tongtong hahipason tu tingki nanaeng ro. (CaPen.Likson F.Simanjuntak, STh)



CONSULTATION ON RELIGIOUS FREEDOM
July 27th-August 1st, 2008-Medan



On July 27th – August 1st 2008, UEM Regional Asia was conducting a Consultation of Religious Freedom with the hosting church was HKI. The Opening Ceremony took place in HKI Jalan Dahlia Medan which attended by the churches members of HKI in Medan city. Hundred peoples participated in the opening ceremony which leaded by the Ephorus HKI Rev. Dr. B. Purba. Among the visitors there were Rev. Tony Hutagalung MSc, the head of Koinonia Department of HKI, Rev. K. Simorangkir, STh, Superintendent of HKI District VI, Rev. Dr. Langsung Sitorus, General Secretary of Communion Churches of Indonesia for North Sumatra, Rev. Dr. Robinson Butar-butar, Coordinator of UEM Regional Asia and also Risna Pasaribu, the Chair person on Women Fellowship of HKI. The church members of HKI particularly from the local church HKI Jalan Dahlia Medan welcomed the participants and took-participated in the opening worship. They presented the choirs by women-choir and the youth choir.
The consultation was held at PPPPTK Medan, North Sumatra, Indonesia with 18 participants representing the members of UEM Indonesia, Sri Lanka and the Philippines. This consultation is felt important at this point of time due to the situations faced by the churches at present. It is realized that in Asia notwithstanding in Indonesia and Sri Lanka not only minorities with regard to religion but also other groups face difficulties by and from the majority groups around them. It is learned that although the constitution of the countries where UEM members exist guarantees religious freedom, there are laws, regulations and policies and treatments that have essentially violated religious freedom.
This consultation is held with the goal of (a) making known and discussing the present situation of our churches with regard to this topic, (b) finding a new paradigm of thinking and work for the same; (c) building new paradigm and finding solutions for the struggle of the minority rights.
In order to reach this goal the following topics are discussed during the consultation.
1. The church and religious freedom
2. The pastoral, legal and non-legal tools for religious freedom advocacy.
3. The right of the minorities within the church and community
This is achieved through having a keynote presentation that by Romo Benny Susetyo Pr, a Catholic leading figure experienced in the campaign for and defend of the rights including the rights to faith. He speaks about the fact that the churches need to transform their theological perspectives with regard to the present reality of pluralism in the society. This is then tested by giving opportunity to us to share the situations our people face in their ministries today related to religious freedom in our countries and localities.
As defined by Febi Yonesta, religious freedom is the freedom to appreciate one’s own religious beliefs and practices, and to own and meet together for worship and share one’s religion and the freedom to change one’s religious as per one’s conscience. The freedom to teach one’s children the religious beliefs and practices of the parents is also included in religious freedom. The workshops plans a concrete programs that the churches of UEM in Asia shall have to do to ensure that religious freedom will not only be upheld but grow well in Asia for the sake of life and peace for all. In addition, we discuss and plan concrete programs that our churches must do to eliminate discrimination against minorities within the church.
From the whole process of the consultation and the workshop, we commit ourselves and ask our churches to carry out the programs that are described in the attached. We are made aware that although religious freedom is God given and the constitution of our countries guarantee it, there are laws that do not adhere to it, there are members of faith communities and government officials as well as lawmakers that do not respect it in real life situations.
We are deeply concerned about the violation of religious freedom in our countries. Similarly, we are made aware of the acts of discrimination committed by our churches against ‘minorities’ within the church. The programs described attached are also meant to help the churches eliminate any discrimination within the churches. We realize that the situations in the countries in Asia where UEM members live and work are not completely similar. But all of us feel that religious freedom is something to be defended for the sake of all, and the rights of minorities within the church should be respected for the glory of God and the dignity of all.
We trust that we can and shall channel our concerns for religious freedom through our country’s legal and political mechanism. But due to the magnitude of the problem and the limitation of our countries mechanism and the lack political will of our governments (especially in Indonesia), we appeal to international human right mechanism to advocate for the defence of our religious freedom by demanding Indonesian government’s obligation to protect and respect the religious freedom of its citizen, and harmonize the laws adhering to international conventions on religious freedom. (th/hp-red).




PENYERAHAN SURAT HIBAH TANAH HKI KOLANG


Kehadiran HKI secara khusus dapat dirasakan masyarakat Kolang sekitarnya sejak tanggal 15 September 1937 yang dulunya bernama (HChB), yang Ibadah pertama kali diadakan di rumah Alm. Raja Tulus Lumbantobing (gelar Raja Sigoringgoring).
Semakin hari persekutuan tersebut semakin kental dan berkembang, akhirnya mereka mendirikan gedung Gereja yang sederhana, berdindingkan tepas. Setiap tahunnya selalu diadakan pembangunan hingga bangunan gedung gereja sekarang sudah permanen.
Gedung gereja HKI Kolang dibangun diatas tanah Raja Tulus Lumbantobing/Raja Sigoringgoring yang diberikan secara hibah tanpa memakai surat penyerahan secara tertulis. Di Kompleks Gereja tersebut juga didirikan Yayasan Pendidikan HKI yakni SD HKI Bersubsidi (tamatan/lulusan dari SD HKI Bersubsidi tersebut sudah banyak yang berhasil). Tetapi Yayasan tersebut tidak mampu bertahan lama dan sekarang ini hanya tinggal puing-puing bangunan lama.
Kita patut syukuri, bahwa Pomparan Alm. Raja Lumbantobing mengukuhkan kembali penyerahan hibah pertapakan gereja tersebut secara resmi yang ditandatangani diatas surat bermeterai dengan ukuran tanah 160 x 119 Meter. Penyerahan surat tersebut dilaksanakan dihadapan jemaat pada Kebaktian minggu tanggal 22 Juni 2008, oleh Bapak St. Mangosta Lumbantobing (Pensiunan Sintua HKI Pasar Merah – Medan) dan Bapak Rajoasa Lumbantobing (keduanya putra Alm. Raja Tulus Lumbantobing).
Atas penyerahan itu, dalam perasaan haru Op.Andesko Hutagalung dan St.Bisker Sihombing (mewakili anggota jemaat dan parhalado HKI Kolang) mengucapkan terimakasih serta mengulosi bapak St. Mangosta Lumbantobing dan Bapak Rajoasa Lumbantobing. Pemberian ulos diwakili oleh : Ny. D.S.Panjaitan, STh/E.br.Gultom, Ny.Vic.Pdt.Likson F.Simanjuntak/S.br.manalu, Ibu Op.Preddy br.Hutabarat, Ibu S.K.br.Hombing (Op.Cika). Usai Ibadah minggu, jemaat menjamu keturunan Alm, Raja Tulus Lumbantobing, di rumah dinas HKI Resort Kolang. Tampak pada pertemuan tersebut rasa kekeluargaan antara keluarga Lumbantobing dengan warga Jemaat HKI Kolang.
(berita kiriman: CaPen. Likson F.Simanjuntak, STh)



REATRET PERSATUAN WANITA (PW) HKI RESORT SIANTAR IV


Salah satu program Kerja PW HKI Resort Siantar IV di tahun 2008 adalah melaksanakan Reatret ke luar daerah. Dan hal tersebut terlaksana pada hari Sabtu – 21 Juni 2008 yang bertempat di Pantai Kasih – SIPOLHA. Reatret tersebut diikuti dengan antusias oleh anggota-anggota PW dari HKI Pantoan, HKI Semangat Baris, HKI Marihat Baris dan HKI Perumnas Batu VI serta beberapa orang anggota Majels Resort, penatua dan anggota PNB. Acara Ibadah dipimpin oleh Pdt. Gom Tampubolon, S.Th (Pendeta HKI Resort Siantar IV) dengan nats renungan dari Rom 12:11. Dalam renungan tersebut ditekankan supaya segenap kaum ibu tidaklah kendor kerajinannya mengikuti kegiatan PW serta gerejawi dan kesetiaan mengikut Tuhan serta berpekabaran Injil melalui lembaga PW. Liturgist dipimpin oleh St. S. Br. Siburian dan Doa Syafaat oleh St. H. Br. Lumbantobing. Ketua PW HKI Res. Siantar IV (St. D. Br. Hutasoit) dalam acara "Kesan & Pesan" menekankan agar seluruh anggota PW di HKI Resort Siantar IV lebih memupuk persekutuan di lembaga PW serta lebih meningkatkan "haringgason" ber-PW. Turut memberikan kesan dan pesan Ketua PW HKI Daerah I Sumatera Timur I (St. H. Br. Lumbantobing), sekaligus mewakili Majelis Resort dan anggota PW.
Acara reatret diisi dengan beberapa kegiatan, yakni : 1). Lomba Vocal Group (V.Group Terbaik I diraih oleh PW HKI Pantoan; Terbaik II oleh PW HKI Semangat Baris, Terbaik III diraih oleh PW HKI Marihat Baris serta Terbaik IV diraih oleh PW HKI Perumnas Bt. VI); 2). Lomba Memasukkan Benang dalam Jarum (Terbaik I diraih oleh PW HKI Pantoan dan Terbaik II oleh PW HKI Semangat Baris, Terbaik III diraih oleh PW HKI Marihat Baris serta Terbaik IV diraih oleh PW HKI Perumnas Bt. VI); 3). Lomba Makan Kerupuk (Terbaik I diraih oleh PW HKI Marihat Baris dan Terbaik II oleh PW HKI Pantoan, Terbaik III diraih oleh PW HKI Semangat Baris serta Terbaik IV diraih oleh PW HKI Perumnas Bt. VI); 4. Lomba Renang (Terbaik I diraih oleh PW HKI Pantoan dan Terbaik II oleh PW HKI Semangat Baris, Terbaik III diraih oleh PW HKI Marihat Baris serta Terbaik IV diraih oleh PW HKI Perumnas Bt. VI). Walaupun anggota PW rata-rata perempuan paruh baya, namun acara ini berlangsung dengan penuh semangat dan penuh keceriaan. Hadiah langsung diserahkan oleh Pendeta Resort, Ketua PW HKI Daerah I, Majelis Resort dan Pengurus PW HKI Resort Siantar IV.
Anggota PW menyarankan supaya kegiatan seperti ini menjadi program tetap di PW HKI Resort Siantar IV karena selain dapat menikmati keindahan alam untuk melepaskan kepenatan akibat kesibukan sehari-hari, reatret ini menyegarkan jiwa dan menyegarkan iman/rohani serta lebih memupuk kebersamaan dalam persekutuan di tengah-tengah PW HKI Resort Siantar IV. Sebelum berangkat pulang seluruh anggota PW mengucapkan terima kasih kepada Pengelola Pantai Kasih – SIPOLHA (Kel. S.F Damanik/St. H. br. Lumbantobing – anggota jemaat HKI Perumnas Batu VI) dan kepada Dewan Juri.





KUNJUNGAN SEKOLAH MINGGU HKI HUTABARAT KE PANTI ASUHAN ZARFAT


Atas berkat dan anugerah Tuhan, pada tanggal 1 Juni 2008 yang lalu, HKI Hutabarat memberangkatkan sekolah minggu sebanyak 70 orang bersama 3 orang guru Sekolah Minggu, satu Penatua bersama Pendeta Resort mengunjungi Panti Asuhan Zarfat. Tujuan kunjungan ini untuk mengenal secara dekat Panti Asuhan HKI dan menanamkan rasa sosial serta menumbuhkan kepedulian kepada Panti Asuhan Zarfat sehingga anak-anak memiliki kepedulian sosial terhadap sesama.
Sebelum bertemu dengan anak-anak panti asuhan rombongan lebih dahulu mengikuti ibadah minggu di HKI Bah Sampuran yang terletak berdampingan Kompleks Panti Asuhan.
Anak-anak merasa gembira atas kunjungan tersebut sebab di Zarfat mereka dapat bertemu, bernyanyi bersama dengan anak-anak panti. Pada perkunjungan ini, Anak sekolah minggu HKI Hutabarat menyerahkan oleh-oleh yang telah mereka kumpulkan sebelumnya, berupa beras sebanyak 5,5 kaleng dan Supermi. Biarlah Tuhan yang dimuliakan melalui kunjungan ini. (Pdt.T.Hasibuan.).


KELULUSAN SD HKI, TERTINGGI UNTUK TINGKAT SD/MI SWASTA SEKOTA BATAM


Secara umum keberadaan SD HKI masih sangat sederhana dari segi fasilitas gedung dan peralatan, namun berkat kerja keras guru-guru, Kepala sekolah yang membina anak murid dan ketekunan dari siswa SD kelas VI tersebut maka tercapailah hasil yang terbaik.
Sebagaimana dilansir oleh Harian Batam Pos, 19 Juni/Metropolis/Page 21 dan 27, Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tingkat Sekolah Dasar (SD) telah diserahkan kepada tiap kepala sekolah dan standar kelulusan bagi SD ditetapkan oleh sekolah masing-masing yang mengacu kepada standar nasional, demikian dikatakan Muslim Bidin, Kepala Disdik Kota Batam. Adapun standar kelulusan tersebut adalah hasil dari lulus UASBN, lulus UAS yang mana jumlah rata-rata mata pelajaran UAS adalah 6,00 yang meliputi mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Agama dan Muatan lokal. Sementara UASBN meliputi mata pelajaran: Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Berdasarkan data Disdik Kota Batam, jumlah peserta UASBN sebanyak 9.126 siswa, yang terdiri dari 6.254 siswa SD Negeri dan 2.872 siswa SD Swasta. Jumlah tersebut tersebar di 195 sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta yang ada di Batam.
Batam sendiri meraih peringkat I se-Kepulauan Riau untuk jenjang SD/MI tahun ajaran 2007/2008. Dan peringkat I SD Swasta se-Batam diraih oleh SD swasta Yayasan Huria Kristen Indonesia, Bengkong-Batam, dengan total nilai UASBN 23,45. Dan untuk SD Negeri terbaik di Batam diraih oleh SDN 001 Batam Kota dengan total nilai 23,68.
Adapun siswa SD yayasan HKI yang lulus pada tahun ajaran 2007/2008 ini sebanyak 12 orang dari 12 orang jumlah keseluruhan murid (lulus 100 %).
Satu hal yang membanggakan bagi HKI secara umum dan bagi Jemaat HKI Bengkong Indah khususnya, bahwa pada kelulusan pertama ini, anak murid SD Yayasan HKI mampu menoreh keberhasilan dengan nilai terbaik I (Pertama) secara keseluruhan nilai untuk tingkat SD swasta se kota Batam. Secara perseorangan, anak didik SD Yayasan HKI juga menorehkan nilai terbaik sekota Batam, dimana pada mata pelajaran Matematika mampu menjadi yang pertama dengan nilai 9,56 yang diperoleh oleh Chandra Manurung dan Nilai tertinggi Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) diperoleh oleh Agus Nababan dengan Nilai 9,65.
Semoga kualitas pendidikan SD Yayasan HKI semakin jaya dan kita mendoakan semoga semakin banyak jumlah murid yang mau belajar di Yayasan Pendidikan HKI.
Pengurus Yayasan HKI Bengkong Indah - Batam:




  • Ketua: TP. Siahaan, BA.


  • Sekretaris: St. G. Panjaitan,


  • Bendahara : Ir. Roslina Sitorus.


  • Kepala Sekolah SD : Tirayun Siahaan.

Nama Siswa kelas VI SD HKI tahun ajaran 2007/2008: Agus Nababan, Romario Sormin, Chandra Manurung, Adi Rukun Pahotan Manurung, Haryanto Sitanggang, Randy Rajagukguk, Monika Catharina Sihombing, Asima Lewi Nainggolan, Merry Natalia, Lesdiana Sinaga, Ernauli Silitonga, Jhon Rejeki Nababan.
Berita kiriman : Cal. Pdt. Donald Silaban, S.Th




HKI Sinampang Sihorbo Membangun




Untuk memaksimalkan persekutuan dan pembangunan iman warga Jemaat, salah satu program HKI Resort Sinampang Sihorbo untuk Tahun 2008 adalah pelaksanaan Festival Koor Gabungan se Resort dan Pembangunan Rumah Dinas Pendeta serta Kantor Resort.
Pada hari Minggu 27 Juli 2008, bertempat di HKI Sinampang Sihorbo, dilaksanakan Kegiatan Pesta Pembangunan Rumah Dinas Pendeta dan Kantor Resort serta Festival Koor Gabungan. Kegiatan diawali Ibadah - Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor Resort, kemudian dilanjutkan Festival Koor dan Acara pengumpulan dana. Secara khusus Bpk. Maruahal Silalahi (Anggota DPR RI) yang hadir dalam Acara dengan sukacita menyumbangkan seluruh batu padas untuk fundasi-pasir-semen-bata-kerangka besi; yang diperlukan untuk pembangunan Rumah dan kantor Dinas HKI Sinampang Sihorbo. Dan tak ketinggalan, Bpk. Mardongan Sigalingging menyampaikan sumbangan berupa segala keperluan Cat yang diperlukan untuk Rumah Dinas-Kantor Resort yang akan dibangun.
Hadir dalam Acara, Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal HKI) beserta Ibu, Pdt. MAE Samosir, MTh (Praeses HKI Daerah IV Dairi-Tanah karo-Tanah Alas), Pdt. Jonly Pasaribu (HKI Resort Sumbul), Pdt. Tumbur Siahaan, STh (HKI Resort Sirata), Pdt. Sehat Panjaitan, STh (HKI Resort Sumbul Berampu), Pdt. Hendry Sihotang, STh (HKI Resort Tapian Nauli), Pdt. Santer Sipahutar,STh (HKI Sinampang Sihorbo), Bpk. Maruahal Silalahi (DPR RI), Bpk. Mardongan Sigalingging, jemaat HKI se-Resort Sinampang Sihorbo, Anak Rantau yang berasal dari Sinampang Sihorbo, dan para Undangan lainnya. (hp-/Red)



Pesta Peresmian dan Jubileum 76 tahun HKI Resort Khusus Sidikalang


Dengan mengucapkan Puji dan Syukur Kepada Allah Bapa dan atas kasih karunia Tuhan Yesus Kristus sang Kepala gereja, yang senantiasa membimbing dan meneguhkan gerejanya, Panitia Pesta Peresmian dan Jubileum 76 tahun HKI Resort Khusus Sidikalang Daerah IV DAKOTA (Dairi, Karo dan Tanag Alas) telah berhasil mengadakan Pesta dengan Sukses dan meriah. Terlaksananya pesta tersebut tidak telepas dari antusias dan kerjasama anggota Jemaat, mulai dari awal pembentukan Panitia Pesta hingga terlaksananya Pesta pada tanggal 10 Agustus 2008.
Acara kebaktian Minggu dipimpin langsung oleh Pucuk Pimpinan HKI, Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus HKI) sebagai Pengkhotbah dan Pdt. MAE. Samosir, MTh (Praeses Daerah IV DAKOTA) sebagai Liturgis, Pdt. H. Harianja, SH, M.Min sebagai pembawa doa syafaat. Turut hadir dalam kebaktian Pdt. Edwin. JP. Simanullang, STh (Staff Pucuk Pimpinan HKI) dan Pdt. Drs. J. Pasaribu, STh (Pendeta Resort Sumbul Pegagan). Lewat Khotbah dari nats Habakuk 2: 6 - 14, Ephorus menekankan betapa pentingnya kita sebagai pembawa Syalom (Damai Sejahtera) kepada diri kita sendiri dan sesama kita manusia, untuk tidak berbuat yang jahat di mata Tuhan dan kepada sesama kita manusia. Janganlah ada orang Kristen yang menjadi penindas bagi saudaranya, dengan mengambil keuntungan yang bukan dari jalan yang benar (dengan menipu, korupsi atau mementingkan diri sendiri).
Pesta Peresmian kali ini agak unik karena dirangkai sekaligus dengan Perayaan Ulang Tahun (Jubileum) 76 tahun HKI Sidikalang Kota. Acara kebaktian minggu dihadiri sekitar 600 orang yang terdiri dari Jemaat HKI Sidikalang Kota, PW HKI Amborgang, PW HKI Sigalingging, dan utusan dari gereja-gereja se DAKOTA dan Undangan lainnya. Setelah acara Ibadah selesai, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua I Panitia Pesta bapak S. Simanullang ( mantan KACAB BRI Sidikalang), dan mewakili undangan didaulat bapak TOM Sianturi beserta ibu Remita br Sembiring (calon Bupati dan wakil Bupati Dairi ). Kemudian sejarah gereja HKI Sidikalang dibacakan oleh bapak St. H. Lumbanbatu. Dalam acara ini Ephorus dan ibu memotong kue Ulang tahun 76 HKI Sidikalang (Jubileum)dan memberikan kepada para Pendeta dan Jemaat HKI Sidikalang kota, yang menerima dengan sukacita. Juga dilakukan pemberian Piagam penghargaan kepada para Pendeta, Guru Jemaat dan para Sintua yang pernah melayani di HKI Sidikalang kota yang langsung diberikan oleh bapak Ephorus HKI.
Acara lelang diselangselingi juga dengan pembagian hadiah atau lucky draw buat semua undangan yang hadir. Sukacita semakin bertambah ketika bapak Ephorus dan ibu beserta para pendeta dan istrinya (yaitu Pdt. MAE Samosir, MTh, Pdt. L. J. Hasibuan, STh dan istri Cal. Pdt. C. br Nababan, STh, Pdt. Drs. J. Pasaribu, STh, Pdt. Edwin JP. Simanullang, STh. Pdt. S. W. Panjaitan, STh dan istri, dan Pdt. Henry Sihotang, STh) didaulat untuk manortor. Selanjutnya para undangan dari gereja tetangga ikut manortor dan sekalaigus menyumbang serta melelang. Lucky draw berhadiahkan 6 Alkitab dan Kidung Jemaat yang berlogokan HKI buat semua jemaat yang hadir. Dan terakhir Lembaga Koor seperti PNB, PW, dan PA dan jemaat manortor dengan penuh sukacita. (Berita Kiriman Pdt. Lamhot Hasibuan, STh-Pendeta HKI Resort Khusus Sidikalang).


Pelatihan Peternakan Babi Organik di HKI Sigalingging



Ketergantungnya pemakaian zat kimia pada peternakan dan pertanian warga, saat ini semakin dirasakan dampaknya. Disamping biayanya yang semakin mahal, dan berkurangnya kualitas hasil peternakan dan pertanian, juga berimbas kepada perusakan alam (tanah dan air) akibat pemakaian zat kimia yang telah bertahun-tahun.
Untuk mengatasi ini, Departemen Diakonia HKI, sejak 5 tahun giat melatih dan membudidayakan peternakan dan pertanian secara organik. Beberapa keuntungan pola ini adalah disamping biaya yang relatif murah (karena menggunakan SDA yg ada), juga hasil ternak dan pertanian yang lebih sehat dan terjamin kualitasnya.
Pada tanggal 11-12 Agustus 2008, bertempat di Gereja HKI Sigalingging – Resort Sigalingging, Daerah IV Dairi-Tanah Karo-Tanah Alas, telah berlangsung Pelatihan Peternakan Babi Secara Organik. Pelatihan yang dihadiri 110 orang peserta, yaitu anggota jemaat HKI Daerah IV, anggota jemaat HKBP, GKPI dan R. Katholik ini, diselenggarakan atas kerjasama Departemen Diakonia HKI dan JPIC UEM. Acara diawali kebaktian dan Pembukaan oleh Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal). Sesi berikut dilanjutkan dengan Ceramah oleh Ir. Eliakim Sitorus, MSi (Konsultan JPIC Sekber UEM) dan Teori Peternakan Secara Organik oleh Pdt. Tigor Sihombing (Ka. Dep. Diakonia). Kemudian para peserta dibina dan dilatih melalui praktek lapangan bagaimana cara membuat kandang dan memelihara babi secara oragnik. Tentu saja, tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan taraf hidup/ekonomi masyarakat.
Hadir dalam pelatihan tersebut a.l: Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal HKI), Ir. Eliakim Sitorus (Konsultan JPIC Sekber UEM), Pdt. M.A.E Samosir, MTh (Praeses Daerah IV), Pdt. Tigor Sihombing (Ka.Dep. Diakonia/Pelatih), Pdt. Poltak Pakpahan (Pendeta Resort Sigalingging), Pdt. Drs. Jonly Pasaribu, STh (Pendeta Resort Sumbul), Pdt. Lamhot Hasibuan, STh (Pendeta Resort Khusus Sidikalang Kota), Pdt. Harianto Harianja, SH, M.Min ((Pendeta Resort Amborgang), Pdt. Adventus Nadapdap, STh (Pendeta Resort Tiga Lingga), Pdt. Santer Sipahutar, STh (Pendeta Resort Sinampang Sihorbo) dan Pdt. Hendri D.P Sihotang, STh (Pendeta Resort Tapian Nauli), peserta dari HKI Daerah IV, warga jemaat HKBP, GKPI, dan R. Katholik. (hp/red)


Departemen Diakonia HKI Menyelenggarakan Pelatihan di Bahal Batu Siborongborong




Pengelolaan peternakan secara organik semakin memasyarakat. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya Gereja-Gereja atau Lembaga Swadaya Masyarakat memfasilitasi warga masyarakat melatih beternak secara Organik. Ada beberapa keuntungan beternak secara organik, yaitu pertumbuhan ternak yang cepat, sistem selaras alam yang ramah lingkungan, hasil daging yang lebih sehat dibandingkan ternak yang dikelola memakai makanan atau obat secara kimia, kotoran ternak yang tidak menimbulkan bau, lebih hemat, dan pupuk yang dihasilkan dari kotoran lebih berkualitas.
Pada tanggal 30-31 Mei 2008, Kepala Departemen Diakonia HKI, Pdt. Tigor Sihombing memberikan pelatihan beternak secara organik di Training Center Soripada yang terletak di Bahal Batu Siborongborong. Peserta pelatihan adalah : Linda Sihombing (Pimpinan LSM Soripada) dan Staff LSM Soripada, serta masyarakat dampingan LSM tersebut. Seluruh peserta berjumlah 35 orang. Pelatihan meliputi : penyulingan kayu, pembuatan arang, Fermentasi nenas, Fermentasi pepaya, Fermentasi Jipang, Fermentasi Kangkung dan Fermentasi Andor.
Para peserta yang sangat antusias mengikuti pelatihan kemudian semakin menyadari bahwa peternakan secara organik/selaras alam ini sangat bermanfaat pada pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kemudian Pelatihan akan dilanjutkan pada tanggal 7 Juni 2008 di TC Soripada. Wasalam. (hp,-)




Departemen Diakonia HKI Memberikan Pelatihan Peternakan Organik Kepada Jemaat GKPA di Madina-Tapsel dan Panti Asuhan Elim HKBP.



Peternakan secara Organik atau dikenal juga sebagai Peternakan Selaras Alam adalah salah satu solusi konkret yang dihadirkan Departemen Diakonia HKI untuk mengatasi pengrusakan alam (tanah, air dan udara) yang diakibatkan salah satunya pemakaian zat kimia yang berlebihan pada sektor peternakan dan pertanian, serta bagian Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
Ada beberapa keistimewaan Peternakan dan Pertanian Organik, antara lain :
1. Menghasilkan daging atau hasil tanaman yang lebih sehat.
2. Pertumbuhan tanaman dan ternak yang cepat.
3. Biaya yang jauh lebih murah (karena memakai sumber daya alam yang ada)
4. Efektif melestarikan alam karena menghindari pemakaian zat-zat kimia yang merusak tanah, udara dan air
5. Menghasilkan pupuk organik yang baik dan multi guna.
Untuk itulah beberapa tahun terakhir ini Departemen Diakonia HKI, melalui Pdt. Tigor Sihombing (Ka.Dep. Diakonia) giat mensosialisasikan dan melatih masyarakat membudidayakan peternakan dan pertanian secara organik. Pada setiap Pelatihan diajar dan latihkan a.l
1. Pengenalan dasar Peternakan dan Pertanian Organik.
2. Pemanfaatan Indegenous Microorganism (IMO)
3. Fermentasi Kangkung Juice (FKJ)
4. Fermentasi Pepaya Juice (FPJ)
5. Fermentasi Pisang Juice (FPsJ), Fermentasi ini berguna sebagai vitamin yang menunjang pertumbuhan dan produktifitas ternak
6. Pembuatan Kandang Ternak Organik.
Pada tanggal 23-24 Juni 2008, Departemen Diakonia HKI bekerjasama dengan Biro Diakonia Kantor Pusat Gereja Kristen Protestan Angkola (GKPA), melaksanakan pelatihan peternakan organik bagi jemaat GKPA Madina. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh puluhan anggota jemaat yang sehari-hari berprofesi sebagai petani.
Kemudian pada tanggal 14 Juli 2008, Departemen Diakonia HKI memberikan pelatihan peternakan Babi Organik bagi Panti Asuhan Elim HKBP. Kegiatan diikuti oleh Kepala PA Elim HKBP, Pdt. Bakara, MTh, para staff pengasuh dan anak-anak PA Elim HKBP.
Bagi jemaat, Dinas/Instansi Pemerintah, LSM atau pihak yang berminat mendapatkan informasi dan mengadakan pelatihan cara peternakan secara organik ( Babi, Ikan, Unggas, dll ) dapat menghubungi Departemen Diakonia HKI di Kantor Pusat HKI, melalui email : dep.diaconia@hki-online.or.id atau langsung menghubungi Kepala Departemen Diakonia HKI, Pdt. Tigor Sihombing, STh di Kantor Pusat HKI, Jl. Melanthon Siregar No. 111 KP. 21128, P. Siantar.
Departemen Diakonia juga mengajak kepada seluruh warga HKI menjadi pelopor beternak dan bercocok tanam selaras lingkungan. (hp/red )



JEMAAT HKI AGAVE LUMBAN RAU MENGADAKAN IBADAH PERDANA


Kerinduan selama ini agar berdirinya sebuah jemaat HKI di Lumban Rau - Borbor, Kecamatan Habinsaran terpuaskan sudah. Pada Hari Minggu tanggal 20 Juli 2008 telah dilaksanakan kebaktian perdana bertempat di rumah keluarga Hasurungan Lubis sekaligus peresmian jemaat tersebut sebagai Jemaat Persiapan. Pada acara peresmian Jemaat Persiapan tersebut yang dipimpin oleh Pendeta HKI Resort Borbor, Pdt. Saidon Ambarita, S.Th telah terdaftar sebanyak 28 Rumah tangga yang menyatakan diri sebagai anggota jemaat HKI Lumban Rau. Jemaat baru ini diberi nama HKI AGAVE Lumban Rau dan menjadi bagian Pelayanan dari HKI Resort Borbor - Daerah III Tobasahum.
Sementara ini Jemaat tersebut masih mengadakan kebaktian di rumah-rumah, dan sedang merencanakan Pembangunan Gedung Gereja. Untuk merealisasikan Pembangunan Gereja tersebut, sangat diharapkan bantuan materi, moral dan doa dari seluruh anggota jemaat HKI, maupun dari berbagai pihak. Sementara ini, untuk menampung bantuan berbentuk Uang dari kita semua; dapat mengirimkannya ke rekening BRI Kanca Balige, Unit Silaen dengan nomor: 33-21-9284, an. PDT. SAIDON AMBARITA, STH. Bantuan dan Sumbangan kita sangat di tunggu. (Pdt. Saidon Ambarita, S.Th)

Tuesday, September 16, 2008

Bina Anak : Edisi Oktober 2008

BAHAN BINA ANAK
Minggu, 5 Oktober 2008
Nats: Ulangan 7: 1 – 6
Pendahuluan.
Judul kitab “ulangan” sering disebut “misne hattora” (salinan hukum) atau sering disingkat menjadi “misneh”. Kitab ini disebut ulangan karena merupakan ikhtisar dari perundang-undangan yang ada dalam kitab keluaran, bagian-bagian dari kitab imamat dan kitab bilangan. Walaupun demikian, pola perjanjian atau pola khasnya tetap ada, kitab ulangan merupakan pemberitahuan atau pengumuman kepada jemaah Israel. Kitab ulangan berisi pidato-pidato Musa ketika orang Israel di dataran Moab. Dataran Moab terdiri dari tempat banyak air, subur di sepanjang sungai Yordan. Isi pidato Musa disampaikn dengan teliti. Pada saat inilah Musa yang telah memberitahukan kematiannya. Dalam pidatonya Musa mengingatkan bangsa tersebut akan perbuatan-perbuatan Allah yang maha Kuasa yang telah diperbuat demi kepentingan mereka.
Kitab Ulangan adalah kitab peralihan. Peralihan itu dinyatakan dengan 4 cara yaitu: 1. Peralihan dari generasi tua kesuatu generasi baru yang mana generasi tua keluar dari Mesir sampai ke gunung Sinai yaitu terhitung Kaleb, Yosua dan Musa yang masih ada, sedangkan generasi baru orang-orang yang dilahirkan selama dalam perjalanan pengembaraan dipadang gurun. 2. Peralihan dari pengembaraan di padang gurun ke pada kependudukan Kanaan. 3. Peralihan dari kemah kepada rumah yaitu kehidupan yang menetap. 4. Peralihan ke suatu penyataan Tuhan sampai pada penyataan kasihNya.

01. Untuk Balita/anak kecil.
a. Thema: Kesetiaan
b. Uraian Thema:

Adek-adek…Siapa yang ingin sakit atau menderita..?. Siapa yang ingin tenang…?. Kalau kita ingin senang, kita harus mendekatkan diri pada Allah. Sebab apabila kita jatuh kedalam penderitaan, maka Allah akan menolong kita. Allah tidak pernah membiarkan umatNya tetap jatuh kedalam penderitaan. Kalau ada musuh-musuh kita maka Allah akan berperang melawannya. Sehingga anak-anak Tuhan akan tetap di dalam suka cita. Kasih setia Tuhan kepada umatNya tidak bisa dihambat dan dibatasi oleh keadaan dan tempat. Walaupun umatNya sering jatuh kedalam penderitaan dan peperangan.
Adek-adek…Kesetiaan Tuhan pada umatNya dilakukan bukan karena ada sesuatu yang diharapkan dari manusia. Itu dilakukan hanya berdasarkan kasih dan anuhgerah yang ada padaNya.Ia menyelamatkan umatNya dengan tanganNya yang kuat. Umat Allah keluar dari perbudakan dan sampai ketanah Kanaan bukan karena kekuatan bangsa Israel tersebut akan tetapi semata-mata kekuatan dan kuasa Allah itu sendiri. Kemurahan Allah ini harus di respon umatNya melalui kesetiaan mengingat dan melakukan apa yang berkenan kepadaNya sesuai dengan firmanNya. Firman Tuhan atau ketetapan dan peraturan Tuhan adalah pedoman dalam hidup.

c. Methode : Cerita
d. Alat Peraga : Gambar-gambar perjalanan orang Israel di padang gurun
e. Nyanyian Thema :
- Setia, setialah
- Kerja Buat Tuhan
f. Ayat hafalan : Keluaran 33: 14

02. Untuk Anak Tanggung
a. Thema: Kesetianku
b. Uraian Thema:

Adek-adek siapa yang pernah ke dukun.? Siapa yang pernah melihat orang tua memberikan sesajen kekuburan?? Apabila ada orang yang pergi kedukun dan memberikan sesajen kepada orang meninggal perbuatan itu adalah perbuatan salah. Kenapa? Karena orang-orang yang berbuat demikian sudah menduakan Allah. Pada hal Allah sangat membenci orang-orang yang jatuh kedalam penyembahan berhala. Pada hal Allah sebagai pencipta manusia setia unuk menuntun hidup umatNya.
Kesetiaan Tuhan menjadi dasar kesetiaan UmatNya. Artinya apapun dan bagaimanapun situasi, waktunya Allah tetap menyertai umatNya. Benda-benda berhala tidaklah boleh memenangkan manusia dalam peperangan. Tidak boleh melepaskan manusia dari perbudakan. Benda-benda berhala senantiasa menjadi malapetaka bagi umat manusia. Allah tetap mengasihi umatNya maka sebagai anak-anak sekolah minggu kita harus tetap mempunyai kesetiaan mengikut Dia.
c. Methode : Cerita, Dialog
d. Alat peraga : ---
e. Nyanyian Thema :
- KasihNya seperti sungai
- Ku Tahu Tuhan Pasti Buka Jalan
f. Ayat Hafalan : Keluaran 19:5

Ditulis Oleh:
Pdt. Eben Hutasoit

MINGGU, 12 OKTOBER 2008
BAHAN ALKITAB: ESTER 5:1-8

I. Pendahuluan

Kesopanan adalah sikap anak-anak yang menunjukkan bagaimana anak-anak meresponi kehadiran seseorang, dan bagaimana ia terkesan dengan sambutan yang anda tunjukkan kepadanya, dalam menyambutnya, keramahannya, cara bicaranya, dan sikapnya. Semua kesan yang manusia berikan kepada anda yang menyentuh lima panca indra anda ketika anda berjumpa dan melihatnya. Kata sopan itu mengacu kepada sikap yang baik dan ramah sama seperti anak-anak melihat dan rasakan sambutan seseorang ketika anak-anak berjumpa dengan mereka, seperti kata-kata yang baik, kata-kata yang menyenangkan, kata-kata yang indah dan cantik. Dalam ibadah atau kebaktian, di dalam organisasi, di dalam pelayanan, dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari semua hendaknya dilakukan dengan teratur dan sopan.
Dimanakah anak-anak dapat menemukan jemaat yang sopan itu? Tuhan menempatkan Jemaat yang sopan itu di sini, di bumi ini. Mungkin anak-anak berpikir bahwa anak-anak hanya akan menemukan jemaat seperti itu di sorga. Itu adalah dimana ada anak-anak yang teratur , tertib dan sopan yang memberikan kesan persekutuan yang begitu indah dan disana anak-anak akan menemukan kemuliaan Tuhan. Dalam perikop ini, kita mau memberikan sikap-sikap yang sopan yang telah diperbuat oleh Ester kepada Raja Ahasyweros.

II. Penjelasan nats dan Uraian Menurut Umur
2.1. Balita/Anak Kecil
Thema : Sopan Santun

Anak yang sopan adalah anak yang mengucapkan kata-kata yang indah saat berbicara dengan orang yang datang kepada kita dan juga kepada orang yang kita jumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Sikap kita adalah sikap ramah-tamah sewaktu menyambut, mendatangi, menjumpai seseorang. Sehingga orang yang kita sapa merasakan kebahagiaan. Sama seperti Ester yang menjumpai raja Ahasyweros. Ketika itu Ester sudah menjadi seorang ratu yang diangkat oleh raja Ahasyeweros. Dia berbicara kepada raja dengan kata-kata yang sopan, “Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja”. Sehingga dengan permintaan ratu Ester yang sopan dan indah, maka raja secara langsung mangabulkan permintaan itu. Maka titah raja: “suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester”. Dari sikap Ester ini dapat kita melihat bahwa Ester selalu sopan sewaktu berbicara dengan raja, dengan semua yang ada dalam istana tersebut. Jadi kalau kita memakai kata-kata yang sopan, kata-kata yang menyenangkan dalam berbicara, maka kita akan disenangi orang dan apaun yang kita minta dari orang terebut akan dikabulkannya.
Ayat Hafalan: Amsal 16:13
Metode : Cerita
JAWABAN YANG LEMAH LEMBUT
“Keluar dari sini!” kata Yesi pada adiknya Ira, “kamu sapi tua”. “Memang benar,” kata Ira: “Moouw…..Moouw! dia menirukan suara sapi. Yesi tertawa,dan pertengkaran berhenti. Sekalipun masih kecil, tapi Ira perhatikan kalau seorang sedang marah dan mengucapkan kata-kata yang kasar, tidak baik untuk membalasnya kembali. Biasanya bila mulai bertengkar, ira cuma tersenyum dan membalas dengan kata-kata yang lucu dan manis. “Jawaban yang lemah lembut akan meredakan masalah”. Kalau kita berkata dengan sopan santun kepada orang lain, maka orang merasakan kesenangan di dalam jiwanya.
Nyanyian :
1. Hati-hati Gunakan Mulutmu
2. Kidung Jemaat No. 455 “Mintalah”
2.2. Anak Tanggung
Thema : Sopan Santun
Anak yang sopan adalah anak yang mengucapkan kata-kata yang indah saat berbicara dengan orang yang datang kepada kita dan juga kepada orang yang kita jumpai di dalam kehidupan sehari-hari. Sikap kita adalah sikap ramah-tamah sewaktu menyambut, mendatangi, menjumpai seseorang. Kita karus memakai etika berbicara artinya kalau kita berbicara dengan orang lain, baik itu tua, muda, lebih besar dari kita atau lebih kecil daripada kita harus sopan dan rendah hati. Sehingga orang yang kita sapa merasakan kebahagiaan. Kalau kita mengatakan kata-kata sopan dan teratur maka kita akan melihat begitu indah dan menyenangkan, secara khusus di gereja, kita harus beribadah secara sopan dan teratur. Kesan yang diberikan haruslah menjadi kesan yang angat indah, kesan akan kehadiran Allah.
Sama seperti Ester yang menjumpai raja Ahasyweros. Ketika itu Ester sudah menjadi seorang ratu yang diangkat oleh raja Ahasyeweros. Dia meminta sesuatu kepada raja Ahasyweros dengan mengatakan kata-kata yang sopan, “Jikalau baik pada pemandangan raja, datanglah kiranya raja dengan Haman pada hari ini ke perjamuan yang diadakan oleh hamba bagi raja”. Sehingga dengan permintaan ratu Ester yang sopan dan indah, maka raja secara langsung mangabulkan permintaan itu. Maka titah raja: “Suruhlah Haman datang dengan segera, supaya kami memenuhi permintaan Ester”. Dari sikap Ester ini dapat kita melihat bahwa kalau kita memakai kata-kata yang sopan, kata-kata yang menyenangkan dalam berbicara, maka kita akan disenangi orang dan apaun yang kita minta dari orang tersebut akan dikabulkannya.
Ayat Hafalan: Amsal 16:13
Metode : Demonstrasi (mempertunjukkan)
Guru Sekolah Minggu memperagakan bagaimana bersikap yang sopan, misalnya sewaktu di jalan kita berjumpa dengan orang yang kita kenal, maka kita akan menyapa dengan berkata “Selamat siang Bu, Selamat sore kak, kakak mau kemana dan mau mengerjakn apa?, dan lain-lain.
Nyanyian :
1. Kidung Jemaat No. 424 “Yesus Menginginkan Daku”
2. Kidung Jemaat No. 427 “Ku Suka Menuturkan”


Minggu 19 Oktober
Yohanes 2: 1-11

I. Pendahuluan.
Mau membantu orang lain yang sangat membutuhkannya adalah disenangi oleh Tuhan. Dan kalau Tuhan telah menyenangi aits, tentu berkatNyaajugs akan turun dengan melimpah. Setiap manusia butuh berkat Tuhan. Karena itu banyaklah membantu orang lain, agar Tuhan sudi melimpahkan berkat-berkatNya.
Membantu dengan mengharapkan upah, pujian atau imbalan adalah biasa. Namun, orang yang demikian tidaklah tulus dan iklas dalam memberikan bantuan tersebut. Dan orang yang sudah menerima upahnya dari orang yang dibantunya, berarti upahnya cukup sampai di situ. Dan itu tidak lagi sepenuhnya disebut dengan membantu, tetapi sudah menjual jasa. Jadi siapakah yang membantu dengan sepenuhnya dan yang akan menerima berkat Tuhan? mereka yang rela membantu tanpa mengharapkan imbalan.

II. Penjelasan Nats.
Ada banyak anak yang jika disuruh harus diberikan upahnya (uang tips), kalau tidak dia tidak akan mau disuruh. Pada hal tidak semua orang bersedia memberikan upah pada setiap orang yang disuruhnya. Inilah yang kadang kala menjadi sumber sungut-sungut. Jika dari sejak kecil sudah dibiasakan menerima upah atas sesuatu yang dikerjakan, maka sesudah besar yang bersangkutan akan menjadi materialistis. Sementara tidak semua pekerjaan harus dibarengi dengan upah/uang. Sebab apa yang tidak terbeli oleh uang, dapat diberikan secara cuma-cuma oleh Allah. Misalnya, kedamaian, kebahagiaan, keharmonisan, rasa aman, persahabatan, dll. Oleh karena itu jangan biasakan menerima tip untuk setiap bantuan yang anda tawarkan.
Kita juga dapat mengkaitkannya dengan berperilaku terhadap orangtua kita sendiri. Sejak dikandungan, ibu sudah membawa-bawa kita kemana saja dengan penuh susah payah serta tanggung jawab. Kemudian sewaktu melahirkan, ibu menumpahkan darahnya demi keselamatan kita. Berarti dia sudah taruhan nyawa demi kita. Lalu sesudah dilahirkan, kita dirawat, dibesarkan, dipenuhi segala kebutuhan baik sandang maupun pangan, direlakan waktunya untuk mengasihi dan memperhatikan kita, disekolahkan, dll. Nah, coba bayangkan betapa banyaknya pengorbanan mereka. Apakah kamu masih tega menerima uang tips setiap disuruh orangtua? Apakah harus diberi dulu uang jajan supaya kamu mau mencuci piring, membersihkan rumah, menjaga adik-adik, membeli rokok bapak ke warung? Bahkan sudah banyak anak yang kurang ajar, karena demi keperluannya sendiri pun dia harus disogok. Misalnya, supaya mau sekolah, bergereja harus disogok dulu.
Seharusnya anak berterima kasih karena orangtua masih mau menyekolahkan, membutuhi segala keperluannya. Nah, sebaiknya kamu harus patuh pada kedua pada kedua orangtua. Pandai-pandailah mengambil hatinya supaya kamu dijinjing, disekolahkan hingga ke tingkat yang paling tinggi. Berilah bapak/ibu air minum ketika sudah haus sepulang dari ladang atau dimanapun mereka bekerja. Kerjakanlah segala pekerjaan yang dapat kamu kerjakan sebelum diperintah/disuruh. Bergegaslah berangkat jika disuruh orangtua mengambil atau membelikan sesuatu. Jadi jangan menuntut upah atau uang tips supaya hidupmu penuh dengan berkat.
Demikianlah sikap Yesus terhadap ibunya dalam perikop ini. Ketika Ibunya melapor/minta bantuan bahwa anggur di pesta Kana itu sudah habis, Yesus tidak banyak alasan, namun Dia langsung bergegas bertindak. Sikap inilah yang hendak kita teladani. Yesus tidak mau mempermalukan, tetapi dia patuh dan taat pada ibunya. Oleh karena itu, kehadirannya menjadi berkat bagi semua orang yang hadir pada pesta tersebut. Kita pun hendaknya menjadi berkat bagi sekeliling kita. Oleh karen itu, jadilah berkat bagi semua orang terutama dalam lingkungan keluargamu.

III. Penerapan Menurut Umur;
1. Anak kecil
a. Tema : MAU MENOLONG IBU
Menolong ibu akan mendapat berkat dari Tuhan. Berkat Tuhan akan membuat kita senang, sehat, tumbuh dengan bijaksana. Dalam memberi pertolongan hendaknya tulus dan iklas dan jangan mengharapkan balasan. Orangtua adalah wakil Allah. Karena itu, memberi pada orangtua berarti memberi pada Allah juga. Nah, kalau orangtua merupakan wakil Allah, dan Allah adalah sumber berkat, maka bertekadlah untuk selalu menolong ibumu.

b. Metode: Cerita
Upah yang tersembunyi
Seorang ibu memiliki 2 anak perempuan yang saling berbeda karakter. Anak yang lebih tua bertipe malas dan serampangan, sedangkan yang bungsu bertipe rajin, patuh dan telaten. Suatu saat si ibu memberi perintah pada ke dua anaknya demikian, “Anak-anak, ibu memberi tugas membersihkan rumah pada kalian dua. Siapa yang mampu menjalankan tugas dengan sempurna, maka ibu akin memberi sejumlah uang”.
Kedua anak itu mulai bekerja. Anak sulung menyapu lantai dengan cepat dan serampangan, dengan harapan agar cepat mendapat upah. Sedangkan si bungsu mengerjakan dengan hati-hati. Tiba-tiba si sulung datang menghadap ibunya seraya berkata, “Ibu, saya sudah selesai menjalankan tugas. Mana upahnya? Hasil kerjaanku pasti lebih sempurna” kata si sulung dengan yakin. Tunggu dululah adikmu, dia belum menyelesaikan pekerjaannya. Setelah beberapa waktu, sibungsu pun menemui ibunya dan berkata, “ibu aku sudah selesai”. Lalu apa yang kau bawa ibu, tanya sang ibu lagi? Aku menemukan beberapa lembar uang di sudut-sudut ruangan. Aku juga menemukan uang ini di balik keset, di bawah pot bunga dan di balik figura foto, jawab si bungsu. Lalu siibu menjawab kembali demikian. Nah, itulah upahmu. Kamu mendapatkan uang itu karena sudah menjalankan tugas dengan baik. Ibu sengaja meletakkannya di situ.
Adik-adik, apa yang mau kita lihat melalui cerita ini adalah bahwa siapa yang rajin, patuh dan telaten maka dia akan mendapat berkat. Dan siapa yang serampangan serta tidak beres bekerja, maka dia tidak mendapat apa-apa kecuali kena marah.

c. Alat Peraga : Gambar dua orang anak yang telaten dan serampangan.
d. Nyanyian :
• Tolong aku Tuhan (Kidung Ceria No. 300)
• Oh Betapa Indahnya
e. Ayat Hafalan : Keluaran 20: 12


2. Anak Tanggung
a. Tema: PATUH KEPADA IBU

Tidak mau melawan kalau disuruh ibu mengerjakan sesuatu pekerjaan adalah sikap yang patuh. Untuk dapat menjadi penurut/patuh, maka anak harus rnengetahui bahwa ibu itu tidak pernah menyuruh anaknya ke jalan yang sesat, melainkan selalu untuk kebaikan. Patuh terhadap ibu termasuk sikap yang menyenangkan ibu. Dan kalau ibu selalu kita buat senang berarti Tuhan akan memberikan umur yang panjang baginya dan bagi kita sendiri. Itulah sebabnya Titah ke 5 berisikan, hormatilah orangtuamu, supaya panjang umur!. Karena itu, bertekadlah untuk selalu menyenangkan hati ibu melalui sikap patuh terhadapnya.

b. Metode : Dialog dan Tanya jawab
• Apa arti patuh?
• Bagaimana membuat patuh?
• Apa yang Tuhan harapkan dari kita? Dan supaya bagaimana kalau kita patuh?

c. Nyanyian :
- Maukah senang (Kidung Ceria No. 94)
- Ku takkan seperti dulu lagi (Kidung Ceria No. 87)
d. Ayat Hafalan : Keluaran20: 12
Minggu, 26 Oktober 2008
Bahan alkitab: Yakobus 1: 19-21

I. Pendahuluan.
Tuhan menciptakan dua telinga agar kita semakin jelas mendengar. Untuk itu gunakanlah telingamu untuk mendengar. Telinga dapat mendengar seluruh suara yang berdengung. Dan banyak suara sumbang yang tidak membangun, dan yang tidak perlu kita dengar. Karena itu kita perlu memakai otak untuk menyaring mana suara yang perlu kita renungkan dan mana yang harus kits buang begitu saja.

II. Penjelasan Nats.
Orang dapat mengetahui sesuatu karena diberitahu. Salah satu cara mengetahui adalah dengan mendengar. Semakin banyak didengar, maka semakin banyak diketahui. Dan jika kita sudah tahu banyak, maka banyak yang bisa kita kerjakan dengan mudah. Pengetahuan dan pendengaran yang baik dapat mempengaruhi jiwa kita ke arah yang baik.
Pentingnya mendengar nampak dari alat pendengaran yang Tuhan ciptakan dalam panca indera kita. Untuk mendengar kita memiliki dua telinga. Tuhan tidak ingin suara yang kita dengar berlalu begitu saja. Meskipun suara itu datang dari sebelah kiri atau kanan tetap bisa kita dengar.
Mendengarkan suara orangtua, firman Tuhan, pengajaran guru adalah sangat penting. Karena suara itu dapat membawa kits ke arah yang lebih baik dan juga menjauhkan kita dari malapetaka. Suara yang berasal dari orangtua kadang berbentuk perintah, informasi, nasehat, amarah, dan lain-lain. Namun perlu kita ketahui bahwa semua suara itu pasti membawa kita ke arah yang lebih baik. Sebab tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya menjadi sampah masyarakat, namun pasti mendambakan jadi orang berguna dan sukses. Untuk itu, janganlah membangkang, merajuk, marah kalau dimarahi, dinasehati, diperintah orangtua. Dengarkanlah semuanya itu dengan kerendahan hati.
Sikap mau mendengar adalah punya keuntungan yang sangat besar. Pernyataan ini berlaku bagi suara siapapun yang kita dengar, baik orangtua, guru sekolah dan sekolah minggu, Firman Tuhan ataupun orang lain yang berbicara dengan kita. Dengan mau mendengar maka dapat membuat kita menjadi anak kesukaan atau kesayangan orang lain: Dan siapa yang sudah disenangi/disukai banyak orang maka dia akan lebih beruntung dalam segala hal.
Demikianlah yang dimaksud dalam perikop ini, dimana orang yang cepat mendengar dan lambat berkata-kata akan dapat menjauhkan amarah. Sebab orang yang demikian adalah orang yang berpikir dua kali sebelum satu kali berbicara. Dan hasilnya pasti dua kali lebih baik dari biasanya, makanya dapat menahan amarah. Orang yang dapat menahan diri/amarah termasuk orang yang sudah beruntung.
IIL Penerapan Menurut Umur;
1. Anak kecil
a. Tema : MENDENGAR

Mendengar berarti memfungsikan telinga. Ada banyak orang sampai berbicara dengan keras-keras di sampingnya tetapi toh tidak tahu apa yang telah diungkap orang tadi. Kenapa demikian? Karena tidak diperhatikan walaupun didengar. Inilah yang perlu kita usahakan agar anak dapat mendengar walaupun hanya diungkapkan dengan bisikan/sangat pelan. Jadi orang yang mendengar/menyimak tidak harus tergantung keras lembutnya suara, tetapi tergantung pada pemungsian telinga secara sempurna dan dibarengi dengan perhatian yang sungguh-sungguh.

b. Metode : Drama
• Coba praktekkan bagaimana cara mendengar yang baik.
• Coba dengarkan apa yang saya bisikkan. (ujilah apakah benar mereka dapat mengetahui apa isi bisikan anda, jika benar berarti mereka sudah mendengar dengan baik)
c. Nyanyian :
- Hati-hati gunakan kupingmu.
- Dengar dia panggil nama saya.
d. Ayat Hafalan : Mateus 13: 9


2. Anak Tanggung
a. Tema: MENDENGARKAN DENGAN BAIK
Tuhan sengaja menciptakan telinga agar kita dapat mendengar. Jadi pergunakanlah telingamu sesuai dengan fungsi yang sudah ditentukan. Jangan seperti belanga yang memiliki dua kuping, tetapi tidak mendengar. Tetapi sebaiknya anda memakai telinga itu untuk mendengar dengan baik.

b. Metode : Diskusi/ tanya jawab
- Jelaskan arti mendengarkan dengan baik.
- Apa manfaat jika mendengar dengan baik.
c. Nyanyian :
- Hati-hati gunakan kupingmu.
- Dengar dia panggil nama saya.
d. Ayat Hafalan : Mateus 13: 9

Cln. Pdt. Manamba Pasaribu, STh

Bina Anak : Edisi Nopember 2008

Minggu Tgl 02 November 2008
Teks : Amsal 17: 4 - 8
Untuk Balita/Anak Kecil
a. Thema : Kata baik
Anak-anak Tuhan adalah anak baik. Mereka suka berteman, suka berkumpul, suka bernyanyi. Anak-anak juga mau diberi, mereka suka menerima yang baik. Kalau tidak baik tidak usah diterima. Kalau tidak baik tentu kurang berguna. Sebaliknya, jika baik tentu kita mau mengumpulkannya.
Kumpulkanlah yang baik, ucapkanlah kata-kata baik karena kamu adalah anak yang baik. Jangan asal mengeluarkan kata. Kata-kata baik berguna bagi kamu dan juga bagi teman. Orang tua juga akan senang bila anak-anaknya sering mengeluarkan kata baik. Tuhan Yesus sayang kepada anak-anak. Mereka dikumpulkannya dan diajari untuk dapat mengucapkan kata-kata baik. Orang yang ingin menjadi sahabat Yesus tentulah suka mendengar kata baik agar kelak mereka juga dapat mengucapkan kata-kata baik.

b. Metode:
· Tuliskanlah beberapa kata yang baik di beberapa potongan kertas. Agar lebih menggugah pilihlah kertas warna warni. Lalu tempellah di papan tulis atau di dingding
· Ajaklah anak-anak mengeja dan membacanya berulang-ulang hingga mereka dapat mengingat kata-kata tersebut
· Pilihlah kata-kata yang akrab dengan anak-anak: Misalnya: bermain bersama, sayang papa-mama-adik-kakak, terimakasih, syaloom, dll.
c. Alat Peraga:
- Kertas warna-warni dan spidol

d. Nyanyian Thema : Kumpulan Kidung S.Minggu HKI No. 113
e. Ayat hafalan : ditentukan oleh Guru SM



2. Untuk Anak Tanggung
a. Thema : Perkataan yang Baik

Anak kesayangan Tuhan adalah anak-anak baik. Banyak cara mengenal seseorang itu disebut baik: caranya berjalan, cara duduk, cara makan, dan cara bergaul. Satu lagi cara mengenali anak baik adalah dengan mendengar dari dia keluar: kata baik.Untuk dapat berkata baik maka perlu mengulangi kata-kata yang baik. Kita akan mengingat kata-kata yang manis didengar sehingga kita juga dapat mengatakannya kepada orang lain. Semakin banyak kata baik kita ucapkan semakin banyak teman. Sebaliknya, teman akan menjauh bila kita mengeluarkan kata-kata yang kotor.
Kata-kata yang baik sulit dilupakan. Maka anak-anak Tuhan perlu menghafal apa-apa saja kata baik yang mesti kita ucapkan. Semakin banyak kita tahu kata yang baik semakin banyak yang baik kita ucapkan. Dan di Sekolah Minggu, kita akan mendengar kata-kata baik. Yesus sahabat anak-anak selalu berkata baik sehingga banyak teman.

b. Metode:
· Anak-anak diajak untuk menyebutkan beberapa kata. Pada mulanya biarkan mereka bebas mengatakannya. Kemudian cobalah memilih beberapa kata yang mudah diingat dan yang disenangi anak-anak lalu mintakan pendapat mereka jika hal itu dihafal dan dibiasakan.
· Cobalah sugesti anak-anak kecil itu menyebut beberapa kata yang tidak mereka senangi dan selidikilah melalui pertanyaan siapa saja yang sering mengucapkannya. Lalu tanyakan pendapat mereka apakah mengingini kata-kata seperti itu?
c. Alat Peraga:
· Suruhlah anak-anak itu berhadap-hadapan. Kemudian bagikan kertas kecil yang berisi kata yang baik kepada satu barisan. Selanjutnya, ajaklah anak yang disebelah untuk membacanya kuat-kuat. Kemudian gantilah peran sehingga kedua baris tersebut mendapat giliran.

d. Nyanyian Thema : Kumpulan Kidung S.M. HKI No 113
e. Ayat hafalan : 1 Kor 13: 11.a.
Disusun Oleh : Cln. Pdt. Manamba Pasaribu, STh


Minggu Tgl 9 Nopember 2008
Teks : Kejadian 6: 14 – 16
Untuk Anak Balita/Anak Kecil
Thema : Menuruti Petunjuk

Tuhan sayang kepada manusia. Dia tidak ingin manusia mati tenggelam karena banjir. Orang-orang yang baik diperhatikan Tuhan. Ketika akan terjadi banjir besar Tuhan menjumpai satu keluarga dengan tiga anak. Ayahnya bernama Nuh, sedangkan ketiga anaknya bernama: Sem, Ham dan Yafet. Mereka sekeluarga adalah keluarga yang rajin kebaktian.
Tuhan memberitahukan kepada Nuh akan terjadi banjir besar. Lalu supaya mereka selamat maka mereka harus membuat sebuah kapal. Karena banjirnya besar dan akan lama surutnya Tuhan memberi petunjuk. Kapal itu harus terbuat dari kayu keras dan kuat yang bernama gofir. Ukurannya juga tidak sembarangan: panjang 150 meter, lebar 25 meter dan tingginya 15 meter.
Nuh mematuhi perintah Tuhan. Memang Nuh amat capek tetapi dia bekerja keras untuk menyelesaikan. Perintah Tuhan dipatuhinya dengan baik sehingga kapal besar itu selesai dan terbentuk seperti perintah Tuhan. Ketika air bah datang, kapal dapat terapung dan mereka sekeluarga dapat selamat.
Seadainya kapal itu kecil mungkin akan tenggelam. Tetapi karena sesuai dengan petunjuk Tuhan kapal dapat bertahan. Kita akan berhasil bila kita menuruti petunjuk. Maka sebelum mengerjakan sesuatu hendaklah kita patuh pada petunjuk orang tua, petunjuk abang – kakak.
Metode :
Bercerita: ceritakan secara lugas dan sederhana perintah Tuhan kepada Nuh. Terangkan juga bagian dan ukuran kapal. Gambarkan betapa besarnya kapal tersebut sehingga anak-anak dapat membayangkannya. Tekankan secara berulang-ulang kepatuhan Nuh mengikuti petunjuk Tuhan. Tuhan yang mengetahui apa yang akan terjadi sehingga pekerjaan kita dapat sesuai.
Gunakan illustrasi yang menggambarkan satu benda yang tidak sesuai bila tidak menuruti petunjuk. Umpamanya jika sayap kapal-kapalan terbalik: sayap sebelah kiri menjadi di sebelah kanan, atau sebaliknya.
Alat Peraga
· Kapal laut di tengah-tengah samudra yang dalam dan luas
· Gambar Kapal Terbang yang bagian sayapnya masih belum dilengketkan (menggambar sesuai dengan ukuran/petunjuk).
Nyanyian Thema: Kumpulan Kidung S.M. HKI no. 166
Ayat hafalan: Mazmur 119: 35.a

Untuk Anak Tanggung
Thema : Menuruti Petunjuk
(Penjelasan sama dengan penjelasan kepada anak kecil)
Metode:
  • Cerita: ceritakan sebuah contoh dimana seorang anak hampir tenggelam karena tidak memakai pelampung padahal dia belum tahu berenang. Akibat ketidakpatuhannya, dia menjadi celaka. Ceritakan pula contoh dimana seorang anak mendapat hadiah dan pujian karena patuh kepada orang tua.
  • Memasangkan mur dengan baut
Alat Peraga
· Teka-teki silang
· Beberapa baut dan mur yang berbeda ukuran dimana masing-masing pasangan masih dalam keadaan terpisah.
Ayat Hafalan : Mzm 119: 35.a.
Disusun Oleh : Cln. Pdt. Manamba Pasaribu, STh


Minggu Tgl 16 Nopember 2008
Teks : Lukas 15: 11 – 20
1. Untuk Anak Balita/Anak Kecil

Thema: Bangkit dan Kembali
Ada dua orang anak dari seorang bapa. Keluarga itu dikampungnya termasuk orang kaya namun mereka termasuk keluarga yang baik. Salah seorang dari keduanya, si bungsu ingin merantau. Pikirnya mernatau itu enak apalagi membawa banyak uang. Lalu dia minta banyak uang kepada bapaknya, kemudian dia pergi.
Di perantauan si bungsu ini bukannya cari kerja atau sekolah. Dia malah menghabiskan uang yang dibawanya. Siang malam dia berpoya-poya. Makan sana, makan sini, beli ini – itu. Keluyuran tak tentu ke mana yang penting bersenang-senang hingga uangnya habis dan dia pun menjadi melarat.Untuk mencari makan, dia bekerja menjaga babi. Sulitnya makanan didapatnya membuat dia seringkali harus makan ampas babi. Dia yang hidup tenang bersama orangtuanya, kini harus menderita. Dia seperti anak terlantar yang tidak ada memperhatikan.
Karena tidak tahan setiap hari lapar, suatu waktu dia teringat akan kebaikan orang tuanya. Dibayangkannya waktu dulu ketika orangtuanya membeli makanan enak, membeli baju. Diingatnya pula teman-temannya bermain dekat rumahnya, kemudian dia ingin pulang.
Akhirnya dia pulang ke rumah bapaknya. Dia memang takut kena marah, takut diusir karena sudah menghabiskan banyak uang. Beruntung bapaknya orang baik, anak itu disambut dengan pesta. Lalu si anak pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Ayahnya bergembira karena anaknya mau kembali.

Metode
  • Menceritakan kembali sikap anak yang menuntut ayahnya untuk pergi jauh. Dengan membandingkan susana di rumah sendiri yang begitu mesra, anak-anak dapat tekun menjalani masa kecilnya bersama orangtua.
  • Dialog + penugasan

Alat Peraga : Gambar – gambar anak (anak yang rajin dan anak yang malas)
Nyanyian Thema : Kumpulan Kidung S.M. HKI No. 115

2. Untuk Anak Tanggung
a. Thema : Menyesal lalu bertobat
Suasana di rumahnya sangat ramai. Mereka memiliki banyak kebun. Makanan dan minuman hampir tidak pernah kekurangan. Namun salah seorang anaknya, yang bungsu berkeras untuk pergi dari rumah itu. Dia meminta kepada bapaknya untuk diberangkatkan dengan jumlah uang yang amat besar. Dan karena terus didesak, si ayah terpaksa memberangkatkan. Ayahnya sedih karena takut anaknya sesat atau dibodoh-bodohi orang jahat.
Untuk beberapa lama, si bungsu dapat bersenang-senang menikmati bekal uang yang dibawa. Hampir tiap hari dia menghabiskan banyak uang tanpa bekerja. Akhirnya perbekalan habis juga. Dia bingung tidak tau pergi ke mana. Bekerja tidak tau, untuk kembali dia malu. Akhirnya dia mendapat pekerjaan sebagai penjaga babi. Jika makanan tidak ada, dia terpaksa makan ampas babi.
Beberapa lama dia masih bertahan, namun akhirnya menyerah juga. Dia mulai sadar mengingat kebaikan bapaknya. Dia ingat semua yang indah di rumah mereka. Lalu dia putuskan untuk kembali. Memang dibayangkannya juga sikap ayahnya yang kemungkinan akan marah. Namun karena dia mengenal kebaikan bapaknya, dia putuskan untuk pulang. Suasana di rumahnya jauh lebih indah dibanding susana diperbudakan.
Ternyata ayahnya menyambut gembira. Bahkan suatu jamuan pesta diadakan. Bapaknya sangat mencintai anaknya meskipun anaknya seringkali lupa dan hanya menuntut. Kasih orang tua tidak mengingat sikap anaknya yang kadangkala memaksa dan tidak patuh. Demikian juga kasih Allah Bapa yang selalu menyambut setiap orang yang mau ke,mbali kepadaNya. Setiap orang yang mau meninggalkan kelakukannya yang buruk; yang mau kembali kepada Allah, dia akan disambut. Dan orang yang berada bersama dengan Tuhan tidak akan menderita dan kekurangan kebutuhan yang diperlukan.
b. Methode :
· Cerita
· Roll –play (main peran)

c. Alat Peraga :
Ulat dan kupu-kupu (gambarnya atau bendanya)
d. Nyanyian Thema : Kumpulan Kidung S.M. HKI. No. 115
Disusun Oleh : Cln. Pdt. Manamba Pasaribu, STh

Minggu, 23 November 2008
Bahan Alkitab / Nats : Keluaran 16 : 1 - 5

I. Pendahuluan

Sebagai pengantar, Guru Sekolah Minggu ( GSM ) untuk memfokuskan perhatian murid SM, GSM dapat bertanya : apakah anak-anak SM pernah lapar ? Apakah enak dalam keadaan lapar ? apa akibatnya jika kita terus kelaparan ? kalau lapar biasanya apa yang diinginkan ? Sudah barang tentu makanan.
Kemudian tanyakan : darimanakah sumber segala sumber makanan yang ada didunia ini ? darimanakah Nasi, Daging, sayuran yang sehari-hari dimakan oleh manusia ? Itu bukan tercipta dengan sendirinya ? kalau anak SM ingat kisah Penciptaan di Kejadian 1, maka semua diciptakan oleh TUHAN Allah. Tuhan kita baik, Tuhan tidak mau kita kelaparan, atau membiarkan manusia bersedih, kesakitan hingga meninggal karena kelaparan, akan tetapi Tuhan menciptakan tumbuhan dan binatang yang bisa diolah untuk di konsumsi manusia agar manusia bertumbuh dan sehat. Jadi kepada Tuhan kita wajib berterimakasih bukan ?. Nah hari ini kita akan mempelajari bagaimana mengucap syukur dan menikmati makanan yang di ciptakan Tuhan kepada kita ? bagaimana artinya mencukupkan diri atas makanan tersebut, sehingga tidak berlebihan dan dapat menimbulkan penyakit karna berlebihan atau kekurangan. Kita masuki pembagian kelas.

II. Pengajaran berdasarkan Pembagian Kelas
1. Anak Kecil
a. Thema : Cukup
b. Tujuan :
Supaya anak kecil dapat :
- Menyebut kata cukup
- Mampu menjelaskan arti cukup
- Menyebut jumlah makanan yang dimakan
- Membedakan orang yang makan cukup dengan yang kurang makan melalui gambar
c. Metode : Cerita Gambar
d. Pengajaran

Sebagai pengantar, GSM dapat memajangkan dua buah gambar yang menunjukkan gambar orang yang sehat/yang cukup makan dan gambar orang yang kurus/tidak cukup makan. Tanyakan kepada anak-anak manakah gambar manusia yang cukup makan ¿ Apa yang menyebabkan manusia yang satu lagi tampak kurus dan tidak sehat ¿ Jawabnya adalah makanan yang cukup dan bergizi.
Kemudian ajak murid SM mengucapkan kata ”cukup”. Kalau bisa tunjuk beberapa orang untuk mengucapkannya. Tanyakan, apakah ada anak SM yang tahu apa arti kata cukup ? Cukup artinya tidak berkekurangan, tidak berlebihan, pas, sesuai takaran/yang dibutuhkan. Manusia membutuhkan makanan yang cukup. Jikalau manusia kekurangan makanan maka dia akan kelihatan kurus, tidak bertenaga, lemas, tidak bergairah, mudah ngantuk. Apakah ada disini yang mengalami demikian ?
Kami rasa tidak. Semua anak-anak Tuhan disini sehat bukan ? Itu artinya cukup makan.
Lalu ajak anak kelas kecil ini mengekspresikan gerak sebagai orang sehat.
Lantas, apakah makan makanan berlebihan, terlalu banyak juga sehat ? Tentu tidak. Sesuatu yang berlebihan itu salah dan tidak sehat. Kalau ada yang kegemukan, biasanya mudah keletihan bukan, mudah ngantuk, dan bisa terserang penyakit gula, jantung dan lain-lain. Karena itu makan banyak harus disertai olahraga juga bukan?.
Akan tetapi memakan makanan yang cukup juga harus diimbangi dengan keteraturan. Kalau makan hari ni cukup tapi besok tidak, itu artinya kita juga bisa sakit, lemas, mudah ngantuk, badan kita bisa kurang sehat. Nah, mulai hari ini apakah semua murid kelas kecil mau hidup sehat ? Jika demikian, apakah adik-adik SM mau memakan makanan yang bergizi secara cukup dan teratur ?.
Demikian juga dengan menjaga kesehatan rohani. Jika dalam ilmu kesehatan, supaya sehat dianjurkan agar makan makanan bergizi yang cukup, menjaga kebersihan pribadi. Dimana kita juga dianjurkan mencuci tangan sebelum makan, dianjurkan agar mandi, mengganti pakaian agar kuman-kuman penyakit tidak masuk dalam tubuh kita. Maka dalam menjaga kesehatan rohani, kita juga dianjurkan memakan makanan rohani yang cukup ? apa itu makanan rohani ? Makanan rohani adalah berdoa, dan bagi adik-adik yang sudah pintar membaca, makanan rohani juga adalah membaca Alkitab. Ini semua membuat kita akan terjaga dan mampu menhindari kuman-kuman dosa. Sehingga kita juga dapat sehat rohani dan jasmani.
e. Nyanyian : Aku Anak Sehat
f. Evaluasi : Menjelaskan makanan yang cukup dan teratur

Anak Tanggung
a. Thema : Cukup
b. Tujuan : Supaya anak dapat :
- Menyebutkan arti makan punya takaran
- Menyebutkan bahaya makan makanan berlebihan
- Menjelaskan pepatah ”makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.
c. Alat Peraga : Cerita Gambar
d. Pembahasan dan Penerapan Nats

Sebagai pengantar, sama seperti dikelas kecil, GSM dapat memajangkan dua buah gambar yang menunjukkan gambar orang yang sehat/yang cukup makan dan gambar orang yang kurus/tidak cukup makan. Tanyakan kepada murid SM, manakah gambar manusia yang cukup makan¿ Apa yang menyebabkan manusia yang satu lagi tampak kurus dan tidak sehat?
Jawabnya adalah makanan yang cukup dan bergizi. Kemudian GSM dapat kembali bertanya, siapa yang pernah kelaparan, kurang makan apalagi kurang makanan bergizi ?
Apakah senang berada dalam keadaan lapar ? Tentu tidak bukan? Manusia tidak menginginkan berada dalam keadaan lapar, karena memang tubuh kita membutuhkan makanan sebagai sumber tenaga dan energi.
Hal kelaparan bukan hanya pernah kita rasakan, pernah suatu kali ribuan orang yaitu bangsa Israel sekaligus bersamaan kelaparan. Luar biasa bukan. Nah lebih parahnya lagi, pada waktu itu mereka sedang dalam perjalanan di gurun pasir yang panas terik, pada saat mereka keluar dari tanah Mesir menuju suatu tempat bernama Kanaan. Siapa yang tahu keadaan di Padang Gurun pasir ? Ya, disana sangat sulit mencari air bersih untuk diminum, sangat sulit mencari makanan seperti sayuran dan daging, apalagi untuk ribuan orang banyaknya. Pada waktu itu, bangsa Israel mulai bersungut-sungut dan mengeluh ( ay.2 ) kepada Musa dan Harun. Mereka mulai memperbandingkan keadaan di gurun dengan di Mesir dikatakan diayat 3 "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." Mereka mulai mempersalahkan Musa dan Harun.
Akan tetapi, Tuhan Yesus adalah TUHAN Allah yang Maha Penyayang dan Pemberi. Dia tidak pernah membiarkan umat yang dikasihiNya menderita. Dikatakan diayat 16:4-5 : Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. Dan pada hari yang keenam, apabila mereka memasak yang dibawa mereka pulang, maka yang dibawa itu akan terdapat dua kali lipat banyaknya dari apa yang dipungut mereka sehari-hari."
TUHAN menyadari manusia sangat membutuhkan makanan jasmani untuk dapat hidup, mempunyai tenaga, berpikir, dll. Karena itu Tuhan memberikan makanan. Tuhan sangat baik bukan?. Kebaikan Tuhan adalah untuk semua orang. Tuhan juga sampai saat ini memberikan makanan dan minuman kepada kita, anak-anak Tuhan di Gereja ini. Tuhan menginginkan anak SM tumbuh sehat dan kuat. Karena itu dibutuhkan makanan yang cukup dan bergizi.
Kemudian ajak murid SM mengerti arti makanan yang cukup. Makan Makanan yang cukup berarti yang sesuai takaran, tidak berlebihan. Makan makanan yang memenuhi pola 4 sehat 5 sempurna. Lantas, apakah makan makanan berlebihan, terlalu banyak juga sehat ? Tentu tidak. Sesuatu yang berlebihan itu salah dan tidak sehat. Kalau ada yang kegemukan, biasanya mudah keletihan bukan, mudah ngantuk, dan bisa terserang penyakit gula, jantung dan lain-lain. Karena itu makan banyak harus disertai olahraga juga bukan?.
Akan tetapi memakan makanan yang cukup juga harus diimbangi dengan keteraturan. Kalau makan hari ni cukup tapi besok tidak, itu artinya kita juga bisa sakit, lemas, mudah ngantuk, badan kita bisa kurang sehat.
Demikian juga dengan menjaga kesehatan rohani. Jika dalam ilmu kesehatan, supaya sehat dianjurkan agar makan makanan bergizi yang cukup, menjaga kebersihan pribadi. Dimana kita juga dianjurkan mencuci tangan sebelum makan, dianjurkan agar mandi, mengganti pakaian agar kuman-kuman penyakit tidak masuk dalam tubuh kita. Maka dalam menjaga kesehatan rohani, kita juga dianjurkan memakan makanan rohani yang cukup ? apa itu makanan rohani ? Makanan rohani adalah berdoa, dan bagi adik-adik yang sudah pintar membaca, makanan rohani juga adalah membaca Alkitab. Ini semua membuat kita akan terjaga dan mampu menhindari kuman-kuman dosa. Sehingga kita juga dapat sehat rohani dan jasmani.

e. Ayat hapalan : Matius 6 : 11
f. Nyanyian : ( Ditentukan oleh GSM )
g. Evaluasi : Diskusi ( Diskusikan apa yang harus dilakukan untuk menjaga pola makan
yang cukup dan bergizi serta teratur ).

h. Metode menguji ayat hapalan Minggu Lalu
Aturkan murid duduk/ berdiri dalam posisi lingkaran. Mulailah dengan menghunjuk seorang murid dalam kelompok itu. Ia harus mengucapkan kata pertama dari ayat hapalan dan segera menghunjuk pada murid lain. Murid itu harus mengucapkan kata kedua. Lakukanlah hal ini terus sampai seluruh ayat hapalan diucapkan. Dan menambahkan variasi metode, doronglah murid-murid supaya melakukannya bertambah cepat. Tujuan dari metode adalah disambing memberikan variasi metode penyampaian pengajaran, juga melatih murid dalam mendengar dan mengawasi.
Disusun Oleh : Pdt. Happy Pakpahan - Kantor Pusat HKI


Minggu, 30 November 2008
Bahan Alkitab / Nats : Daniel 1 : 3 - 8

I. Pendahuluan
Sebagai Pengantar Pengajaran : Terangkan bahwa sekarang kita memasuki masa Minggu Advent. Apa itu minggu Advent ? Minggu Advent adalah Minggu Penantian ( Adventus ). Minggu Advent bertujuan agar menjelang peringatan Kelahiran Tuhan Yesus ke dunia ( 25 Desember – Hari Natal ) umat Kristen mempersiapkan hati, jiwa dan roh menyambut kedatangan TUHAN Yesus, baik untuk jangka pendek yaitu untuk menyambut hari Natal yg akan diperingati di Desember ini, maupun untuk menyambut TUHAN Yesus pada hari kedatangannya kedua kalinya kelak.

II. Pengajaran Berdasarkan Kategorial Usia
1. Kelas Anak Kecil
a. Thema : Makanan Sehat
b. Tujuan : Supaya anak dapat
:
- Menyebutkan kata makanan ( untuk balita )
- Menyebutkan nama sayuran
- Menyebutkan jenis-jenis makanan
- Membedakan makanan sehat dan tidak sehat dengan peragaan
- Menjelaskan arti makanan sehat.

c. Metode : Cerita dan alat peraga
d. Alat Peraga : Makanan Instant ( contoh buruk )

e. Pengajaran – Penerapan Nats

Mengawali pengajaran, silahkan Guru memajangkan alat peraga, bisa berupa gambar dengan kriteria :
Gambar makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, susu, telur dll.
Gambar makanan tidak sehat seperti mie instand, dan makanan berpengawet lainnya.
Kemudian tanyakan kepada anak kecil : siapa yang tahu ini apa ? sambil menghunjuk satu persatu gambar yang dipajang. Untuk melibatkan murid, silahkan rangsang mereka untuk menjawab secara bersamaan atau dihunjuk beberapa orang untuk menjawab gambar apa saja yang dipasang.
Pengajaran kali ini tentang makanan sehat. Apakah semua itu jenis makanan ? Ya, itu semua bisa dimakan. Tapi pertanyaan berikut adalah yang manakah jenis makanan sehat ? Siapa yang tahu defenisi makanan sehat ? Tanya kan murid SM. Kemudian terangkan arti makanan sehat. Makanan sehat adalah makanan yang memiliki kandungan/atau zat yang dibutuhkan di tubuh kita. Seperti protein, karbonhidrat, zat besi, vitamin, dll. Tidak semua makanan memiliki unsur seperti itu. Bahkan ada makanan yang justru mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh kita. Seperti makanan yang mengandung pengawet, pewarna, pemanis. Bahkan di Televisi sering diberitakan ada manakan yang mengandung formalin. Apa itu formalin? Formalin adalah bahan pengawet mayat. Dan ini bisa berbahaya bagi tubuh kita, bahkan meracuni tubuh kita. Wah ngeri bukan? Bayangkan di permen yang kita makan ada zat pengawet yang seharusnya untuk mayat. Karena itu harus dihindari. Dan anak-anak SM tidak boleh memakan makanan apalagi jajanan sembarangan. Kita harus menjaga kesehatan kita. Sebab jika kita makan makanan secara sembarangan, kita bisa sakit perut, pusing-pusing, bahkan bisa keracunan dan masuk rumah sakit. Tidak ada yang mau sakit bukan ?
Nah apa dampaknya jika kita memakan makanan sehat ? Tentu badan kita segar, bertenaga, tidak mudah ngantuk, pintar, dll. Dan apa pula dampaknya jika kita tidak memakan makanan yang sehat ¿ Tanyakan kepada murid SM.
Berikut ada gambar-gambar makanan. Sekarang mari kita membedakan makanan mana yang sehat dan makanan mana yang tidak sehat. Kemudian GSM menghunjuk beberapa gambar dan tanyakan apakah makanan itu termasuk makanan sehat atau bukan ?. Kemudian ajak kembali murid SM menyebutkan jenis-jenis makanan sehat yang mereka ketahui. Jika ada gambar-gambar sayuran, silahkan dipajangkan dan tanyakan kepada mereka jenis sayuran apa itu – dan jenis sayuran apalagi yang mereka ketahui.

f. Nyanyian : ( Ditentukan oleh GSM )

g. Evaluasi : Menuliskan tekad untuk memakan makanan sehat dan menuliskan jenis-jenis makanan sehat.

2. Kelas Anak Tanggung
a. Thema : Menu Makanan
b. Tujuan : Supaya anak dapat :

- Menyebutkan arti thema
- Menjelaskan arti makanan sehat bagi tubuh
- Menyebutkan alasan perlunya menu makanan
- Menyatakan tekad tidak membeli makanan sembarangan melalui slogan
- Menjelaskan arti Vegetarian

c. Metode : Cerita
d. Alat Peraga : Gambar Makanan Sehat – Tidak Sehat
e. Penjelasan – Penerapan Nats
Sebagai pengantar, perlihatkan gambar beberapa menu makanan. Ada menu makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, susu, telur dll, dan ada gambar menu makanan tidak sehat seperti mie instand, jajanan dll. Tanyakan gambar maknan apa saja itu ? dan kemudian tanyakan perbedaan gambar tersebut kepada murid SM. Jelaskan perbedaannya adalah ada menu makanan yang sehat dan ada menu makanan yang tidak sehat.
Siapa yang tahu defenisi makanan sehat ? Tanya kan murid SM. Kemudian terangkan arti makanan sehat. Makanan sehat adalah makanan yang memiliki kandungan/atau zat yang dibutuhkan di tubuh kita. Seperti protein, karbonhidrat, zat besi, vitamin, dll. Tidak semua makanan memiliki unsur seperti itu. Bahkan ada makanan yang justru mengandung zat yang berbahaya bagi tubuh kita. Seperti makanan yang mengandung pengawet, pewarna, pemanis. Bahkan di Televisi sering diberitakan ada manakan yang mengandung formalin. Apa itu formalin? Formalin adalah bahan pengawet mayat. Dan ini bisa berbahaya bagi tubuh kita, bahkan meracuni tubuh kita. Wah ngeri bukan? Bayangkan di permen yang kita makan ada zat pengawet makanan. Karena itu harus dihindari. Dan anak-anak SM tidak boleh memakan makanan apalagi jajanan sembarangan. Kita harus menjaga kesehatan kita. Sebab jika kita makan makanan secara sembarangan, kita bisa sakit perut, pusing-pusing, bahkan bisa keracunan dan masuk rumah sakit. Tidak ada yang mau sakit bukan ?
Nah apa dampaknya jika kita memakan makanan sehat ? Tentu badan kita segar, bertenaga, tidak mudah ngantuk, pintar, dll. Dan apa pula dampaknya jika kita tidak memakan makanan yang sehat ¿ Tanyakan kepada murid SM dan catatkan di papan tulis atau di selembar karton.
Setiap manusia tentu senang memiliki tubuh yang sehat. Bahkan ada suatu kisah di Alkitab yang menceritakan bahwa ada seorang Raja yang memerintahkan kepada kepala istananya bernama Aspenas, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. (ay.3-4).
Raja bermaksud mengumpulkan orang-orang pilihan ini utnuk bekerja padanya. Dan disamping bahwa mereka akan dididik, mereka juga harus memakan makanan yang sehat dan bergizi. Raja tersebut menyadari, bahwa makanan sehat akan membuat manusia semakin pintar, bertenang dan bersemangat – tidak mudah sakit.
Dan ada beberapa orang yang percaya dan taat pada TUHAN Allah yaitu Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego yang tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja. Karena santapan raja adalah santapan yang terlebih dahulu di jadikan sajian kepada dewa-dewa. Mereka tidak mau memakan makanan yang didoakan kepada dewa, tetapi mereka mau makanan yang sederhana dan didoakan kepada TUHAN Allah yang mereka sembah yaitu Tuhan kita. Dan mereka juga tidak minum anggur karena angggur dapat memabukkan. Mereka tidak menuruti selera makanan berdasarkan mahalnya, hanya kelihatan sedap semata tetapi mereka lebih memilih makanan berdasarkan kegunaan dan gizinya. Makanan dan minuman yang bertentangan dengan kehendak Tuhan tidak mereka makan/minum seperti anggur. Dan mereka bisa menahan selera. Apa yang bisa kita pelajari dari cerita ini ? Adik-adik untuk menjadi anak-anak Tuhan maka kita harus bisa menahan diri. Tidak semua yang ada disekitar kita bisa ditiru. Kita harus bisa mengendalikan diri. Kita harus bisa mengendalikan diri dari makanan yang tidak sehat, mengendalikan diri untuk jangan terbawa arus perbuatan-perbuatan jahat seperti berjudi, mempercayai agama lain dll.

f. Permainan : Silang Kata
Berikut kita akan mengadakan permaianan anak sehat. Anak yang berpikir kreatif dan pintar. Caranya, buatlah gambar kota berukuran 25x20 cm pada kertas HVS. Gambarlah juga kotak-kotak kecil ukuran 1x1 cm di dalam kota besar itu, kemudian perbanyaklah.
Buatlah peserta berpasang-pasangan, kemudian bagikan kertas yg bergambar kotak itu dan dua spidol dengan warna yg berbeda kepada tiap pasangan. Tugas setiap pasangan adalah menuliskan nama tokoh dalam Alkitab. Peserta mengisi secara horizontal, sedangkan peserta disebelah kanan mengisi secara vertikal. Syarat yg harus dipenuhi adalah nama yg diisikan harus bersilangan dengan salah satu haruf yg telah diisikan pasangannya.
Pemenangnya adalah yg bisa membuat lawannya menyerah karena tidak sanggup mengisi lagi. Nama Tokoh dalam Alkitab dapat diganti degan nama kota, binantang, sungai dll, begiu seterusnya sampai terhenti.

g. Ayat Hapalan : 1 Kor 10 : 13
h. Metode pengujian ayat hapalan minggu sebelumnya :

Buatlah sebuah mahkota. Nyanyikanlah lagu sambil mengedarkan mahkota tersebut dari satu anak ke anak lain ( setiap orang harus memakaikan mahkota tsb kepada teman di sampingnya dengan baik dan sopan ). Pada akhir lagu, siapa yg mendapatkan mahkota tsb harus maju dan mambaca satu ayat hapalan.

i. Nyanyian : ( Ditentukan oleh GSM )
j. Evaluasi :

- Memilih contoh makanan yang sehat
- Tugas menyusun menu makanan

Disusun Oleh : Pdt. Happy Pakpahan - Kantor Pusat HKI