Tuesday, February 17, 2009

Artikel MBW Edisi Pebruari - Maret 2009



MENJAGA HATI


”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
(Amsal 4:23)


- A -
Mengapa kita harus menjaga hati? Tentu ada banyak yang boleh kita katakan bahwa sesungguhnya kita memang harus menjaga hati.

1. Mengasihi Tuhan Allah.
Yesus meminta umatNya untuk mengasihi Allah dengan hati. Dia berkata dalam kitab Matius 22:37; "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Firman ini menjadi bagian pertama dan utama sebagai pengamalan hukum Tuhan. Atau artinya bahwa pertama sekali tujuan kita menjaga hati supaya kita mampu mengasihi Tuhan. Tanpa menjaga hati dari gangguan dan godaan iblis maka dipastikan kita tak akan pernah mampu, tak akan pernah tulus mengasihi Tuhan. Sebab mau tidak mau, Yesus dalam konteks pelaksanaan hukum kasih yang besar itu, Dia meminta peran hati bila kita mengasihi (bnd. Ul.6:5). Dari situlah pula titik berangkat mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Sebaliknya, Bil. 21:4-9 (khotbah Minggu 12 Maret 2006) kutibannya demikian; “21:4-5 ”Setelah mereka berangkat…maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa…” Ini menjadi fakta besar ketika umat saatnya tidak dapat menahan, menjaga hati.

2 Kebahagiaan Ilahi
Ucapan Yesus dalam khotbah di bukit; ”Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. ”(Matius 5:8) bilamana saya mengarahkan pada pemikiran dan pemahaman yang sangat sederhana, maka menjaga hati senantiasa suci adalah untuk tujuan ’kebahagian’. Artinya juga bahwa setiap orang yang menjaga hatinya, dia boleh dan berhak untuk berbahagia. Lebih-lebih bahwa kebahagiaan itu disebutkan oleh Yesus bukan hanya merupakan gambaran atau kebahagiaan di bumi, tetapi malah lebih penting lagi adalah kebahagiaan di sorga. Dijanjikan; orang seperti itu akan melihat Allah. Ini adalah kebahagiaan yang sangat besar.

3 Obat Mujarab dan Kesembuhan
Kita teringat dengan Amsal Salomo (17:22), bahwa ”Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” atau juga dalam Amsal 15:13 ”Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.” Mungkin boleh saya contohkan walau nanti kelihatan seolah lebih mengarah kepada persoalan pikiran. Baru-baru ini saya bertanya kepada seorang bapa hal mengapa sakit magnya kambuh. Dia menjawab karena stress. Saya meminta lagi, apa hubungan stress dengan mag. Bapak itu menjelaskan, kalau stress secara otomatis bisa meningkatkan produksi jumlah asam lambung yang mengganggu usus dan akhirnya mag kambuh.
Pasti banyak lagi penyakit yang dapat timbul bila mana seseorang tidak dapat menjaga hati dan pikirannya. Selalu marah dan meledak-meledak, meletup-letup, tak mampu menjaga keseimbangan hati dalam mengelola persoalan, juga dapat menimbulkan penyakit. Tetapi oleh Salomo dalam amsalnya mengatakan bahwa hati yang gembira akan memberi kesembuhan.

4. Keberhasilan dan Keberuntungan
Orang yang sungguh menjaga hati erat hubungannya dengan keberhasilan dan keberuntungan. Keyakinan seperti itu dapat kita dasarkan pada kitab Yosua 1:7-8. Sebagian kata-kata ayat itu demikian; ” ....kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu....renungkanlah itu siang dan malam,..... sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” Luar biasa, Yosua dapat dipastikan bukan hanya menjadi pemimpin umat Tuhan tetapi juga adalah orang dan pemimpin yang berhasil dan beruntung bersama umat Tuhan.
Di zaman ini, hal menjaga hati (menguatkan hati) juga dapat kita lakukan untuk kesuksesan dan keberuntungan kita. Kuat, tidak gampang putus asa, berpengharapan, komitmen dan berhati-hati dapat menghantar kepada kesuksesan dan keberuntungan. Atau lebih spesifik; ”Jika mau berhasil dan beruntung, jagalah hatimu!”
Hal yang mirip mungkin Anda juga pernah baca; ”perhatikanlah ide/pikiranmu karena akan menjadi kata-kata, perhatikanlah kata-katamu karena akan menjadi perbuatan, perhatikanlah perbuatanmu karena akan menjadi kebiasaan, perhatikanlah kebiasaanmu karena akan menjadi karakter, perhatikanlah karaktermu karena itulah akan menjadi masa depanmu/ nasibmu.

5. Memori Terbaik
Tempat terbaik menyimpan harta berharga bagi seseorang mungkin adalah brankas, atau safety box (sejenis kotak aman di bank), itu boleh saja benar. Tetapi bagi Tuhan tempat terbaik menyimpan firmanNya dan segala perbuatanNya adalah hati umatNya. Hati bukan tempat menyimpan dendam, kebencian tetapi firman Tuhan.
Perhatikanlah firman ini; ”Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; (Ulangan 11:18). Demikian juga bagi seorang orang tua, dia menganjurkan kepada anaknya supaya menyimpan ajaran dan perkataannya di dalam hati. Pada Amsal 3:3 ”.... tuliskanlah itu pada loh hatimu,” (bnd. Amsal 7:1 Hai anakku, ... simpanlah perintahku dalam hatimu.). Karena itu, kita harus selalu menjaga hati menjadi tempat yang aman bagi firmanNya, dannasehat-nasehat. Memori yang terbaik akan terjadi dan kita dapat mengambilnya sebagai senjata bilamana sipenggoda mengganggu.

- B -
Bagaimana dengan orang yang tidak menjaga hati?

Orang yang tidak dapat menjaga hati oleh Yesus ditegur dengan ucapan keturunan ular beludak. Dalam Matius 12:34 “Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati”. Ya memang benar bahwa kata-kata yang baik maupun tidak baik yang keluar dari mulut adalah bersumber dari hati. Maka kata-kata yang tidak baik justru karena tidak dapat menjaga hati dengan baik pula.
Tinggi hati atau congkak menjadi tanda tak dapat menjaga hati adalah kekejian dan Tuhan menentang orang seperti itu sampai selamanya. Bukan hanya menentangnya tetapi juga menahan berkat anugerahNya kepada orang itu. Karena itu Ia katakan; "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yak. 4:6)
Hal yang unik lagi, karena seseorang dapat dikatakan telah berzinah dalam hati. Padahal umumnya dimengerti bahwa zinah adalah hubungan intim atau dan sejenisnya dengan bukan suami-isteri. Dan inilah zinah hati yang disebut Yesus; “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Matius 5:28). Inti pokoknya bukan pada memandang tetapi dimana oleh hatinya menginginkan melakukan zinah, itulah berzinah hati. Maka orang yang tidak menjaga hati sering jatuh pada berzinah hati.

- C -
Solusi Menjaga hati
Umat Tuhan dari keturunan Abraham memiliki perjanjian dengan Allah yaitu bahwa setiap laki-laki harus disunat (Kej.17:10). Namun sunat jasmani belum cukup sebab ternyata umatNya sering meninggalkan Tuhan dan mengikut allah lain. Untuk itu dalam kitab Ulangan 10: 16 Tuhan berfirman; ”Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” (bnd. Rom.2:29). Sunat hati menjadi solusi untuk tetap setia menjaga hati.
Paulus berdoa dan sekaligus menjadi salam dalam beberapa awal suratnya supaya jemaat dipenuhi damai dengan dimulai dari hatinya. Dia mengatakan; ” Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:7)

- D -
Akhirnya, pada intinya bahwa menjaga hati adalah untuk tujuan kehidupan. Pada awal tulisan ini, telah saya tuliskan sebagaimana dalam kitab Amsal 4:23 ”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Dari hati ada kehidupan, ada kasih, kebaikan dan segala kebajikan. Maka tak heran bila disebut, melayani dengan hati, menyapa dengan hati, senyum dengan hati, berbuat dengan hati.
Hati (Ibrani: Lev) dan jiwa adalah bagian inti dari kehidupan manusia sejak penciptaan. Hati, jiwa manusia menjadi perbedaan besar di antara semua ciptaan. Kepada manusia sajalah Tuhan memberikannya sehingga disebut mahkota ciptaan.
Ya, Yohanes juga menyaksikan bahwa siapapun orang menyebut diri sebagai orang percaya harus membuktikan bahwa dari hatinya ada air kehidupan. Bacalah Yoh. 7:38; "Barangsiapa percaya kepada-Ku,…… dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Karena itu jagalah hati, jangan kau nodai, dari situ mengalir air kehidupan.

Bandung, 5 Nopember 2008

Pdt.Hopol M.Sihombing,STh
Pendeta HKI Resort Bandung

Berita Kegiatan MBW Edisi Pebruari - Maret 2009


PERESMIAN DAERAH IX HUMBAHAS & PELANTIKAN PRAESES



Sebagai bentuk Implementasi salah satu Keputusan Sinode ke 58 HKI Tahun 2008 perihal Pemekaran Daerah III Tobasa-Humbahas, maka pada tanggal 14 Nopember 2008 bertempat di HKI Sibuntuon, Resort Lintong ni Huta diadakan Pertemuan antara Pucuk Pimpinan HKI dengan Praeses Daerah III Tobasa Humbahas dan seluruh Pendeta serta Perwakilan Jemaat dari 8 Resort di Daerah Humbang Hasundutan. Hadir 73 orang yang menjadi Peserta Rapat.
Rapat dipimpin oleh Praeses Daerah III Toba-Samosir: Pdt. S.Br. Nainggolan, STh dan Notulis : Pdt. Bahara Sihombing, STh. Beberapa keputusan yang dihasilkan dalam Rapat yaitu :


  1. Pemekaran Daerah III Tobasa Humbahas menjadi 2 Daerah yaitu Daerah III Tobasa dan Daerah IX Humbahas.
  2. Zetel dan Rumah Dinas Praeses Daerah IX Humbang bertempat di Dolok Sanggul.
  3. Penetapan Anggaran Kebutuhan untuk Pelaksanaan Tugas Praeses.
  4. Mendemisioner Panitia Yang Lama (BPPPD) Oleh Praeses Daerah III Toba Samosir.
  5. Pembentukan Majelis Daerah IX Humbang dilakukan pada sebuah Rapat setelah terpilihnya Praeses yang baru. Rapat diusulkan pada bulan Januari 2009.
  6. Membuat Program kerja - Pengembangan Daerah IX Humbang Tahun 2009.
  7. Melengkapi Komposisi Kepengurusan Daerah IX Humbang
  8. Tidak adanya Penggantian anggota Sinode diluar Aturan yang berlaku di masing-masing Daerah.
  9. Melengkapi kembali kepengurusan lembaga-lembaga di Daerah IX Humbang.
  10. Mengupayakan pengadaan rumah Praeses dengan secepatnya, sekaligus melaksanakan peresmian Daerah dan serah terima Praeses.
  11. Untuk Keuangan Daerah sampai 31 Desember ditangani oleh Panitia Peresmian Daerah dan kemudian disampaikan kepada Bendahara Daerah IX Humbang yang baru setelah dipilih.
  12. Mengangkat Panitia Persiapan Peresmian HKI Daerah IX Humbang, yaitu

A. PENASIHAT :
1. Seluruh Pendeta Resort se Daerah IX Humbang
2. St. Jahormat Hutasoit (Lintong Nihuta)
3. Marulak Sihombing (Lintong Nihuta)
4. St. Mangantar Hutasoit (Siborong-borong)
5. WJ. Lumbantoruan (Nagasaribu)
6. St. R. Simanullang, SPd (HKI Pakkat)
7. Manoto Sihombing (Lintong ni Huta)
8. St. Sabam Nababan (Hutasoit-Simamora)
9. St. Domu Hutasoit ( Lintong ni Huta)
10. CSt. T. Simanullang, SH (Pakkat)
B. PENANGGUNGJAWAB : Pdt. S. Br. Nainggolan, STh (Praeses Daerah IX Humbang)
C. BPH PANITIA
· Ketua : St. Bangun Hutasoit
· Wakil Ketua : Fransiskus Purba
· Sekretaris : Drs. Lamhot Hutasoit
· Wakil Sekretaris : Gilbert Manalu
· Bendahara : Harry Sihombing, SPd
Anggota :
1. St. Hotman Sianturi (Paranginan)
2. St. Banggas Hutasoit (Nagasaribu)
3. St. Hotman Simbolon (Pakkat)
4. St. S. Silaban dan St. S. Pasaribu (Siborongborong)
5. Drs. H. Banget Sibuea (Lintong ni Huta)
6. dr. Tutur Dolok Siallagan dan dr. Santer Haloho (Dolok Sanggul)
7. St. Junus Hutasoit (Hutasoit-Simamora)
8. St. Karnance Tambunan (Muara)
ACARA PERESMIAN DAERAH IX HUMBANG DAN PAOJAKHON PRAESES

Atas perkenanan Tuhan, maka pada hari Minggu tanggal 25 Januari 2009 Peresmian Daerah IX dan Pelantikan Praeses dapat terlaksana. Sebagaimana Ketetapan Sinode HKI 2005, Pucuk Pimpinan menempatkan dan mangojakhon Pdt. Firman Sibarani, MTh sebagai Praeses Daerah IX HUMBANG dalam acara Ibadah yang dilayani oleh Ephorus, Pdt. Dr. B. Purba dan Sekretaris Jenderal, Pdt. R. Simanjuntak, BD.

Turut hadir dalam rangkaian acara a.l Pdt. M. Hutasoit, MTh (MP), Pdt. Langsung Sitorus (MP), Pdt. Naomi Simarmata, STh (MP), St. Gayo Gultom, SH, MKes (MP), Pdt. S. Br. Nainggolan, STh (Praeses Daerah III),Pdt. M. Saragi (Praeses Daerah I), Pdt. M. Lumban Gaol, STh (Ka.Dep Marturya), Bupati Humbang Hasundutan bersama unsur Muspika, St. Marasal Hutasoit (DPRD SU-Ketua Umum PA HKI), St. Ir. Jonner Togatorop, anggota DPRD HUMBAHAS, Pdt. Bonar Nababan,DPS (Praeses HKBP Daerah Humbang), Ir. Reinward Simanjuntak, MM (Ketua
Panitia Pencanangan Tahun Diakonia), Ny. Candra Panggabean/Roosylinda Br. Marpaung, para Pendeta HKI dari Daerah II, III, dan IX, perwakilan Gereja tetangga, dan undangan lainnya. Acara berlangsung dengan meriah. Sebelumnya, Panitia hanya memprediksi kehadiran anggota Jemaat dan para Undangan hanya berkisar 1500 orang. Namun antusias para jemaat se Daerah IX ini dan dari Daerah III tidak terbendung, sehingga tempat yang disediakan oleh Panitia tidak dapat menampung seluruh jemaat di tempat yang disediakan. Antusias anggota jemaat mendukung pemekaran juga tampak dalam partisipasi membawa silua untuk dipersembahkan mendukung acara penggalangan dana yang diperuntukkan untuk pembangunan Kantor dan Rumah Dinas Praeses Daerah IX. Pada saat itu terhimpun dana sekitar Rp. 250 juta disamping bahan bangunan lainnya. (hp-red)




PERAYAAN JUBILEUM 80 TAHUN HKI RESORT KHUSUS MEDAN KOTA




Tanpa terasa…….berkat kasih dan anugerah Tuhan Yesus Kristus sang Kepala Gereja, HKI Medan Kota (dahulu dikenal sebagai HKI Dahlia) Resort Khusus Medan Kota, telah menginjak usia ke-80 pada 9 Desember 2008. Panitia yang diketuai oleh St. dr. L. Sirait, SpB, KBD merancang beberapa kegiatan dalam rangka perayaan JUBILEUM 80 TAHUN tersebut yang mengambil thema "Dipenuhi Dengan Buah Kebenaran Dalam Kristus (Filipi 1 : 11)" dan sub thema "Jubileum 80 tahun menjadi momentum bagi warga jemaat HKI Resort Khusus Medan Kota untuk menjadi berkat bagi sesama, bangsa, dan negara".

Rangkaian perayaaan Jubileum diawali pada 30 November 2008 dengan Ibadah Khusus Inkulturasi Batak Toba / Puji-Pujian. Acara ini berbeda dengan ibadah Minggu biasa. Semua jemaat memakai ulos dan atribut tradisional lainnya. Ibadah tidak hanya diiringi oleh 3 orang pemain keyboard Gereja tetapi juga diiringi dengan uning-uningan dan seruling. Khotbah disampaikan oleh Pdt.H. Simangunsong, BD (Mantan Ephorus HKI) yang juga pernah melayani sebagai Pdt Resort di HKI Dahlia. Setelah acara makan siang bersama, anak-anak Sekolah Minggu dan Tunas Remaja memperdengarkan puji-pujian yang disambut oleh hadirin dengan memberikan sumbangan sebagai wujud partisipasi untuk melengkapi pembangunan gedung sekolah minggu. Pada tanggal yang sama kemudian diadakan Acara Reuni Alumni Persatuan Naposo Bulung (PNB) HKI Jl. Dahlia. Ada yang datang dari Jakarta, Kalimantan, Bogor, dan tentunya dari Medan. Walaupun sebagian sudah tidak bergereja di HKI namun kecintaan mereka pada HKI dapat dilihat melalui partisipasi mereka dalam penggalangan dana untuk melengkapi sarana dan prasarana di HKI Dahlia.
Pada 14 Desember 2008, perayaan Jubileum dilanjutkan dengan bakti sosial kesehatan berupa pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar gereja, warga masyarakat korban kebakaran Jl. Mangkubumi yang masih mengungsi dan tentunya warga jemaat gereja HKI Jl. Dahlia. Kegiatan ini diadakan selesai ibadah minggu di "guest house" yg direncanakan akan menjadi ruang poliklinik gereja. Acara pengobatan Gratis ini dibuka dengan doa oleh Pdt. HKI Resort Khusus Medan Kota, Pdt. H. Simangunsong, S.Si.
Menurut dr. U. Satria Sihombing yang adalah sekretaris Panitia sekaligus tim dokter yang memeriksa pasien (3 dokter dan 3 paramedis), pasien yang dilayani pada Pengobatan Gratis ini berjumlah ± 150 orang. Obat-obat disediakan oleh panitia dan juga bantuan dari sponsor PT Kalbe Farma dan PT Anlene Indonesia yang juga mengadakan pemeriksaan tulang (osteoporosis) secara gratis. Sesudah mendapat obat, pasien mendapatpatkan konseling dan didoakan oleh Tim Doa (Parhalado HKI Medan Kota) di gedung gereja, kecuali warga masyarakat yang Muslim. Beberapa warga yang terkena musibah kebakaran Jl. Mangkubumi bahkan sampai menangis saat konseling dan didoakan.
Puncak acara Jubileum berlangsung pada 21 Desember 2008, dimulai dengan Ibadah Raya yg meriah dan diliput oleh media cetak & elektronik, dengan kotbah oleh Ephorus HKI, Pdt. DR. B. Purba. Acara tidak saja dihadiri oleh warga HKI Resort Khusus Medan Kota, tetapi juga oleh undangan yaitu Perwakilan dari Resort HKI yang ada di Medan sekitarnya, Majelis Pusat, Majelis Daerah & Gereja tetangga (a.l. Praeses HKBP Distrik Medan/ Aceh, Pdt. Marpaung, STh dan rombongan Koor Gabungan HKBP Sudirman, Mannen Koor GPIB Immanuel & GKPS).
Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan pemberian cenderamata dan piagam penghargaan kepada para pendiri HKI Dahlia dan para pelayan yang pernah melayani dan masih melayani di HKI Resort Khusus Medan Kota. Hadir menerima cenderamata dan piagam penghargaan a.l. Praeses HKI Daerah VI, Pdt. K. Simorangkir, S.Th beserta Pdt. M. Hutauruk, Pdt. C. Siahaan & Pdt. L. Simamora, S.Th.
Pada saat acara penggalangan dana, seluruh warga jemaat dan undangan sangat antusias memberikan bantuan sehingga Koordinator Bidang Dana Cst. Drs. S. Hutabarat dan bendahara Ny. Maringga br. Simbolon cukup kewalahan mencatat semuanya. Pada kesempatan ini, berkenan hadir Kepala Dinas Koperasi & UKM Pemprovsu, Ir. Jonni Pasaribu atas fasilitator mitra kerja-nya, St. Maurids H. Damanik, SE,MA.; dan beliau diulosi oleh Praeses, Pdt. K. Simorangkir, S.Th.
Suksesnya rangkaian perayaan Jubileum 80 tahun tersebut adalah berkat kerjasama & koordinasi yg erat antara Panitia dengan Majelis Resort / Parhalado & Jemaat HKI Resort Khusus Medan Kota serta dukungan dari berbagai pihak baik warga HKI maupun non-HKI. Beberapa tokoh non-HKI yg mendukung baik materil maupun non-materil antara lain: Mantan Gubsu, Drs. Rudolf M. Pardede; Sekda Propsu, DR. R E Nainggolan, MM; Ketua Dekopin Sumut, Drs. T. Ferdinand Simangunsong; Direksi Bank Sumut (BPDSU); Drs. Manarata Manik & beberapa Kepala Cabang Bank Sumut; serta Wakil Ketua Umum Kadin Sumut, DR. Jonner Napitupulu.
Dapat ditambahkan bahwa sesuai thema dan sub thema yang telah ditentukan pada Jubileum HKI Resort Khusus Medan Kota ke-80 dan pencanangan tahun 2009 sebagai tahun Diakonia HKI, maka pada tanggal 4 Januari
2009, majelis dan perwakilan warga jemaat HKI Resort Khusus Medan Kota juga telah memberikan bantuan sembako bagi warga masyarakat sekitar sungai Deli yang mengungsi karena terkena banjir.
Kiranya kegiatan di HKI Medan Kota ini semakin menyemangati semua warga HKI dapat mensukseskan tahun Diakonia HKI 2009. Sehingga kehadiran Gereja HKI sebagai persekutuan orang Percaya pada Yesus Kristus semakin dirasakan sebagai sarana berkat bagi sesama dan seluruh ciptaan. Mari Berdiakonia....!! Tuhan Yesus memberkati …….!!!
Berita Kiriman : Ny. St. dr. Liberty Sirait, SpB, KBD/Elda Buana Br. Gurning



11 (SEBELAS) ORANG CALON PENDETA HKI MENERIMA TAHBISAN KEPENDETAAN DI HKI PASIR BIDANG - SIBOLGA.



Tohonan sebagai Pendeta yang diterima seseorang memiliki konsekuensi bahwa yang bersangkutan harus benar-benar melandaskan hidupnya sebagai hamba Allah. Menjadi alatNya untuk menyatakan kasih dan berkat Allah kepada seluruh Ciptaan. Pendeta sebagai Hamba Allah dalam hidupnya harus selalu membawa sesama manusia semakin dekat kepada Allah, terutama dalam menanti datangnya Hari TUHAN yang dari segi waktu, kita tidak tahu kapan akan tiba. Maka untuk itu setiap orang percaya harus siap sedia dan waspada dengan memperkuat diri dengan Iman. Ini adalah sebagian penekanan pada Khotbah Ephorus HKI, Pdt. Dr. Burju Purba pada Ibadah penahbisan Pendeta yang dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 07 Desember 2008 di Gereja HKI Pasir Bidang - Resort Sibolga, Daerah V Tapanuli Tengah-Tapanuli Selatan. Lebih lanjut dalam Khotbahnya, Ephorus HKI menyampaikan bahwa setiap Pendeta yang baru ditahbis hendaknya mempedomani 7 poda tohonan yang ada di Agenda HKI dan tidak mengganggap diri lebih hebat tetapi menjadi pendeta yang ’burju’ dan rendah hati. Mintalah pertolongan pada Tuhan dalam Pelayanan dan percayalah Allah akan menyertai sepanjang zaman.


Melayani dalam Ibadah Pentahbisan a.l Ephorus HKI : Pdt. Dr. B. Purba sebagai Penghotbah, Sekretaris Jenderal : Pdt. R. Simanjuntak, BD sebagai Liturgis, Praeses Daerah III Toba : Pdt S. Br. Nainggolan, STh sebagai Pembawa doa syafaat, Pdt.Toljun Lumbantobing, STh (Mejelis Pusat HKI - Pendeta HKI Resort Sibolga) sebagai Pemimpin Kidung Pujian/Ende. Para Calon Pendeta yang menerima Pentahbisan dalam Ibadah dan diaturkan dalam Surat Ketetapan Pucuk Pimpinan Huria Kristen Indonesia No. 530/PP.HKI/DU/XII/2008 tanggal 05 Desember, adalah sbb :

  1. Darwin Saragi, STh -Pelayanan terakhir sbg Calon Pendeta di-Res. Siantar III
  2. Manamba Tua Pasaribu, STh - Resort Parapat
  3. Likson F Simanjuntak, STh - Resort Kolang
  4. Ance Idaris Simanjuntak, STh - Resort Asuhan Stadion
  5. Benjamin Saragi, STh - Resort Tornagodang
  6. Riston Eirene Sihotang, SSi - Resort Simpang Opat Porsea
  7. Cica br Nababan, STh - Resort Sumbul Berampu
  8. Parlindungan Sitorus, STh - Resort Kisaran
  9. Andar Lubis, STh - Resort Tanah Jawa
  10. Ronald Sihombing, STh - Resort Siborongborong
  11. Sri br Tampubolon, STh - Resort Tarutung Utara
Setelah Ibadah Pentahbisan Pendeta, acara kemudian dilanjutkan dengan Makan Bersama, Kata-kata Sambutan, dan Pemberian "Ikan Mas Upaupa" kepada Pendeta yang baru ditahbiskan oleh Jemaat HKI Resort Sibolga (sebagai Tuan Rumah Pentahbisan) dalam hal ini diwakili oleh M. Simanullang (Jemaat HKI pasir Bidang). Seluruh Ibadah Penahbisan dan rangkaian acara lainnya berlangsung khikmat dan meriah yang diikuti sekitar 500 orang Jemaat dan Undangan. Turut hadir dalam rangkaian Acara, a.l Bupati Tapanuli Tengah Drs. Tuani Lumbantobing, Wkl. Ketua DPRD Kota SIbolga, Drs. Palar Nainggolan, Mewakili Pemerintah Kota Sibolga, Pdt. Firman Sibarani, MTh (Ketua Konven Rapat Pendeta HKI), Pdt. E. Sihotang, SmTh (Praeses HKI Daerah V Tapteng-Tapsel), Pdt. R. Simamora, S.Th (Praeses HKBP Distrik Sibolga), Pdt. M. Lumban Gaol, S.Th (Ka.Dept. Marturya HKI), Para Pendeta HKI, Jemaat HKI di pelayanan Resort Sibolga, undangan dari Okikumene/Gereja tetangga, dan rombongan koor dari beberapa Jemaat.
Kita dukung dan doakan kiranya Penyertaan TUHAN Yesus Kepala Gereja tetap menyertai dan menguatkan Pelayanan Pendeta yang baru di Tahbiskan, sehingga Nama TUHAN lah yang semakin dimuliakan. Syalom. (hp)




RETREAT DAN KEAKRABAN PARHALADO DAN SEKSI SEKSI HKI RESORT JAKARTA II DENGAN THEMA : ’KEPEMIMPINAN YG MELAYANI’


Bertempat di Villa Sirna Galih Cimacan, Puncak, atas prakarsa Amang St Mulia Hariandja, dari tanggal 6 sampai 8 November 2008, seluruh Parhalado dan seksi seksi di lingkungan Resort Jakarta II, mengikuti acara retreat, keakraban dan seminar. Thema nya pun menarik: ”Kepemimpinan yang melayani.”
”Karena kita semua adalah pemimpin” begitu Ketua Majelis HKI Jemaat Cawang Cililitan ini menjelaskan; baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Dinginnya hawa daerah Puncak, tidak mengurangi semangat seluruh peserta yang terdiri dari Jemaat Pondok Gede dan Cawang Cililitan. Semua mengikuti acara demi acara dengan tertib. Pembicara yang diundang pun tidak sembarangan, ada Pdt DR Einar Sitompul dan Esron Hariandja MA, dan tidak ketinggalan Dkn Ir MH Manullang, seorang manager profesional yang sudah dikenal baik di lingkungan Resort Jakarta II.
Para peserta mendengarkan penjelasan, berdiskusi dan melakukan pembahasan atas pemaparan yang disampaikan para pembicara dengan antusias sehingga waktu yang disediakan dirasakan tidak mencukupi.

Resume Session Pdt. DR. Einar Sitompul :

Nilai-nilai kepemimpinan harus disuarakan terus-menerus dan konsisten.
Tugas dan wewenang agar dibedakan melalui adanya Job Discription yang jelas
Pola perekrutan dan pembinaan pelayan gereja yang konsisten.
Adanya model kepemimpinan seperti Yosua

Resume Session Pdt. Esron Harianja,MA :

Seorang pemimpin harus mempunyai Visi dan Misi.
Visi Gereja berpedoman pada apa yang diajarkan Kristus yaitu jadikanlah semua bangsa menjadi muridKU;
Kemitraan dalam pelayanan gereja adalah menjadikan gereja yang tidak statis tetapi dinamis;
Kepemimpinan bukan terletak pada legalitas jabatan melainkan pada karakteristik untuk pelayanan sebagai Kristen.


Resume Session Dkn.Ir.M.H.Manullang :

Dalam pelaksanaan Management Gereja diharapkan agar masing-masing lembaga dan seksi-seksi dapat memahami serta melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan ruang lingkup masing-masing (job description);
Dengan mengetahui job description masing-masing lembaga/seksi, maka standard operational procedure (SOP) pelayanan dalam gereja dapat berjalan dengan baik.
Apabila program kerja tidak berjalan sesuai dengan rencana, maka perlu dievaluasi semua element yang mencakup tentang strategi, infrastruktur, nilai-nilai, dan sumber daya manusia.

Sesuai thema dan topik yang disampaikan, para pembicara yang pada pokoknya menguraikan tentang Kepemimpinan (Leadership) dan Management pada umumnya serta aplikasinya dalam gereja, menetapkan hal-hal pokok yang perlu untuk ditindak lanjuti mencakup:

  • Menentukan Visi HKI Resort Jakarta II dan Visi Jemaat
  • Menetapkan dan merumuskan Job Discription (Tugas dan Wewenang) serta Strandard Operational Procedure (SOP)
  • Tertib Administrasi Gereja (Data Base Jemaat)
  • Menentukan Program Kerja Lembaga dan Seksi-seksi
  • Sosialisasi Peraturan Rumah Tangga PRT HKI tahun 2005

Pada pembahasan lebih lanjut yang dirangkum oleh Tim Perumus, yang terdiri dari IR MH Manullang, Ben Tobing, Efendy Simanjuntak SH, MH, St Marihot Silalahi dan Ali Sadikin Siregar, para peserta selanjutnya sepakat untuk menetapkan Misi & Visi HKI Resort Jakarta II yaitu sbb :

Visi & Misi Gereja HKI Resort Jakarta II

VISI :
Jadikan tahun 2009 – 2010 menjadi tahun Diakonia.


MISI :
Menjadikan HKI Resort Jakarta II sebagai Resort yang tertib Administrasi
Menjadikan seluruh warga jemaat HKI Resort Jakarta II aktif untuk mengikuti kegitan gereja.

Pada hari Sabtu tanggal 29 Nopember 2008, Tim Perumus berupaya merumuskan lebih lanjut dan menjabarkan hal-hal yang penting dan relevan untuk ditindak lanjuti di lingkungan gereja HKI Resort Jakarta II sesuai amanat para perserta sebagaimana digariskan di bawah ini :

I. POKOK-POKOK PIKIRAN :

A. Mengenai Job Description :

Diminta kepada setiap seksi dalam lingkungan gereja untuk melaksanakan tugas, wewenang dan tanggungjawab sesuai fungsi masing-masing agar tidak terjadi tumpang-tindih dalam pelaksanaannya.

B. Mengenai Administrasi Data Base Jemaat:

Agar dilakukan pemutahiran data base ruas/jemaat (up to date) sebagai implementasi dari pencanangan tertib administrasi di lingkungan gereja di HKI Resort Jakarta II.

C. Mengenai Program Kerja:

Agar masing-masing seksi membuat program kerja yang lengkap beserta anggarannya dan diajukan tepat waktu sehingga dapat dibahas serta disetujuai oleh Pimpinan dan Majelis Jemaat untuk dilaksanakan

D. Mengenai Sosialisasi PRT HKI 2005:

Agar setiap Pimpinan beserta aparatur yang berada dibawahnya, anggota Majelis, anggota BPK dan semua Parhalado di HKI Resort Jakarta II dapat memahami dengan jelas PRT HKI, sehingga penerapannya dapat berjalan seperti dimaksud oleh PRT itu sendiri


II. PENJABARAN PADA TATARAN OPERATIONAL :

Selanjutnya Tim Perumus menjabarkan hal-hal pokok tersebut diatas pada tataran operational sebagai berikut :

A. JOB DESCRIPTION

Penjabaran ruang lingkup pekerjaaan (Job Description) masing-masing aparatur serta seksi di Resort maupun Jemaat agar segera dibuat dan ditetapkan oleh Pimpinan Resort maupun Jemaat. Hal ini sangat perlu agar masing-masing aparatur dan seksi mengatahui apa tugas, tanggungjawab, wewenangnya serta fungsi lingkup pekerjaannya.
Dengan ruang lingkup kerja (job description) yang sudah jelas, maka dapat dibuatkan standard operational procedure (tata laksana) pelaksaan tugas masing-masing.

B. TERTIB ADMINISTRASI

i) Tentang Data Ruas/Jemaat :
Data base mengenai keberadaan ruas yang terkini atau up-to-date misalnya termasuk mengenai alamat rumah, pekerjaan, pendidikan, jumlah anggota keluarga, jemaat yang sudah pindah, anggota baru, jumlah per sektor/wilayah, dll).
Pekerjaan Data base tersebut agar dapat dilaksanakan mulai awal tahun 2009 atau paling lambat bulan Februari 2009 sudah mulai dilaksanakan di tingkat Jemaat untuk disampaikan ke Resort.
Pelaksanakan pendataan data base di tingkat Jemaat ini dilaksanakan Seksi Litbang dan Sekertaris Jemaat serta hasilnya dilaporkan kepada Pimpinan Jemaat untuk diteruskan ke Resort
Hasil pendataan jemaat sudah harus selesai dan dilaporkan paling lambat bulan Mei 2009;
Pemutahiran data base dilakukan melalui penyebaran formulir baik di Gereja atau lewat sektor masing-masing

ii) Tentang Keuangan :
Hal-hal yang berkaitan dengan Keuangan gereja dijalankan oleh Bendahara sesuai dengan fungsinya seperti diatur dalam PRT dan pengawasaanya dilaknakan oleh BPKR/BPKJ;
Pembukuan dan laporan keuangan Resort agar dibuat dan dilaporkan sesuai dengan format yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat HKI atau BPKP.
BPKR dan BPKJ agar dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan berkordinasi dengan Pimpinan Resort dan Bendahara Resort.

Menutup tulisan ini, saya mengutip ucapan John Maxwell: ”Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh dan melayani. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut”. (Oleh : Ben Tobing)

HKI Siboras Resort Sumbul sebagai Jemaat yang baru di HKI

Seiring dengan pertumbuhan iman dan rasa ingin maju di pelayanan HKI maka pada tanggal 24 telah berdiri 1(satu) jemaat di Siboras, Sumbul, Sidikalang yang bernama HKI Siboras Resort Sumbul. Anggota jemaat pada mulanya adalah : 18 KK, namun sejak tanggal 1 Januari 2009 telah berjumlah 24 KK.
Adapun Pimpinan Jemaat HKI Siboras Resort Sumbul adalah: Guru Huria: St. J. Kudadiri (Pjs), Sekretaris : St. M. Br. Sitanggang (Pjs), Bendahara : St. A. Br. Kudadiri (Pjs)
Saat ini jemaat telah melangsungkan kebaktian di gedung Gereja yang sangat sederhana ukuran 6 M x 8 M, yang dibangun di atas tanah seluas : 10 M x 20 M yang merupakan hibah dari Keluarga St. K. Pasaribu (Op. Kapas) di Siboras Sidikalang. Direncanakan akan didakan Pesta Peresmian Jemaat Baru tersebut dan sekaligus Peletakan batu pertama pada tanggal 29 Maret 2009. Kiranya Tuhan memberkati dan memberikan apa yang perlu dalam Pesta Peresmian dan Peletakan Batu Pertama pembangunan Gereja tersebut. Demikian penuturan Pdt. Drs. J. Pasaribu, STh (Pendeta HKI Resort Sumbul) yang datang melaporkannya kepada Pucuk Pimpinan HKI di Kantor Pusat HKI di Pematang Siantar. Mari kita dukung dan doakan, semoga HKI semakin jaya. (EJP)



Perayaan Natal Bersama Kantor Pusat HKI dan Panti Asuhan Zarfat



Sudah menjadi kalender rutin setiap tahunnya, Kantor Pusat dan Panti Asuhan Zarfat selalu melaksanakan Perayaaan Natal secara bersama. Perayaan berlangsung dengan sederhana, diikuti para staf /pegawai di kantor Pusat bersama keluarga dan Pengasuh serta anak-anak asuh di Zarfat. Tahun ini perayaan dilaksanakan di HKI Bah Sampuran.Juga turut hadir para Pendeta yang melayani di Kota Siantar sekitarnya, juga PW HKI Bah Sampuran bersama Parhalado.

Kebaktian dipimpin oleh Pdt. H. Pakpahan, S.Th dengan Liturgis Pdt. EJP. Manullang, S.Th. Tampil menggunakan perangkat multi Media, khotbah menjadi menarik dan membuat yang hadir terpesona.

Setelah acara kebaktian, semua yang hadir makan malam bersama bertempat di aula Panti Asuhan. Acara ini dimeriahkan oleh Paduan Suara anak asuh panti, juga duet dari anak Zarfat yang masih berumur 5 tahun mengumandangkan lagu rohani dan senandung lagu batak. Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan natal bagi anak-anak Asuh Panti Asuhan. (mlg)






HKI Juma Saba Simp. 2 Mengadakan Makan Bersama & Lucky Draw Dalam Menyambut Natal 2008




Untuk keempat kalinya HKI Simpang Dua mengemas perayaan Natal Umum tangal 24 Desember dengan makan bersama dengan seluruh warga jemaat dan untuk yang kedua kali diisi dengan pemberian hadiah lucky draw. Tanggal 24 Dsember 2008 pemberian hadiah semakin meningkat seiring dengan kesadaran warga memaknai Natal sebagai momentum bersejarah melakukan aksi memberi.

Sebelum penarikan hadiah seluruh warga berkumpul di depan gereja untuk menikmati hidangan Natal. Kali ini penyumbang makan bersama (partamue) adalah salah seorang penatua yaitu St.RPS.Janter Aruan, MH (Angota DPRD Kota Pematangsiantar, juga Majelis Pusat HKI). Kiranya harapan beliau menjadi DPRD TK I Propinsi Sumatera Utara dari daerah pemilihan Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun dari Partai PIB nomor urut 1 dapat tercapai lewat pilihan masyarakat khususnya warga HKI.

Hadiah yang terkumpul dari warga sebanyak 130 jenis baik berupa alat-alat dapur, perlengkapan rumah dan elektronik. Ada tiga hadiah Televisi yang disumbangkan oleh para peduli gereja di luar keangotaan HKI yakni: PT. Sentra (Perusahaan angkutan Sentosa dan Intra) melalui Kel. Napitupulu/br.Butarbutar yang begitu dekat dengan kegiatan gereja HKI dan merupakan penyumbang tahun kedua dengan hadiah Televisi. Kemudian dari Kel. Kennedy Parapat, SE (pengusaha pupuk tokoh masyarakat Simpang Dua). Selanjutnya dari Ir. Efendy Sianipar (Koordinator napak tilas Nommensen dan berharap menjadi DPR Pusat dari Daerah pemilihan: Binjai, langkat, Pakpak, Dairi, Siantar, Simalungun, Asahan, T.Balai, Batubara)

Semuanya berlangsung penuh sukacita dan tanpa diduga bahwa hadiah TV diperoleh keluarga yang belum memiliki TV yaitu Ibu br. Silalahi dan br. Panjaitan. Puji Tuhan kiranya segala pemberian yang tulus ikhlas menjadi dorongan semangat untuk tetap peduli dengan kegiatan gereja sekaligus menjadi insiprasi bagi semua warga untuk lebih semangat bekerja mengandalkan Tuhan. Hadir dalam acara tersebut Pdt. M. Saragi (Praeses Daerah I Sumatera Timur I) dan Pdt. Edwin JP. Simanullang, STh (Staff Pucuk Pimpinan HKI). Pdt. M. Hutasoit, MTh (Pendeta HKI Resort Siantar II) juga secara khusus mengundang Pucuk Pimpinan HKI yaitu Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekjend HKI)



Pucuk Pimpinan HKI Memimpin Natal Oikumene Kota Pematang Siantar



Natal Oikumene yang mempersatukan seluruh Umat Kristiani di Kota Pematang Siantar dilaksanakan pada tanggal 29 Nopember 2008 dipusatkan di Lapangan H. Adam Malik Pematang Siantar. Dibawah terang tema : Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain (I Tes. 5:13b) dan Sub Tema : Natal memberi semangat baru bagi manusia untuk menerima dan menghargai perbedaan, meningkatkan kasih dalam tolong menolong menuju kehidupan yang rukun dan damai.

Acara berjalan dengan khikmad, meriah dan sukses ditambah lagi hiburan dari Artis Ibukota Jakarta : Gretha Sihombing dan Johan Chang yang memukau umat Kristiani yang ada di P. Siantar. Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus HKI) dalam Khotbah menekankan bahwa kita harus melawan kekerasan dengan budaya damai agar kita dapat hidup rukun dan saling tolong menolong dalam kasih, berdamai dengan Tuhan, berdamai dengan masyarakat/sesama kita dan berdamai dengan diri sendiri serta alam sekitar. Setelah Ibadah selesai para pendeta/pimpinan Jemaat diundang oleh Walikota P. Siantar : Ir. RE. Siahaan (Ketua Umum Panitia Natal) untuk makan bersama di rumah Dinas Walikota. (EJPS).

Thursday, December 11, 2008

Cover MBW edisi No.20, Desember2008 - Januari2009/Tahun XXX/2008


Editorial Bina Warga Edisi Desember 2008 - Januari 2009


MERAYAKAN NATAL DITENGAH KONDISI EKONOMI GLOBAL YANG TERPURUK

Kondisi ekonomi yang buruk yang terjadi diseluruh dunia sungguh sangat membebani kehidupan. Banyak perusahan terpaksa memberhentikan para karyawannya, bukan hanya perusahan kecil; bahkan Perusahaan Besar dunia. Yahoo sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang komunikasi yang mendunia yang memfasilitasi promosi perusahaan besar dunia bahkan terpaksa mem-phk-kan karyawannya karena kondisi ekonomi ini. Harga TBS (Tandan Buah Segar) sawit, Karet, Kopi dan hasil pertanian lainnya jatuh merosot diluar dugaan yang membuat banyak petani menjerit. Disamping harga pupuk yang melambung tinggi, muncul persoalan baru; pupuk sulit dicari – meski pemerintah telah mengumumkan harga pupuk disubsidi, tetapi para petani kebingungan mencari pupuk, pada hal musim tanam sudah dimulai.
Meskipun harga minyak dunia sudah turun, pemerintah kita masih menunda untuk menurunkan harga BBM dengan berbagai alasan – yang tentunya membuat penderitaan semakin tidak berkurang.
Ditengah kondisi seperti ini – kita akan merayakan Natal dan Tahun baru, yang secara tradisi, khususnya buat kita umat Kristen adalah hari sukacita. Natal dan tahun baru biasanya selalu diwarnai dengan perayaan-perayaan yang dilakukan oleh Gereja, Persatuan Marga, Ikatan Kerja dan STM (Parsahutaon). Masihkah tahun ini; anak-anak kita masih memperoleh pakaian baru untuk merayakan Natal dan Tahun Baru ? dan pertanyaan yang lebih panjang, akankah kesulitan ini akan semakin berkurang di tahun 2009 ? Sebuah pertanyaan matematis yang sulit dijawab.
Kalau kita mencoba menghitung secara matematis tentang kehidupan ekonomi yang telah kita lalui pada hari-hari yang lampau kita pasti akan tercengang. Coba kita hitung keuangan antara pemasukan dan pengeluaran yang kita peroleh. Misalkan saja hanya untuk biaya makan satu keluarga yang rata-rata 4 orang sungguh suatu keajaiban kita masih dapat melalui hari-hari. Kehidupan ini tidak dapat dihitung secara matematika, sungguh suatu rahasia pengasihan ALLAH yang tak dapat terselami.
Disisi lain, kondisi ekonomi yang belum baik ini; bila kita lihat dari sisi iman – baiklah kita pahami sebagai satu proses pendewasaan iman sehingga kita semakin dapat melihat keagungan dan pengasihan Allah yang tetap dan senantiasa membimbing dan menyertai hidup kita. Mari kita belajar lebih dalam apa yang dikatakan dalam kitab Yakobus ”... bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (1:2-4), sehingga kita semakin dapat memaknai arti dari perkataan : Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (I Petrus 5:7).
Jadi meskipun kondisi ekonomi sekarang belum menunjukkan tanda-tanda baik, bukan berarti tidak ada pengharapan. Merayakan Natal, kita disegarkan atas besar kasih karunia Allah dalam kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Meskipun ikat pinggang semakin ketat, merayakan dan memaknai Natal tidak akan terhilang. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh.3:16).
Selamat Hari Natal 2008 dan tahun Baru 2009. (Pemred).

Bahan Jamita Bina Warga Bulan Desember 2008

Jamita Minggu Advent 2
Tgl. 07 Desember 2008
2 Petrus 3 : 11 - 14
Redaksi
Rade ma Hita Manjanghon Haroro Ari ni Tuhan i

I. Patujolo
Ditingki mandok hata patujolo/salam, dipatandahon si Simon Petrus do dirina na manurathon surat 2 Petrus on. Suratna na paduahon on, ditujuhon ibana tu halak na porsea na tongtong di Asia na metmet naung jomolo manjalo surat 1 Petrus ( 1 Petrus 1:1). Apostel Petrus rap dohot Apostel Paulus, diuhum mate do nasina, ala ni haputuson na binahen ni Kesar Nero na jat i (na marujung ngolu di bulan Juni, taon 68 M). Marhite on ma boi botoonta, Petrus manurat surat 2 Petrus on sekitar taon 66-68 M, ndang sadia leleng nai andorang so mate syahid ibana di Roma (2 Petrus 1:13-15). Jala ojahan ni surat 2 Petrus ima: hasintongan surat i tutu mangalo angka pangajar-pangajar palsu/naso tingkos.

Ciri-ciri khas na menandai surat 2 Petrus on ima:
  1. Surat on marisihon angka hata/statement na mansai marimpola di Bibelta taringot: panurirangon, hagogoon ni Debata jala huaso ni Barita Nauli (2 Petrus 1:19-21).
  2. Di bindu 2 di surat ni Judas, mansai sarupa do dohot surat 2 Petrus on di pangambation ni angka pangajar naso tingkos/palsu. Boi do tarida i, molo mangadopi angka parsoalan na sarupa taringot tu guruguru naso tingkos i/palsu, dipangke Judas do angka ajaranajaran ni apostel Petrus naung dihangoluhon ibana na laho manghatahon na so tingkos do ajaran ni angka guru palsu.
  3. Bindu patoluhon ima na patoranghon sada bindu di Padan na Imbaru na mansai agung taringot haroro ni Tuhanta Kristus na paduahon.

Di namanurathon surat Petrus on, adong do tujuan ni apostel Petrus, ima :
  1. Paingothon halak na porsea asa hot nasida jamot, dungu/tekun mangulahon hasatiaon, habadiaon nang panandaion na sintong taringot tu Jesus Kristus.
  2. Patoranghon jala manolak angka ulaon na gok sipaotooto/akal busuk siala angka panurirang/guru pargapgap/naso tingkos di luat ni Asia na metmet na tongtong na lao mangarongrong hasintongan ni angka Apostel manang angka pangajar na marbisuk sian Debata.

II. Hatorangan
Dibagasan 2 Pet 3:1-18, Petrus membuktihon hasalaan ni angka pangajar palsu taringot haroro ni Tuhan i (2 Petrus 3:3-4). Suang songoni di tingki masa ni si Noak na so umboto haroro ni aek na sumar na sian Debata na manegai pingkiran ni jolma di hatiha i, na so porsea di hata ni Debata. Angka Pangalessem i pe mapitung haporseaonna taringot tu bagabaga nang padan ni Debata taringot haroro ni Kristus Jesus. Alai songon parulaon na menentuhon do songon uhum aek na sumar i (2 Petrus 3:5-6), Kristus naeng ro muse mangarongashon portibi on marhite api (2 Petrus 3:7-12) dungi manompa saluhutna muse gabe na imbaru (2 Petrus 3:13). Marningot saluhutna on, tama nian halak na porsea dibagasan ngoluna ingkon marparange na badia jala satia di hatiha i (2 Petrus 3:11,14).
Di turpuk jamita on, dipatorang do angka na masa di ari parpudi i, ima angka pangalesem, parhata insakinsak dohot na mangoloi angka hisapna sandiri. Gumodang do muse mandok: ari ni Tuhan i ndang sadia leleng nai be, jala adong do muse marpingkiran, nunga lalai be Tuhan i, manang lupa Tuhan i di janji harorona i. Ndang pola ganggu Apostel Petrus hinorhon ni i, ala adong do dua alus na mansai denggan taringot tusi didok ibana, ima:
  1. Marasing do ariari ni jolma sian ariari ni Debata. Ai, sada ari do di Tuhan i songon saribu taon di jolma na tinompana i, jala saribu taon songon sadari do di Tuhan i.
  2. Ndang lupa Debata di ari Nai, alai sai dipalambas rohaNa asa sanga muba sude jolma sian dalan na jat tu dalan na denggan hombar tu lomo ni rohaNa, asa unang adong jolma na mago. Alai na pasti, jala porsea do hita ro do ariNa i, jala salpu do sude na masa saluhutna na di portibi on. “ Antong taparangehon ma parange na badia dohot hadaulaton di angka ari ni ngolunta huhut paimaimahon jala manghasiholi hororo ni ari ni Tuhan i.

Songon tanda Anak dohot boru ni Debata hita, tontu adong do pangalahonta dohot sikapta na laho managam/maimaimahon ari haroro ni Tuhan i ?

a. Tarpaima do hita muse di angka langit dohot tano na imbaru na gabe inganan ni angka hatigoran. Alai ingkon diuhum Debata ma portibi on, jadi roma langit dohot tano na imbaru muse na gabe inganan ni hatigoran; na so boi masuk na ramun, ndang siula hagigian dohot gabus disi (bdn. Pangk 21:27). Alani jorbut ni pangalaho i, mansai tumpol do didok apostel Petrus: naso marparbuehon habadiaon dohot haporseaon di ngoluna, na mago do ibana disi(ayat 9). Alai halak na hot di panjouon dohot pamilliton na tu ibana, jaloonna do hangoluan na saleleng ni lelengna (ayat 10-11). Jadi dibagasan ipe didok ndang adong be angguhangguk dohot tangis, ndang adong hamateaan dohot na hansit (Pangk. 21:4).

b. Parangehon ma na badia dohot hadaulaton ; so martihas, so hasurahan jala dibagasan dame. Domu tu inganan na pinaimaima i, tontu ingkon pahombaron ma diri tusi. Ingkon badia ma pangalaho dohot pangulaon. Ingkon rimpas (sempurna) ma di dapot Tuhan hita di ari ni Tuhan i, maimaimahon i dohot na manghasiholi ari ni Tuhan i.

Laho pahatophon haroro ari ni Tuhan i, adong do tolu bagian muse dalan ni angka na porsea laho paimaimahon ari ni Tuhan i :

  1. Tangiang do dalanna. Sai di ajari do hita mandok “ …..Sai roma harajaonMu…..”. Asa halak na porsea martangiang mambuka rohana asa dimasuki Tuhan i.
  2. Habadiaon dohot pangoloion pahatophon haroro ni Tuhan i. Ala dibagasan habadiaon dohot pangoloion do tarbungka roha ni jolma laho manomunomu haroro ni Tuhan i. Jala baliksa, pangaloon dohot haurahon ni jolma i do na olo palambathon haroro ni Tuhan i.
  3. Parbarita Nauli on, didok Jesus : “ Laho ma hamu, podai hamu ma saluhut bangso….” ( Mateus 28:19) Ulaon parbarita nauli on (marturia) on mansai ringkot do on ulahonon ni angka na porsea laho pahatophon haroro ni ari ni Tuhan i. Jadi ndang holan di taon Koinonia (2008) sajo hita marbarita Nauli, alai dohot do nang di sude taon parasinirohaon na ni lehon Debata jala termasuk ma disi taon Diakonia (2009) na naeng ro taeahi, na disangkapi Pucuk Pimpinan ni Hurianta Huria Kristen Indonesia (HKI).

III. Panimpuli

Di minggu Advent na paduahon on, marhite turpuk jamita on dipaingot hata ni Debata do tu hita asa: Unang pintor pamura hu porsea hita, apalagi halak Kristen naung tumanda Kristus di angka hatahata/ramalan ni jolma taringot haroro ni ari ni Tuhan i. Alai, ingkon porsea do hita na pasti do haroro ni Kristus Jesus na paduahalihon i. Debata sambing do na manontuhononsa jala umbotosa. Molo sahat ro ari ni Tuhan i; adongma disi langit dohot bumi na imbaru jala kota na imbaru inganan ni angka na porsea jala marhaporusan tu Debata. Ro do Ibana naeng manguhumi hita muse taringot angka na taula dibagasan ngolunta di portibi on. Alani i, sai diarahon do hita laho mangauhon panjouon ni Tuhanta di hita Kristen ganup marsadasada. Nunga ro Kristus i, manopot hita, jala paluahon hita sian nasa dosanta, asa targoar hita anak dohot boruNa. Na maimaima do hita muse di ari harorona na paduahalihon i (eskatologis), laho manjou hita tu hasonangan di angka na porsea jala mara di angka naso porsea tu Debata. Antong, taparade ma rohanta laho manjangkon harorona ni ari ni Tuhan i dibagasan ngolunta on marhite parangenta na badia jala marhadaulaton. Amen.


Jamita Minggu Advent 3
Tgl. 14 Desember 2008
Lukas 3 : 7 - 14
Pdt.Suparman Simamora S.Th
Pdt. HKI ResortLabuhan Batu II

Pauba Hamu ma Rohamunma

I. Patujolo

Barita Nauli sinurathon ni si Lukas, ima dokter Lukas. Dongan saulaon ni si Paulus do anggo ibana. Sian Antiokhia di Syria do asalna jala halak Gorik na porsea do ibana (pat. Kol 4:14). Hombar tu nabinaritahon ni 2 Timotius 4:11, dung do ibana rap tarhurung dohot si Paulus. Barita Nauli sinurathon ni si Paulus on dipasahat do tu si Teofilus secara khusus (kemungkinan seorang tuan yang kaya, yang kepadanya karya diegesis1 ini dipersembahkan, tetapi tidak dianggap sebagai pembaca yang diharapkan), asa porsea situtu ibana dibarita nauli i. Adong mandok si teofilus on ima sahalak kristen terkemuka dikalangan halak Gorik. Umbahen I do didok Barita Nauli on disuraton tu angka halak Kristen non-Jahudi.

Ciri khas Injil Lukas adalah penulisannya, yang memulai Injilnya dengan urutan silsilah dari masa Adam, bukan dari masa Abraham, yakni orang Yahudi bangsa pilihan Allah yang pertama. Ini berarti bahwa keselamatan Tuhan Yesus Kristus diperuntukkan juga bagi orang-orang bukan Yahudi. Ciri yang paling menonjol dari kitab Injil Lukas adalah yakni keprihatinannya terhadap orang yang terbuang (bnd.10:30-37;18:10-14; 15:11-24; 19:2-10; 23:43;7:43-47;9:38-42). Itu sebabnya bahwa kitab ini sering disebut sebagai Injil untuk orang yang terbuang, yang ditulis kira-kira tahun 80-90 M yakni setelah jatuhnya Yerusalem marhira taon 70 M oleh pemberontahan kaum Makabe.

II. Hatorangan ni Turpuk

Sude do na opat buku i (Matius 3:1-12; Markus 1:1-8; Lukas 3:1-20; Yohanes 1:19-28) manurathon taringot tu si Johanes Pandidi. Jala laos sian i do dianggap permulaan ni Barita Nauli i (Pat Mark 1:1; Ulaon 10:37). Si Lukas secara khusus mampordomuhon kisah i tu keadaan situasi zaman ditingki i, marhite namanurathon huhut angka tanggal dohot situasi politik. Hombar tu Lukas 16:16, kisah Yohanes dianggap do sebagai hasisingkop (penggenapan) ni bagabaga naadong di Padan Narobi (Jes. 40:3-5), jala ulaon ni ibana ima maritahon hamubaon ni roha jala mandok asa tardidi bahen hasesaan ni dosa. Hombar tu si, adong dua pangajarion na terkandung di turpukta on na pinasahat ni Lukas:

1. Ndang marlapatan pandidion i molo so adong hamubaon ni roha (ay 7-9)
Dung simpul si Lukas patorangkon partingkian taringot tu si Johanes di ay.1-6, diuduti ma muse tu ulaon ni si Johanes; asa didok ma tu natorop na ro padidihon dirina tu ibana: Hamu, anak ni ulok! (ay.7). Sian Matius 3:7, halak Farisi dohot halak Saduki do hape naginoaran ni si Johanes disi. Ulok dianggap do on simbol kejahatan (Psalm 58:4-5). Jala di pangungkapon 20:2, didok do sibolis i sebagai “ular tua”. Tu si ma dipartudoshon hajahaton dohot kemunafikan ni halak Farisi dohot halak Saduki. Di Matius 23:33 pe digombarhon do ulok sebagai lambang kebohongan dohot penipuan. Jala hinorhonon ni i na so tarpasiding do sasintongna rimas ni Debata na ro sogot molo soadong hamubaon ni roha. Jala hombar tusi do pandohan ni si Johanes paboa ndang marlapatan pandidion i diangka nasoolo paubahon rohana.
Angka naolo mangalehon dirina asa tardidi ingkon ulahonon na do natama paboa naung marhamubaon (ay 8). Dison dipaigot muse nasida, bahwa asal-usul pardagingon dohot si Abraham ompunasida i, ndada i mambahen malua nasida sian uhuman sogot. Ai tarjadihon Debata do anak di si Abraham sian angka batu. Ai nungga pola ampe tangke tu daling ni angka hau, jala siap sedia laho manaba nasa hau naso marparbuehon naso denggan jala ambolonghonon tu api (ay. 9). Alai tung pe didok songoni adong dope tingki tuhamubaon andorang so terlambat.

2. Angka naung tardidi parbuehonon ni ido na tama (10-14)

Antong dia nama bahenonta ? Angka natorop (ay. 10; nga disi nang napogos pe), ro di si jalo beo (ay. 12), dohot angka soldadu rap do nasida manungkun aha nama bahenonnami? Tu nasida sude dipodahon asa patupahon ulaon holong ni roha. Holong ni roha naso marpambuat. Ndada songon halak farisi dohot saduki namangulahon holong asa dibereng halak. Ihut tusi didok tu nasida be namardua baju asa dilehon ma sada tu donganna naso adong bajuna, suang songon ni nang angka naumpeop sipanganon. Tu si jalo beo dohot angka soldadu didok tu nasida asa jujur jala jala adil dalam jabatan mereka. Asa laos sian i do botoon muse naung adong hamubaon ni roha.

III.Panimpuli

Hamu anak ni ulok, didok turpukta on do tu angka jolma sipangotootoi, siulahon gabus, penipu, halak namunafik, koruptor, sijalo sisip, sipabalik uhum, dll asa marhamubaon. Marhamubaon/bertobat lapatanna perubahan hati, yakni pertobatan nyata dalam pikiran, sikap, pandangan dengan arah yang samasekali berubah, marbalik nasian dosa tu Debata. Angkup ni i ringkot situtu manghagigihon dosa i. Ai hamubaon ni roha ido dalan tu haluaon na gok. Amen.



Jamita Minggu Advent 4
Tgl. 21 Desember 2008
Jesaya 7 : 10 - 14
Pdt. Togos Sinaga, S.Th
Pdt. HKI Resort Jakarta II

Mulak ma tu Debata

I. Patujolo
Jesaya marharoroan sian hata Heber “Yeshayahu” na marlapatan ‘Haluaon na ro sian Debata’. Di tingki ni ngolu ni si Jesaya gabe panurirang masa do hamaolon dohot hasusaan na mardapotdpot di ngoluni bangso i, ai masa do na ginoaran : “perang siro-Efraim, jala sude angka bangso patupa hagogoonna laho mangaleksehon bangso na asing. Ro do hata ni si Jesaya tu raja Ahas asa marhaposan ibana tu Debata na mangolu i unang tu hagogoon ni hasiangan (portibi on), jala didok si Jesaya do “molo so porsea hamu, ndang tagamon hot hamu” (7:9). Lapatanna, ingkon roha na porsea do bahenon laho manjalo dohot pasaut sangkap ni Debata di pardalanan ni ngolunta.
Hira rumang tu hamaolon namasa na joloi, masa do tongtong nang hamaolon di ngoluni hajolmaonta do sahat tu ombas on, ai tung ragam do ngolu na mambahen hita gabe sipata mabiar mangadopi angka namasa i, isarani ekonomi, ketidakadilan dohot angka parporangan na masa, jala godang do jolma na lomos na laho mangalugahon ngoluna didok rohana ndang margogo ibana laho patupa ngoluna i. Alani ido, di ombas on paboa na bangso ni Debata do nang hita, dilehon Debata do na gabe dalan ni haporseaonta marhite sada partinandaan dohot hasatiaon ni Debata, ai lehononNa do sada bukti na tongtong do Debata saor di hita:. Immanuel’ Donganta ma Debata”. Asa di ragam di hatahuton na masa di hajolmaonta, ingkon pos do rohanta paboa na tongtong do Debata mangurupi dohot marmudumudu hita.

II. Hatorangan

Disangkapi Debata do na gabe haluaon ni bangsoNa, ai dilehon do sada tanda marhite anakni si Yesaya na margoar “Sear-Jasub” na marlapatan (suatu sisa akan kembali). Sian tongatonga ni hamaolon ni ngolu i, dibagabagahon Debata do na ingkon adong na gabe manorushon generasi ni bangso i. Dipatorang do diayat on, paboa holong ni Debata, disuru do raja Ahas mangido sada tanda paboa na tongtong do Debata marholong roha di bangso i, jala pola didok Debata manang tanda sian Debata, manang sian banua toru manang sian banua ginjang, namarlapatan do i, ai tarpatupa Debata na do gabe dalan ni haporseaon nang ngolu di hita molo porsea hita di Debata. Dipangido roha ni Debata do sian raja Ahas asa adong roha naungkap sian Ibana laho mangido nagabe tanda di pandonganion ni Debata di bangsoNa. Di ayat 10-11 on tarida do na tongtong do satia Debata di jolmai, jala diigil Debata do molo dung itajalo sada partinandaan sian Debata ima na gabe mambahen dohot manogu hita tu dalan ni haporseaonta tu Debata.

Ayat 12: “ndang olo ahu mangido asa unang huunjuni Debata”
Di ayat on, dipatarida raja Ahas do paboa na halak naso porsea do ibana di Debata, alai dibahen ibana do dalan laho tundal sian bagabagai dohot pandohan “ndang olo ibana mangido asa unang diunjuni (dicobai) ibana Debata, alai taida do dison ai ndang adong dalan mangunjuni ibana tu Debata, ai Debata sandiri do marsuru ibana asa mangido tanda I, alai ndang manghaporseai Debata do i umbahen didok ibana pandohan ondeng. Didok ibana do “ndang olo ahu mangunjuni Jahowa”lapatanna di ombas i, raja Ahas menolak campur tangan ni Debata di haluaon na laho sipatupaonna di bangsoNa, alai ndang sangkap ni hajolmaon natulus di ulaon ni Debata, nang pe nungga dipatorang di di Jesaya 6: 9-10, paboa ndang dapot roha mangantusi dohot mananda nasida.

Ayat 13: “ua tangihon hamu ma, ale penompar ni si Daud”.
Dipaingot si Jesaya do, paboa na pomparan ni si Daud do nasida, jala songon raja Ahas berarti bertanggungjawab penuh do ibana di panjangkonon ni ibana di pasupasu do i di bangso i, jala mangkhorhon dalan ni parngoluon, ai tarida do i marhitehite angka parniulaan ni raja naso gabeak gabe madabu bangso i tu ragam ni hasusaan, didok si Jesaya ‘ndang dope sae hamu puuruuruhon jolma, dohot Debatangku naeng lojaanmuna”. Didok si Jesaya di ayat on “Debatangku” ndang be hata ‘Debatanta’ ai didok rohani si Jesaya ia raja Ahas ndang halak nasatia be tu Debata, jala tarida do di natinolakna i partinandaan ni bangso i, ido umbahen na ro tegoran ni si Jesaya maminsang ibana.

Ayat 14 : Di ayat on, dipatorang do hasatiaan ni Debata paboa na lehonon ni Debata di nasida raja, ndang raja sian hasiangan on be na gabe pangarajai di nasida, alai marhite sangkap dohot hagogoon Debata na tulus i di hasiangan on. Ndang gabe panundati roha naso unduk sian raja Ahas di sangkap ni Debata. Didok “gabegabeaan ma sada na marbaju, jala tumubuhon sada anak, jala bahenonna ma goarna: “Immanuel” lapatanna “donganta ma Debata” ai nungga tarida holong dohot sangkap ni Debata di ngoluni bangsona paboa naso tarambat hajolmaon huaso dohot holong ni rohaNa.

Sipahusorhusoron.

Dapot do pingkirannta molo didok marpesta berarti adong halalas ni roha na masa disi, jala halalas ni roha i ndang marharoroan i, sian balga dohot godang ni jolma ro tu ulaon i, alai sian roha ni namangulahonsa do dapot halalas ni roha di ulaon i. Alani ido, dijamitahon dipasunggulhon di ngolunta paboa ndang masa halalas ni roha di ngoluni halak naso tumanda Debata dohot sangkapNa di ngoluna. Tarida do i sian sikap ni raja Ahas naso porsea ibana di hata naung rot u ibana sian Debata. Nunga nian tangkas Debata mangkatai dohot ibana marhite panurirang Jesaya alai ndang tarjalosa ulaon ni Debata di ngoluna.
Raja Ahas sada gambaran do i di ngolunta, nunga mian tangkas sangkap dohot ulaon naung pinatupa ni Debata dihita, alai sipata sai maralasan do hita laho ndang manghaporseai dohot mian di bagabaga ni Debata. Sipata do masa di ngolunta na porsea holan tuhagogoon dohot pingkiranta, ndang taloas Debata mangatur dohot patupa halalas ni roha di hita.
Di na marpesta natal on, dipangido roha ni Debata do naeng gabe halak na porsea hita jala saluhut ulaon pesta natal natapatupa naeng mamboan hita tu tona manghaporseai Debata di ngolunta. Ndang haambatan hasiangan on ulaon ni Debata, jala hitape ingkon rade do manjangkon sangkap ni Debata masa di hita ganup, jala naeng ma marhite pesta Natal tubu dame nang halalas ni roha di ngoluni keluarganta dohot donganta jolma. Panarihonon ni Debata di hita naeng ma nian mambahen hita gabe halak na olo marpanarihon di dongan, jala ganup hita naeng ma nian gabe jolma na martanggungjawab patupa dame i di lingkungan dohot keluarganta ganup. Natal patupa halalas ni roha godang ma i di hita. Ala ni i marhite natal natapatupa naeng ma hita:
1. Manghaporseai Debata dohot HataNa, ai sangkap haluaon do i di hita.
2. Unang hita be holan porsea tu pingkiranta sandiri, jala tapasiding ma ngolu na manjuarhon Debata sian ngolunta.
3. Immanuel, didongani Debata do hita saleleng ni lelengna, ai satia do Debata mangurupi hita di angka hagaleon dohot hahuranganta, asal ma porsea hita di Ibana.

Jamita Borngin Andorang Natal
Tgl. 24 Desember2008
Lukas 2 : 8 - 15
Pdt. MP. Siregar, M.Th
Pendeta HKI Resort Hutabayu

Endehon ma Pujipujian Pasangap Debata


I. Patujolo

Sada sian Panurat ni Injil na opat i; na ginoaran Injil Synopsis (bhs. Yunani: Sin : Bersama-sama; Optalmos=Melihat/bersaksi), ima na margoar Lukas; ibana sahalak Yunani naung “bertobat”, naung gabe halak Kristen non Yahudi, na gabe si sean ni Tuhan Jesus Kristus, na parsidohot marpanindangion taringot tu hasintongan ni barita nauli na mamaritahon barita “haluaon” ni saluhut hita jolma na pinatupa ni Debata marhitehite Tuhan Jesus Kristus jala na sinuruNa “tubu” tu portibi on laho manobus hita jolma sian gomgoman ni dosa hamatean i.

Na marpardomuan tu hatorangan na di ginjang ima na dipajojor ni si Lukas di surat na tinogosna di mulana tu si Tiofilus (lapatanna: sahalak na manghaholongi Debata), donganna dohot marhaladoi taringot hata hasintongan ni Tuhan i.
Marhite tondi porbadia ni Debata na mangula dibagasan hadirion ni si Lukas na manurathon suratna on tu si Tiofilus, jala manurathonsa jojorjojor sian mulana taringot tu :

  1. HatutubuNa.
  2. Parngoluan dohot PangkhobasionNa.
  3. HamamateNa
  4. HaheonNa.
  5. HananaekNa.

Sada sian na lima na di ginjang ima na pinajojor ni si Lukas (Lukas 2: 8-15), taringot tu lembaran Sejarah di hatutubu ni Tuhan Jesus Kristus naung ro tu portibi on.

II. Hatorangan ni Turpuk.

1. Ayat 8 : Hata ni Debata na mandok: “jadi adongma….”, hata nauli jala na badia do on ma na manait dohot na manogu rohanta tu sada Peristiwa Sejarah na mansai tung balga situtu, na pinatupa ni Debata jala na ringkot tu ngolu ni hita jolma. Ima taringot tu hatutubu ni Tuhan Jesus Kristus. “Ibana do Anak ni Debata naung rotu portibi on gabe sipalua hajolmaon, jala Ibana do naung sinurirangkon ni angka Panurirang na songon Patujolo ni Tuhan i (bdn. Mika 5:1). Sada sian surusuruan ni Debata na mandapothon angka Parmahan na marborngin di ladang na disini na mangingani pinahan nasida, jala marsinondang ma sangap ni Tuhan i, humaliang nasida. Gabe mabiar situtu ma. Alai didok surusuruan ima tu nasida: “Unang mabiar hamu” !
Sada hata na marhasurungan situtu do hata ni surusuruan i laho mambohali angka parmahan i asa mian dibagasan pos ni roha nasida laho mangadopi situasi na masa, lumobi ma ala ni barita halalas ni roha godang do na binoan ni surusuruan i na gabe parsaulian ni sandok bangso i. Nang di angka udut ni ngolu nang ulaon nasida, hata ima na gabe bohal nasida manang tudia pe mangalangka dohot mangulahon angka siulaon nasida, asa tongtong unang tahutan nasida manang mabiar laho mangadopi angka na masa di ragam ni hamaolon ni ngolu na niadopan ni nasida, ai Debata do na mandongani jala na manogu-nogu nasida di pardalanan nang di ulaon nasida.

2. Dung na masa i, manang dung barita las ni roha di hatutubu ni Tuhan Jesus Kristus, tung ringkot do botoonta dohot taringotonta manang songon dia do angka na masa taringot na pinaboa ni surusuruan i tu parmahan i.

3. Dung dibege angka parmahan i naung “tubu” Tuhanta Jesus di Betlehem, huta ni si Daud, si Palua i, ima Kristus, Tuhan i, (ay.11), jala dung borhat surusuruan i sian nasida dompak ginjang, pintor masipandohan do angka parmahan i mandok : “Beta ma hita tu Betlehem, taida ma na masa on, na pinabotohon ni Tuhan i tu hita”. Spontanitas ni hata pandohan on ma tangkas, jala torang situtu do botoonta di balga dohot hinagok nil asi ni roha nasida. Nampunan hatuaon dohot haluaon na pinatupa ni Debata marhitehite hatutubu ni Tuhan Jesus Kristus.
Idaonta ma muse, halalas ni roha ni portibi on, di hatutubu ni Tuhan Jesus. Di taon 100-300 (abad I-IIIhon), ndang adong dipestahon huria na parjolo i, Ari parningotan mamestahon Pesta Hatutubu ni Tuhan Jesus, ala ni hamaolon dohot parungkilon na masa tu nasida. Ndang adong tingki laho patupahon pesta i, siala pangaleleon ni panggomgomi ni halak Rom na berusaha laho mangintopi pergerakan/kegiatan ni halak Kristen na semakin tumbuh dohot mengalami perkembangan.

Di laonlaon ni ari pe asa dipatupa Huria i Pesta Parningotan di Pesta Ari Hatutubu ni Tuhanta i :

  1. Di dua sumber taon : 335 dohot 354, dipamasa di huta Rom sandiri.
  2. Di taon 379, di pamasa ma Pesta on di huta Konstantinopel.
  3. Di taon 382, di pamasa do pesta i di huta Antiokhia.

Dungkon ni angka na masa on, mamungka rarat ma muse Pesta Ari Hatutubu Ni Tuhanta Jesus Kristus tu Mesir, Armenia sahat ro di sisik ni tano on (Pesan Oikumene)

4. Surusuruan i pasahathon “Dame” na sian Debata (ay. 14), didok : Hasangapon ma di Debata na di ginjang, dame ma di tanoon, di angka jolma halomoan i”. Sungkunsungkun: Boasa dohot hasangapon ni Debata na di ginjang ? Boasa marende pujipujian surusuruan ni Debata ? Boasa ingkon sude portibi on mamujimuji Debata ? Ala mamboan dame do hatutubu ni Tuhan Jesus i tu sandok hajolmaon.

Nuaeng taida ma balga ni holong ni roha ni Debata di Portibi on, ai pola do anakNa na sasadaiI dilehon, asa unang mago ganup na porsea di Ibana, asa hangoluan na saleleng ni lelengna di Ibana (bdn. Joh. 3:16). Taboto ma paboa marhitehite sian Ibana do pardengganonna tu bagasan diriNa saluhutna, nang angka na di tano, nang angka na dibanua ginjang, dung dipatupa Ibana “dame”i marhitehite mudarNa naung durus di silang i, marhitehite Ibana mian ma dame na sian Debata dibagasan hita. (bdn. Kolose 1:2).

5. Hatutubu ni Tuhan Jesus, sipalua i di huta Betlehem, ima barita na uli ni Damei i, taboto ma paboa na adong do dame i di banua ginjang. Diparsinta Debata do asa adong dame i, nang diportibi on. Umbahen na nidok Tuhanta i di hataNa na mandok: “ Alai anggo nuaeng, dibagasan Kristus Jesus do hamu; jala dao pe hamu najolo, gabe dipadonok mudar ni Kristus i do hamu nuaeng. Ai ibana do Pardameanta (bdn. Efesus 2: 13-14). Amen.



Jamita Pesta 1 Hatutubu ni Tuhan Jesus
Tgl. 25 Desember2008
Jesaya 42 : 1 - 4
Pdt. R. Simanjuntak, BD
Parhobas di Kantor Pusat

Nunga Ro Sipalua i

I. Patujolo
1. Na masa di turpuk on, disuru Apostel Paulus si Titus manghobasi Huria na di Pulo Kreta (1:5). Tugasna, manorushon angka ulaon naung pinungka ni si Paulus. Mangajarhon poda hasintongan i huhut manogu nasida anggiat mangolu/marparange dibagasan haporseaon na tutu (2: 7-8). Jala dao huhut unang dipatangitangi parpoda na lipe (1:10-12).

2. Diundukkon si Titus do tugas i huhut diulahon sian nasa gogona. Las rohana mangulahonsa. Alai andorang so i, anggiat lam tulus jala denggan pardalanan ni ulaon i, tangkas do dibohali Apostel Paulus si Titus. Lapatanna, ditongos si Paulus do suratna tu si Titus. Gabe laos ima sipaihutihuton huhut ojahan di si Titus laho manogu, mamodai huhut marmahani halak Kristen na di Pulo Kreta.

II. Hatorangan ni Turpuk

1. Mangihuthon si Paulus, ianggo hadirion ni jolma i, ndang adong be naso mardosa. Ndang adong be na tigor. Tung saluhutna do manimbil, parjahat huhut pinarhatoban ni haholomon dohot hosom (3:3). Ala ni i, nunga gabe sega parsaoranna dohot Debata mual ni hangoluan i. Gabe haholomon nampuna jolma i. Dungi ingkon uhum hamagoan dohot hamatean salelenglelengna, i hian nama jambar dohot ujung ni pardalananna. Songon i ma keadaan/status ni hajolmaon i andorang so ro Jesus tu portibion.

2. Alai tingki songon i keadaan/status ni jolma i, disi ma dipapatar Debata diriNa. Laos disi muse dipatuduhon holong dohot asi ni rohaNa i. Lapatanna, ala andul tumimbo jala umbalga do holong dohot asi ni rohaNa sian saluhut; jala ndang haambatan hagogoon ni dosa dohot haholomon i asi ni rohaNa, dungi gabe tuat ma Ibana dibagasan Jesus Kristus. Tubu Ibana di Betlehem-dipatutoru diriNa jala saor tu hita on. Dungi dipasahat diriNa. Olo Ibana sumeahon hosana jala durus mudarNa di silang i-ai aturan jolma i do nian hona uhum ala dosa i, alai gabe Ibana manggantihon jolma i tu paruhuman. Dungi gabe malua sian gomgoman ni dosa jolma i. Gabe ias hita marhite mudarna i. Gabe muba ma nang statusta. Lapatanna gabe goaran hita anakkhonNa. Gabe Ibana nampuna hita jala mian dibagasan hatiuron. Sude i dipatupa Tuhanta, tung ala asi ni rohaNa sambing do. Ndada ala ni ulaonta hatigoran umbahen malua hita (3:5).

III. Pokok-pokok Renungan

1. Tahamauliatehon ma asi ni rohaNa na so halompoan i. Ro Ibana paluahon hita. Mambahen gabe imbaru hadirionta, tontu gabe imbaru ma roha nang pangalaho. Lapatanna, sude parange/pangalaho marojahan di Jesus Kristus. Ai nasa ulaon na marojahan di Jesus Sipalua i, ima parbue/ulaon na denggan. Pangalaho na songon i ma gabe tanda mauliate ni rohanta.

2. Ala naung Ibana nampuna hita, jala saor Tuhanta Jesus Kristus di tongatonganta, na marlapatan do i; Dia campur tangan dalam segala hal ikhwal kehidupan manusia-termasuk ruas ni HKI. Ibana ma mangalehon gogo uju masa hamaolon-krisis ekonomi global. Patongon dorbiaNa tu jampalan na lomak.

3. Di Natal 2008 on, ringkot tatingkathon mutu/kwalitas ni keluarganta. Lapatanna, lam tu dengganna parsaoran/komunikasi ni orangtua maradophon ianakkhonna- unang ma nian maotikhu tingkina manghatahatai dohot anggota keluargana. Dengganna i antong keluarga i molo diatur/diprogramhon orangtua naummotikna 1 X 1 Minggu marpungu, rap martangiang huhut dipaboa orangtua tu ianakonna taringot tu ulaon ni Jesus naung ro tu portibi on. Dungi gabe terpatri ma Goar ni Jesus di hadirion ni dakdanak i dohot keluarga i. Dungi gabe margogo ma antong dakdanak i/keluarga i paholang dirina sian na so tama. Ai disi tubu/mian Jesus, laos disi do mian gogo, dame dohot las ni roha. Selamat Natal !



Jamita Pesta 2 Natal
Tgl. 26 Desember2008
Jeremia 31 : 1
Pdt. Hugo de Groot Nababan S.Th
Pendeta HKI Resort Simp. Opat – Porsea

Salelenglengna do Holong ni Debata


I.Patujolo

“Haholongan salelenglelengna hubahen mangkaholongi ho”. Diondolhon pandohan on do ‘holong ni Debata’, songoni nang ‘hasatiaonNa’. Ndang tarsirang holong dohot hasatiaon ni Debata. Satia do Tuhan manghaholongi hita, jala holong na satia do holong ni Tuhan i. Sai tongtong do Tuhan i manghaholongi. Ndang hea ndang. Tontu boi do Tuhan i sipata rimas. Olo sipata kecewa, olo hansit rohana. Jala sipata didabu Ibana do uhum tu angka jolma pardosa. Alai tutu, saluhutna i diula Ibana di bagasan holong.

Marbeda do hita jolma dohot Debata. Molo hita jolma, molo nunga hansit rohanta marnida sasahalak jala molo pola sampe tadok ‘mardomu di tano rara’, na so boi be hita manghaholongi. Holan marningot pardompahan ni na tahasogohon i pe nunga ro rimas. Na tapingkiri, boha ma asa boi baloson angka hansit ni roha i. Sai ni putar utokutok aha ma bahenon asa tong hansit pangkilalaan ni na tahasogohon i. Lam hansit dihila na tahasogohon, lam sonang roha. Impas!, sombu!, ima molo hita.

Alai anggo Tuhan ndang songon i. Di nasa partingkian tongtong do Tuhan i satia manghaholongi na tinompaNa. So haposan pe hita, tong do haposan anggo Ibana; ai ndang tarsoadahonsa dirina (2 Tim 2:13). Didok Debata do, “Ai munsat pe angka dolok, jala humuntal angka robean, alai anggo asiasingKu na so tupa munsat sian ho” (Jes. 54: 10). Lapatanna holong salelenglelengna do anggo holong ni Tuhan i. Ndang hea ndang satia holong ni Tuhan i. Ndang hea ndang dihaholongi Debata hita. Di turpuk on, bangso Isarel diuhum Debata ala ndang satia tu Ibana. Nangpe mardosa Bangso i, Alai tongtong do dipatudu Debata holongNa. Ditogutogu Debata do muse bangso Israel sian pambuangan mulak tu hutana (Allah memulihkan umatNya). Laos ido nang na pinatupa ni Debata tu hita marhite pesta Natal on, ima paluahon hita sian angka dosanta.

II.Hatorangan

“I have loved you with an everlasting love” – “Haholongan salelengnilelengna hubahen manghaholongi ho”. Hata na mansai romantis. Tabo begeon jala sonang roha marningot Hata i. Adong unsur padan di Hata i. Bahkan adong ‘garansi’, na tongtong satia Debata manghaholongi hita sahat rodi salelenglelengna. Ndang adong nanggo sahalak na di tano on na boi satia manghaholongi songon holong ni Debata. Martingki jala tarbatas do anggo holong ni hita jolma.
Molo manuhor ulaula elektronik manang otomotif hita, sai ta sungkun do adong do garansina manang na ndang. Somal sai dibahen perusahaan do garansi tu ulaula na ni produksina. Isarana, somal do dilehon garansi lelengna hirahira sataon. Molo adong garansi, pintor songon na pos do roha manuhor ulaula i. Andul sian i dope dilehon Debata ‘garansi’ tu hita. Ndang holan sataon, ndang holan lima taon, ndang holan sampulu taon. Alai salelenglelengna do diparrohahon, diparmudu jala diramoti Debata hita. Ima holong ni Debata na salelenglelengna –”Khesed Jahwe” (kasih setia Tuhan). “Ki le olam hasdo”-”rodi salelenglelengna do asi ni roha ni Debata”. Alani i ndang porlu lomos hape hita di ngolunta on, ai ‘digaransi’ Debata do hita.

Alai Jotjot lomos do hita manghaporseai holong ni Debata. Tarlumobi ma uju ro ragam ni angka parsorion. Hatiha nunga manghirim situtu hita dipangurupion, sai tatailihon tu hambirang dohot tu siamun, hape ndang marna ro pangurupion. Di situasi na songon on ma olo lomos hita dihagogoon ni Debata. di ngolunta on, ngolu marsasahalak, nang ngolu na markeluarga, dohot di ngolu na marnegara, adong 1001 macam alasan mambahen hita morongorong. Adong do na marsak ala ndang adong sipatupaon laho manuhor baju ni angka dakdanak, adong na morongorong ndang ro wessel ni ianakhon sian pangarantoan, ndang marna malum angka sahit, hurang gabe na niula, marsirang dohot nahinaholongan ni roha, ndang marna saut angka na tahirim, dohot angka lan na asing na mambahen hita holsoan. Sandok 1001 macam holsonta. Diangka holso dohot orongorongta tongtong dope hita marpanghirimon tu Debata?, Manang na gabe mandele do hita ndang porsea tu Debata.

Di pardalanan ni bangso Israel, dina mamolus parhorsihan pe nasida tangkas do pandonganion ni Debata. Tongtong do satia Debata manghaholongi bangsoNa. Tupa do saluhut na ringkot di ngolu ni bangso Israel nangpe diparhorsihan. Sian na jolo sahat tu tingkion hot do holong ni Debata. Songon holongaNa tu bangso Israel, songon i do haholonganNa tu hita. Diparhorsihanpe sai tong do didongani Debata Bangso Israel, songoni do nang diparungkilonta sai dongananNa do hita.

Mansai bagas jala mora do lapatan ni “Khesed Jahwe”–”Holong Ni Debata salelenglelengna” (Bhs.Indonesia: Kasih Setia Tuhan). ‘Khesed’ ima parpadanan ni dua bola pihak. Ima Debata dohot bangsoNa. Boi do patudoson on tu hubungan sahalak Ama (suami) dohot ina (istri), ima hubungan na dirahut hasatiaon dohot holong. Tarsongon i ma Debata na marpadan dohot bangsoNa, na nirahut ni hasatiaon (karat berith). Ndang tarsirang hasatiaon dohot holong ni Debata. Hape hita jolma, olo ndang sadalan tabahen holong dohot hasatiaon.Tarsongon sahalak ama, holong nina rohana tu pardihutana, alai olo sipata ndang satia. Sipata sai olo dope ‘mangalului naumposona i’. Boi do satia sahalak ina tu parsinondukna, alai ndang holong be anggo rohana, hira na tarpaksa na ma manjaga hasadaon ni parsaripeonna. Alai molo Debata sai saurdot do holong dohot hasatiaonna, ima holong na salelenglelengna.

Ala na so satia ma antong Bangso Israel di padan naung niunduk nasida dompak Debata, gabe tarbuang nasida tu Babel. Di padan i, na ingkon holan Debata do sombaon jala oloan nasida. Alai sipata disomba nasida do debata sileban. Na so jadi marangkup nian Debata bahenon ni Israel. Hape marangkup do dibahen Israel. Ima gabe paro rimas ni Debata. Gabe tarbuang Nasida tu pambuangan Babel. Alai saluhutna i diula Debata dibagasan holong do. Ndang hea dipasombu Debata Bangso na pinillitna i gabe tu hamagoan.

Hutogutogu ho marhite asi ni roha (Indonesia: dengan kasih setia Aku sudah menarikmu). Marhite HolongNa i, ditogu Debata bangso Israel sian parhorsihan. Digombarhon Debata do Ibana songon sada natoras na monogunogu ianakhonna asa boi mardalan (Hosea 11:1-4). Dipaherbang Debata tanganNa tu bangso Israel dohot holong na salelenglelengna laho manogu bangso Israel sian parhatobanon Misir. Ditogu Debata bangso Israel haruar sian pardangolanna. Dihasusaan ni bangso i, tong do mangula Debata. Ditatap jala mangkilala do Debata diangka parsorion ni bangsoNa.

Laos marhite holongna i, naeng toguon ni Debata bangso Israel muse sian pambuangan Babel. Saluhut do tarpatupa Debata laho mamboan bangsoNa tu hasonangan. Nangpe naung mardosa bangsoNa i , alai sai dianju Ibana do. Ima hapataran ni holongNa i. Ndang adong na boi manirang hita sian holong ni Debata.

Songon i do nang angka parsorion na taadopi dipartingkian on, ingkon pos do rohanta na dihaholongi Debata do hita. Ndang mansadi Debata manghaholongi hita. Molo tungpe taadopi angka haporsuhon, ingkon porsea do hita na tongtong mangula Debata mangurupi hita. Ndang hea dipasombu Debata hita. Alani unang mandele, molo tung pe ingkon mangadopi angka ragam ni hamaolon. Ai ndang na hurang ganjang tangan ni Jahowa mangurupi hita (Jes 59: 1). Holong ni Debata tongtong do mandongani hita. Debata ma donganta. Immanuel! Nang pe tutu ingkon berjuang do hita, asa monang maralohon angka parungkilon.

Nuaeng marpesta do hita, mamestahon ari hatutubu ni Jesus (Natal). Impola ni Natal ima holong ni Debata. Johannes 3: 13 mandok: “ Ai songon on do holong ni roha ni Debata di portibion, pola do AnakNa na sasada i dilehon asa unang mago ganup na porsea di ibana, asa hangoluan na salelengleleng di ibana. On do na gabe impola ni pesta Natal dohot impola ni sude Barita Nauli., na boi tarimpun di bagasan dua hata, ima Holong ni Debata. . Ido umbahen adong pesta Natal, ido umbahen na ro Jesus tu portibion laho paluahon pardosa. Sandok ala holong ni Debata do.
Dilehon Debata haluaon di hita pardosa. Gratis do haluaon i dilehon tu hita. Alai anggo Tuhanta hansit do diae asa malua hita. Ditadinghon ibana habangsaNa, tubu di bara ni pinahan, di inganan na rotak jala na bau, jala marsiak di hau pinorsilang, asa malua hita sian dosanta. Holong na so tarpatudos do holong ni Debata naung sahat tu hita. Na so patut be nian haholongan ni Debata hita alani pardosaonta. Angka hatoban ni dosa hian do hita. Alai diain Debata do hita gabe anak dohot boruNa. Tung patar do hagogoon ni holong ni Debata. “Power to love” –”kuasa mencintai”, ido anggo Debata, ndang songon godangan jolma, “Love to Power” – “ Cinta kekuasaan”.. Holong na berkorban do holong ni Debata (The sacrificial love). Holong na mangalehon diriNa humonghop hita. Ingkon holong ni Debata on do pangkeonta na gabe inspirasi di pesta Natal on, songoni nang dingolunta siganup ari, ingkon patuduhononta do pambahenan ni Debata i di ngolunta. Ingkon olo do hita manghaholongi angka dongan nangpe marasing sian hita, nangpe halakan napogos, hita namora. Halakan rakyat, hita pejabat. Halakan pegawai swasta, hita pegawai negeri. Halakan parrenggerengge, hita pengusaha. Halakan parugamo na asing, hita Kristen. Olo do hita manghaholongi, asa matapor angka tembok pemisah na lam hapal di partingkian on? Olo do hita berkorban tu donganta? Unang ma antong gabe holan halak tabahen gabe korban asa mangomo hita. Ingkon patubuon ni halak Kristen do angka ulaon na olo marsiurupan. Olo do hita pasangaphon donganta jolma tanpa mambedahon pangkat, marga, huta, sekte, ugamo dohot angka lan na asing?. Sandok nasa jolma ingkon haholongan. Ai holong ni Debata, ima holong na so pandang bulu do. Ingkon songoni do nang holongta, paboa naung jumolo dihaholongi Debata hita.

III.Panutup

Pesta Natal ima demonstrasi holong ni Debata. ‘Pameran’ holong ni Debata do na tapestahon. Ndang holan hata anggo holong ni Debata, Alai bukti nyata do. Sian na robi nunga dipatuduhon Debata holongNa. Diurupi Debata do bangsoNa mangadopi angka hamaolon, dipauli (dipulihkan) Debata BangsoNa sian angka hasalaanna. Tongtong do mangula Debata mangurupi hita. Alani, Unang be adong ruasNa na mandele molo ro angka sitaonon, alai marsihohot ma togu, ai didongani Debata do tongtong hita. Molo porsea hita na didongani Debata, lam marsihohot ma hita berjuang laho mangadopi angka hamaolon manang parungkilon i. Unang mandele!
Tapatuduhon ma roha namasihaholongan di ngolunta. Ai nunga tajalo holong ni Debata. Songon hasatiaon ni Debata manghaholongi hita, songon ima hita satia manghaholongi Debata. Nunga gabe si ‘parmonang’ hita, pinamonang ni Tuhanta Jesus Kristus. Alani sai mian ma dihita sikap mental si ‘parmonang’, unang mental ‘pecundang’ (A mental attitude of a winner, not loser!). Alana Sikap on mansai manontuhon profesionalismenta laho mangula angka ulaonta siganup ari. Amin.


Jamita Minggu dung Natal
Tgl. 28 Desember 2008

Jeremia 23 : 23 - 24
Pdt. Hopol Sihombiong, S.Th
Pdt. HKI Resort Bandung

Di Saluhut Inganan do Marhuaso Debata


PATUJOLO:
“Tarpatupa Debata Jahowa do mansai jonok Ibana tu ngolu ni jolma i, ndada holan jonok hombar/ di samping ni jolma i, alai torus tu bagasan rohana dohot ateatena. Ndang tarpatupa ni patung si songoni, sahat tu ateate ni jolma. Aut sura dipamasuk jolma i patung tu ateatena asa haru jonok di rohana, laos ido mambahen mate jolma i. Alai ianggo Debata, lam jonok hita tu Ibana, laos ido gabe hangoluan.”
On ma Minggu parjolo dungkon ari pesta di hatutubu (Natal) ni Tuhan Jesus. Mansai las rohanta tarlumobi, Si-Palua Ibana sian angka dosanta, huaso ni si bolis, parungkilan nang sian angka sahit pe. Jonok situtu do Jesus tu angka naporsea i, pola sorang Ibana sian sada anak boru, doshon hita jolma di portibi on, di tongatonga ni hita on.

HATORANGAN:

Dihatindanghon panurirang Jeremia di bindu 23:5, ia Raja jala Parmahan Natigor, namanboan bangsoNa tu hasintongan ima Jesus naginoaran tumbur sian si Daud. Laos Ibana do mangajari tu bangsoNa i, ise ma sisombaon jala sioloan; holan Debata parasi roha naung ro paluahon hita jolma. Jala angka sisongoni do gabe anak ni Debata (pat. Joh.1:12"Alai manang piga na manjangkon Ibana, tusi do dilehon huaso, asa gabe anak ni Debata nasida, angka na porsea di Goarna.”)

Asa molo di hatiha ni panurirangon ni Jeremia, masa mamele tu angka sombaon na sian gana-ganaan ni tangan (patung), debata Baal, haliluon do i. Jala masa pe haliluon i ala dipaotooto angka panurirang gapgap nasida, songoni raja dohot bangsona Israel sude dipaotooto. Nunga pola piga sundut sai marulak-ulak di ulahon bangso Isarel namamele dohot marsomba tu debata binahen ni tanganna.

Ro do nian hata ni Jahowa marhite angka panurirang sinuruNa, alai tung umporseaan nasida di hata binoan ni pargapgap marhite angka nipi/ marnipi (ayat 25). Nangpe naung didok di ayat 16; “Boti hata ni Jahowa Zebaot: Unang tangihon hamu hatahata ni panurirang, angka na manurirangi tu hamu! Na paotootohon hamu do nasida. Alatan ni rohanasida sandiri do dihatahon, ndada na sian pamangan ni Jahowa”dang apala dilehon roha ni bangso i laho pauba roha. Sai tong do hata ni sipaoto-oto diulahon, gabe taruhum nasida.

Hatiha i, raja ima si Jojakim(Jer.22:18; 2 Raj. 23:36-24:7 ) di taon 609-597 SM, jala marganti tu anakna margoar Joiakin(raja holan 3 bulan, taon 597: 2 Raj. 24:8-16). Diulahon dua raja on on najahat di adopan ni Debata (2 Raj. 23:37; 24:7) songon naniulahon ni angka ompuna ima manomba debata sileban, gabe ro uhuman tu Juda jala disuru Debata angka bangsa naasing maralohon nasida. Di 2 Raja 24:1-2 disurathon; “Uju di tingki ni si Joiakim, nangkok ma si Nebukadnesar, raja sian Babel, jadi mangoloi si Joiakim tu ibana tolu taon lelengna dung i marbalik ibana muse jala mangalo dompak si Nebukadnesar.

Dung i disuru Jahowa ma angka parduaan ni parangan sian halak Kasdim, Ram, Moab dohot Amon mangalo ibana, disuru nasida asa solaonna Juda jala agoonna, hombar tu hata ni Jahowa naung nilumbahonna hian marhite sian angka panurirang, naposona i.” Songoni do nang di harajaon ni si Joiakin anakna, di 2 Raja 24:12-14; disurat; diboan/ ditangkup raja Babel ma Joiakin, diboan dohot saluhut arta na di joro ni Jahowa jala dilongkangi sere i sian saluhut ulaula angka na pinauli ni si Salomo, arta na di bagas ni rajai (istana). Songoni sandok isi ni Jerusalem, sude angka induk na marhuaso, sampulu ribu halak tarbuang, sude angka tungkang hau dohot tungkang bosi, ndang adong tinggal nanggo sahalak, nda holan halak na so mardihadiha (lemah) sian bangso i na tading dang dohot tu habuangan Babel. Ima namasa alani hatangkangon ni bangso i dohot raja, jala ala naung ditundalhon nasida Debata Natumimbul i.

1. Di Nadao Dohot di Najonok, di si do Debata (23)

Ndang dipanghilalahon bangso i, hape jumonok do Debata tu jolma i sian angka patung nabinahena i. Ai tarpatupa Debata Jahowa do mansai jonok Ibana tu ngolu ni jolma i, ndada holan jonok hombar/ di samping ni jolma i, alai torus tu bagasan rohana dohot ate-atena. Dang tarpatupa ni patung si songoni, sahat tu ate-ate ni jolma. Gari aut sura dipamasuk jolma i patung tu ate-atena asa haru jonok di rohana, laos ido mambahen mate jolma i. Alai ianggo Debata, lam jonok hita tu Ibana, laos ido gabe hangoluan. Jala ingkon pos do rohanta “Donok do Jahowa di sude angka na manjou Ibana, tongon tahe di sude angka na manjou Ibana di bagasan hasintongan.” (Psalmen 145:18). Jonok do ibana jala di tonga-tonganta do Ibana, mangaramoti, mamasumasu hita saluhutna.

Songon i do di roha ni raja Joiakim, dohot anakna Joiakin songon angka raja na parjolo dohot nang rayat ni bangso i pe, ianggo Debata naeng ma boi idaon ni mata, jala tung jonok situtu pola boi boanon songon namaboan arta jala pola boi jamaon ni tangan. Alani i dipatupa nasida do patung nametmet dohot nabalga gabe sombaon, debata Baal. Nametmet ima patung naboi boan-boanon manang tu dia pe laho mardalani, ai didok rohana do ingkon jonok situtu tu debatana. Jala patung naumbalga dipaojak ma i di kuil. Alai anggo di roha nasida ingkon songonima nian Tuhan i. Asa manang aha pe namasa, gabe boi hilalaon disi Tuhan namangaramoti ibana. Hape lupa do nasida i, ianggo patung i, ganaganaan ni tanganna do i, napinature ni pande do i, dang marhosa, mate jala dang margogo. Jala lupa muse nasida, asa molo ingkon tingki jonok patung i, jonok tuhanna, antong dang marhuaso i sian nadao.

Adong batas frekuensi di istilah siaran radio, TV manang radius telepon seluler. Alai ianggo di naporsea i, jonok situtudo Debata. Didok di Jesayas 7:14 “Dibahen i apala Tuhan i sandiri ma mangalehon sada tanda di hamu: Ida ma, gabegabean ma sada namarbaju, jala tumubuhon sada anak, jala bahenonna ma goarna: Immanuel. (Immanuel = Tuhan bersama kita; di tonga-tonganta do Ibana; Tuhan immanent = Tuhan yang Maha dekat). Nang di hatutubuNa i di bagasan Jesus, ido patandahon najonok situtu Tuhan i tu hita. Pola gabe jolma Ibana doshon hita jolma.

Alai nangpe songon ndada holan di son Ibana, ala naung ro Ibana tu hita on. Ndada holan di luatta, di bagasta Ibana, di sudeinganan do Ibana; di inganan nadao sian hita, di inganan naso niida ni mata pe. Di surgo, di langit, di laut, di bariba ni pulo, di sude do tahe Ibana marhuaso. Antong ianggo Tuhanta, tong do maringan di inganan na dao, (di tempat yang jauh) didok ma istilahna Tuhan Transendent (jauh, tidak terjangkau).

Laos mangantusi do hita disi, ia molo mangolu pe hita di son (Indonesia) binahen ni Tuhan i, porsea do hita, Debata do tong namangalehon ngolu di angka naporsea na maringanan di luat nadao, isarana di Jerman, Amerika, dohot na asing na i. Sian surgo Ibana mangaramoti saluhut natinompaNa i. Ai sian najonok nang sian nadao, Ibana marhuaso.

Ndang songoni pangantusion ni sisomba ganaganaan ni tangan (patung). Holan di angka na jonok do i marhuaso, intap ni nadapot idaon ni mata. Lobi sian i, ndada marhuaso be i. Songon angka nampuna utiutian simbora panjaga ni daging, iasara sai somaldo ditalihon tu dagingna/ gontingna, di cincinna, di gonditna, asa jonok situtu. Ai molo tading i di jabu, hape laho ibana tu duru, tu kantor, marhuta sada, dangbe margogo i tu ibana. Alani i do, nang di bangso Israel dibaen patung gabe sombaonna, bahen debatana, debata Baal. Ai songoni didok rohana nasintong. Hape taboto ma, naung lilu do nasida di adopan ni Debata Jahowa. Holan Ibana do Debata, jala dang jadi marangkup bahenon Debata. Ndang jadi bahenon ganaganaan manang sumansuman dia na di banua ginjang nang di tano on, ro di na di bagasan aek na di toru ni tano ianggo tung gabe sisombaon manang sioloan (ptd. 2 Musa 20:2-5)

2. Ndang Tarbahen Marsitabuni Maradophon Debata (24)
Di bukku pangungkapon 2-3 tu ganup huria napitu i sai didok pamuhai ni Hatai “Huboto do....” angka/ saluhut ulaonmu, las ni roham, sitaononmu, parungkilonmu, sangkapmu, dna, Sian i taantusi ma paboa diboto Debata do saluhut ulaon nang panggulmit ni jolma dohot saluhut natinompaNa i. Dang adong nabuni jala dang adong naboi tarbunihon. Patar do sude di adopan ni Debata. Ibana do marhuaso di langit, di tano, di laut dohot di toru ni tano. Saluhutna tahe guru di Ibana do jala saluhut diboto Ibana (jaha Psalmen 139:2-14). Antong patar situtudo sude ulaonta di Debata. Songoni nang bangsoNa Israel,uju manomba debata sileban, diboto Debata naung manimbil nasida.

Pangarimpunan
Didok bukku Johanes 1:1+14; “Di mulana i nunga adong Hata i, jala saor tu Debata do Hata i, jala Debata do Hata i. Gabe daging ma Hata i jala maringan di tongatonga ni hita on, jadi huida hami ma hasangaponna, i ma hasangapon ni Anak sasada na sian Ama i, gok asi ni roha dohot hasintongan.”Hatutubu ni Jesus Sipalua i do nidokna di si. Sian mulana do Ibana hian jala Ibana do najumadihon angka natinompa i. Antong asa holan Ibana do Debata si sombaon, sihaporseaon dohot siolooan.

Porsea do hita jonok situtu do Tuhan, jala manang didia pe hita maringanan di sido Ibana mandongani hita angka naporsea i. Jala didok di Mat. 28:20 B; “Ai ida ma, sai na dongananKu do hamu ganup ari, rasirasa ro ajal ni hasiangan on!”Tanda na jonok Tuhan i, didok Ibana di padanNa, “donganKu do hamu ganup ari ro di ajal ni hasiangan on”. Holan tu Tuhan i ma hita pasahat ngolunta, di las ni roha nang arsak pe, tarpatupa Ibana haluaon di hita ro di saleleng ni lelengna, amen.


Jamita Borngin Ujung ni Taon
Tgl. 31 Desember 2008
Psalmen 139 : 7 - 12
Redaksi

Sai Toguon jala Tiopan Tangan Siamun ni Jahowa do Ahu

Patujolo:

Sai hira nantoari dope taon naimbaru salpu, hape nunga sahat hita nuaeng tu pangujungi ni taon 2008. Songon ima ariari mardalan so binoto naung salpu 364 ari dohot sude angka namasa: las ni roha, arsak, parungkilon, pangomoan nang harugian. Sian luhutna i, na pasti nuaeng nunga sahat hita tu pangunjungi ni taon laho mamdapothon muse sada taon naimbaru. Sungkun-sungkun: boha do au nasailaon, ture do pangalaho ki ? Ragam do ulaon dohot pangalaho naung tabaen dibagasan sataon on, jala molo disuhati sai hira nagumodang dope ari-ari naambolong dohot angka ulaon/sangkap naso dihalomohon Debata. Boasa masa i ? ala tarajumi holan hita sandiri do naumboto/mamereng pangalaho/sangkap (nabuni dibagasan roha). Boha do tingkosna ? ima nanaeng tasulingkiti marhite psalmen on.

Hatorangan:

1. Tudia ma tarbahen ahu laho maradophon bohim.

Mamungka ayat 1 turpuk on ro di ayat 6, dihatindanghon par-psalmen do hadirion ni Debata na marhuaso mamoto saluhut na masa dohot na niulahon tinompaNa i: nahundul, jongjong, mardalan, modom, nadibagasan pingkiran, tangkas do diboto Jahowa. Dirimpun ibana do panumpak ni Jahowa dingoluna mandok “dilinggomi tanganmu do ahu”. Marasing sian pangarajumion ni godang halak dipartingkian sisaonarion ala ni godang parsorion dohot hamaolon jumpang diparngoluon sai hira so parsidohot Debata mangurupi ngolu on. Taida ma jolo satongkin namasa dingolu ni bangsota on: godang ni pangalaho korupsi, manjalo sisip, pemerasan diula angka pangomgomi sai hira naso adong Debata mamereng pangalaho i.
Dirajumi jolma naparjolo i do (si Adam dohot Hawa do) boi ibana martabuni sian jolo ni Debata laho paholiphon saluhut angka ulaon pangalahona naung sala i (pat. 1Musa 3:8-10). Diparhatopot do naung sala ulaonna gabe mabiar jala maila situtu ibana. Dilului do partabunian na suhi, hape idama; ro do Debata manjou jala mandapothon ibana. Pangalaho ni hajolmaon do tutu namamoto naung sala pangalahona – laho do martabuni (manabunihon sala/dosa na) ala naung maila. Alai diangka ari parpudion, nunga godang be jolma i so pola maila atik pe naung mardosa, baliksa tahe mambahen alus mangalului hamonangan laho manghuphupi dosa/hasalaan na i asa dapot panimbangion jala tarjalo dongan.

Digoari do bangsota – bangso na Agamis, ragam angka ugamo tudutudu na dihaporseai adong huaso natumimbo sian huaso ni jolma i – ima TUHAN; alai sai hira naso dihabiari manang dihaporseai do Tuhan i? Ndang holan i tahe, didok ala naung mandele mangalului parkarejoan – gabe diula angka hajahaton: kekerasan, mangotootoi, dna. Boasa masa i ?

Nunga naeng marujung muse sada taon. Dibagasan nasataon bolon on, ragam do angka namasa jala ragam do tongtong sikap dohot pangalahonta mangalusi situasi i – jala olo do sikapta “holip sian adopan ni Jahowa”, andul sian panindangion ni par-psalmen on “tudia ma tarbahen ahu laho maradophon bohim”.

Dipaingot par-psalmen on do huaso ni Debata na sungogo i, maringanan do disandok suhi ni portibion. Ndang adong inganan na boi holip sian pamerengan ni Jahowa, nang dihabong ni buha siang ari ndang boi gabe inganan partabunian (Ind. “kemana aku dapat lari dari hadapanMu?”).


2. Sai toguon ni tanganmu do ahu, jala tiopon ni siamunmu ahu.
Marsak do roha marningot angka hamaolon diari parpudion mambege barita hamaolon ni perekonomian ni portibion natung mansai mangonai tu parngoluon siapari, godang pabrik natutup gabe godang na PHK. Susa do petani ala maol ni pupuk sipangkeon tu suansuanan atik pe di dok pamarenta adong pupuk subsidi laos ido pamaolhon mangalului pupuk, laos moru do muse arga ni hasil pertanian: kopi, sawit, karet. Marningot muse ditaon 2009 nanaeng ro, pamasaon ni bangsonta pemilu laho mamillit DPR/MPR dohot Presiden, jotjotan manusai perekonomian. Marningot on gabe bobonosan do hita jala busisaon. Olo do tahe dinadeba parohon pandelean gabe apatis namangoluon, paoruhon semangat juang.
Diparungkilhon par psalmen do dimasana angka hamaolon namambahen ibana mandate (ay.11). Diuji do laho mangalului dalan naasing laho paluahon dirina sian angka hamaolon intap naboi gogona, alai ndang marguna. Gabe sahat do ma ibana tu pangantusion: tung terbatas do hagogoon ni jolma i. Dipanghilalahon do, atik pe godang hangaluton di ngolu on molo Debata do dihaposi sai toguon ni Jahowa do angka nahinaholonganNa i mandalani ariari ni ngoluna jala ditiopi tangan siamunNa. On ma sada panindangion nanaeng diondolhon tu hita mandalani angka hamaolon naung masa dohot nanaeng masa dope “sai toguon ni tangan ni Jahowa do ahu, jala tiopon ni siamunNa ahu”.

Panimpuli:

Nunga sahat hita tu ujung ni taon 2008. Tutu olo do jala adong angka dalan dohot ulaonta dibagasan taon on namaralo tu lomo ni roha ni Debata jala na tauji manamondinghon i. Alai tangkas ma taboto songon na nidok par psalmen on “ ndang tarbahen maporus sian adopan ni Debata “ (pat. Ay.7). Ulaon na so marguna do manabunihon saluhut dosa sian adopan ni Debata (pat. Mat.10:26, Markus 4:22, Lukas 8:17, 12:2, Heber 4:13, I Kor.4:5), ai diboto do sude ulaonta: na hundul, jongjong, modom, mardalan (jaha ay.1-6). Alani i, binsan dipasanga Debata do hita sahat tu ujung ni taon on – tatopoti ma i tu jolo ni Debata.

Ndang adong manghalomohon masa haporsuhon dohot hasusaan tu ngoluna, alai matua sai masa do i tagan diportibion (pat. Rom 8:22, Joh.16:33). Sada naung dijanghon par-psalmen on di ngoluna songon na dihatindanghon jamita on “ Haholomoni pe, ndang mangkolom ianggo di jolo ni Debata, jala marsinondang do borngin songon arian, songon hatiuron i suang songon i haholomon marimpotimpot.”(pat.ay. 12). Angka nadiparbisuhi Debata, marguna do luhutna angka namasa, nang haporsuhon; ai dihorhon haporsuhon i do habengeton ni roha (Rom 5:3). Alai unang ma hita manaon haporsuhon ala ni ulaon na roa (pat. I Pet.3:17). Alani i ringkot rohahononta parngoluonta tu joloan on asa unang diunggilhon haporsuhon i hita (1 Tes. 3:3), ai martingki do hasusaan jala ndang lumobi sian hagoonta; ido patupahon di hita hasangapon na sumurung (2 Kor.4:17). Taingot ma panindangion ni par psalmen on: sai toguon ni tangan ni Debata do hita angka nahinaholonganNa, jala tiopon ni siamunmuNa do hita. Tapasahat ma dirinta tu Debata jala tapagomos panghirimon tu Ibana, songon na di dok di 1 Petrus 5:10: Alai anggo Debata, nampuna saluhut asi ni roha, naung manjou hamu tu hasangaponna na manongtong i di bagasan Kristus, pauliulionna, pahotonna jala patoguonna do hamu, dung jolo ditaon hamu satongkin haporsuhon i.