Tuesday, April 14, 2009

Artikel MBW Edisi April - Mei 2009

Sekilas tentang Yudas Iskariot
Pdt. Gom F.H Tampubolon S.Th
Email : gomtampubolon@gmail.com

1. Peringatan Paskah selalu mengingatkan kita kepada dua nama penting selain Yesus sendiri, yaitu Pontius Pilatus dan Yudas Iskariot. Peristiwa penangkapan terhadap Yesus tak terlepas dari peran serta Yudas Iskariot. Kitab Perjanjian Baru secara keseluruhan ada 40 ayat yang mencatat tentang penghianatan Yudas. Mungkin tidak ada ibu yang mau memberi nama anaknya "Yudas", sebab nama ini selalu diassossiasikan dengan ‘penghianat’. Padahal sebenarnya nama Yudas itu bagus sekali: Praise = pujian bagi Tuhan (dalam bahasa Ibrani: Yehuda, Yuda). Dalam Alkitab ada empat orang yang memiliki nama Yudas, Yudas dari Damsyik,  teman Saulus; Yudas Barsaba, seorang tokoh gereja kuno; Yudas anak Yakobus, murid Yesus dan Yudas saudara kandung Yesus.

2. Yudas adalah anak dari Simon Iskariot (Yoh 6:71). Nama Yudas adalah nama yang umum dan sering ditemukan baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Di antara kedua belas murid pun ada dua yang memakai nama Yudas. Iskariot menunjuk pada bahasa Ibrani "seorang laki-laki Kerioth" atau Carioth, yang adalah kota Judah (Bdk.  Joshua 15:25). Dapat dipastikan bahwa interpretasi ini akurat, meskipun dikaburkan saat ditranslasi ke`dalam bahasa Yunani, dan derivasi lain yang juga disarankan (seperti  dari Issachar). Tempat kelahirannya adalah Keriot, ditunjukkan oleh nama di belakang Yudas. Mungkin juga menunjukkan asalnya yang berbeda dari 11 murid Yesus yang semuanya adalah orang Galilea karena Kerioth adalah kota suku Yehuda. William Barclay memberi tafsiran yang sangat menarik. Yudas adalah satu-satunya murid Tuhan Yesus yang berasal dari Yudea, sebuah propinsi elite, pusat pemerintahan yang terletak di atas pegunungan. Kesebelas murid yang lain berasal dari Galilea, propinsi "kelas dua". Nama belakang Iskariot besar kemungkinan berkaitan dengan sebuah kelompok pejuang perlawanan radikal Yahudi terhadap penjajah Romawi. Karena keradikalannya dalam memperjuangan keinginannya kelompok ini biasa disebut sebagai "Kaum Pembawa Pedang Beberapa pendapat mengatakan bahwa fakta ini memiliki pengaruh dalam karir Yudas di antara para murid, bahwa Yudas berusaha menarik simpati dari saudara-saudaranya tersebut.
Alkitab tidak menceritakan tentang tingkat pendidikan Yudas, tetapi pada umumnya seorang laki-laki Yahudi memperoleh pendidikan di sinagoge-sinagoge. Sistem Pendidikan sudah lama dikenal, baik dikalangan masyarakat Yahudi ataupun non-Yahudi. Masyarakat Yahudi, terutama keluarga  memberikan perhatian yang sangat besar dalam pendidikan terhadap  generasi penerusnya. Tujuan utama adalah agar mereka memelihara iman monotheisme mereka dan memelihara hukum Taurat, sesuatu yang seringkali diabaikan ketika Israel berada dalam masa kejayaannya. Tidak dicatat pula oleh Alkitab kapan Yudas lahir dan berapa umurnya saat Yesus memanggil kedua belas murid. Sejarah dunia hanya mencatat perkiraan tahun kematiannya,yaitu sekitar tahun 29-33 M

3. Yang selalu menjadi pertanyaan kita ialah, "Mengapa Yesus memilih Yudas untuk menjadi muridNya, apakah Dia tidak mengetahui karakter Yudas?" Yesus sebagai Allah yang maha tahu. Dia tahu siapa Yudas sebenarnya, Johanes menuliskan  ‘…..sebab Yesus tahu siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia’ (Yoh. 6: 64). Pertanyaan ini sangat sulit untuk dijawab, karena Tuhan melakukan kehendakNya yang mutlak untuk memilih Yudas menjadi murid dan untuk kematian Yesus sesuai nubuatan di Perjanjian Lama (Yoh 17:12), sedangkan bagi Yudas, kehendak bebasnya, yang membuat dia menjadi penghianat. Panggilan Yesus terhadap para murid dimulai ketika Dia memberitakan tentang pertobatan dan Kerajaan Surga (Mat 4:17). Setelah itu, satu persatu Yesus mendatangi mereka. Keempat Injil tidak memberikan detail kapan Yudas Iskariot dipanggil oleh Yesus, namun yang jelas nama Yudas Iskariot muncul dalam masa-masa popolaritas Yesus. Yesus memang memilih kedua belas murid itu berdasarkan kehendakNya (Yohanes 6:70), namun berdasarkan karakter Yudas yang Alkitab ceritakan, kemungkinan Yudas menerima panggilan agung tersebut karena terdorong motivasi yang salah tentang Kerajaan Surga.

Yohanes baru menyebut nama Yudas Iskariot dalam Injil ketika popularitas Yesus menurun (banyak yang berhenti mengikut Yesus-Yohanes 6:66). Bisa jadi, Yudas berniat menyerahkan Yesus untuk mendongkrak kembali popularitas Tuhan kita di antara bangsa Yahudi. Meskipun komentar ini tampak apriori, sebenarnya bukan tidak mungkin Yudas berpikir demikian. Karena dia berada dalam komposisi dua belas murid,sudah tentu dia juga melihat pekerjaan-pekerjaan Yesus yang begitu dahsyat dan ajaib. Yudas yang tidak mengerti bahwa Yesus datang bukan untuk mendirikan kerajaan dunia dengan menghancurkan kerajaan romawi,namun untuk mendirikan kerajaan mesianik (Yohanes 18:36 bd Matius 10:7). Perkiraan Yudas memang meleset, bukannya melawan, Tuhan kita Yesus Kristus malah menyerahkan diriNya (Matius 26:53-54),itu sebabnya Yudas menyesal begitu rupa hingga ia membunuh dirinya sendiri. Yudas tidak pernah bertobat dari dosa-dosanya, dan Alkitab tidak menceritakan pertobatan seorang Yudas Iskariot.

4. Pengaruh orang lain terhadap Yudas dan pengaruhnya terhadap orang lain. Yudas terlihat memberikan pengaruh negatif terhadap orang lain,hal ini dapat kita lihat dalam kisah perempuan yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu. Matius (26:8-10) menceritakan : "Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku".

Dalam Injil Markus (14:4-6) menjelaskan, "Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: "Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." Lalu mereka memarahi perempuan itu. Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku" Demikian pula halnya dengan Yohanes (12:4-6) yang menerangkan, "Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya". Oleh karena itu dari ketiga referensi di atas,Yudas berhasil mempengaruhi seluruh teman-temannya untuk menjadi gusar seperti dia. Yudas berdalih bahwa minyak narwastu dapat digunakan untuk menolong orang-orang miskin untuk membuat Yesus memerintahkan perempuan itu berhenti meminyaki kakiNya dan menyerahkan minyak mahal itu kepada Yudas.

Tuhan yang mengetahui isi hati Yudas menjawab kegusaran para murid yang dipengaruhi Yudas dengan perkataan : "Biarkanlah dia…ia telah melakukan suatu perbuatan baik pada-Ku" Yudas juga dipengaruhi oleh apa kata orang,terlebih lagi saat Yesus melewati masa popularitas, masuk dalam masa oposisi dan saat-saat terakhir hidupNya. Kita bisa melihat melalui diorama yang direkam oleh Matius (26:55 ), "Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku" Ketika memasuki masa oposisi, banyak pemimpin agama Yahudi yang menentang Yesus dan menghujat pekerjaan-pekerjaanNya sebagai suatu tindakan yang meresahkan. Sudah berulang kali mereka ingin melempari Yesus dengan batu dan kemungkinan besar murid-muridNya bersama-sama dengan Yesus dalam masa oposisi tersebut (Yohanes 11:8). Yesus adalah buronan yang dicari-cari oleh pemimpin agama Yahudi. Yudas memang tidak dipengaruhi oleh para pemimpin agama secara langsung. Tapi dia cinta akan uang, dia memanfaatkan keadaan ini untuk memperoleh "dana tambahan".

5. Pertumbuhan Rohani. Tingkat rohani yang kekanak-kanakan dan tidak berbuah. Yudas bukannya belajar dari Sang Guru dalam mengerjakan apa yang baik dan benar, Yudas mementingkan dirinya dan mencelakakan Sang Guru. Pelayanannya adalah sebagai seorang bendahara (Yoh 12:6,13:29). Dosa dan kekurangan Yudas adalah tergoda harta benda dan ambisi pribadi membuat dia menjadi pengkhianat terhadap Sang Guru (Lukas 6:16). Dia juga pencuri kas pelayanan (Yoh 12:4-6). Dia juga tidak mendengarkan teguran Tuhan dalam Perjamuan Terakhir,dan karena Tuhan mengetahui kekerasan hati Yudas, Dia berkata,"Apa yang hendak kau perbuat,perbuatlah dengan segera".  Yudas memang melakukannya,dan tidak memohon pengampunan atas dosanya,atas dirinya yang telah dirasuki iblis. Bandingkan sikap Yudas ini dengan keadaan yang serupa seperti Daud. Daud pernah dibujuk iblis untuk menghitung orang Israel,namun pada akhirnya Daud menyesal dan memohon pengampunan kepada Tuhan (1 Tawarikh 21:1-8). Salah satu ciri bahwa Tuhan menegur kita adalah adanya penyesalan di dalam hati. Baik Daud maupun Yudas sama-sama merasakan penyesalan yang mendalam atas perbuatannya yang salah. Tapi sementara Daud memilih untuk jatuh ke dalam kasih sayang Tuhan, Yudas memilih untuk mendengarkan bujukan iblis!

6. Penilaian Alkitab terhadap Yudas. Sebagai murid (Mat 10:4), Pengkhianat (Mat 10:4,Mar 3:19,Luk 6:16,Yoh 18:2), Manusia celaka (Mat 26:24), Jatuh ke tempat yang wajar baginya (KPR 1:25). Dia lebih mencintai uang ketimbang mencintai guru agungnya (Matius 26:14-15). Licik (Matius 26:16, Lukas 22:6). Tidak berpikir panjang, ditunjukkan oleh penyesalan Yudas yang mendalam (Matius 27:3). Tidak mau bertobat atas kesalahan, malah membunuh diri sendiri (Matius 27:5). Tidak bisa dipercaya (Yohanes 12:6). Dia adalah Perantara Yesus dalam memberi kepada orang miskin atau untuk keperluan kelompok (Yohanes 13:29). Yesus Kristus Sang Guru Agung menyebut Yudas Iskariot sebagai teman (Matius 26:50). Alkitab juga mencatat bahwa Yudas mati dengan kondisi perut terbelah dan semua isi perutnya keluar (Kisah Para Rasul 1:18). Posisinya digantikan oleh Matias setelah kesebelas murid membuang undi untuk menentukan siapa orang ke-12 yang akan menggantikannya (Kisah Para Rasul 1:26). Yudas Iskariot inilah yang dianggap oleh beberapa kalangan "dikorbankan" dengan disalib menggantikan Yesus Kristus untuk mengelabuhi banyak orang. 
  • Judas as the chosen one (not special one). Yudas adalah murid Yesus yang disebut sabagai Iblis (Yoh 6:70), bukan Tuhan tidak tahu mengenai sifat Yudas, tetapi Yudas adalah the chosen one. Entah rumus apa yang dipakai dalam menentukan sang the chosen one, hanya Tuhan yang tahu. 
  • Judas the Corruptor. Yudas adalah salah satu dari 12 murid Yesus, posisinya adalah sebagai pemegang kas atau bendahara.Yudas memiliki sifat pencuri, Yudas adalah seorang hamba mamon. Pada saat Maria Magdalena hendak mengurapi Yesus dengan minyak, Yudas adalah orang yang paling perhitungan dengan apa yang dilakukan oleh Maria Magdalena,  dengan licik Yudas  berkata lebih baik uangnya digunakan untuk orang miskin. Rayuan uang ternyata sangat kuat. Cinta akan uang membutakan mata Yudas, sekalipun ia berada bersama Tuhan sendiri, tetap saja uang telah membuatnya gelap mata.  Yudas berkata begitu bukan karena ia memperhatikan orang miskin, tetapi karena ia pencuri. Ia sering mengambil uang dari kas bersama yang disimpan padanya. (Yohanes 12:6). Yudas menyesal karena telah menumpahkan darah orang yang tidak bersalah (Yesus), apa yang ia lakukan atas penyesalannya kemudian adalah melempar uang penghkianatannya kedalam Rumah Tuhan. bisa dikatakan selama perjalanan Yesus dan para rasul, sudah banyak uang yang di korupsi Yudas. Yesus sudah pasti tahu karakter Yudas, tetapi mengapa Yudas justru menjabat sebagai bendahara? ibarat meletakan serigala dalam kandang domba..mungkin hal ini juga hanya Tuhan yang tahu. 
  • Judas and the Last Supper. Selain itu ada perbedaan lain yang cukup jelas tentang Yudas dibandingkan dengan rasul yang lain. Jika melihat peritiwa yang terjadi sebelum Yudas dikuasai oleh iblis, maka bisa terlihat kalau ia memakan roti perjamuan terakhir dengan cara yang berbeda, yakni ia memakan roti yang DICELUPKAN kedalam anggur (Yoh 13:26). Sampai hari ini ada gereja-gereja yang melakukan cara Yudas memakan roti perjamuan terakhir, bahkan gereja tersebut merupakan sebuah aliran gereja besar di dunia.  Mengapa Yudas tidak bertanya; mengapa Yesus memberikan roti tersebut kepadanya ?. Pada sisi yang lain; ke-11 Rasul tidak ada yang fokus dan menyimak pada apa yang dikatakan Yesus, sehingga tidak ada yang peduli mengapa Yudas yang diberikan roti tersebut. Padahal semua murid pada awalnya sangat concern pada masalah ini. Mungkin inilah yang dipikirkan Yudas bin Simon Iskariot; seiring pengembaraannya dengan Sang Guru tentu Yudas melihat begitu banyak Mujizat yg Tuhan Yesus lakukan, lalu berpikirlah Yudas bahwa "mungkin" Sang Guru butuh sedikit cambukan agar "bertindak".Maka dia menyerahkan Tuhan Yesus hanya demi 30 keping perak karena pikir Yudas, orang yg sanggup membangkitkan si mati, mencelikkan si buta, membuat berjalan si lumpuh, menyembuhkan pendarahan puluhan tahun pastilah SANGGUP pula membebaskan diriNya dari tentara-tentara Romawi. 
  • Judas and his Suicide. Yudas tidak menerima anugerah Roh Pertobatan seperti Petrus, sehingga alih-alih ia bertobat atas apa yang dilakukannya, malah ia bunuh diri. Yudas terintimidasi oleh iblis  sehingga ia berada dalam posisi sudah jatuh tertimpa tangga. Apa yang Yudas lakukan adalah apa yang Yudas pikirkan berdasar pertimbangannya sendiri, bukan apa yang diajarkan Yesus selama Yudas mengikutNya. 

7. Mengapa Yudas bisa menghianati Yesus?

Yudas Ikut Yesus Dengan Motivasi Yang Salah.

Diantara para murid, ada yang mau mengikut Yesus dengan motivasi yang keliru. contoh: Yakobus & Yohanes (Mar. 10: 35- 37) - motivasi kedudukan. Ternyata bukan saja Yakobus dan Yohanes, melainkan Yudaspun demikian. Yudas sangat berambisi dalam polotik dengan mencintai kekuasaan dan kedudukan, pemberitaan tentang Kerajaan Allah yang menarik perhatian banyak orang, membuat dia untuk mengikut Yesus dan menjadi murid Yesus.Dari sejak awal Yudas melihat Yesus sebagai pemimpin politik atau pahlawan yang hebat, bukan sebagai guru, sahabat, Juru selamat atau Tuhan, seperti murid yang lain, yang karena pengajaran Yesus mereka menjadi kagum kepada Yesus dan mengasihi Yesus. Yudas meresponi mujizat Yesus dengan pemikiran yang menyenangkan pengharapan dirinya. Yudas seorang yang berkeinginan kuat dan angkuh, karena itu, dia tidak bisa merubah pandangannya tentang Raja yang baru. Yudas yang pada awalnya tidak pura-pura dan secara tidak sadar,  hatinya yang bercabang antara kesenangan duniawi dan pengajaran Yesus, membuat hidupnya berakhir dengan tragis.Yudas hidup bersama Yesus dengan murid-murid yang lain selama kira-kira 3 tahun lamanya, dia diajar oleh Yesus, diberi kuasa untuk mengajar, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dia perlakukan sama oleh Yesus seperti murid-murid lainnya, tetapi Yudas tidak memberi tempat untuk anugerah Allah dalam hatinya, sehingga dia hanya menjadi agen untuk mempromosikan kasih anugerah Allah. Dari sikap Yudas ini terbukti, bahwa orang bisa menjadi bagian dari gereja atau kegiatan kekristenan, tetapi dalam hatinya belum tentu menjadikan Yesus sebagai Juru selamat dan Tuhan. Yudas berfokus kepada apa yang dia akan dapat, bukan kepada apa yang harus dia berikan. Apakah motivasi anda dalam mengikut Yesus? Ada empat motivasi yang salah:

  1. Supaya beroleh kuasa atau karunia (Kis. 8: 9- 24);
  2. Supaya beroleh posisi (Mark. 10: 35- 37). 3). Supaya beroleh berkat tanpa menjadi berkat (Mat. 19: 16- 26). 4).  Supaya beroleh kepopularitasan.

Yudas Memberi Tempat Kepada Iblis.

Pada masa pelayanan Yesus banyak wanita kaya yang menyumbang untuk Yesus dan murid-muridNya (Lukas 8:3). Yudas dipercayai untuk menjadi bendahara, dia memiliki keahlian mengatur keuangan, karena karakternya yang cinta uang. Yohanes mengatakan, bahwa Yudas mencuri uang yang dipercayakan kepadanya (Yoh.12: 5- 6). Iblis tidak akan masuk ke dalam hidup kita, kalau kita tidak membuka pintu atau menyediakan tempat untuk dia berpijak (foodhold). Yudas ternyata membuka diri terhadap Iblis. Mungkin pada awalnya Yudas tidak bersifat pura-pura, tetapi karena hatinya yang bercabang itu, menjadi tempat untuk Iblis berpijak. Yudas adalah seorang yang memiliki karakter curang, tidak jujur, lebih-lebih dalam soal uang. Hal ini terus berkelanjutan hingga Alkitab menuliskan, Lukas 22: 3- 6, "maka masuklah Iblis". Yudas tetap masih menjadi murid Yesus, tetapi ia menjadi alat Iblis. Ingatlah bahwa :Pikiran menentukan tindakan, tindakan menjadi kebiasaan, kebiasaan menentukan karakter dan karakter yang membawa kita kepada tujuan akhir. Yesus berkali-kali mengajar Yudas secara langsung dan tidak langsung, tetapi Yudas memilih jalannya sendiri. Pada malam Perjamuan akhir sebelum Yesus diserahkan, Dia memecahkan roti dan memberikanNya kepada Yudas supaya dia bertobat, tetapi Yohanes menulis "…dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Setan "(Yoh. 13:27). Yudas telah memberikan hatinya kepada Setan akibat karakternya, untuk mengkhianati Yesus.Berapa banyak orang yang sebagai aktivis Gereja, menjadi alat Iblis? Kadangkala dalam hal yang kecilpun, Iblis dapat beroleh tempat. (bd. Ef. 4: 27).


Yudas menghianati Gurunya dengan Ciuman.

Yudas hidup bersama Yesus dan murid lainnya selama kira-kira 3 tahun lamanya, sehingga dia mengerti sekali ketika Yesus berkata tentang kematian dan penganiayaanNya, bahkan Yesus pernah mengajak mereka melihat taman Getsemani, dan Yudas mengerti perasaan Yesus saat Dia berkata tentang kematianNya. Tetapi semuanya ini bukan diterima oleh Yudas untuk dia bertobat, malahan pengetahuan ini dipakai oleh Yudas untuk merencanakan siasatnya bagaimana dia menghianati Yesus. Lukas 22: 4- 6, menulis bahwa setelah Yudas datang kepada Imam kepala dan penjaga Bait Allah untuk menyatakan siasat menyerahkan Yesus, mereka menjadi senang sekali dan menawarkan sejumlah uang. Bayangkan bagaimana pandangan mereka terhadap Yudas, tentu mereka memandang rendah kepada karakter Yudas. Ciuman yang biasanya dipakai sebagai tanda persahabatan untuk menunjukkan rasa intim, dipakai oleh Yudas untuk menghianati gurunya. Dosa yang paling keji adalah dosa penghianatan! Mengapa demikian ? Untuk bisa berkhianat, seseorang harus punya hubungan erat terlebih dahulu dengan orang yang akan dikhianati. Ini syaratnya, dengan ada hubungan baik terlebih dahulu, baru terjadi penghianatan. Matius menuliskan, "ketika Yudas mencium Yesus, Yesus menyebutnya sahabat, tetapi Yudas tidak menanggapinya" (Mat. 26: 50).  Disini ‘ciuman’ dipakai oleh surga dan neraka dengan tujuan berbeda. Yudas menjual Yesus seharga 30 uang perak. Didalam Perjanjian Lama  apabila seekor lembuh membunuh budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus menggantikan seharga 30 syikal perak (Kel. 21: 32). Jadi buat Yudas, Yesus hanya berharga seperti seorang budak yang mati ditanduk lembu. Ingatlah bahwa Sex, ambisi, perbuatan baik bisa menjadi alat surga dan neraka.


8. Dari dua belas murid Yesus, ada dua orang yang mempunyai karakter yang menonjol, sangat berbeda dengan yang lain. Kedua murid itu adalah Petrus dan Yudas Iskariot. Petrus adalah seorang yang sangat sederhana, tidak berpendididkan tinggi, namun ia seorang yang sangat ekspresif, ia sangat transparan sehingga apa yang ada dihatinya sangat mudah ditebak orang lain, hatinya hangat maka ia dapat mengungkapkan apa yang ia rasakan dalam hatinya. Sedangkan Yudas Iskariot adalah seorang yang pandai, kritis dan ambisius, dia licik dan tidak suka melihat orang lain sukses dan berbuat baik. Karena kesederhanaan dan ketulusan hati Petrus, maka Allah mempunyai panggilan besar untuk Petrus. Panggilan itu dapat terjadi dalam hidupnya, setelah melalui berbagai macam ujian yang terjadi di dalam hidup Petrus sampai ia menjadi orang yang diperkenankan Allah. Lukas 5:1-11, Dalam Injil Lukas ini diceritakan begitu banyak orang ingin mendengarkan pengajaran Firman Allah dari Yesus, maka Yesus meminjam perahu Simon untuk tempat Ia mengajar. Petrus segera meminjamkan perahu itu, ia tidak memperhitungkan kerugian yang dideritanya bila perahu itu tidak dapat untuk bekerja. Petrus tidak memperhitungkan dengan Tuhan soal materi, ia meminjamkan dengan tulus. karena Tuhan sumber segala berkat, maka hal itu sebagai taburan benih untuk menuai berkali lipat ganda, sehingga kita diberkati makin melimpah. Hal itu terbukti dialami Petrus, katika ia taat kepada Yesus bertolak ke tempat yang lebih dalam, ia memperoleh ikan sangat banyak, ia memperoleh berkat yang melimpah. Setiap taburan materi yang diberikan dengan tulus, untuk pekerjaan Tuhan, maka Tuhan pun tidak melupakannya, bahkan Dia mengembalikan berkali lipat ganda. Petrus tidak hanya berhenti sampai disitu, dengan meminjamkan perahu (persembahan materi) dan kemudian hanya terkagum-kagum dengan berkat yang ia terima, tetapi ia meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Yesus untuk menjadi penjala manusia. Petrus memberikan hidup seluruhnya untuk Tuhan dan ia dipakai dengan luar biasa. hati Petrus tidak terikat dengan pekerjaan dan harta bendanya, ia percaya kepada Yesus, sehingga ia menganugerahkan hidupnya untuk Tuhan. Justru pada saat ia diberkati dengan luar biasa, bukan pada saat ia bangkrut atau jatuh miskin, Petrus dipakai Tuhan bukan dengan harta materinya, tetapi ia dipakai sebagai rasul Allah dengan kuasa Roh Kudus yang luar biasa. Petrus menjadi kaya dihadapan Allah, ia kaya secara rohani, maka otomatis kekayaan materi akan mengikutinya.


Banyak orang Kristen mengikut Tuhan dengan tujuan mengejar kekayaan materi bukan kekayaan rohani. Padahal sumber segala sesuatu adalah bila kita memiliki kekayaan rohani, karena dengan demikian segala yang kita perlukan Allah menyediakannya. Kita memiliki iman untuk percaya penuh dengan setiap jani Allah maka kita menjadi kaya didalam segala sesuatu. Kisah Para Rasul 3:6, hal ini salah satu manifestasi dari kekayaan rohani yang ada didalam diri Petrus, setelah ia menyerahkan hidupnya untuk Tuhan. Petrus menjawab pengharapan orang lumpuh itu sehingga orang itu mempunyai masa depan dan memuliakan Tuhan. Matius 16:22-23, Ketika Petrus mengungkapkan ekspresi kasihnya kepada Yesus, langsung Yesus menegur dia dengan keras dan menghardik Iblis yang mengecoh Petrus, karena apa yang dipikirkanya bukan pikiran Allah. Menerima Teguran itu meskipun di depan banyak orang Petrus tidak marah atau tersinggung, karena ia memiliki roh kerendahan hati, Ia mau diluruskan. Sejak kita menerima Yesus dalam hati, Roh Kudus ada diahti kita, buah roh ada didalam kita. Mengapa sering terjadi buah Roh tidak bermanifestasi dalam kehidupan anak-anak Allah ? Bila kita ditegur atau diluruskan acapkali kita marah, tersinggung atau kesal, hal itu karena kita membiarkan jiwa kita dikuasai oleh ambisi diri sendiri, kita mempertahankan ego kita.


Yesus sendiri memberi teladan bagaimana Ia rela mengosongkan diri, menerima celaan dan siksaan bahkan mati untuk kita dengan tidak mempertahankan ke-Allah-an-Nya. Kesetiaan Petrus luarbiasa, ketika orang banyak meninggalkan Yesus karena tidak bisa menerima pengajaran yang keras, Petrus dan murid-murid yang lain tetap bersama Dia. Dan hanya Petrus pula yang berani menjawab, Yohanes 6:68-69 "Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.". Berbeda dengan Yudas, dalam perjalanan mengikut Yesus, akhirnya ia tergoda oleh harta benda dan ambisi pribadi sehingga akhirnya ia menjadi pengkhianat (Lukas 6:16) Yakobus 3:16 " Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." Yudas adalah seorang pencuri (Yohanes 12:4-6), marilah kita taat membayar persembahan yang adalah miliki Tuhan. Bila kita tidak taat berarti kita mencuri milik Tuhan.

Murid Yesus yang sejati, belajar menjadi kaya dihadapan Allah, banyak memberi yang terbaik dalam hal rohani maupun bentuk materi. Alkitab sendiri mengingatkan bahwa lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kisah Para Rasul 20:35). Janganlah nama kita tidak termasuk dalam kitab kehidupan seperti Yudas. Hendaklah kita hidup kudus dan setia dalam iman kita mengikut Yesus dan hidup tidak bercela jangan suka berdusta (Wahyu 14:4-5) Kita harus belajar taat, setia dalam hal memberi, tertib dan jujur dalam hal keuangan, jangan mudah tersinggung, tetapi rendah hati dihadapan Allah dan dihadapan manusia, bebaskan Roh Kudus, memimpin hidup kita. Yang dikehendaki Allah pada saat kita berjumpa dengan Yesus pada kedatangan-Nya yang kedua kali, adalah kita berkenan dihadapan-Nya, dengan melihat kehidupan kita. Oleh karena itu kita harus hidup benar dan setia dihadapan Tuhan, dalam segala hal baik dalam perkara kecil maupun besar.


9. Yudas mengikut Yesus dengan hati yang bercabang, walaupun dia bergaul erat dengan Yesus, bahkan dia berkotbah, menyembuhkan orang sakit dan mengusir Setan, tetapi karakternya tidak mau berubah, akibatnya dia mengakhiri hidupnya dengan sangat menyedihkan. Hati-hati dengan pelayanan kita, jangan sampai kita menjadi agen untuk mempromosikan Kerajaan Allah dan kasih anugerah Allah, tetapi kita sendiri tidak mendapat bagian didalamnya. Tuhan menghendaki kita untuk melayani, tetapi Dia juga menghendaki kita untuk berubah karakter. Yudas Iskariot, seorang murid yang berkhianat dan menyerahkan Yesus untuk disiksa. Yudas menjadi salah satu pelaku yang membuka jalan bagi seluruh perjalanan sengsara Yesus.Yudas menjadi salah seorang yang ikut ambil bagian dalam penyaliban Yesus. Yudas.... adakah dia di masa sekarang ini? Apakah Yudas itu ada di antara kita? Ya... tak jarang justru kitalah yang tanpa sadar telah menjadi Yudas - Yudas yang ikut menyalibkan Yesus. Dengan segala kelemahan dan dosa yang masih menguasai diri kita, maka tanpa disadari kita seringkali juga ikut menancapkan mahkota duri di kepala Yesus, atau menancapkan paku-paku tajam di tubuh nan Suci itu.


Disadur dari berbagai sumber
Web Blog : gomtampubolon.blogspot.com

Berita Kegiatan MBW Edisi April - Mei 2009

KEGIATAN PRA PENCANANGAN TAHUN DIAKONIA HKI DIPUSATKAN DI KANTOR PUSAT HKI.
Departemen Diakonia HKI akan mengkoordinir gerakan Sehat Tubuh - Sehat Lingkungan

Pada hari Sabtu (14/03-2009), dilaksanakan rangkaian kegiatan Pra Pencanangan Tahun Diakonia HKI. Berpusat di Kantor Pusat HKI Jl. Melanthon Siregar No. 111, kegiatan yang dimulai 08.00 WIB diawali Jalan Santai mengitari rute yang telah ditetapkan Panitia. Rombongan yang berjumlah 1500 orang diberangkatkan oleh Ephorus HKI, Pdt. Dr. B. Purba. Hadir mengikuti Jalan Santai a.l Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal), Majelis Pusat, Pdt. Tigor Sihombing (Ka.Dep. Diakonia), Pdt. M. Lumban Gaol, STh (Ka.Dep. Maturia), Pdt. Tony Hutagalung (Ka.Dep. Koinonia), Pdt. M. Saragi (Praeses HKI Daerah I Sumatera Timur I), para Pendeta HKI, Warga Jemaat, Murid-murid dari Sekolah Yayasan HKI, Perwakilan Pemerintah, dan jajaran Panitia a.l Ir. Reinward Simanjuntak, MM (Ketua), St. Drs. M. Sitohang (Sekretaris), dll. Jalan santai berlangsung tertib dan meriah dan mendapat respon positif dari masyarakat umum.
Usai Jalan Santai kegiatan dilanjutkan dengan Penanaman Pohon yang secara simbolik dilakukan di Kompleks Kantor Pusat HKI oleh Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus), Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal), Ir. Reinward Simanjuntak, BD (Ketua Panitia), Pdt. Jansen Simanjuntak, STh (Mejelis Pusat), Pdt. Firman Sibarani, MTh (Ketua Konven Pendeta), dan Perwakilan Pemerintah P. Siantar. Setelah penanaman Pohon secara simbolik juga dilakukan distribusi Pohon ke jemaat HKI.

Kemudian pada pukul 10.30 WIB acara yang ditunggu-tunggu sebagian besar Peserta yaitu Lucky Draw tiba. Kegiatan dipandu oleh Koordinator Seksi Sosial, Pdt. Januari Sirait, STh dan Bidang Dana. Lucky Draw yang berhadiah a.l Kulkas, TV, Magic Jar, Kipas Angin, Dispense, dan puluhan hadiah menarik lain, berlangsung tertib dan ceria. Penarikan Nomor dan Pemberian hadiah diberikan oleh PP HKI, Panitia dan perwakilan masing-masing Resort.

Dan aktifitas terakhir pada Pra Pencanangan adalah Pengobatan Gratis bagi warga masyarakat umum. Pengobatan Gratis yang di koordinir dr. Margareth Gultom, SPA ini membuka tiga klinik pengobatan a.l pengobatan Umum, pengobatan Gigi dan pengobatan anak. Panitia Pencangan Tahun Diakonia menyampaikan bahwa tujuan dari 4 kegiatan pra pencanangan Diakonia adalah hendak menyampaikan betapa pentingnya pola atau perilaku hidup sehat seperti jalan santai. Perilaku sehat akan mengurangi resiko terkena penyakit.

Dan aktifitas terakhir pada Pra Pencanangan adalah Pengobatan Gratis bagi warga masyarakat umum. Pengobatan Gratis yang di koordinir dr. Margareth Gultom, SPA ini membuka tiga klinik pengobatan a.l pengobatan Umum, pengobatan Gigi dan pengobatan anak.
Panitia Pencangan Tahun Diakonia menyampaikan bahwa tujuan dari 4 kegiatan pra pencanangan Diakonia adalah hendak menyampaikan betapa pentingnya pola atau perilaku hidup sehat seperti jalan santai. Perilaku sehat akan mengurangi resiko terkena penyakit. Kemudian lebih lanjut disampaikan bahwa Penanaman pohon yang secara simbolik telah dilakukan di Kantor Pusat akan di tindak lanjuti dengan gerakan Green Church yang di program kan Departemen Diakonia. Di programkan, bibit yang dibagikan kepada perwakilan Daerah adalah bibit yang berguna langsung bagi warga dan hendaknya gerakan hijau ini bersinergi dari Gereja hingga ke lingkungan sekitar, rumah parhalado dan jemaat serta daerah serapan dan daerah aliran sungai. Diharapkan tiap bibit tanaman yang di tanam dipelihara karena tanaman juga bagian dari sesama ciptaan yang harus dijaga dan di pertanggungjawabkan. Dan bagi Daerah – Resort dan Jemaat yang ingin mendapatkan bibit Pohon dapat berkoordinasi dengan Departement Diakonia melalui email dep.diaconia@hki-online.or.id. (hp).


ACARA PENCANANGAN TAHUN DIAKONIA HKI BERLANGSUNG MERIAH DAN SUKSES
Pucuk Pimpinan : " Gereja HKI di tiap aras Pelayanan harus semakin menjadi Gereja yang berdiakonia dan menjadi berkat bagi sesama dan seluruh ciptaan".

Ditengah Krisis ekonomi Global, Pemanasan Global, penurunan kualitas tanah – air – udara, dan persoalan sosial, budaya, politik di Negeri ini, seluruh Pelayan dan Warga Jemaat HKI dimintakan untuk tidak saling mementingkan diri sendiri dan menyerah terhadap keadaan, melainkan harus semakin bersatu dalam pelayanan Diakonia, pelayanan yang saling berbagi dan menguatkan. Untuk itu di Tahun 2009 yang di tetapkan sebagai tahun Diakonia HKI, jenjang Pelayanan mulai dari tingkat Jemaat – Resort – Daerah hingga Pusat, harus menata dengan maksimal Program Pelayanan Diakonia secara sistematis untuk mampu menjawab kebutuhan kontekstual dari warga HKI dan masyarakat secara umum". Demikian sebagian garis besar Khotbah Ephorus HKI pada Pencanangan Tahun Diakonia HKI, di Gedung Olah Raga, P. Siantar, Minggu 15 Maret 2009, yang dihadiri sekitar 6000 warga jemaat dan undangan.
Pencanangan Tahun Diakonia HKI di awali Ibadah yang bersifat inkulturatif, yang dilayani Ephorus HKI : Pdt. Dr. B. Purba (Khotbah) ; Sekretaris Jenderal HKI : Pdt. R. Simanjuntak, BD (Agenda), Pdt. Firman Sibarani, MTh ( Doa Syafaat ), dan Pdt. Jansen Simanjuntak, STh.

Usai Ibadah Acara dilanjutkan dengan Pencangan Tahun Diakonia oleh Pucuk Pimpinan HKI dan pelepasan simbol-simbol Tahun Diakonia oleh Ephorus dan Sekretaris Jenderal HKI, Gubsu yang diwakili oleh Kadis Pertambangan Sumatera Utara Washington Tambunan, Ketua PGIWSU, Majelis Pusat dan Ketua Panitia, Ir. Reinward Simanjuntak, MM.

Hadir dalam Ibadah, Seluruh Majelis Pusat HKI, Seluruh Peserta Konven Rapat Pendeta HKI, Perwakilan Bidang Diakonia dari tiap daerah, anak-anak dari Rumah Zarfat HKI, warga HKI di Pematang Siantar sekitarnya, Perwakilan Pemerintah a.l dari Propinsi, Kotamadya P. Siantar dan Muspika Plus, Kabupaten Humbahasn, Kab. Serdang Bedagei, Kab. Simalungun, perwakilan jemaat dari masing-masing Daerah. Kata Sambutan disampaikan oleh Ir. Reinward Simanjuntak, MM (Ketua Panitia), St. Drs. Y.M Hutagalung, MM (Majelis Pusat), Ketua PGI WSU Pdt. W.T.P Simarmata, MA, Perwakilan Pemerintah : a.l Gubsu yang diwakili oleh Kadis Pertambangan Sumatera Utara Washington Tambunan, Walikota Pematang Siantar yang diwakili Asisten III Drs Marihot Situmorang, Bupati Humbahas yang diwakili Drs. Lamhot Hutasoit (Kabag Umum), dari Undangan a.l Ir. Effendy Sianipar dan Drs. Rudolf Pardede (Mewakili Tokoh Masyarakat/Mantan Gubsu). Usai Kata-kata Sambutan, Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal HKI) memberikan arahan terhadap Pelaksanaan Tahun Diakonia.
Kegiatan berlanjut dengan makan bersama dan hiburan oleh artis-artis yang di undangan Panitia. Dan dalam rangka memasuki Pemilu di Negeri ini, HKI secara khusus memberangkatkan para warga HKI domisili di Daerah I yang menjadi Calon Legeslatif. Pemberangkatan dilakukan dengan memberikan ulos "borhatborhat" dan doa bersama.

Acara penggalangan dana dipandu Protokol Pdt. Marhasil Hutasoit, MTh, dilakukan dengan memberikan Ulos Kehormatan kepada para Undangan a.l Perwakilan dari masing-masing Kepala pemerintahan, Ir. Effendy Sianipar, Drs. Rudolf Pardede, donateur undangan lainnya dan warga HKI yang di daulat dari masing-masing Daerah. Dana yang didapat akan dipergunakan untuk pembangunan tahap I Training Center Diakonia HKI. Training Center itu akan digunakan sebagai pusat pelatihan dan pengembangan peternakan-pertanian-perikanan organik, pusat pelatihan tekhnologi tepat guna, gedung pertemuan dan fasilitas outbound. Mereka yang dilatihkan bukan hanya warga HKI melainkan terbuka bagi masyarakat secara umum.
Usai Pencanangan maka Departemen Diakonia HKI akan berkoordinasi dengan Bidang Diakonia di Daerah ; Bagian Diakonia di Resort dan Seksi Diakonia di Jemaat untuk melaksanakan dan mengembangkan program-program Diakonia yang bersifat kontekstual, dan menjawab kebutuhan warga.
Kita doakan kiranya Tahun 2009 sebagai Tahun Diakonia ini semakin memampukan HKI sebagai saluran berkat bukan hanya bagi warga jemaatnya melainkan bagi sesama manusia lintas SARA dan seluruh ciptaan. Selamat Berdiakonia (hp).


Rapat Majelis Pusat HKI, 12 – 14 Maret 2009


Rapat Majelis Pusat ke X HKI dilaksanakan pada hari Kamis hingga Sabtu, 12-14 Maret 2009 bertempat di Kantor Pusat HKI, Pematang Siantar. Rapat dihadiri oleh 16 orang Majelis Pusat, yaitu : 1). Pdt. Dr. B. Purba. 2). Pdt. R. Simanjuntak, BD. 3). Pdt H. Simangunsong, BD. 4) St. John R.P Hutabarat, MA. 5). St. M. Br. Sinaga, 6). Pdt. Toljun L. Tobing, STh, 7). Pdt. Marhasil Hutasoit, MTh, 8). Pdt. Jansen Simanjuntak, STh, 9). Pdt. R. Naomi Simarmata, MTh. 10). Pdt. Dr. Langsung Sitorus 11). Pdt. J, Panjaitan, STh. 12). St. Drs. YM. Hutagalung, MM. 13). St. Erwin Napitupulu, 14). St. Gayo Gultom, Mkes. 15). St. T. L. Tobing, dan 16). St. Raja P.S Janter Aruan, SH, MH,. Turut hadir dalam Rapat MP kali ini Pdt. M. Lumban Gaol (Ka.Dep. Marturya), Pdt. Toni L. Hutatalung, MSC (Ka Dep. Koinonia), Pdt. T.P. Sihombing, STh (Ka Dep. Diakonia) dan Pdt. Edwin JP. Simanullang, STh (Staff Pucuk Pimpinan).

Rapat dibuka pada hari Kamis jam 17.00 diawali Ibadah dan Pembukaan oleh Mantan Ephorus HKI, Pdt. H. Simangunsong, BD. Pada Rapat Majelis Pusat yang ke 10 periode 2005-2010 ini, terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Rapat yaitu : St. John R.P. Hutabarat, MA dan St. M. Br. Sinaga.

Beberapa keputusan Rapat Majelis Pusat kali ini antara lain:
  1. Menyetujui kepesertaan HKI dalam program pensiun pelayan penuh waktu di HKI sesuai dengan batas umur yang telah ditentukan bersama oleh Pucuk Pimpinan HKI dan Pengurus Dana Pensiun PGI.
  2. Penggunaan hasil kebon kelapa sawit HKI untuk anggaran Kantor Pusat harus berdasarkan apa yang diaturkan dalam anggaran pendapatan dan belanja yang ditetapkan rapat Majelis Pusat bersama Pucuk Pimpinan.
  3. Supaya perkebunan Sawit HKI dikelola lebih profesional dan untuk itu perlu dibentuk Badan Pengelola. Untuk mengkonsep peraturannya rapat menghunjuk: St. Ir. E. Napitupulu, St. Drs. Y.M. Hutagalung, MM, Pdt. DR. Langsung Sitorus, MTh dan St. DR. John R.P. Hutabarat, SE, MA.
  4. Supaya Pucuk Pimpinan membentuk TIM untuk memperbaiki Aturan dan Peraturan HKI yang perlu disesuaikan dengan Tata Gereja HKI 2005 dengan amandemennya dan mengikutsertakan orang-orang yang pernah ikut dalam penyusunan konsep dimaksud.
  5. Sesuai dengan permintaan Pucuk Pimpinan kepada Rapat Majelis Pusat untuk mengkaji Pembentukan Badan (Sesuai dengan Keputusan Sinode No.8/Tap/Sinode/HKI/2008) bagian D. No. 8. Maka Rapat menghunjuk Tim Penyusun konsep pembentukan badan tersebut yaitu: St. Ir. E. Napitupulu, St. Drs. Y.M. Hutagalung, MM, Pdt. DR. Langsung Sitorus, MTh, St. DR. John R.P. Hutabarat, SE, MA dan St. Gayo Gultom, SH, MKes dan hasilnya disajikan pada Rapat Majelis Pusat berikutnya.
  6. Menerima Masukan yang ditawarkan oleh peserta Rapat Majelis Pusat untuk dikaji menjadi sumber-sumber penerimaan keuangan Kantor Pusat HKI antara lain:
a. Meningkatkan pemasukan secara internal dari jemaat HKI.
b. Mengadakan usaha peternakan Babi Organik.
c. Meningkatkan pelaksanaan mekanisme organisasi HKI.

7. Melaksanakan Ketetapan Sinode No. 08/Tap/Sinode/HKI/2008 bagian D. 6 tentang Formasi pengisian Anggota Majelis Pusat adalah Pdt. M.P. Siregar, MTh.
8. Agar Majelis Pusat Memberi masukan kepada Pucuk Pimpinan paling lambat bulan Mei 2009 tentang tempat penyelenggaraan Sinode ke-59 HKI (Sinode Periode).
9. dan beberapa keputusan lainnya.
Dalam Rapat juga diputuskan bahwa Rapat Majelis Pusat yang akan datang dilaksanakan di Medan pada tanggal 10-12 September 2009. Pada hari Sabtu, 14 Maret 2009, Rapat ditutup oleh Pucuk Pimpinan HKI yang sebelumnya dimulai dengan ibadah penutupan yang dipimpin oleh Pdt. R. Naomi Simarmata, MTh. (EJPS)


Rapat Konven Pendeta Huria Kristen Indonesia (HKI)

Sesuai dengan Tata Gereja HKI 2005, Konven Pendeta (KP) adalah Persekutuan para pendeta HKI yang masih aktif, yang menjadi kelengkapan HKI di Pusat, dalam usaha untuk mencapai visi dan misi HKI. Konven Pendeta (KP) HKI ini sendiri adalah wadah permusyawaratan Pendeta, bertujuan membahas, mengkaji serta merumuskan ajaran, teologi, dan usaha-usaha pengembangan HKI; mengupayakan usaha-usaha bersama Pendeta HKI demi peningkatan kesejahteraan sosial Pendeta HKI ; merumuskan hal-hal yang dirasa penting disampaikan kepada PP dan Majelis Pusat sebagai saran dan pendapat serta masukan demi kemajuan HKI, dan tujuan fungsional lainnya. Konven Pendeta HKI mengadakan rapat sedikitnya satu kali satu tahun.

Pada tahun 2009 ini, Rapat Konven Pendeta dilaksanakan pada tanggal 14-17 Maret 2009 bertempat di Gedung Serba Guna, Kantor Pusat HKI di Pematang Siantar. Tema Rapat Konven Pendeta HKI kali ini samakan dengan Tema Tahun Diakonia HKI 2009 yang berlandaskan firman Tuhan dalam Lukas 4:18-19: "Terpanggil Menghadirkan Tahun Rahmat Tuhan untuk Kesejahteraan Manusia dan Keutuhan Ciptaan". Rapat tersebut diawali Ibadah yang dilaksanakan di gereja HKI Jl. Melancthon Siregar No 109. Ibadah dilayani oleh Ephorus HKI, Pdt. Dr. B. Purba sebagai Pengkhotbah, dan Pdt. M. Saragi sebagai Liturgist dan Pdt. MPU Hutapea, STh sebagai Pembawa Kidung Pujian. Selesai Ibadah, dilaksanakan Pembukaan Rapat oleh Pucuk Pimpinan HKI. Pdt. Firman Sibarani, MTh sebagai Ketua Konven Pendeta HKI, menyampaikan bahwa Rapat kali ini dihadiri oleh 142 Orang Pendeta dari 151 Pendeta yang aktif di HKI, baik yang melayani di Kantor Pusat HKI, Badan Oikumene, dan dari 9 Daerah Pelayanan HKI.


Materi Pembahasan pada Rapat Konven Pendeta kali ini, antara lain :

  1. Evaluasi Keputusan Rapat Konven Pendeta Tahun 2008
  2. Ceramah Tema, Oleh Pdt. Firman Sibarani MTh.
  3. Ceramah : Baptisan, Oleh Pdt.Dr. Langsung Sitorus, MTh
  4. Ceramah : Sakramen Krisma, Oleh Pdt. Marhasil Hutasoit, MTh (Pendeta HKI Resort Siantar II).
  5. Sosialisasi: Tahun 2009 Tahun Diakonia HKI oleh Pdt. Happy Pakpahan, STh.
  6. Sosialisasi Dana Pensiun PGI (Oleh Yayasan Dana Pensiun PGI)
  7. Informasi Keuangan dan program, Oleh Pucuk Pimpinan HKI
  8. Kelompok dan Pleno.
  9. Sharing Pelayanan (Warna Sari)
Rapat Konven Pendeta HKI Tahun 2009 ditutup pada hari Selasa, 17 Maret 2009, dengan penyerahan secara simbolik hasil-hasil Rapat Konven kepada Pucuk Pimpinan HKI oleh Ketua Konven Pendeta, Pdt. Firman Sibarani, MTh. Dan sebelum kembali ke tempat pelayanannya masing-masing, Peserta mengikuti rangkaian Ibadah Penutupan dan Perjamuan Kudus yang dilayani oleh Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal) sebagai Pengkhotbah dan Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus) sebagai Liturgis dan Pdt. Firman Sibarani, MTh.
Tidak lupa juga para Pendeta HKI yang kembali ke tempat pelayanannya membawa Pesan(Tona) Rapat Konvent Pendeta HKI, yang isinya a.l :
  1. Agar semua warga jemaat HKI berpartisipasi mensukseskan tahun 2009 Tahun Diakonia HKI dan menjadi tahun rahmat Tuhan bagi kita. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa telah dilaksanakan Pencanangan Tahun Diakonia HKI 2009 di Gedung Olahraga (GOR) Pematang Siantar pada Hari Minggu, Tanggal 15 Maret 2009. Seluruh Pendeta HKI berperan aktif dalam acara tersebut.
  2. Agar semua warga jemaat HKI berperan aktif pada Pesta demokrasi pemilihan Legislatif pada hari Kamis, Tanggal 09 April 2009 dan Pemilihan Presiden bulan Juli 2009 mendatang. Kita tetap berdoa agar pelaksanaanya dapat berjalan dengan Damai, Jujur dan Adil.
  3. Dalam menghadapi kesulitan yang diakibatkan Krisis Global yang sedang melanda bangsa-bangsa dewasa ini dan juga berpengaruh dalam kehidupan kita, agar kita semakin bertekun dalam doa, giat bekerja dalam pengharapan akan kasih karunia Tuhan bagi kita.
    Demikian pesan dari Rapat Konven Pendeta ini yang dibuat pada tanggal 17 Maret 2009 dan disampaikan kepada seluruh warga jemaat HKI dimanapun berada. Kiranya Tuhan Allah yang memberkati dan menguatkan kita semua. (EJPS)

DEPARTEMEN DIAKONIA HKI MEMBERIKAN PELATIHAN PETERNAKAN ORGANIC DI RURAL DEVELOPMENT ACTION (RDA) TIGALINGGA SIDIKALANG
Program Pengembangan Peternakan-Pertanian-Perikanan secara Organik merupakan salah satu Prioritas Program yang dilakukan pada Tahun Diakonia HKI 2009. Sasaran pelatihan secara organik pun tidak hanya mencakup warga jemaat HKI, melainkan kepada seluruh masyarakat dan Lembaga-lembaga Pemerintah - Non Pemerintah yang tertarik pada metode organik.
Pada hari Jumat – Sabtu, tgl. 6-7 Pebruari 2009, Pdt. Tigor Sihombing - Kepala Departemen Diakonia HKI memberikan Sesi Pelatihan Organik di RDA – Rural Development Action – Tiga Lingga, Sidikalang. Materi yang disampaikan mencakup :
  1. Pemeliharaan Babi Secara Organik
  2. Pemeliharaan Ikan Secara Organik
  3. Pemeliharaan Ayam Secara Organik
  4. Pemeliharaan Lembu Secara Organik
  5. Fermentasi Buah-buahan
  6. Fermentasi Daun-daunan
  7. IMO
Metode pelatihan adalah teori dan praktek yang secara langsung diperagakan di RDA. Peserta yang dilatih pada sesi ini antara lain perwakilan dari HKI, Hepata, MBM-Bali, KSPPM, Pengmas GKPI, Serikat Tani Simalungun, ARI Jepang, Serikat petani kopi di siborong-borong.
Kita dukung dan kembangkan pola peternakan-pertanian dan perikanan organik ini. Sebagai bagian dari program menjaga lingkungan dan meminimalisir pemakaian zat kimia pada setiap proses-hasil peternakan-pertanian-perikanan di masyarakat. Dan bagi warga jemaat atau masyarakat umum yang berminat terhadap metode organik, dapat menghubungi Pdt. Tigor Sihombing melalui email dep.diaconia@hki-online.or.id. Selamat Tahun Diakonia..., Salam DIAKONIA !!! (hp)


PELETAKAN BATU PERTAMA RENOVASI GEREJA HKI KOLANG

Gereja ada di dunia karena karya dan pekerjaan Yesus selama di dunia ini. Yesus Kristus yang mengumpulkan umat-Nya dengan Roh Kudus. Dengan Roh Kudus Gereja itu sebagai persekutuan yang baru di dunia ini untuk digunakan sebagai alat dalam karya penyelematan-Nya. Secara umum HKI terpanggil dalam karya penyelamatan tersebut, khususnya HKI Kolang. Keterpanggilan HKI Kolang dipertiwi ini tampak dengan berdirinya gedung gereja sejak tahun 1937, sejak berdirinya HKI Kolang selalu diadakan kegiatan pembangunan hingga gereja tersebut permanen. Tetapi karena kondisi gereja sudah tua (bangunan lama) maka perlu diadakan pembangunan pelebaran gedung gereja tersebut.

Pada Minggu tanggal 12 Oktober 2008 diadakan ibadah Peletakan Batu Pertama yang dipimpin oleh Bapak Pareses HKI Daerah V Tap.Teng-Tap.Se1. (Pdt.E.Sihotang, Sm.Th) dan Pendeta Resort (Pdt.D.S.Panjaitan, S.Th) yang dihadiri para undangan dari Muspika Kecamatan Kolang Bapak M.R.T.Sinaga (Koramil Kolang), Raja Huta /Pengibah Tanah Bapak U. Sianturi, mewakili gereja tetangga HKBP Kolang; St.A.Simanjuntak, Katolik Kolang; St.K.Sianturi, mewakili PLN Kolang; S.Hasugian, Pengusaha; Rinto Simamora, arsitek bangunan; Jusmar Simamora, tukang bangunan; M.Simanungkalit, seluruh anggota Jemaat HKI Kolang, dan Majelis/Parhalado HKI Kolang. Serangkaian dengan ibadah diadakan Peletakan Batu Pertama oleh Pareses Pdt.E.Sihotang,Sm.Th, diikuti dengan Pendeta Resort Pdt.D.S.Panjaitan dan para undangan, team pembangunan hingga pada perwakilan anggota jemaat dari setiap sektor, pengurus lembaga (PNB, PW, Koor Gabungan), dan parhalado/majelis HKI Kolang. lbadah dimulai pukul 10.00 WIB s/d 11.00 W1B. Nampak pada acara tersebut antusias anggota jemaat dalam mengikuti rangkaian acara hingga selesainya.

Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Roma 3: 23 – 28, Pdt.E.Sihotang,Sm.Th. (Pareses Daerah V) menekankan : Bahwa dalam membangun rumah Tuhan/Gereja yang dilakukan secara bertahap, sangat diperlukan swadaya dan karya warga .jemaat. Pengorbanan dan pemberian orang yang percaya pada Tuhan untuk membangun gereja-Nya tidak akan sia-sia.
Pembangunan yang dilakukan pada tahap pertama (I) ini adalah untuk pemasangan pondasi dan Slop beton bagian depan gereja. Warga Jemaat secara bersama-sama bergotong royong untuk pengadaan bahan, misalnya pasir dan batu koral. Diperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunana ini menghabiskan dana ± Rp. 500.000.000.- (Kurang lebih lima ratus juta rupiah). Kami mohon kesediaan bapak/ibu/saudara untuk dapat memberikan bantuan secara Material, moril dan doa. Tuhan Yesus memberkati kita sekalian. Amin.(LS)


PESTA ULANG TAHUN KE-25 (Pesta Perak) HKI Pirma Toba Resort Sebanga-Duri

Pesta Perak (25 Tahun) HKI Pirma Toba Resort Sebanga-Duri berlangsung dengan Hikmat dan Sukses. Kebaktian Minggu Pesta Ultah ke-25 HKI Pirma Toba itu dipimpin oleh Ephorus HKI: Pdt. Dr. Burju Purba sebagai Pengkhotbah, Pdt. E. Siregar, SmTh(Praeses Daerah VIII Riau-Sumbagsel), Pembawa Kidung Pujian (Ende) : Pdt. N. Br. Hutasoit (Pendeta Resort HKI Sebanga-Duri) dan sebagai Pembawa Doa Syafaat adalah Pdt. M. Saragi (Praeses Daerah I Sumatera Timur I sekaligus Pendeta Resort Pertama di HKI Pirma Toba-Duri) serta Song Leader adalah Pdt. L. Manalu, STh (Pendeta Resort Khusus HKI Simp. Padang – Duri), Pdt. M. Hasibuan, STh (Pendeta Resort HKI Okuli Babussalam) dan Pdt. Edwin JP. Simanullang, STh (Staff Pucuk Pimpinan HKI). Kebaktian juga diisi oleh KOOR/Kidung Pujian dari Persatuan Naposo Bulung (PNB) Pirma Toba dan Persatuan Wanita HKI Simp. Padang dan undangan yang lain serta lagu Mars HKI

Setelah acara Ibadah dilanjutkan dengan Acara Ulang Tahun yang dipusatkan di Luar gedung Gereja. Acara Ulang Tahun ini terdiri atas : Laporan Panitia Pesta : St. Sitorus, Pembacaan Sejarah HKI Pirma Toba oleh St. J. Gultom. Secara singkat dia menjelaskan bahwa: HKI yang dulunya bernama HchB telah berdiri 25 tahun yang silam di Pirma Toba Resort Sebanga-Duri. Menurut sejarahnya, 3 tahun setelah berdirinya gereja HKI yang di Jl. Dame, ada sebagian Jemaat yang berdomisili di Pirma Toba. Dari sanalah awal rencana akan berdirinya HKI Pirma Toba yang awalnya digagasi oleh St. D. Siagian/br. Pasaribu. Kebaktian pertama dilaksanakan di rumah bapak St. J. Sitompul, jadi tanggal berdirinya HKI Pirma Toba adalah tanggal 01 Agustus 1984. Adapun statistik HKI Pirma Toba ketika itu adalah: Kaum Bapak : 12 orang, Kaum Ibu : 12 Orang, Anak-anak : 34 Orang, Jumlah 12 KK, 58 Jiwa. Dan sekarang Statistik ni Jemaat sampai pada tanggal 08 Maret 2009 adalah :Kaum Bapak : 87 Jiwa, Kaum Ibu : 93 Jiwa, Naposo/Remaja : 60 Jiwa, Anal-anak: 20 Jiwa. Jumlah : 460 Jiwa.

Para pendeta yang telah melayani disana adalah sebanyak 6 orang, yaitu : 1. Pdt. M. Saragi, 2. Pdt. E. Sihotang, 3. Pdt. ED. Siagian; 4. Pdt. MPU br. Hutapea; 5. Pdt. K. Simamora dan 6. Pdt. N. Br. Hutasoit s/d sekarang.

Pemotongan Kue ULTAH ke-25 Tahun HKI Pirma Toba itu dilaksanakan oleh Ephorus HKI: Pdt. Dr. B. Purba yang didampingi oleh Praeses, Pendeta Resort dan Panitia Pesta, Dalam acara Pesta juga diberikan Piagam Penghargaan dan Pemberian Cenderamata(Ulos) bagi pendiri, penggagas dan undangan. Acara Makan Bersama dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. M. Hasibuan, STh. Dalam acara maka juga diadakan acara lelang oleh Panitia lelang dan setelah itu maka dilaksanakan Acara Hiburan yaitu termasuk Tortor dari Panitia, Tortor Rombongan Pucuk Pimpinan dan Para Undangan yang hadir dalam Pesta tersebut. Semoga dengan adanya pesta ini HKI semakin Maju dan berkembang seiring usianya yang semakin Dewasa tersebut. Tuhan Memberkati !(EJPS)


Acara Pembubaran Panitia Sinode Ke-58 HKI


Pada hari Jumat, tanggal 27 Pebruari 2009. Panitia Sinode ke -58 HKI yang diketuai oleh St. Ir. M. Hutasoit dan Sekretaris : St. M. Marpaung, MSIE serta Bendahara : St. Gayo Gultom, MKes, secara Resmi dibubarkan oleh Pucuk Pimpinan HKI di Medan. Acara Pembubaran Panitia Sinode didahului dengan Kebaktian Singkat yang dipusatkan di Kompleks Gereja HKI Teladan Medan. Kebaktian dipimpin oleh Ephorus HKI: Pdt. Dr. B. Purba dengan berlandaskan Firman Tuhan dari Filipi 2:2: "Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan". Sebagai Liturgis adalah Pdt. K. Simorangkir, STh (Praeses Daerah VI Sumatera Timur II) dan Pembawa Doa Syafaat adalah Pdt. F. Sibarani, MTh (Praeses HKI Daerah IX Humbang). Selesai Acara Kebaktian Singkat dilanjutkan dengan Kata-kata Sambutan. Setelah Kata-kata Sambutan dilakukan penyerahan sisa hasil dana Panitia Sinode ke-58 HKI dan Inventaris kepada Pucuk Pimpinan HKI (Ephorus dan Sekjend) dan selanjutnya panitia Sinode dibubarkan oleh Sekjend HKI. Pembubaran Panitia Sinode kemudian ditutup dengan acara Makan bersama dan Hiburan. Kiranya Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati para Panitia Sinode ke -58 HKI di Mikie Holiday Hotel - Berastagi yang telah bekerja keras demi suksesnya penyelenggaraan tersebut. Tuhan Memberkati !(EJPS)

Parheheon Persatuan Wanita HKI Resort Patane Porsea
*Minggu, 22 Maret 2009, di HKI Banua Rea, Res. Patane Porsea*

Minggu, 22 Maret 2009 PW HKI Resort Patane Porsea mengadakan kegiatan Parheheon PW yang diikuti oleh  PW yang ada di setiap jemaat, yaitu PW HKI Patane, PW HKI Sionggang Tengah, PW HKI Lumban Nabolon, PW HKI Sigaol, sedangkan di Jemaat Marom dan Banua Rea belum ada wadah PW terbentuk namun kaum ibu dari kedua jemaat tersebut turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Yang menjadi panitia inti dalam pesta parheheon ini adalah; *Ketua*: Cal. Pdt. Helen Br. Lbn tobing, S.Th; Sekretaris*: St. Rohani Br. Regar; Bendahara*: St. K. Br. Butarbutar. Kegiatan PW tersebut dari awal hingga selesai berlangsung dengan hikmat. Yang sungguh menarik dalam pesta tersebut adalah bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri oleh kaum ibu tetapi juga kaum bapak dari ke enam jemaat pelayanan HKI Resort Patane Porsea dan juga PNB HKI Sigaol. Jumlah keseluruhan jemaat yang hadir dalam pesta tersebut kurang lebih 150 orang belum termasuk anak-anak.

Rangkaian Acara kegiatan pesta parheheon tersebut adalah sebagai berikut;
1. Kebaktian bersama, dimana masing-masing PW mempersembahkan koor. Demikian juga PNB HKI Sigaol turut serta mempersembahkan koor. Acara kebaktian dirangkai oleh  Resort dengan budaya batak, khususnya dengan mengadopsi umpasa Batak Toba. Hal demikian membuat kebaktian tersebut semakin bertambah hikmat.

2. Setelah kebaktian, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah: "Haparsidohoton (peranan) kaum ibu dalam pelayanan Diakonia". Nara sumber dalam hal ini adalah Pendeta Resort, Pdt. D. Pasaribu, S.Th. Topik ceramah ini, telah diputuskan dalam sermon Resort sebelumnya. Rapat pada sermon resort menetapkan judul tersebut karena pada tahun 2009 ini adalah tahun diakonia bagi HKI. Sekaligus sebagai tindak lanjut pencanangan tahun 2009 sebagai tahun diakonia bagi HKI di GOR Pematang Siantar, minggu 15 Maret 2009.

Narasumber dalam ceramah tersebut menekankan bahwa kaum ibu adalah bahagian integral dari warga jemaat. Oleh karena itu, kaum ibu juga harus turut serta ambil bagian dalam pelayanan diakonia Gereja. Apa yang dapat diberikan oleh kaum ibu kepada persekutuannya dengan sesama jemaat, apa yang dapat diberikan oleh kaum ibu dalam persekutuannya di tengah masyarakat, apa yang dapat diberikan oleh kaum ibu dalam persekutuannya di tengah keluarga, apa yang dapat diberikan oleh kaum ibu dalam persekutuannya di tengah lembaga PW itu sendiri.

Yesus adalah *diakonos *yang sesungguhnya dan Dia telah menunjukkan *diakonia* yang benar, karena Dia datang ke dunia bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Dia hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk manusia. Demikianlah halnya, jiwa *diakonia *yang akan dipergumulkan kaum ibu dalam interaksinya dengan sesama.

Narasumber juga mencoba menyampaikan bagaimana pelayanan diakonia dalam jemaat mula-mula. Mereka menganggab hartanya bukan hanya miliknya sendiri tetapi adalah milik bersama. Mereka menunjukkan dalam perbuatan bagaimana kepedulian antara satu dengan yang lain. Warga jemaat menjual harta mereka demi untuk memperbaiki kehidupan orang lain. Mereka telah menunjukkan pelayanan diakonia yang harus dilanjutkan oleh Gereja sepanjang masa. Dalam hal ini, narasumber menyinggung kepedulian warga jemaat HKI Resort Patane Porsea dalam mendukung program pelayanan resort yang bertujuan untuk memperbaiki kehidupan warga jemaat. Pdt. D. Pasaribu mengatakan; "Kita harus jujur, bahwa kita adalah warga jemaat yang pelit untuk hal-hal yang berhubungan dengan dukungan material kepada pelayanan Gereja". Masih penjelasan narasumber, kita harus ingat, pelayanan diakonia kita adalah untuk mempersiapkan harta yang kekal di sorga. Harta duniawi pasti berlalu, tetapi harta sorgawi kekal sampai selamalamanya (bd Luk 12:33).

3. Setelah ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan kegiatan "pragmen" oleh 4 PW (PW HKI Patane, Sionggang, Lumban Nabolon, Sigaol), yang berjudul; "Metode kaum ibu untuk menyadarkan suami pemabuk" dengan durasi waktu 10-13 menit, dengan jumlah pelakon 5-8 orang. Semua warga jemaat yang hadir dalam pesta tersebut sangat serius mengikuti pragmen masing-masing PW. Hal yang menarik dalam pragmen ini adalah kaum ibu yang mengambil peran sebagai suami pemabuk, dan juga sang istri yang melakonkan pergumulan yang berat karena suaminya sebagai seorang pemabuk. Banyak jemaat yang terharu dan meneteskan air mata melihat kaum ibu yang menangis yang melakonkan seorang ibu yang menghadapi pergumulan karena suaminya seorang pemabuk.

Bagaimana seorang ibu yang berupaya semaksimal mungkin menyadarkan suaminya
supaya bertobat dan menjadi seorang ayah yang memperhatikan keluarganya. Asa tu angka ama, tuak tangkasan ma ta inumbe, asa tangkas purba, tumangkasan angkola, tangkas hita maduma, tumangkasanma mamora. Unang antong "tuak angsa" dohot "tuak sihutur sanggul" tagasak. Lapatanna, boi do ama minum tuak, alai unang gabe dirajai tuak.
Pragmen ini adalah sangat memberi manfaat bagi para kaum ibu, karena dengan pragmen tersebut, kaum ibu menjadi dibekali dengan berbagai metode tentang bagaimana metode atau cara untuk menyadarkan seorang suami yang pemabuk.

Dalam kegiatan pragmen tersebut; Juara I; PW HKI Sigaol, Juara II; PW HKI Sionggang dan PW HKI Patane, Juara III; PW HKI Lumban Nabolon.
Demikianlah pesta parheheon PW ini kami laporkan, kiranya PW yang ada di setiap aras pelayanan HKI berupaya dengan berbagai programnya masing-masing untuk memperlengkapi kaum ibu dalam setiap pergumulan yang sedang dan akan dihadapi. Syalom, Selamat Berdiakonia.

Dilaporkan Oleh Pdt. HKI Resort Patane Porsea

Tuesday, February 17, 2009

Cover MBW, Edisi No.21 Februari-Maret/Tahun XXXII/2009

Editorial Bina Warga Edisi Pebruari - Maret 2009


Tahun Diakonia

Dari 3 Panggilan Gereja (Marturya, Koinonia dan Diakonia), tanpa bermaksud meninggalkan pelayanan yang lain, tahun 2009 kita akan lebih memfokuskan bidang pelayan kepada salah satu darinya, yakni bidang Diakonia. Lewat Lembaga Kemitraan Gereja-gereja di Sumatera Utara, tahun 2006 lalu, Pucuk Pimpinan telah mengusulkan bahwa HKI akan mempersiapkan diri menjadi Fasilitator bagi pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat dibidang Pertanian dan Peternakan. Hal itu juga telah ditunjukkan oleh intensitas kegiatan Departemen Diakonia yang telah melakukan banyak kegiatan Pelatihan Pertanian/Peternakan Organik, yang bukan hanya untuk warga HKI, juga kepada warga gereja lain dan bahkan telah melayani Pemkab HUMBAHAS.

Pada rapat Majelis Pusat, bulan September 2008 telah disepakati program HKI 2009 sebagai tahun Diakonia. Pucuk Pimpinan telah memulai Sosialisasi melalui Almanak HKI 2009. Keseriusan kita untuk mencanangkan dan melaksanakan bidang pelayanan diakonia pada tahun ini, Pucuk Pimpinan telah mengangkat Panitia Pencanangan untuk mempersiapkan dan memfasilitasi satu kegiatan besar (Perayaan Puncak Pencanangan Tahun Diakonia) yang akan dilaksanakan pada Minggu, 15 Maret 2009 bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) P.siantar. Kegiatan ini dipadu berdekatan dengan rapat Majelis Pusat dan Rapat Konven Pendeta, dengan harapan semua Majelis Pusat dan Pendeta HKI bersama warga jemaat dan undangan hadir pada perayaan tersebut. Satu target yang hendak dicapai oleh Panitia adalah Pengumpulan Dana bagi Pembangunan Training Center Diakonia HKI.

Sebagaimana dilaporkan Pucuk Pimpinan HKI di Sinode ke-58 di Berastagi, telah dibeli sebidang Tanah Peruntukan Pembangunan Training Center berlokasi di Tiga Dolok-Simalungun. Sketsa dan tahapan Rencana Pembagunan juga telah di rancang. Bukan hanya itu, dalam beberapa kali kunjungan mitra Luar Negri ke Kantor Pusat HKI; Pucuk Pimpinan juga membawa mereka ke lokasi Pembangunan Training tersebut untuk meyakinkan sembari meminta bantuan mereka untuk pelaksanaan tahapan pembangunan yang membutuhkan Dana yang cukup besar. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan adanya bantuan Luar Negri untuk kegiatan dimaksud. Namun hanya inikah kegiatan yang akan kita laksanakan pada tahun Diakonia ini ? Untuk menyegarkan kita semua, sekali lagi mari kita simak apa yang dikatakan oleh Pucuk Pimpinan kita:

Saudara-saudaraku yang kekasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus,
Tahun 2009 ini kita sebut Tahun Diakonia dalam pelayanan kita di Huria Kristen Indonesia. Tujuan kita menjadikan tahun 2009 ini menjadi tahun diakonia adalah untuk lebih meningkatkan pelayanan kita di bidang diakonia, tanpa melupakan pelayanan kita pada bidang Pekabaran Injil (Marturia), Persekutuan (Koinonia). Seperti telah kita tuliskan dalam PRT HKI Tahun 2005 , Bab IV, Pasal 16, d, bahwa Ruang Lingkup Kerja Departemen Diakonia ialah:

a) Pelayanan Sosial.
b) Pelayanan Pendidikan.
c) Pelayanan Kesehatan.
d) Lingkungan Hidup.
e) Pengembangan Masyarakat.
f) Dana Pensiun.

Memperhatikan luasnya ruang lingkup pelayanan ini dan terbatasnya sumber daya kita, maka prioritas utama yang akan kita sentuh pada tahun 2009 ini ialah Pelayanan Sosial, Lingkungan Hidup, Pengembangan Masyarakat dan Dana Pensiun.

Siapakah yang bertanggung jawab melakukan pelayanan yang sangat luas ini?. Jawabnya, ialah kita secara bersama-sama. Bagaimana caranya? Caranya ialah:
  1. Seluruh Warga HKI diajak untuk mendoakan pelayanan ini.
  2. Seluruh Warga HKI diajak untuk mendukung pelayanan ini secara sungguh-sungguh dengan memberikan sebahagian apa yang dimiliki (tenaga, pikiran, uang, dsb).
  3. Masing-masing Jemaat atau Resort atau Daerah di seluruh jajaran pelayanan HKI dianjurkan dengan sangat, agar mendukung ”Program Diakonia” yang telah disusun dari Kantor Pusat HKI. Program dimaksud telah disebarluaskan oleh Pucuk Pimpinan HKI kepada seluruh Jemaat HKI melalui Preses kita di Daerah-Daerah.

Tuhan Yesus berfirman:”Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Lukas 4:18-19).

SELAMAT BERDIAKONIA. TUHAN MEMBERKATI SAUDARA-SAUDARA
Terima kasih.
Ephorus
Pdt.Dr.B.Purba.

Bahan Jamita Bina Warga Bulan Pebruari 2009


Jamita Minggu 4 Dung Epiphanias
Tgl. 01 Pebruari 2009
Lukas 15 : 11 - 24
Pdt. Eben Hutasoit, S.Th
Pdt HKI Resort Panei Tongah

Hamubaon i dipatudu Parulaon

I. Patujulo.
Turpuk on, somal do digoari anak na mago. Alai, molo taida do impola ni umpama on, atik beha dohononta turpuk on taringot tu Ama na gok holong ni roha, ai di bagasan turpuk on dipabotohon do tu hita taringot na gumodang holong ni Ama i sian dosa ni anak na mago i. Disisi na asing boi do berengonta holan di bagasan Jesus do adong ngolu dohot hatiuron. Umpama on dihatahon Jesus do laho mangalusi ungutungut ni halak Parise dohot siboto surat, ala torop angka sijalobeo dohot sipardosa na pasolhot dirina laho tumangihon hata ni Jesus (pat. Luk: 1-2). Di jolo ni turpuk on, nunga adong dua umpama dipabotohon Jesus, i ma taringot tu birubiru na lilu dohot hupang na so tarida (ay. 4- 10). Alai turpukta sadarion dao tumorang sian turpuk na di jolona. Ai holong ni roha ni Debata na tuk do manaluhon haotoon ni jolma, pangaleaon ni soarasoara na mangunjuni dohot pemberontakan ni roha na tinuntun. Holong ni roha ni Debata na tuk do mangalehon ngolu dohot mamboan jolmai sian haholomon tu hatiuron, asa patar di ida jolma i hagogoon ni Debata.

Dua anak ni sada halak; Sianggian mangido sinamot na tu amana. Dungi dilehon, laho ma ibana tu luat na dao; dipansuasehon ma sinamot i, suda ma suluhutna. Di na ro haleon poor, mahiandu (mambuat gaji) ma ibana, gabe marmahan babi ibana, dungi male, jala disangkapi do manganhon indahan ni babi i. Dung i marhusori ma pingkiran dohot rohana namandok; boasa mansai torop halak digaji amangku, jala lobian indahan, hape ianggo ahu ingkon mate ma dison anturaparon?. Dung adong di ibana panolsolion sisongoni gabe patar jala torang ma diantusi ibana ia amana i parasi dohot gok holong ni roha do. Hehe ma ibana mandapothon amana, huhut manolsoli di pambahenan na. Panolsolion ni anak-na i, dijangkon amana do, marhite na patupa pesta dohot mangalehon ulos na dumenggan, tintin dohot sipatu. Jadi mamungka marlas ni roha ma nasida.

II. Hatorangan ni turpuk:

Ayat 11-16; Somal do masa di halak Jahudi namanadinghon hutana alani hapogoson laho mangalului pandaraman na dumenggan di luat na asing. Ala godangan dope jolma on mangalului ngolungolu sian hangoluan. Mangihuthon adat ni nasida, ndang jadi gadison tano sipatepate (pat.3 Musa 25:23-28). Anak sianggian mangido sinamot sian amana, manang nasadia tohapna. Ra napinangido ni anak sianggian i ma arta na asing (harta bergerak); diboto ibana do i, ai 2/3 arta i di sihahaan do, anggo di ibana holan 1/3 do (pat. 5 Musa 21: 17). Boi do ra taantusi pangidoan anak sianggian i ala poso dope ibana, ra songon na runtus do i; ala ndang dope tardok na sala. Ndang pola dipaboa na so lomo rohana mida amana, manang naung loja ibana paihutihut aturan ni amana i. Jadi ndang apala tangkas atik na adong sian mulana i tahitahi na jahat di hadirion ni ibana. Alai dung dipapungu ibana saluhutna na patut di ibana, laho ma ibana tu luat na dao. Manang boha pe marhite ngolu na morlobilobi, ala naung tarsulandit ibana, na mansegai dirina sandiri, gabe suda ma sude sinamot na binoanna i. Ala nunga suda sude, pola ndang tarbahen ibana manuhor mangan, alani laho ma ibana mangalului ulaonna. Mangihuthon adat Jahudi, sada ulaon na ramun do marmahan babi (pat. 3 Musa 11: 7), alai diolohon ibana do i, nang pe so pola terjamin upa sijaloonna. Alani malena, pola do disangkapi ibana laho manganhon langkat i, indahan ni babi i. Alai ndang adong na mangalehon tu ibana. Alani do didok halak batak: tumajom do butuha, sian raut parsinabung. Alani siubeon sisanjongkal on ingkon ulahonon do sude asa boi marisi sipanganon.

Ayat 17-20 a; Hapaeton ni ngolu na tipa tu anak na mago on ndang mambahen ibana gabe putus asa, alai situasi i do na gabe mangonjar ibana tu hamubaon ni roha. Marhite parungkilon i gabe patar ma di antusi ibana ndada holan ngolungolu na porlu di portibion alai dohot do hangoluan sian Debata. Tarida do i sian pandohan: "Dungi di pasuang ma rohana tu bagasan". Diingot ibana ma holong ni roha ni amana dohot haburjuon di bagas ni amana i. Torop halak digaji amana, jala lobian sipanganon; marhite angka i, lam ditanda ibana ma dirina, gabe disolsoli dirina jala muba ma rohana. Ndang sae holan disolsoli dirina, alai hehe ma ibana mandapothon amana. Ala dibagasan hatiuron na sian Debata, gabe boi ibana malua sian haholomon alana patar ibana marnida sondang hangoluan i. Nunga diboto ibana, ia ngoluna nunga maralo tu lomo ni roha ni Debata. Jala diboto ibana do, nunga disegai ibana pardomuanna dohot amana, pola ingkon mago kedudukanna songon sada anak. Alani do dipangido ibana tu amana: ndang tama be ahu goaron anakmu, bahen ma ahu songon anak gajianmu sada. Pandohanna i manggombarhon na tumoru dope sian sahalak naposo na masuk tu keluarga ni tuanna. Jadi, hehe ibana manopot amana. Na adong dibagasan rohana, gabe sada tindakan nyata. Boi do ingotonta nang di hata Heber "Syub", namarlapatan marhusor jala mulak, mulak tu Tuhan i, i ma hamubaon na singkop, namanghamham hamubaon ni ngolu dohot hamubaon ni roha.

Ayat 20 b-24; Diparjumpanganna dohot amana, tung dao do sia naniarop ni rohana. Jempek do pingkiranna jala metmet do dihirim ibana. Hape anggo amana i, dao dope nunga ditatap ibana. Ala ni asi ni roha ni amana, hatop ma di tomu, dihaol jala diumma songon tanda holong ni rohana ala naung mulak anakna i, andorang so didok anakna i hata na naeng sidohononna (pat. 2 Samuel 14: 33). Pandohan di ayat 21 dos do i tu ayat 18-19. Disolsoli anak i dosana tu amana, na so tama be ibana goaron anakna, alai ndang dioloi amana i pangidoan ni anakna i. Marhite hata ni amana tu angka naposona naeng do jangkonon ni amana i ibana songon anakna hian, gariada tahe asa dibagasan las ni roha. Dilehon ulos na dumenggan (Tanda ni hasangapon), tintin tu tanganna (songon tanda kedudukan na timbo dohot huaso) kedudukan songon anak (pat. 1 Musa 41:42), dohot sipatu tu patna, na manggombarhon anak mata (orang merdeka), ndang hatoban na somal mardalan so marsipatu. Asing sian i diboan do anak ni lombu na pinamokmok, asa dipotong, mangan, marlas ni roha. Parmanganon on, paboahon naung mulak denggan pardomuan ni ama tu anakna. Ai anak na manggotaphon pardomuan tu amana, boi dohonon naung mate do i. Laos songoni do, naung mago gabe jumpang muse. Lapatanna, di pahehe tu sada ngolu na imbaru (pat. Rom 6: 1-4), jala papatarhon hatiuron di ngoluna asa boi ibana marnida hatiuron na sian Debata.

III. Sipahusorhusoron

1. Turpuk taringot tu umpama anak na mago on, boi do songon sada sorminan na tatiop di bagasan ngolunta. Atik beha do hita sandiri na gabe "anak na mago" i, na manuntun lomonta, gabe lao hita tu luat na dao, lilu jala mangulahon ulaon na dao sian hasintongan i. Alai marhite na tatanda haliluonta dohot holong ni Debata na mansai balga gabe mulak hita huhut marhatopothon dao umbalga do asi ni roha ni Debata sian angka dosa na taulahon, gabe dijangkon hita sumuang gabe anak na hinaholongan ni Debata.

2. Di pargoluan siapari, sai ummura do jolma mambahen pemutusan hubungan sian na padimundimun hasadaon. Taida do i nang diturpuk on, ai ndang pola ganjang prosesna, dipangido anak sianggian i sinamot na tu ibana, ala holan kepentingan pribadina do dipatujolo ibana, asa boi dipaolooloi hisapna. Jotjot do tabege manang taboto, laho manggohi hisap ni ni sasahalak, ndang alang rohana mamunu jolma na asing. Suang songoni, di angka boruboru naposo (ABG), sopola marpingkir ganjang, ndang alang rohana "manggadis dirina ", nang nunga maralo tu hata ni Debata asal ma hatop ibana dapotan laho manggohi hagiotna. Alani do jotjot dibagasan ngolu ni jolma, holan mangalului ngolungolu lupa mangalului hanggoluan. Ndang diboto hatiuron dohot hahapatar ni ngolu i holan sian Debata do.

3. Panandaon diri, mangonjar hita laho tu hamubon ni roha. Tontu sahali panandon diri, mangonjar hita laho tu hamubon, ndang ro boti; alai marhite na mamereng humaliang , mangantusi na masa, di tingki na salpu dohot di tingki nuaeng. Lapatanna: Marhitehite hatiuron na ro sian Jesus gabe boi hita marnida hatiuron i dibagasan ngolunta on. Pangalaosion, hapogoson (hape namora do amana), haraparon (hape lobian indahan do di bagas ni amana) gabe ditanda ma dirina. Sude on ndang sae holan tinggal di bagasan roha, alai hehe do ibana mandapothon amana, jala pajumpang ibana, marhite na dihaol jala diumma amana i ibana, i ma hamubaon na marpangulaon. Ndang holan buni di bagasan roha, alai dipapatar ibana do i marhitehite na pajumpang ibana dohot amana. Di ngolunta pe, naeng ma patar tarida hamubaon ni roha na tangkas, dipambahenanta, marhite hata dohot pangalaho. Ndang lomo roha ni Tuhan Jahowa mida hamatean ni halak parjahat i, so ingkon mida hamumulak ni parjahat i tumadingkon dalanna, asa mangolu ibana (Hesekiel 33: 11).
Amen.


Jamita Minggu Septuagesima
Tgl. 08 Pebruari 2009
Jeremia 29 : 22 - 23
Pdt. Suparman Simamora, S.Th
Pdt. HKI Resort Labuhan Batu II

Di Debata ma Hasangapon
I. Patujolo

Nungga tatanda anggo panurirang Jeremia (pat Jer 1:1 ff). Ibana sahalak panuriranng na so olo kompromi maradophon angka pangalaho namaralo tu lomo roha ni Debata. Jala nasai girgir mansoarahon hamubaon ni roha dibangso ni Debata dohot asa marpangunsadean jala marhaporusan tu Debata. Hadirion ni si Jeremia on ndang boi ditawar-tawar. Mansai togu jala hot do ibana disi, maradu gabe sisogo do ibana maradophon dongannna sabangso. Ndada holan i, maradu dohot do nang hosana dipaburuburu angka alona.

Turpukta on ima namasa di tingki ni Raja Joiakim. Dimasa ni si Joiakim on adong pigapiga namansai riongkot nagabe titik berat kritikan ni si Jeremia, jala ringkot dalan mangantusi turpuk ta:

1. Perasaan aman na palsu. Adong anggapan tingkini, bagas joro ni Debata dohot angka pelean situtungon naung pinelehon i, boe gabe benteng pertahanan sian angka musu. On ma dok ni raja Joiakim i tingki i, jala mandok tu bangso i asa dihaporsea i (Jer. 7:4). Hape sementara pangalaho ni bangso i ndang na ture diadopan ni Debata. Hata ni Debata marhite si Jeremia mandok molo so dipauba nasida rohana pamasaon ni Debata ma haurahon di bangsona ( 7:1-8:7; 26:1-24).

2. Raja Joiakim manimbil sian amana raja Josia. Balik do pangalaho ni si Joiakim sian amana raja Josia. Gabe diula do naso denggan ima: ndang dipatigor uhum, mangarupa halak na buro, natading di lampin, boru-boru na mabalu, jala mangusehon mudar na so marpipot dohot mangihuthon debata sileban (7:5-10,30-31).

3. Taringot tu kebijaksanaan luar negeri. Raja Joiakim mendukung koalisi dohot halak Misir laho mangalo halak Babel, ianggo si Jeremia mandok ingkon tunduk ma tu si Nebukadnesar. Tadok ma i sebagai pembangkangan terhadap Allah (pat 9:24-25).

II Hatorangan ni turpuk

1. Songonon do hata ni Jahowa:"Sai unang ma ditengahon nabisuk habisuhonna...." Hata ditengahon, dihata Indonesia di dok "bermegah". Manang yithallel (hallel : Heber) ; memuji, membanggakan, memasyurkan, bermegah. Jadi mansai tangkas do nanaeng didok dison ima; naso jadi habisuhon ni jolma i pangasahonon, manang marpos ni roha tu si. Songoni nang angka nagogo dihagogoonna, nang na mora pe dihamaoraonna. Manjadihon hamoraon, hagogoon, dohot habisuhonna diginjang ni Debata, gabe ndang diakui be habisuhon ni Debata.

2. Alai manang ise nanaeng mamuji dirina, maka kebanggaan yang utama dalam dirinya ima ala ditanda do Debata Jahowa, parasi roha namanghajongjonghon uhum dohot hatigoran di tano on. Ndada jolma na sangap, na bisuk, na gogo, dohot na mamora na di portibion. Ai saguru di Debata do saluhut na portibion ro di isina pe. LomoNa do naingkon saut di partingkian on. Si Pulus mandok :"Na naeng mamuj i dirina, mangasahon Tuhan i ma ibana mamuj i! (Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." :1 Kor 1:31; 2 Kor 10:17).

III. Sipahusorhusoron

Disaluhut na on, ndang adong dapot i di Raja Jojakim. Baliksa gogo dohot pamingkirionna do dipangasahon laho mangalo musu manang laho palua ibana sian angka hamaolonna. Ndang Debata dioloi ibana songon nanidok ni panurirang Jeremia. Alai dipaginjang ibana do rohana, manundalhon Debata Jahowa jala manangihon tagonan angka panurirang gapgap namanuriranghon hatana sian pingkiranna sandiri, ndada sian Debata Jahowa. Panurirang Jeremia mansai marsihohot do haporseaonna holan tu Jahowa Debata. Ido umbahen pos rohana mandok holan huaso ni Debata do namanontuhon saluhut namasa ditanoon. Selain Ibana namanontuhon, holan Jahowa do tutu na berhak mengubah sangkap-Na (Jer 18:7-10). Dibahen i ringkot porsea situtu di Tuhan i, asa ibana mangaturhon saluhutna. Jala angkup ni i, ima paubahon roha. Ai hagigion do di Jahowa angka namanghaginjanghon dirina, ai tarrajum ma nasida namanundalhon Debata. Amen.


Jamita Minggu Sexagesima
Tgl. 15 Pebruari 2009
Lukas 8 : 9 - 15
Pdt.M.P. Siregar, M.Th
Pdt. HKI Resort Huta Bayu


Pauba Hamu ma Rohamunma

I. Patujolo
Andorang di portibi on dope Tuhan Jesus, di angka poda pangajarionNa/jamitaNa, jotjot do dipangke Ibana umpama/tudosan na marpardomuan tu angka na masa di parngoluan ni jolma si ganup ari (vide: Yoh. 10:11).
Tardok hita do on, sada metode ni Tuhan Jesus do, asa marhite i :

1. Ummura ma jolma na umbegesa laho mangantusi hataNa i.
2. Umbagas dipingkiri lapatanna jala pintor peop dibagasan rohana hata i.
3. Mura situtu pintor antusanna angka hata pandohan ni Tuhan i.
4. Ndang na hulinghuling/Marhulinghulingan hataNa i, manang mangalojai jolma i mambahen bingung jumolo laho mangalapatisa, alai mura do terjemahonon tu ngolu niba.
5. Lumeleng ma ingoton, lumobi panghorhon ni hata i, jala hona tu roha.
6. Tiur jala tung tulus do roha ni jolma i laho mangulahon/patupahonsa.
7. Dohot lan na asing dope na mardomu tusi.

Songon on do dipaboa Tuhan Jesus dibagasan umpama on : Ia "boni" i, hata ni Debata do i (ayat 11), jala Debata do Panabur i ! jala songon on do na pinaboa ni Tuhan Jesus disi, ima angka rumang ni panjaloon ni hita jolma (tano=roha) na gabe inganan ni hatubuan ni boni i, na sinaburhon ni Panabur i hombar tu tingki dohot ingananna.

Taringot tusi, tontu asing be do taida angka partingkian dohot ingananna dipatupa Debata, na martudu-tudu laho manjou jolma i, asa masuk tu bagasan harajaonNa. Adong do idaonta songon pagalaho ni boni i, tumibu ibana tubu, adong do na umpudi Ibana tubu, alai laos adong do naso tubu. Asa tung lam tumangkas, boi ma taida rumang ni angka i, marhite-hite na pinatorang dibagasan turpuk on.

II. Hatorangan
Di hata barita/poda pangajarion ni Tuhan Jesus di umpama on, adong do 4 bagian inganan na laho hatubuan ni "boni" na sinaburhonNa i, ima:1. Di dalan; 2. Di batu 3. Di Parsihupian, 4. Di Tano na denggan.

1. Di Dalan
Didok : Anggo boni na di dalan i, ima angka tudosan ni jolma angka na umbegesa, dungi........d.u,. panghorhonna, gabe tardege angka pardalan ma boni i gabe tarpisat manang mate, manang diparguti angka pidong na martongatonga langit gabe soada.
Rajumanta do pangalaho on, marhite pangantusion na mandok: dibege na umbegesa do hata i, alai ndang dipinggol, manang ditangihon do nian hata i, alai ndang dung anggo tung dibege, ai masuk sian siamunna do dipinggol ibana hata i, alai haruar sian siamun, manang dietong rohana do na songon pamolus ni alogo sambing do hata ni Tuhan i di ibana, manang ndang adong kepedulianna jala tertutup do rohana tu angka na denggan i, ai dipasombu ibana dibuat sibolis i hata i sian bagasan rohana, gabe mago ma dohot haporseaonna unang dapotan haluaon na sian Tuhan i. Hinorhon ni i, laos mago ma dohot tondina tu hamatean si saleleng ni lelengna.

2. Di Batu
Angka boni na madabu tu batu, sepintas idaonta hira na tubu do ibana satongkin, dungi rahar ma, ala soada aek. On ma hataridaan ni pangalaho ni jolma na holan sambolus sambing idaon songon na las rohana manjangkon hata i, alai ndang tubu anggo uratna, ai holan sangombas manang sangkidop mata sambing do halak on porsea , alai ndang adong hatubuan ni uratna, manang ndang terkesan do rohana panghorhon ni hata i.
Di parngoluon si ganup ari pe molo adong na mandok tu sadasada halak "roha batu tu donganna, ima paboa naso adong tubu parsaoran di halak si songon i. Lapatanna: ndang ringkot adong parsaoran di ibana tu donganna , lumobi ma tu Debata ! Ai lam boha ma tardok hita mandok: denggan do parsaoran ni halak si songon on tu Debata, ai tu donganna jolma ibana ndang ungkap rohana laho pasaorhon dirina tu donganna jolma, manang donganna pe ndang berterima tu bagasan rohana. Tung holan "sitau"/"siripe" ibana nian olo do rela angka donganna laho manganju hahuranganna i. Alai songon i pe tung so boi tarungkit manang aha sian ibana, ujungna sai dipasiding halak ma ibana, gabe tarpunjung songon tandiang naso hapuloan, ai jolma pe ndang adong mardonganhon Ibana, nang tung Debata sandiri pe.

3. Di Parsihupian
Di inganan on, tubu do nian boni i, lapatanna: dibege ibana do hata i, alai alani pandosak ni donganna na humaliangsa na tubu disi, gabe haporsuhon ma ibana
hinorhon ni panosak ni angka donganna, lapatanna: ala rap tubu do dohot donganna na sai papisat-pisat ibana di inganan i, baik di sipanganonna, gabe sai terancam ma pertumbuhanna, hinorhon ni angka hamaolon na niadopanna, gabe maol nama ibana magodang jala ndang matoras be parbuena manang lambangon nama.
Nang pe adong nian sipanganon diparade tano hatubuanna i, alai ala so dipardagingkon ibana do sipanganon i, gabe dionsop na niallang nai do ibana umbahen so olo be ibana matoras rap dohot parbuena, manang holan mangoloi hisaphisap ni dagingna sandiri ibana, gabe matua marpengpeng ndang adong hataridaan ni ngoluna manang aha pe hasilna.

4. Di Tano na denggan
Boni na tubu di tano na denggan, denggan do partubuna sian mulana dope, ima angka jolma na mameop hata ni Debata na binegena, dibagasan roha na bonar jala denggan, gabe saut marparbue dibagasan habengeton. Lapatanna: ibana marlas ni roha menerima/manjalo apa adanyan silehonlehon ni Debata na tu ibana mardongan sabam ni roha, huhut diboto ibana mandok " mauliate" tu Debata silehon ngolu dohot na manarihon ngoluna, huhut ditanda, dihaporseai, dipuji jala dipasangap ibana do Debata na sumarihon angka na ringkot di ngoluna. Di dok do: ia dung tubu boni i (ibana), diparbuaehon ma saratus lompit (ayat 8a), ima hataridaan ni boni na denggan i na marparbuehon godang, ai dijalo ibana do pasupasu ni Debata. Amen

Catatan kaki pendukung turpuk on :
1. vide Ulaon ni Apostel 16: 14
2. vide Heber 10:36.


Jamita Minggu Estomihi
Tgl. 22 Pebruari 2009
Markus 8 : 31 - 38
Pdt.Toljun Lumbantobing, S.Th
Pdt. HKI ResortSibolga

I. Patujolo:
Tung mansai tangkas do dipatorang Jesus Kristus, marhite "pangajarionNa" tu angka siseanNa nang tu saluhut halak Kristen, taringot tu "HadirionNa", ise do Jesus Kristus na mamboan haluaon i tu ganup jolma, jala songon dia do sikap, hadirion - keberadaan- ni halak Kristen - si ihuthon Ibana" di ngolu siapari di portibion ?.

II. Hatorangan

Tutu di patolhas Tuhan Jesus sandiri do : "angka konsekwensi - akibat dohot angka siadopan" ni angka na satia jala na olo mangihuthon Ibana, na gabe siseanNa; Diperhadaphon do tu dua kondisi, jala berada di persimpangan jalan do jolmai" mangulahon lomoni roha ni Jesus manang mangulahon lomo ni roha ni jolma nang portibion sandiri ?. "Jala ndang gabe tarbahen sisean ni Jesus molo so di tadingkon nasa na di ibana". (Jaha Luk 14: 33). On ma konsekwensi ni halak nanaeng mangihuthon Jesus Kristus, jala ingkon tangkas do dipergumulhon, molo naeng mangihuthon Jesus Kristus di bagasan hasintongan.

Tung pe songon i boratna nanaeng sitaonon ni halak si ihuthon Jesus, di lehon Jesus do nang bagabaga hasonangan, laba ni angka na mangihuthon Jesus ima "hatuaon" molo tung ditaon angka na porsuk alani na mangihuthon Ibana.( Mat 5: 11).

Dipatuduhon Jesus do jumolo "hadirionNa" na ingkon manaon sitaonon, haporsuhon, parungkilon sahat tu "hamatean" marhitehite na di parsilangkon, di haroroNa tu portibion ala ni dosa dohot hajahaton ni jolma, dohot tujuan akhir ima "mamboan, patupahon dohot mangalehon " haluaon dohot hangoluan ni jolma.

Tung tangkas do di pabotohon Jesus tu angka si ihuthothon Ibana, angka ise do nanaeng mambolongkon Ibana, marhitehite na manangkup, manjehehon, na mangambat haroroNa, na naeng manundati sangkapNa marhite na mamunu Ibana, ima angka halak na so olo manjangkon Jesus. Ima horong na di pasangap di bangso Jahudi ; tokoh masyarakat, tokoh agama dohot tokoh uhum/undang-undang, aturan, - na sangat berpengaruh "huasona" ujui di na manontuhon pardalanan ni ngolu ni halak Jahudi (ima angka Sintua, Malim dohot Siboto Surat na mengkleim dirina na gabe penentu di ngolu ni jolma marhite ajaran "parugamoon" na pabotohonn angka ragam ni haporseaon dohot ulaon na mardomu tu lomo ni roha ni Debata Jahowa) alai marguru tu lomo ni roha dohot aturan na pinatupa nasida, jala otomatis ma manolak - ndang olo manjalo - ajaran ni Jesus Kristus, sekaligus membenci jala marsangkap ingkon mamunu Jesus asa unang adong na gabe mangihuthon.

Si Petrus na gabe sisean ni Jesus - "si ihuthon Jesus"?, alai tongtong dope mamangke hadirion hajolmaon - pola pikir kasat mata manusia - na didondoni biar ni roha maradophon huaso ni angka malim, sintua dohot siboto surat, na memang sangat bringas jala ndang ber perikemanusiaan molo saut di patupa nasida tu Jesus songon na dihatahon Jesus sandiri, patubu biar na mansai balga situtu di roha dohot pingkiran ni si Petrus. Gabe ndang tarjalosa "pangajarion dohot panindangion ni Jesus na sintong i (ayat 31 a), na ingkon manaon sitaonon jala pusaonna" (ayat 31b). Ala biar ni si Petrus, jala holan mamereng sitaonon ni Jesus i ibana, gabe ndang marnida mata ni haporseaonna di hata ni Jesus na mandok na "mulak mangolu di ari patoluhon "(ayat 31 c).

Laos ima mangonjar roha dohot pingkiran ni si Petrus laho mangarahon Jesus jala di solsoli Ibana (ayat 32), na patuduhon na so lomo roha ni si Petrus masa saluhutnai tu Jesus, ai ndang tarjalo ibana konsekwensi, sitaonon naingkon masa tu Jesus i, jala di hirim ibana unang ma saut i nian. Jala molo boi padaoon ni Jesus sian diriNa na didokNai: "Asi ma roha ni Debata di Ho, unang ma songgop i tu Ho" ( Past Mat 16:22). Pangidoan ni si Petrus on manggombarhon hadirion ni hajolmaon, na gale na so manahan di angka haporsuhon, lumobi alani hasintongan?. So adong na so patut dibahen Jesus, so adong na sala jala sude na niulaNa manghorhon haluaon dohot hangoluan do, boasa ingkon manaon si taonon jala ingkon mate? Da halak na jahat dohot na so mangulahon uhum do nian na patut manaon angka parungkilon dohot haporsuhon jala ingkon mate ?. Alai boasa tung ingkon Jesus, na so hea mangulahon dosa dohot hajahaton, ingkon manaon na porsuk jala ingkon dibunu angka sintua, malim dohot siboto surat ?. Molo tung adong pe na marsangkap na roa tu Jesus naeng mamunu Ibana, da boi do bahenon ni Jesus "huasoNa" mangalo sude angka musuNa ? Jala marhite "huaso ni Jesus, da boi do nian patupaon ni Jesus "haluaon ni jolma so pola manaon sitaonon, jala sahat tu tangan ni "pamunu"?

Panghirimon dohot pangidoan na sinangkapn ni si Petrus; ndang holan taringot tu diri ni Jesus asa unang manaon sitaonon maradophon nanaeng patupaon ni angka sintua, malim dohot siboto surat, alai dohot do tu dirina , nanaeng malua, jala sonang huhut boi dapotan hangoluan sian na mangihuthon Jesus so pola manaon sitaonon nian. Ai molo Jesus sandiri ingkon dibunu, ra dohot ma ibana ingkon manaon songon na tinaon ni Jesus, -hona bunu-, jala molo ndang ditaon Jesus angka parungkiloni, sahat tu hamatean,- ba ibana pe ndang pola manaon sitaonon be.

Tangkas do diboto Jesus aha na dibagasan roha ni si Petrus, ndang adong na buni di adopan ni Jesus, tung pe di tabunihon si Petrus di dirina angka sangkap hajolmaonna dohot sangkap ni sibolis na dibagasan rohana, tung maralo do di roha ni Debata, jala tung so lomo rohaNa molo sai digohi lomo ni roha ni portibion dohot dipengaruhi gogo nang sangkap ni sibolis roha ni si Petrus. Ido umbahen na di pinsang Jesus si Petrus mandok: " laho ma ne ho bolis, ai holan na di jolma do diparrohahon ho" ( ayat 33).

Paminsangion ni Jesus tu si Petrus, ndang na gabe palaohon boti, ndang laho membangun batas tembok pemisah, jala gabe mambahen putus hubungan. Jala ndang dipasombu Jesus mago boti haporseaon, roha dohot pingkiran ni si Petrus, alai asa paingothon do tu perobahan, asa unang olo di gohi huaso ni sibolis na sai marusaha laho mangambat sangkap haroro ni Jesus laho paluahon jolma. Jala asa nang sude na mangihuthon Ibana ingkon tangkas pauba roha laho manjanghon Jesus di sude angka konsekwensi, na ingkon mangulahon lomo ni roha ni Debata, ndang lomo ni rohaNa jolma na di pengaruhi angka sangkap ni si bolis.

III. Panimpuli

Laho mangulahon lomo ni roha ni Debata, na gabe sada bukti na si ihuthon Jesus, "ingkon do mampu mansoadahon dirina lao pasauthon na sinangkapan ni Debata. Ndang gabe luluan haluaon ni diri niba laho mangihuthon Jesus, tu lomo ni roha ni hajolmaon, jala ndang porlu marusaha laho paluahon hosa niba sandiri dohot dalan padaohon diri sian angka haporsuhon dohot sitaonon. Ingkon tuhukon do silang na tu iba, ingkon mampu laho mangadopi angka parungkilon dohot sitaonon justru manghatindangkon hasintongan ni Jesus Kristus. Ingkon dohot do sude halak Kristen manaon songon sitaonon ni Jesus asa gabe dohot nampuna haluaon na binoan ni Jesus. Molo dongan ni Jesus hita di sitaonon, donganNa do hita songot di hasangapon, jala molo partohap do di sitaonon, gabe partohap do di apulapul (Jaha Roma 8:17+ 2 Korint 1:7). Jala ala ni i ma ingkon adong di halak Kristen: "pamingkirion na sintong", na so boi mangasahon gogo laho "manahan" hosa tu hangoluan, manang ala ni aha pe, tung adong pe arta nang hamoraon. Ai ndang gabe malua tondi ni jolma di luar ni Jesus Kristus, ai ndang adong na boi tarpangasahon jolma laho tobus ni hosanna ( ayat 36-37).

Holan Jesus do na marhuaso mangatur ngolunta, ai Ibana do nampuna hita. Ndang boi manang isepe rnanontuhon ngoluna tu lomo ni rohana sambing. Mangihuthon Jesus Kristus ingkon do mamparbuehon "panindangion" di Jesus Kristus i, jala unang manimbil, mandele jala maila ala ni angka sitaonon dohot haporsuhon. Pos ni roha dohot togu ni haporseaon ima ojahan ni "panindangion" di Jesus Kristus marhite tondi porbadia, gabe margogo jala marhapistaran laho mangulahon lomo ni rohani Jesus Kristus, "ai dilehon Debata do tondi hagogoon, tondi haholongon dohot tondi hapistaron di pangarajaion diri" asa unang maila laho manghatindangkon Jesus di ngolu siapari (2. Tim. 1:7).

Ala ni i, manang songon diape situasi na ni adopan ni halak Kristen na gabe "si ihuthon Kristus", ingkon do tangkas manghatindangkon Jesus huhut mamaritahon "haluaon" na binoanNai, dohot tujuan asa saluhut halak dapotan haluaon, ai ido sangkap ni Debata na marsuru Jesus Kristus tu portibion, paluahon saluhut pardosa. Amen.