Wednesday, April 21, 2010

Fokus & Artikel Edisi April - Mei 2010



Fokus Tahun 2010
Tahun Marturia HKI (Sambungan edisi lalu)
Sebagaimana Tata Gereja HKI tahun 2005 Bab IV Pasal 16 bagian b: tentang Ruang Lingkup Kerja Departemen Marturia:

a) Pekabaran Injil.

b) Pelayanan Rohani.

c) Theologia dan Ajaran/Dogma.

d) Sekolah-sekolah Teologia

e) Liturgi dan Nyanyian Gereja

Pelaksanaan Tahun Marturia ditujukan untuk semakin meneguhkan iman, menyemangati warga untuk tetap dapat menyaksikan imannya, memperlengkapi warga dan pelayan semakin mampu ambil bagian dalam Pekabaran Injil, memperlengkapi kebutuhan akan pelayanan rohani dan meningkatkan pengembangan gereja.
  • Warga jemaat HKI dapat memahami tugas panggilan gereja bahwa Marturia adalah tugas semua umat.
  • Warga Jemaat HKI menjadi berkat ditengah kemajemukan kehidupan berbangsa.
  • Tersedianya alat kelengkapan kerohanian dan Ibadah
  • Terbentuk berbagai Lembaga dan atau Program bersifat Marturia untuk menopang pelayanan Marturia yang strategic, konprehensip, koordinatip dan berkelanjutan di setiap Daerah dan aras pelayanan HKI.

  • SASARAN

    Sasaran Program sepanjang Tahun Marturia ditujukan kepada sesama warga Jemaat HKI dan kepada umat diluar HKI, bahkan sampai kepada seluruh ciptaan (Mrk. 10:45).

    PELAKU PROGRAM

    Tahun Marturia memang diarahkan dari tingkat Pusat, akan tetapi gerakannya adalah gerakan bersama dari tingkat Jemaat-Resort-Daerah-Pusat. Sehingga di tiap aras pelayanan perlu menyusun program pada masing-masing aras berdasar ’muatan lokal’ kebutuhan. Untuk itu disampaikan bahwa PILAR Tahun Marturia adalah seluruh warga jemaat HKI.
    Apabila setiap rumah tangga – Jemaat – Resort – Daerah yang ada di HKI berMarturia di tahun 2010 ini, maka gaung Tahun Marturia sebagai Tahun Kesaksian dan usaha ber PI akan membawa semakin banyak orang mengenal dan mengasihi Kristus.
    Secara sentral koordinasi Program ini dikoordinir oleh Departemen Marturia. Lingkup tugas Departement Marturia dalam hal ini memberikan Petunjuk pelaksanaan, arahan Program mengacu kepada Master Plan dan GBP3 HKI-agar terlaksana di setiap aras pelayanan.
    Program ini sangat membutuhkan sinergi seluruh komponen di Gereja HKI, yang secara struktur di dikelola :

    a. Bidang Marturia untuk tingkat Daerah

    b. Bagian Marturia untuk tingkat Resort

    c. Seksi Marturia untuk tingkat Jemaat

    d. Para pelayan HKI (Pendeta-Guru Jemaat-Diakones-Biblevrow-Sintua-Calon Pendeta - Calon Sintua-Diaken)

    e. Lembaga seperti PW, PA, PNB, PR hingga SM.

    Semboyan : “PW BerMarturia” – “PA BerMarturia” – “PNB BerMarturia” – “Remaja BerMarturia” – “Sekolah Minggu BerMarturia” dapat dipakai dalam menggalakkan Tahun Marturia.

    Acuan Tugas BIDANG-BAGIAN-SEKSI MARTURIA :

    a. Menyusun perencanaan program Marturia ditiap aras pelayanan sepanjang tahun 2010.
    b. Mengkoordinasikan dan mensinergikan penerapan Program Marturia.
    c. Dalam melaksanakan tugasnya, perlu melakukan beberapa hal diantaranya sebagai berikut:

    • Pro aktif berkomunikasi dengan Pimpinan Daerah-Resort-Jemaat.
    • Mengenal dan memahami kebutuhan konteks, mis. Sosial, budaya masyarakat, latar belakang pekerjaan, kebiasaan, pertanian dan lingkungannya.
    • Mempelajari dan memahami Juklak Tahun Marturia – dan mengikuti proses dan siklus perencanaan program Marturia.
    • Memahami kaitan antara program-program pembangunan GBP3 dan Master Plan tentang Marturia.
    • Menyusun rencana dan jadwal kerja kegiatan bulanan selama setahun bersama Pimpinan Daerah-Resort-Jemaat.
    • Memotivasi anggota jemaat untuk berpartisipasi dalam progam.
    • Manajemen Strategis : Setiap Pokja atau Panitia harus menyiapkan strategi jangka panjang maupun strategi jangka pendek yang mencantumkan sasaran dan target yg terukur (kuantitatif) sebagai indikator keberhasilan.

    LOGO
    1.Logo Tahun Marturia (dapat dilihat pada sudut atas Sampul depan majalah ini)

    2.Keterangan Logo :
    9 garis yang melingkupi tulisan dan gambar sebagai simbol 9 daerah HKI. Didalamnya pernyataan tahun marturya yang mengikat simbol warga dewasa yang mengangkat Alkitab/Bibel.


    RenunganTidak Menganggap Diri Sendiri Seorang Yang Bijak

    Oleh: Pdt.HM.Sihombing,STh.

    (Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; Amsal 3:7) Unang tung na bisuk ho diparbaga roham, habiari ma Jahowa, jala paholang dirim sian hajahaton.


    Tentu, sabda ini hendak mengingatkan kita semua akan pentingnya selalu rendah hati di hadapan Tuhan. Dengan demikian kita boleh mengaku bahwa dalam pelayanan di ladang Tuhan, tak seorang pun boleh beranggapan bahwa dirinya sendiri lebih hebat, lebih pintar dari hamba-hamba Tuhan lainnya. Andaikan pun seorang pada masa studi akademis memiliki indeks prestasi yang tinggi, cum laude dan disebut sebagai alumni terbaik pada saat wisudanya, tidak berarti bahwa yang lainnya harus disebut sebagai terbelakang. Justru kita harus semakin sadar akan kuasa pilihan Tuhan, sebab Tuhan memiliki cara untuk membangun hambaNya. Benar seperti pernah saya baca di satu rumah penatua; “Tuhan tidak selalu mencari orang yang luar biasa, tetapi selalu mencari orang yang bersedia”. Kata-kata bijak ini hendaknya juga dapat menggugah kita untuk mengerti bagaimana Tuhan sayang kepada orang yang bukan hanya mengandalkan kepintaran.

    Menganggap diri seorang pintar dalam ruang pelayanan rohani mungkin bisa jatuh ke dalam kesombongan dan tinggi hati. Padahal sikap seperti itu telah menjerumuskan diri ke dalam kebencian Tuhan. Hal itu pun dijelaskan sebagaimana dalam 1 Ptr.5:5 “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Untuk itulah, adalah baik bagi Tuhan supaya para pelayanNya adalah orang-orang yang rendah hati. Sebab bukankah hanya dengan hikmatNya kita dapat melakukan tugas panggilan ini? Sebab siapakah kita sehingga harus Dia pakai sebagai alatNya, apakah berdasar kepintaran dan kecerdasan? Tentu tidak. Tuhan menegaskan kepada Yeremia; (1:5) “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” Penetapan dan pilihan Tuhan kepada Yeremia menjadi hambaNya, seorang nabi bukan alasan karena; “engkau sudah mengetahui seluruh Alkitab” tetapi dengan jelas Tuhan berkata; “….Aku telah mengenal engkau, .. Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi…” terpujilah Tuhan yang telah memilih Yeremia bahkan sebelum ia memasuki dunia pendidikan formal.

    Walaupun begitu perlu, tetapi didikan dan bimbingan serta hikmat Tuhan lah yang paling utama untuk kita miliki. Daniel yang terkenal itu mengaku dengan jawabannya; “Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. (Dan.2:27-28). Jawaban yang sangat menyenangkan hati ini, adalah pengakuaan akan kuasa dari hikmat Tuhan yang dapat menyingkap hal tersembunyi. Dia tidak berkata; ya benar saya mengetahui sebab saya telah belajar jauh sebelumnya.

    Sisi lain dari sikap menganggap diri sebagai seorang yang pintar adalah jatuh ke dalam godaan “bersandar pada pengertian diri sendiri”. Padahal dalam Amsal 3:5 dikatakan; “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Lalu kita bertanya, Ada apa jika bersandar pada pengertian sendiri? Bersandar pengertian sendiri, maka akan menghilangkan percaya kepada Tuhan, sebab akan percaya kepada hikmat sendiri. Dan itu tidaklah baik secara iman.

    Maka setinggi apapun hikmat seseorang, dan sehebat apapun kepintarannya haruslah selalu mengaku bahwa Tuhan adalah Allah yang Maha hikmat. Malah Dia adalah sumbernya pengetahuan. Kitab Amsal 2:6 menjelaskan “Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.” Maka jika demikian, dengan alasan apakah, seorang seolah mengandalkan (Batak: mangasanghon) kepandaiannya di ladangNya dan hadapan Tuhan? Atau adakah seorang mampu “ ….memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? (Yes. 40:13). Untuk itulah kita harus selalu dengan hati tulus mengaku bahwa Tuhanlah yang melayakkan orang yang dikasihiNya, melayakkan hasil pelayanan dengan kuasaNya. Maka Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.

    Berita Kegiatan Edisi April - Mei 2010

    PEMBINAAN GURU-GURU SEKOLAH MINGGU HKI RESORT ASUHAN STADION
    Sebagaimana program kerja Resort, dengan memanfaatkan hari libur, pada Jumat tgl 26 Pebruari 2010 semua guru-guru sekolah Minggu di resort Asuhan Stadion sebanyak 24 orang hadir dalam Pembinaan Guru Sekolah Minggu. Pembinaan satu hari yang berlangsung di gereja HKI Naga Dolok berlangsung dengan baik.
    Tiga orang pembicara yang memberi masukan dalam acara ini adalah: 1. Pdt. N. br. Manalu: Integritas, Kepribadian dan Kredibilitas Guru Sekolah Minggu, 2. Cl. Pdt. R. Simamora, S.Th: Kajian Pendalaman/ Penyampaian Firman dan Guru Sekolah Minggu yang Bersaksi (Bermarturia), 3. Pdt. M. Lumban gaol, S.Th: Metode Pengajaran Sekolah Minggu Yang Menarik Pada sesi Metode Pengajaran, jelas terlihat keseriusan peserta dimana mereka tidak canggung untuk melakukan praktek. Panitia sangat berterima kasih kepada jemaat HKI Naga dolok yang bersedia menjadi tuan rumah dan atas segala keramahtamahannya. (Pdt.NM)

    Pembinaan Guru-guru Sekolah Minggu HKI se-Resort Lawedeski tgl. 28 Februari dan 07 Maret 2010
    Sekalipun pentingnya pendidikan anak telah disadari sejak berabad-abad yang lampau dan Sekolah Minggu telah ada sejak lebih dari dua ratus tahun yang lalu, bahkan sebagian besar gereja-gereja kita juga telah memiliki kegiatan pendidikan anak, namun ternyata masih ada keluhan dari sementara orang mengenai keseriusan penanganan pendidikan anak. Masalah yang paling dikeluhkan adalah berhubungan dengan masalah SDM (sumber daya manusia), yakni guru anak/sekolah minggu. Ada yang mengutarakan sulitnya mencari guru, sebab sebagian besar guru mengundurkan diri dari pelayanan setelah menikah; atau guru pindah kota untuk mlanjutkan pendidikannya. Kalaupun bukan soal kuantitas, ada juga keluhan soal kualitas guru yang selalu yunior karena terus berganti dengan orang baru. Ada juga soal dukungan dana dari gereja sendiri yang tidak maksimal. Anggaran gereja diberikan kepada sekolah minggu hanya untuk melaksanakan perayaan Natal.

    Bila keluhan-keluhan ini dibiarkan, dapat menimbulkan keadaan asal ma adong, asal ma mardalan. Sikap ini bisa menjadi semacam penyakit yang menggerogoti keberadaan pendidikan anak di Gereja. Karena itu, pelayanan terhadap anak di gereja semestinya dilakukan secara serius, bersungguh-sungguh, bertanggung jawab, berusaha semaksimal mungkin dan rela berkorban. Tanpa sikap yang demikian dari gereja maupun guru sekolah minggu, pendidikan anak di gereja akan berjalan seadanya, sekedar ada sebagai kegiatan warisan.

    Inilah yang menjadi dasar dilaksanakannya Pembinaan Guru-guru Sekolah Minggu HKI se-Resort Lawe Desky. Para guru-guru sekolah minggu, perlu dibekali dengan pemahaman yang baik dan cukup untuk dapat mengajar di sekolah minggu. Selain motivasi menjadi guru, seorang guru sekolah minggu perlu mengetahui psikologi/kejiwaan anak, tujuan pendidikan anak, dan unsur-unsur kurikulum (bahan/materi, proses belajar-mengajar, metode dan alat bantu).

    Kegiatan ini dilakukan dalam 2 kali pertemuan, yaitu 28 Februari dan 07 Maret 2010 di HKI Lawe Desky, yang diikuti oleh 22 orang peserta, meliputi para Penatua Pembina Sekolah Minggu beserta Guru-guru sekolah minggu dari 8 jemaat yang ada di Resort Lawe Desky. Sebagai kelanjutan dari kegiatan ini, di setiap awal bulan secara rutin, akan dilaksanakan Sermon Guru-guru Sekolah Minggu se-Resort. Semua ini diharapkan menjadi langkah awal memperbaiki keadaan Sekolah Minggu kita.

    Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si. (Teologi)
    Pendeta Resort HKI Lawe Desky


    PESTA PEMBANGUNAN RUMAH DINAS PENDETA DAN KANTOR HKI RESORT MEDAN I TERLAKSANA DENGAN KHITMAT & MERIAH


    Setelah pemekaran di Resort Medan I Daerah VI Sumatera Timur II, yaitu HKI Jl. Dahlia menjadi Resort Khusus Medan Kota sedangkan HKI Medan Petisah, HKI Simalingkar dan HKI Gloria Kwala Bekala menjadi Resort Medan I, disamping terjadinya pemisahan administrasi & pelayanan, HKI Resort Medan I juga harus memikirkan Pembangunan Rumah Dinas Pendeta Resort. Pembangunan Rumah Dinas Pendeta di Resort Medan I dianggap penting sebagai Rumah Pelayanan yang tidak terpisahkan dari pembangunan Gereja di Resort ini. Untuk itu, setelah bergabungnya HKI Puri Tanjung Anom ke pelayanan Resort Medan I, semangat untuk memulai pembangunan itu dikoordinasikan salah satunya dengan membentuk Panitia Pembangunan Rumah Dinas Pendeta Resort Medan I yang Badan Pengurus Hariannya a.l :

    ·St. Ir. Jalontar Lumban Toruan (Ketua),
    ·CSt. Patonggor Asrul Panggabean, ST (Sekretaris)
    ·St. B. Silalahi (Bendahara).
    ·Dibantu beberapa Seksi.

    Pada hari Minggu, 7 Maret 2010, bertempat Kompleks HKI Medan Petisah, dilaksanakan Ibadah & Pesta Pembangunan Rumah Dinas Pendeta HKI Resort Medan I. Ibadah a.l di layani Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sek. Jend) sebagai Pengkhotbah, Pdt. K. Simorangkir, STh (Praeses D.VI. S.T II) sebagai Paragenda. Dalam Khotbahnya yang mengacu kepada Nats Johannes 2 : 1-10, Sekretaris Jenderal HKI menyampaikan bahwa hanya kepada Tuhan Yesuslah kita dapat bersandar atas kebutuhan dan kekurangan kita. DIA akan memberikan solusi atas permasalahan kita dan hasilnya akan jauh lebih baik dari apa yng kita perkirakan. Sama seperti peristiwa di Kana, yang juga penting adalah kita harus mau dan berkomitmen melakukan apa yang Tuhan Yesus perintahkan kepada kita. Ini bukan hanya berlaku di kehidupan pribadi lepas pribadi dan didalam keluarga kita, tetapi juga didalam persekutuan Gereja termasuk ber-Resort.

    Usai Ibadah, dalam masing-masing perwakilan menyampaikan sambutannya, a.l :
    1. Ketua Pembangunan Rumah Dinas dan Kantor Resort Medan I : St. Ir. Jalontar Lumbantoruan,
    2. Mewakili PP & MP, St Drs YM Hutagalung,MM,
    3. Mewakili undangan : Penatua dari GBKP.
    4. Mewakili Penasehat : St Ir Marasal Hutasoit.
    Dalam Pesta Pembangunan tersebut, terkumpul dana sebesar Rp. 123.000.000 (seratus dua puluh tiga juta rupiah). Dana ini juga akan di gabungkan dari hasil usaha Panitia baik melalui Proposal dan usaha lainnya.
    Atas terlaksananya Pesta Pembangunan dengan baik, Panitia menyampaikan terimakasih kepada :
    1. Sekretaris Jenderal HKI, Pdt. R. Simanjuntak, BD & Ibu serta Pdt. K. Simorangkir, STh & ibu,
    2. Penasihat Panitia a.l St.Ir. Marasal Hutasoit dan St. Melki Gayo Gultom, SH, MKes (yang juga Majelis Pusat HKI) serta Sarlandy Hutabarat, SH,MM yang telah memberikan arahan, pemikiran, nasihat dan dukungan dana.
    3. St Drs. Y.M Hutagalung, MM (Mejelis Pusat), St. Ir. Erwin Napitupulu (Majelis Pusat), dan CSt. L.M br. Situmpul (BPKP HKI) yang memberikan waktu ditengah kesibukan untuk hadir dan memberikan bantuan pemikiran dan dana selama pelaksanaan Pesta.
    4. Guru Jemaat di Resort Medan I a.l St. Drs. James Hutasoit (Guru Jemaat HKI Medan Petisah), St. B. Rajagukguk (Guru Jemaat HKI Kwala Bekala), St. B. Silalahi (Guru Jemaat HKI Simalingkar) dan St. L. Rajagukguk (Guru Jemaat HKI Puri Tanjung Anom), yang memberikan dukungan penuh kepada Panitia.
    5. Lembaga-lembaga yang memberikan kidung Pujian.
    6. Para Pendeta dan warga Jemaat HKI maupun dari gereja “tetangga” yang hadir dan memberikan dukungan pada Pesta Pembangunan.
    7. Pemrovsu, DPRD SU dan pihak-pihak lain yang memberikan dukungan atas terlaksananya rangkaian program kerja Panitia Pembangunan Rumah Dinas Pendeta HKI Resort Medan I.
    Kita doakan dan dukung setiap kegiatan pembangunan sarana dan prasarana penunjang pelayanan di tiap aras pelayanan dengan doa dan harapan kiranya pembangunan fisik harus beriringan dengan pembangunan iman, pembangunan karakter dan skill SDM warga jemaat sehingga Gereja HKI semakin menjadi berkat buat seluruh ciptaan. (hp)


    RAPAT KONVEN PENDETA HKI TAHUN 2010, PARAPAT, 9-12 MARET 2010
    Pada tanggal 9 – 12 Maret 2010, dilaksanakan Rapat Konven Pendeta HKI Tahun 2010 bertempat di Wisma Methodist - Bangun Dolok, Parapat. Thema Rapat Konven Pendeta 2010 di ambil dari Yosua 24: 15 b : “Ingkon Jahowa do oloannami”. Rapat diawali Ibadah yang di layani oleh Pdt. Santer Sipahutar, STh (sebagai Liturgist) dan Pdt. R. Simanjuntak, BD – Sekretaris Jenderal (sebagai Pengkhotbah) dan diisi oleh Paduan Suara dari Jemaat HKI Ajibata dan Motung. Dalam Khotbahnya yang mengacu kepada Yoh 16: 8-11, Pdt. R. Simanjuntak menyampaikan bahwa Roh Kudus menyertai setiap pelayanan orang-orang yg memberitakan Injil. Sehingga tiap pewarta Injil seperti Pendeta yang diiringi oleh Roh Kudus pasti akan menampakkan pencitraan sesuai dengan gambar Allah. Untuk itu setiap Pendeta HKI harus memiliki pengendalian diri dan tetap takut akan TUHAN. Dan jangan sampai tiap Pendeta hanya menjadi Pendeta di atas mimbar dan setelah turun dari mimbar, dia tidak mengimani dan hidup didalam apa yang diwartakannya.

    Usai Ibadah, setelah Ketua Rapat Pendeta, Pdt. Firman Sibarani, MTh menyampaikan Laporannya atas pelaksanaan Rapat Konven Pendeta 2010, Ephorus HKI, Pdt. Dr. B. Purba membuka Rapat secara resmi. Dalam Sambutan Pembukaannya, Ephorus HKI menyampaikan bahwa dalam Rapat Konven ini hal yang perlu di gumuli adalah bagaimana setiap peserta Konven Pendeta memberikan masukan mempertajam pelaksanaan program di Tahun Marturya – 2010 ini. Dan dalam rangka menjelang Sinode tahun 2010, diharapkan agar setiap Pendeta tetap menjaga persaudaraan. Jangan sampai Proses pergantian Kepemimpinan dalam Sinode merusak persaudaraan antar para pelayan, dan antar pelayan dengan warga Jemaat, sebaliknya harus semakin mempererat keutuhan Gereja.

    Pada pembahasan Agenda/Jadual Rapat, beberapa Peserta Rapat mengusulkan agar dalam Rapat Konven 2010 ini dilaksanakan Periodeisasi Ketua Konven Pendeta HKI. Setelah melalui pembahasan, antara pro dan kontra terhadap usulan ini, akhirnya Rapat melalui Ketua Rapat mengetuk palu menyetujui peng-Agendaan Periodeisasi Ketua Konven Pendeta HKI di Jadual Rapat kali ini, tepatnya akan dilaksanakan hari Jumat 12 Maret 2010.

    Ada beberapa Materi Ceramah dan Sososialisasi dalam Rapat kali ini, a.l :
    1. Ceramah Thema : Oleh Pdt. Firman Sibarani, MTh
    2. Kemana roh manusia sesudah manusia itu mati, yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Langsung Sitorus, M.Th dan Pdt. Dr. Jaharianson Saragih, MSc.
    3. Upacara Penguburan terhadap anak yang meninggal dunia sebelum dibaptis, yang disampaikan oleh Pdt. M.P. Siregar, M.Th.
    4. Informasi tentang HIV/AIDS, yang disampaikan oleh dr. S.L. Margaretha Br. Gultom, Sp.A.
    5. Usul Revisi Tata Gereja, oleh Pdt. Firman Sibarani, M.Th.
    6. Informasi dan Sosialisasi pelaksanaan Sinode HKI ke 59, yang disampaikan oleh Pucuk Pimpinan.


    Pasca sesi Informasi tentang HIV/AIDS, yang disampaikan oleh dr. S.L. Margaretha Br. Gultom, Sp.A. hari Jumat, 11 Maret 2010, hadir ditengah-tengah Rapat Konven Pendeta Ir. Reinward Simanjuntak, MM warga Jemaat HKI Melanthon Siregar P. Siantar (yang juga adalah suami dari dr. S.L. Margaretha Br. Gultom, Sp.A). Beliau memohon doa dan dukungan dari Rapat Konven Pendeta HKI atas Pencalonan sebagai Wakil Bupati Tobasa mendampingi Tonggo Napitupulu (Calon Bupati Tobasa). Rapat melalui Ephorus HKI dan Ketua Konven Pendeta sangat menyambut baik niat warga Jemaat ini untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat melalui pencalonan sebagai Bupati-Wakil Bupati Tobasa. Dan pada saat itu dilaksanakan Doa Pemberangkatan Ir. Reinward Simanjuntak, MM sebagai Calon Wakil Bupati Tobasa.

    Pada agenda Periodeisasi Ketua Konven Pendeta HKI Periode 2010-2015, hasil Screaning para Pendeta HKI yang hadir yang memenuhi syarat menjadi Ketua Konven Pendeta HKI (mengacu ke PRT) hanya ada 1 (satu) Peserta yang bersedia menjadi Calon Ketua Konven Pendeta Periode 2010-2015, yaitu Pdt. H.R Panjaitan, STh. Dan akhirnya Rapat memutuskan Pdt. H.R Panjaitan, STh sebagai Ketua Konven Pendeta HKI Periode 2010 – 2015. Usai memberikan Kata Sambutan terhadap terpilihnya KKP Periode 2010-2015, rapat kemudian ditutup dalam Ibadah dan Perjamuan Kudus yang di layani oleh Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus) dan Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal).

    Bagi Redaksi yang hadir selama Rapat Konven Pendeta, Rapat ini memiliki nuansa persaudaraan yang erat, misalnya disamping ajang temu kangen rekan-rekan dari kampus atau antar “ex vicar/capen” ke seniornya dan sebaliknya, ataupun antar Pendeta yang dahulu tidak saling kenal menjadi kenal. Ditambah lagi adanya sesi Perkenalan Pendeta yang Baru menerima Tahbisan dan Acara Perpisahan dengan Pendeta yang akan memasuki masa Pensiun. Kiranya nuansa persaudaraan ini tetap dipelihara dengan materi rapat yang semakin kontekstual dan semakin memupuk persaudaraan. Sehingga event Rapat Pendeta semakin di rindukan kehadirannya. Ucapan Selamat juga disampaikan kepada Pdt. B. Pardede, yang pada Bulan Mei 2010 yang akan datang genap berumur 65 Tahun dan memasuki masa Pensiun.

    Bagi warga Jemaat yang ingin mengetahui Hasil Rapat Konven Pendeta Tahun 2010, baik hasil Kelompok dan Pleno, silahkan menghubungi Pendeta HKI yang ada di tiap Resort. Kita doa dan dukung kiranya Konven Pendeta HKI semakin menyadari peran strategisnya meningkatkan pelayanan di Gereja HKI. Dan mari kita sukseskan Tahun 2010 sebagai Tahun Marturya HKI, sehingga penetapan tahun 2010 sebagai tahun Marturya benar-benar menjadi Tahun kebangkitan Pekabaran Injil di HKI. Salam Marturya. (red)

    Wednesday, February 24, 2010

    Cover Bina Warga Edisi Februari Maret 2010

    EDITORIAL EDISI FEBRUARI - MARET 2010


    TAHUN MARTURIA (PEKABARAN INJIL)

    Tugas memberitakan Firman Tuhan sebagaimana penugasan gereja menjadi tugas pokok bagi orang-orang yang telah menyatakan kesediaan dan telah menerima tahbisan (baca agenda penahbisan bagi Pendeta, Guru Jemaat, Biblevrouw, Diakones, Penatua). Tujuan dari tugas yang utama ini adalah untuk membawa semakin banyak orang menerima dan percaya kepada Yesus Kristus, sang Juru Selamat. Karena ini merupakan pukulan berat bagi kita para penerima tahbisan melihat begitu kurangnya animo sebagian besar warga jemaat yang tidak/kurang memberi waktu untuk datang kedalam persekutuan ibadah maupun kegiatan gereja. Bukan hanya orang dewasa yang berlaku demikian, bahkan pemuda dan juga anak sekolah minggu.

    Sebagaimana ditetapkan, tahun 2010 ini menjadi tahun Marturia bagi pelayanan HKI. Artinya, tugas Marturia menjadi Fokus dan titik berat dari pelayanan kita. Dengan tahun ini kita diajak memberi perhatian khusus dan pelayanan yang lebih banyak untuk membawa semakin banyak orang datang kedalam persekutuan Kristus, pertemuan-pertemuan ibadah di gereja maupun diluar Gereja. Untuk itu mari kita simak lagi arahan dan sambutan Pucuk Pimpinan HKI dalam menyambut tahun Marturia ini:

    Saudara-saudaraku Para Pelayan dan Warga HKI yang terkasih dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Tahun 2010 ini kita sebut Tahun Marturia dalam pelayanan di Huria Kristen Indonesia.

    Thema Tahun Marturia ini kita ambil dari Amanah Agung Yesus Kristus yang mengatakan:" Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan ajarlah mereka" (Matius 28:19-20). Sub Thema: Masing-masing Warga Penuh HKI mengajak satu orang lagi mengikut Kristus dan mengajar mereka.

    Tujuan kita menjadikan tahun 2010 ini menjadi Tahun Marturia adalah untuk lebih meningkatkan pelayanan kita di bidang Marturia, tanpa melupakan pelayanan kita pada bidang Koinonia (Persekutuan) dan Diakonia (Pelayanan Sosial).

    Seperti telah kita tuliskan dalam PRT HKI Tahun 2005, Bab IV, Pasal 16, b, bahwa Ruang Lingkup Kerja Departemen Marturia ialah:

    1. Pekabaran Injil.
    2. Teologia dan Ajaran/Dogma.
    3. Sekolah-sekolah Theologia.
    4. Liturgi dan Nyanyian Gereja.

    Memperhatikan luasnya ruang lingkup pelayanan ini dan terbatasnya sumber daya dan dana yang kita miliki, maka kami dari Pucuk Pimpinan HKI:

    1. Memutuskan, supaya prioritas utama yang kita sentuh pada tahun 2010 ini ialah Pekabaran Injil, Teologia dan Ajaran/Dogma, Liturgi dan Nyanyian Gereja.
    2. Mengajak seluruh Warga dan Pelayan HKI di setiap jajaran pelayanan HKI (jemaat, Resort, Daerah, Pusat) mensukseskan Tahun Marturia ini dengan sungguh-sungguh melalui doa, tenaga, pikiran, materi/uang, dsb).

    SELAMAT BERMARTURIA, TUHAN MEMBERKATI SAUDARA-SAUDARA

    Ephorus

    Pdt. Dr. Burju Purba.

    Evangelium Bulan Februari 2010

    Jamita Minggu Sexagesima
    Tgl. 07 Pebruari 2010
    Nats : Markus 10 : 35 - 45
    Pdt. Gom.Tp.bolon, S.Th
    Pdt. HKI Tigabalata

    Gabe Pangoloi dohot Naposo di Dongan
    1. Pangantusion na lipe taringot tu Harajaon ni Debata nabinoan ni Tuhan Jesus manghorhon gabe lipe ma panandaon ni sasahalak tu hadirion ni Tuhan Jesus dohot motivasina mangihuthon Tuhan i nang panghirimonna pe gabe marojahan sian pangantusionna i. Ido na masa di hadirion ni ina ni si Johannes dohot Jakobus songoni nang si Johannes dohot Jakobus. Ndada holan si Johannes dohot si Jakobus alai dohot do tahe angka sisean i mangantusi ia Harajaon ni Debata na binoan ni Tuhan Jesus ima pajongjonghon muse harajaon ni si Daud songon di Padan Narobi, pomparan ni si Daud ma na manggomgomi partibion (penguasa dunia) jala tunduk ma saluhut bangso tu nasida. Mesias, na pajongjonghon harajaon songon era Daud do Mesias na diantusi jala na dihirim angka sisean i songoni masyarakat Jahudi secara umum hatiha i. Mesias politik dohot harajaon songon na diportibion do na dipahami nasida, napaluahon halak Jahudi sian gomgoman ni bangso Rom hatiha i jala gabe harajaon na berdaulat dohot na marhuaso gumonggom portibion do harajaon na binoan ni Mesias i di nasida.

    Mangalului hasangapon dohot huaso nang hasurungan do na margurasa di roha ni ina ni si Johannes dohot si Jakobus, anggiat anakna na dua i taruli di huaso dohot hasangapon di Harajaon na binoan ni Tuhan Jesus. Ido umbahen dipasahat inana i1 pangidoanna tu Tuhan Jesus (ida. Mat 20:20). Songoni do nang di roha ni si Johannes dohot Jakobus. Motivasi asa sumurung jala umbalga di huaso dohot ummarhasangapon sian angka sisean na asing, ido na diroha ni anak ni si Sebedeus i. Hinorhon ima dipangido nasida pangidoanna tu Tuhan Jesus songon na tarsurat diturpuk on.

    2. Umpama ni halak Batak mandok, "Simbora gukguk duldul otik, mamora hita luhut alai sumurung au otik". Bangko ni jolma na sai mangalului hasurungan, ido na dipatuduhon umpama i, ingkon ibana do sumurung sian donganna asa sonang rohana. Bangko na songoni ma na tubu di roha ni angka sisean i (bd. 9:33-34). Laos bangko na sisongoni do na dipataridahon si Johannes dohot Jakobus marhite pangidoan nasida tu Tuhan Jesus, "Naeng bahenonmu hami hundul di hasangaponmi, na sada tu siamunmu, na sada nari tu hambirangmu"(:37). Adong di roha nasida mangalului hasurungan dohot hasangapon. Marhite pangidoan nasida i patuduhon "masihol dipangkat na timbo dohot kedudukan na sumangap. Gabe na sumangap berarti gabe jolma nampuna pangkat, jabatan na tumimbo huhut penting. Alani i gabe adong ma kesempatan laho mamarenta donganna huhut dihobasi nasa na ringkot di ibana. Angka na ambisius dohot terobsesi di hasurungan dohot hasangapon nang huaso, marragam do cara diulahon nasida, termasuk cara-cara na so hinalomohon Debata.

    Lambok do Jesus mangalusi pangidoan ni sisesanNa i, Ndang diboto hamu na pinangidomuna i. Tung tarinum hamu ma siinumonki? Tung tarparidi hamu ma paridion siparidionki? (ayat 38). Na mambahen hundul tu siamunhu dohot tu hambirangku, ndang guru di Ahu i; di angka naung dirade hian do i (ayat 40). Artina, ndang diboto si Jakobus dohot si Johannes pangidoanna i, jala ndang diantusi nasida dope lapatan ni haMesiason ni Jesus dohot Harajaon ni Debata. Ndada harajaon portibion harajaon Debata, alai harajaon partondion do. Panginuman sitaonon dohot na mangae pardangolon na pinasiaksiak do siinumon ni Jesus. Dalan sitaonon do dalan sidalanan ni Jesus. Saguru di Ama i do na manontuhon hundulan disiamun dohot dihambirang. Ndang saonari ditontuon i, holan halak na manghamonanghon parungkilon mangihuthon Jesus na sahat tu ujungna do na manjalo i. Debata Ama i do na mangalehon balos ni tu angka na satia sahat ro di ujungna.

    Ginjang ni roha do molo niluluan hasurungan. Balikna i do na ingkon mangolu di roha ni ni angka sisean i ima haserepon ni roha. Seorang teolog terbesar dalam sejarah, St. Agustinus, Uskup Hippo di Afrika Utara, pernah berkata, "bagi mereka yang mau mempelajari jalan-jalan Tuhan, kerendahan hati adalah yang pertama, kerendahan hati adalah yang kedua, dan kerendahan hati adalah yang ketiga" Haserepon ima ngolu na so mangasanghon hasurunganna jala mangalului hasurungan. Nang pe godang hasurunganna alai ditabunihon songon Jesus na gok hamuliaon i. Na sangap do Ibana hape tubu dihaleaon dohot hapogoson. Ido bangko sitiruon ni angka siihuthon Jesus. Songon pandok ni apostel Paulus "songon parrohaon ni Krsitus Jesus ma parrohaonmuna" (Filp. 2 : 5ff).

    3. Panghorhon ni pangantusion na sala dohot panghorhon ni parsiguluton di hasurungan i gabe ganggang ma parsaoran ni angka sisean i. Dung tarbege i tu na sampulu i, gabe sogo ma roha nasida di si Jakobus dohot Johannes (ayat 41). Boasa sogo roha ni sisean na sampulu i ? Nasida pe girgir di dihasurungan dohot hasangapon (bd. Mat 19:26) jala pola dihatai nasida di dalan, ise do na sumurung jala naumsangap sian nasida (bd. Mark 9:33-34). Sahalak na bisuk jala na porsea mandok, "The ambition of one creates envy in others who partake of the same feeling" (= Ambisi dari seseorang menciptakan iri hati dalam orang-orang lain yang mempunyai perasaan yang sama).2 Roha na masihasurungan i patubu late, hosom dohot parsalisian. Sega punguan alani masihasurungan. Guntur punguan dohot ragam ni angka parsaoran molo marsigulut di hasangapon.

    Asa unang sega parsaoran ni angka sisean i, dipapungu Jesus ma nasida, dipatorang Jesus taringot tu harajaon ni portibion dohot etika parngoluon ni Harajaon Banua Ginjang. Diboto hamu do, dirajai angka sigomgomi bangso do parripenasida jala dipaksa angka na sangapna do nasida. Alai unang ma songon i, anggo di hamu! (ayat 42-43a). (Dalam ayat ini Yesus menggambarkan pemerintahan yang menggunakan kekerasan / penindasan. Ini jelas adalah pemerintahan dengan sistim diktator! Dan Ia mengatakan bahwa itu adalah pemerintahan dari ‘bangsa-bangsa’. Yang dimaksud dengan ‘bangsa-bangsa’ adalah ‘bangsa-bangsa non Yahudi’).
    Yesus lalu menambahkan bahwa dalam kalangan Kristen / anak-anak Tuhan, penggunaan sistim diktator, yang selalu menggunakan kekerasan itu, tidak boleh dilakukan!, Adam Clarke3 mengatakan, "The government of the Church of Christ is widely different from secular governments. It is founded in humility and brotherly love: ... When political matters are brought into the Church of Christ, both are ruined. ... Every kind of lordship and spiritual dominion over the Church of Christ, like that exercised by the Church of Rome, is destructive and anti-christian" [=Pemerintahan dari Gereja Kristus sangat berbeda dengan pemerintahan sekuler. Itu didasarkan pada kerendahan hati dan kasih persaudaraan: ... Pada waktu persoalan politik dibawa ke dalam Gereja Kristus, keduanya akan hancur. ... Setiap jenis pemerintahan / otoritas dan penguasaan rohani atas Gereja Kristus, seperti yang dilakukan oleh Gereja Roma (Katolik), bersifat merusak dan anti-kristen].

    Dipodai Jesus angka siseanNa i, diparsiguluton nasida taringot ise naumbalga jala naumsangap diantara nasida dohot sekaligus mangalusi pangidoan ni si Johanes nang si Jabobus anak ni si Sebedeus i. Didok Tuhan Jesus, Manang ise hamu na giot sangap, i ma gabe pangoloi di donganna! Jala manang ise hamu, na naeng parjolo, i ma gabe naposo ni donganna saluhutna. (ayat 43b-44). Orang yang ingin menjadi besar, harus mau menjadi pelayan (DIAKONOS); sedangkan orang yang ingin menjadi yang terkemuka / yang nomer satu (literal: ‘to be first’), harus mau menjadi hamba (DOULOS)! Bahwa kebesaran dalam kerajaanNya tidak terdiri dari ‘mendapatkan pelayanan’, tetapi dalam ‘melakukan pelayanan’; bukan dalam ‘mempunyai pelayan-pelayan’, tetapi dalam ‘menjadi pelayan-pelayan’. Seorang bijak dan percaya pernah berkata, "The man who lives to get is despised. The man who lives to give and serve is commended" (= Orang yang hidup untuk mendapat, direndahkan. Orang yang hidup untuk memberi dan melayani, dipuji).

    Dalam dunia, adalah benar bahwa orang yang besar adalah orang yang mengontrol orang-orang lain; orang yang perintahnya ditaati dengan segera oleh orang-orang lain; orang yang dengan lambaian langannya bisa mendapatkan kebutuhannya yang terkecil dipenuhi. ... Tetapi di antara para pengikut Yesus, hanya pelayanan yang merupakan lencana dari kebesaran. Kebesaran tidak terdiri dari ‘memerintah orang-orang lain untuk melakukan hal-hal untukmu’; itu terdiri dari ‘melakukan hal-hal untuk orang-orang lain’; dan makin besar pelayanannya, makin besar kehormatannya. Yesus menggunakan suatu jenis gradasi / tingkat-tingkat. ‘Jika engkau ingin menjadi besar’, kataNya, ‘jadilah seorang pelayan; jika engkau ingin menjadi yang pertama dari semua, jadilah seorang hamba’. Di sinilah revolusi Kristen; di sinilah pembalikan yang sempurna dari semua standard duniawi. Jadi, kesimpulannya: kalau kita mau menjadi makin tinggi, kita harus mau makin merendahkan diri. Atau, dengan kata lain, makin seseorang merendahkan diri, makin tinggi orang itu di hadapan Allah dan mereka yang berdiri paling tinggi dalam kerajaan surga adalah mereka yang terbaik dalam melayani saudara-saudara mereka). Ido dalan tu hasangapon di harajaon banua ginjang. Diangka siihuthon Jesus, ingkon dirajumi dirina "hatoban". Saleleng so manghilala na hatoban ni Kristus, saleleng ima ginjang rohanta, ndang adong haserepon. Ala so adong haserepon, ndang adong pangoloion dohot haradeon manghobasi dongan. Nunga diulahon Jesus si songoni, ido umbahen didok Ibana, "Ai nang Anak ni jolma i pe, ndada asa dioloi halak Ibana, umbahen na ro; Ibana do balik pangoloi jala mangalehon hosana bahen tobus ni torop jolma" (ayat 45),

    4. Salah satu tanda siihuthon Kristus, tarida sian mengutamahon na ringkot di dongan jolma sian na ringkot di dirina (bd. Filp 2:4). Tarjou do hita manongtong mangulahon i. Ganup ari dohot ganup tingki tarjou do hita manarihon na ringkot di dongan. Kebutuhan anak-anak kita, orang sakit, miskin dan tak terperhatikan manjou hita asa haruar sian roha diri (keegoisan) huhut manatap tu Kristus. Ganup tingki ingkon bergumul do hita manaluhon roha diri (keegoisan) dohot manaluhon roha na mangarajumi sumurung diriniba sian dongan. Ganup ari tarjou do hita gabe nasumangap dohot na parjolo (lebih utama) marhite na manaluhon roha diri (keegoisan) jala sian toruk ni roha tarajumi dongan jolma sumurung sian diriniba (bd. Filp. 2:3). Setiap saat kita dipanggil untuk menjadi kehadiran Yesus bagi orang lain. Melayani orang yang kita hargai, ingini, kenal baik ataupun bisa membalas budi pastilah menyenangkan. Namun bagaimana kalau tidak? Justru melayani orang yang tidak bisa membalas budi baik kita, yang tidak dianggap berharga untuk dilayani, merupakan jalan menjadi yang terbesar. Inilah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus dengan mengatakan : "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."

    Molo naeng sumurung jala na parjolo (lebih utama), pillit ma cara na tingkos jala sintong. Ndada marhite na mangarajai (menguasai) dongan, ndada gabe sihobasan (dilayani), ndada marhite gabus dohot manipulasi alai marhite na gabe pangoloi dohot naposo/parhobas di dongan. Melayani pertama-tama berarti menempatkan sesama sebagai orang yang harus kita perhatikan, kita bantu, seperti ketika kita menyambut anak kecil. Yesus mengajak murid-murid-Nya di sepanjang zaman dan konteks untuk menjadi yang terbesar. Caranya, dengan menjadi yang terkecil. Menjadi pelayan bagi sesama. Menjadi pelayan dan menjadi kecil, serta mengambil tempat yang rendah adalah perbuatan besar yang akan menjadikan orang yang melakukannya terbesar di dalam keluarga Allah. Amen.

    (Footnotes)

    1. Ibu dari Yohanes dan Yakobus adalah Salome, saudara Maria (ibu Yesus). Dengan demikian, maka Yohanes dan Yakobus adalah saudara sepupu dari Yesus. Hubungan darah inilah yang rupa-rupanya menyebabkan mereka berani mengajukan permintaan seperti itu kepada Yesus. Mereka mencampur-adukkan hal yang bersifat daging dengan hal yang bersifat rohani!
    2. Williams Hendrikson dalam Pulpit Commentary, hal 282
    3. dalam Pulpit Commentary, hal 199


    Jamita Minggu Estomihi
    Tgl. 14 Pebruari 2010
    Nats : 2 musa 18 : 17 - 23
    Pdt. Eben Hutasoit S.Th
    Pdt. Res. Panei Tongah

    Tangihonma PanjouonNa Dibagasan Ngolum


    1. Dipillit Debata do si Musa gabe partogi di bangsoNa laho ruar sian gomgoman ni Parao tu tano naung pinarbaga ni Debata tu si Abraham. Ndang ala haboion mangulahon umbahen na dipillit ibana alai tung lomo ni roha ni Debata sandiri do. Naeng marhataridaan hagogoon ni Debata marhitehite pangurupionNa di si Musa manguluhon bangso i. Marragam do panjouon ni Debata tu angka naposaNa di laho patulushon sangkap dohot lomo ni rohaNa. Nang angka tanda halongangan i pe marragam do di patupa Debata laho patuduhon hagogoonNa. Asa jolma na tinompa i gabe pangoloi di hataNa. Panjouon na masa tu si Musa di hatai i ma laho mangamudihon, mamboan haluar bangso Israel sian tano parhatobanon i. Ndang pintor di jalo si Musa ulaon na pinasahat ni Debata tu ibana, ala tubu dibagasan pamingkiron ni ibana hata na mandok so tung so diangkui bangso i. Debata na mamillit dohot na manjou ibana gabe partogi di tongahtongah ni halak Israel. Aha do na laho patupaon ni si Musa molo ro halak Israel mandok, ndang porsea hami na Debata mamillit jala manjou ho. Alai nang pe songoni di papos Debata do roha ni si Musa marhitehite tanda halongangan. Asa, pangalaho na masa di 2 Musa 18:17-23 ingkon do diida borhat sian pangantusion di Debata na papatarhon diriNa di parhorsihan Sinai. Hurang lobi 40 taon bangso Israel di parhorsihan Sinai. Ragam tanda halongangan dipatupa Debata laho papatarhon diriNa tu bangso i. Sada do diigil Debata sian nasida marhite pardalanan na mansai ganjang i, i ma anggiat lam tartopa nasida hot jala lam togu so mubauba di hajongjongan nasida mamolin marsomba holan tu Debata.


    2. Laho marnida sibonsiri ni turpuk ingkon do dipaheba mulai sian ayat 1. Mansai marimpola do parjumpaan ni si Musa dohot simatua dolina i. Dipajojor si Musa tu si Jetro, simatuana i, angka pambahenan ni Debata tu bangso Israel. Mansai margurasa do panuturion ni si Musa i di ngolu ni si Jetro. Diparhatopot ibana do habalgaon ni Jahowa. Ndada holan i, hehe do ibana pasahat pelean situtungon tu Jahowa. Marsogotna ,dimatamathon si Jetro ma pangulaon ni si Musa songon uluan ni bangso i. Asa, bolas ma dohononta, pamodaion ni si jetro di turpuk on tu si Musa:

    1. Borhat sian hoprseaon di Jahowa.
    2. Borhat sian hajongjonganna songon simatua doli ni si Musa. Tugas ni natoras do mamodai ianakhonna asa tongtong mardalan di lomo ni roha ni Debata.
    3. Borhat sian ulaonna songon sahalak malim di Midian. Tontu do, songon sahalak malim ibana, dinatusi do ruhutruhut ni panghobasion di bagas joro ni Debata. Unok ni poda i, i ma asa dipatupa parsagi ni ulaon na denggan hombar tu balga dohot bidang ni ulaon sihobasan. Tangkas do dipajamothon si Jetro si Musa di pangalaho na ingkon jumpang di angka na naeng gabe uluan mangurupi ibana i ma: Baoa angka na marsihohot marroha jala angka na manghabiari Debata. Baoa parroha na sintong jala angka na manghagigihon pangomoan na so patut. Idaonta ma marhite angka pangalaho i, diigil do ingkon dapot di angka pemimpin/parhalado roha na tang, hapolinon ni hapoorseaon jala na so marlaok. Ndada utokutok na dipatujolo. I do juara bagas haposan. Rumang ni parsagi ni ulaon i, i ma: marsasaribu, marsasaratus, marlimalimapulu, jala marsampulu. Atur do parsagina hombar tu torop dohot balga ni ulaon. Alai tongtong do dipajamothon pangalaho ni ulaon i. Aha do sangkap di na marsagi di ulaon i? Parsagi ni ulaon na atur patauhon nasida padimundimun hajongjongan ni bangso i na lam tu toguna.
    3. Sasintongna, saihot do bangso ni Debata dohot huria. Naeng dohononna, bangso ni Debata manang huria i ma parpunguan ni angka na porsea di Debata.Di Turpuk Epistel diondolhon songon dia do Israel patut marpangalaho songon bangso ni Debata. Marpardomuan tu topik ni minggunta, Pemimpin yang ideal, dohononta ma: sude do hita pemimpin (penatalayan). Asa, molo naeng patureonta ma pangalahonta, dohononta ma: Boha do hita bolas gabe pemimpin/parhalado haposan. Pemimpin/parhalado haposan i ma:

    a. Angka na marsihohot marroha jala manghabiari Debata.
    b. Angka parroha na sintong jala manghagigihon pangomoan na so turut.
    Mentalitas manang pangalaho si songon i ma naeng dapot di sude ruas ni huria. Mangulahon sude ulaon di bagasan biar mida Debata patauhon hita tongtong jamot di angka pangalaho na so hombar tu lomo ni rohaNa. Jala padimundimun roha na sai tongtong manghalomohon hasintongan bolas do i patauhon hita manghagigihon/padaohon angka pangomoan na so turut.
    Songon juara bagas haposan, tarjou do huria patupahon songon na pinatupa ni si Musa. Marsagi di angka ulaon na ronsot jala na balga di tongatonga ni huria, patauhon huria i bolas mangulahon saluhut ulaon panghobasion dohot denggan. Ndng ombasna be huria pagukgukhon ulaon panghobasion di sasahalak alai boha do bolas rap marhobas, marsiadu patupa ulaon na dumenggan. Unokna i ma pemberdayaan. Asa, adong ma dua ragam parhalado, i ma parhalado partohonan dohot parhalado na so partohonan. Siala sude parhalado/pemimpin, ingkon sude hobas tu nasa ulon di tongatonga ni huria hombar tu parsagina naung diaturhon. Ndang ombas na be parhalado partohonan so pasiat ruas mnghobasi huria. Sabalikna, ndang ombasna be ruas ni huria mandok: Ndang ulonnami i, ulaon ni sintua manang pandita do i. Dohononta ma: Ulaonta sude do i, siala sude hita juar bagas ni Debata. Lam togu do hajongjongan ni huria molo dapot parsagi ni ulaon na lam tu rentana.

    4. Di Mateus 28: 20.b didok: "Ai ida ma, sai na dongananku do hamu ganup ari, rasirasa ro ajal ni hasiangan on". Na manghuling do hata on tu hita huhut nanaeng paigothon hadirionta, asa tongtong tahatahon hataNa i tu na humaliangta. So tung do holom rohanta di panjouon ni Tuhanta di ulaonta na marragam i. Marguru tu roha na hombar mangihuthon panjouon ni Tuhan i manang roha na marnida, i ma na pasiathon Tuhan Jesus di bagasan rohana. Ai haposan do hata I manogunogu hita sahat tu ujung ni dalanta. Nasa jolma na mian jala olo manghatahon hata ni Debata sai tongtong do dongananNa jala sarihonon ni Debata angka na ringkot dibagasan ngoluna. Ingkon gabe angka parbarita na marroha, na marbisuk na mambaritahon hata dohot pambahenan ni Debata ma hita di bagasan ngolunta huhut na gabe pujipujian di Debata ma nang angka baritanta.Tapangido ma asi ni roha ni Debata asa lam tamba bilangan ni na mangkaporseai Debata marhite pangajarion ni Tondi Porbadia, asa mampu hita, keluarganta manjalao haluaon nang hatuaon i. Tasosoi ma donganta mangulahon lomo ni roha ni Debata. Dok ma: "Sai Homa gabe partonobatoan di ahu". Amen.

    Jamita Minggu Invocavit
    Tgl. 21 Pebruari 2010
    I Timoteus 6 : 11 - 16
    Pdt. Eben Hutasoit, S.Th
    Pdt. Res. Panei Tongah

    Haposima Debata Dibagasan Ngolum

    1. Surat on ditujuhon si Paulus to si Temoteus. Ia si Timoteus i ma sisean ni Apostel Paulus. Diboan si Paulus do si Timoteus di pardalananna manopot huriahuria na di Asia na metmet. Dung i, ditadingkon ma si Timoteus di Epesus dohot tugas manorushon pembinaan tu huriahuria na di si. Lumobi ma laho mangadopi angka poda haliluon sian angka guruguru sesat. Anggo si Paulus ditorushon do pardalananna tu Mekadonia, laho paturehon haporseaon ni angka huria na di si. Sian Mekadonia do di surat si Paulus surat on di taon 63. Atik pe bermaksud do ibana naeng tibu mamereng si Timoteus. Alai disurat ibana do surat on laho patauhon si Timoteus membina angka huria i dohot mangalo parpoda haliluon naung sahat tu huria na di si. Sian isi ni surat on idaon nunga dipersiaphon si Paulus si Timoteus laho mangambil-alih turgas sian ibana songon generasi penerus laho mamaritahon harajon ni Debata di bagasan Jesus Kristus.

    2. Tangkas do taboto hasosolhot ni apostel Paulus tu Tuhanta. Tangi do ibana di soara ni Debata, hobas tu parsuruNa, jamot jala ramot manjagahon asa unang disoro pangago haporseaon ni angka siihuthon Tuhanta. Ala arga jolma i di Jesus, patut antong arga di si Paulus. Idaonta do sosososo ni apostel Paulus on songon sososo na tangkas jala na tingkos borhat sian parsihohoton di Kristus. Jala, rajumanta na so tarsirang on sian tanggungjawabna manghatindanghon barita nauli nang hasintongan pe. Didok ibana do: "marjea ma ahu molo so hubaritahon barita nauli i". Na tahalashon i ma, na rade do Kristus na mangolu dibagasan si Paulus i, mangolu jala mangula nang dibagasan hita. Asa nuaeng tingki na lehet ma on laho pahibul rohanta bahen parmianan ni Tuhanta. Asa laos Tuhanta Jesus Kristus patuduhon angka dia ma pangajaran na asing na so sian Ibana (ay.3) na taadopi di partingkianta. Boi do i sian duru ni huria i, jala laos boi do sian bagasanna. Sipata idaon ummura marlojong jala rarat angka pangajaran na maralo tu hata ni Debata sian barita nauli i. Mardomu ma i ala somalna mansai malo do portibi on mangalitalithon hata, patohotohon na so toho tu "selera ni jolma’. Panurirang pargapgap pe mansai godang do manghaposi na nidok nasida manang mangihuthon nasida. Alani aha?. Ala ‘malo’ nasida pahombarhon na di roha nasida tu lomo ni roha ni jolma, nang pe maralo tu hata ni Debata. Di jolo ni on, dikecam si Paulus do angka guru sesat secara khusus na holongan rohana di hepeng. Jala dison dipaingot do si Timoteus, alai secara umum marlakku do sipaingot na i tu sude halak Kristen, asa unang di ihuthon guruguru sesat. Hata "anak ni Debata" marhahonaan do i tu si Timoteus na di jou gabe naposo ni Debata. Angka parhalado di Padan Na Robi digoari do nasida halak ni Debata (Pat. 5 Musa 33:1; 1 Sam. 9:6). Alai di padan na imbaru hata "halak ni Debata" dipangke do tu sude halak Kristen, ala nasa na porsea, tarjou do gabe naposo ni Debata (Pat. 1 Pet.2:9). Ia tugas naposo/halak ni Debata: maporus ma sian dosa, na holongan rohana di hepeng dohot sian nasa hajahaton songon na niula ni angka guruguru sesat. Paduahon, mareahi hatigoran, hadaulaton, holong ni roha, habengeton, dohot lambok ni roha. Hatigoran i ma lolo ni roha ni Debata dohot angka patikna. Hadaulaton (ibadah) i ma na hinalomohon ni Debata, ngolu di bagasan haporseaon di hata dohot di pambahenan. Haporseaon (kesetiaan) i ma hasatiaon di perjuangan di harajaon ni Debata. Holong ni roha, i do sifat na utama di ngolu haporseaon. Habengeton (kesabaran) i ma ketekunan, ndang hatophatop putus asa. Lambok ni roha, i ma hasabaron maradophon halak na asing, olo manalpuhon hahurangan ni halak sian roha.

    3. Jotjot do dipangke si Paulus angka gombaran sian dunia olah raga (1 Kor 9; 24-26; Pil. 2:16;3;12-14). Perjuangan ni halak Kristen digoari ibana paraloan haporseaon (pertandingan iman), ala haporseaon do na mangalehon gogo tu paraloan i jala haporseaon i do hamoraon na ingkon siramotan di paraloan i (pat. 2 Tim. 4:7). Nunga hupasidung paraloan na denggan i, nunga hupaujung parlojonganki, ramot hubahen haporseaon i. Paraloan i digoari paraloan na denggan. Alai paraloan na asing ndang paraloan na denggan i, tudosanna mangalului laba na so tama, songon na ni ula ni angka panurirang pargapgap. "Tangkup ma hangoluan na saleleng ni lelengna". Manangkup hangoluan na saleleng ni lelengna songon piala pertandingan. Ndang ala usaha ni jolma hangoluan na saleleng ni lelengna i, ala ni i do umbahen didok, ai tu si do ho di jou. Asi ni roha ni Tuhan i do na manjou jolma tu hangoluan na saleleng ni lelengna. ‘ jala diparhatopot ho do panindangion na denggan di jolo ni torop sitindangi ‘. Pandohan on marhanonaan do tu pandidion ni si Timoteus. Di pandidion i dihatindanghon ibana do haporseaon di jolo ni torop sitindangi, jala marpadan do ibana laho mangihuthon Jesus di bagasan hasatiaon. Dipaingot si Paulus do si Timoteus tu pandidionna i di na dijou ibana laho mamasuhi paraloan haporseaon dohot manapu hangoluan silaleng ni lelengna. songon naung hinatindanghon ni torop jolma di tingki pandidion i. Hata ni si Timoteus marlakku do tu sude halak Kristen. Alai songon dia pasauthon paraloan haporseaon i di ngolu ni marsasahalak, asing be do hombar tu tugas panjouonna be.

    4. "Hupatik ma ho di jolo ni Debata, na pangoluhon saluhut’. Di jou si Paulus do Debata dohot Kristus gabe saksi di hata na naeng sidohononna tu si Timoteus. Pandohan i laho mangondolhon pangidoanna tu si Timoteus huhut laho paposhon rohana, ai Debata do na boi mangalehon ngolu na imbaru (Rom. 6:4; Epesus 2:5) jala na margogoihon ibana di paraloan haporseaon. Asa, ndang porlu lomos roha ni si Timoteus di paraloanna i. "Dohot di jolo ni Kristus Jesus, na manghatindanghon hasintongan di jolo ni Pontius Pilatus". Barani do Jesus manghatindanghon na denggan, hasintongan di jolo ni Pontius Pilatus so mabiar tu aha na masa alani panindangionna i. Jesus do tiruan dohot na patoguhon si Timoteus, molo manindangi ibana di tongatonga ni paraloan i. "Radoti ma patik i, so marlindang, so hasurahan, paima tarida Tuhanta Jesus Kristus". Parenta on marhahonaan tu turgas pembinaan jemaat na dipasahat tu si Timoteus, lumobi pembinaan haporseaon di tongatonga ni angka ajaran na sesat. "So marlindang, so hasurahan". Lapatanna: ndada holan isi ni haporseaon i na ingkon dipartahanhon secara murni, alai di paraloan i ingkon mamangke angka caracara na denggan, na hombar tu roha parbagasan. "Paima tarida Tuhanta Jesus Kristus". Turgas i mansohot dung ro Jesus paduahalihon jala mangido pertanggungjawaban sian sude angka naposoNa. Ai dihajujumpang ni tingkina patar ma Ibana, bahenon ni na martua i. Pargogo sasadasa, Raja ni angka raja, Tuhan ni angka tuan. Digombarhon do dison hamuliaon ni Kristus di haroroNa paduahalihon i. Marningot tingki na naeng ro i, ndang porlu be mabiar si Timoteus mangadopi mara dohot parungkilon. Diondolhon do muse dison hamuliaon ni Debata na mangatasi saluhutna. Jala di tutup do pandohanna dohot pujipujian tu Debata. Di Huria na parjoloi diujungi do doksologi dohot hata amen. Jala si Paulus pe dibahen do songon i. Hasangapon dohot hagogoon ni Debata, i ma gabe haroroan pos ni roha, haroroan ni hagogoon laho manghamonanghon paraloan haporseaon. Dungi margogo ma hita manghatindanghon hasintonganna di bagasan habengeton jala jaloonta ma hangoluan na saleleng ni lelengna ala asi ni rohaNa. Amen.

    Jamita Minggu Reminiscere
    Tgl. 28 Pebruari 2010
    Nats : Nehemia 9 : 26 - 31
    Pdt. E.J.P Simanullang, S.Th
    Parhobas di Ktr. Pusat

    Parasiroha Jala Pardengganbasa do Jahowa

    I. Patujolo
    Di taon 538 SM, sada haputusansian Koresy, penakluk halak Kasdim, mamarentahon sude halak Jahudi asa dibuang tu Babel. Tindakan Koresy on sada unsur politis, alai Hata ni Tuhanta mamereng on gabe panggonopon ni padan ni Debata tu angka panurirang (isarana; Jeremia dohot Hesekiel). Haputusan Koresy patujolo di hamumulak ni angka tawanan: ingkon membangun muse bangsona. Na parjolo ima Zerubbabel, sahalak haturunan raja. Dung mamolus angka na maol i, marsada ma nasida digonggoman ni pangajarion si Ezra dohot Nehemia. Lima ciri utama menanda buku Nehemia, ima :
    1. Buku on manurat angka na masa di sejarah PL halak Jahudi andorang so sahat masa intertestamental.
    2. Buku on mangalehon sejarah tu Maleakhi, buku PL parpudi, ala Nehemia dohot Maleakhi mangolu di tingki na sarupa.
    3. Nehemia sahalak pemimpin saleh dipamarenta: bijaksana, berprinsip, barani, integritas ndang tercela, parhaporseaon na togu, parasiroha mamereng na tertindas, dohot berbakat di kepemimpinan nang organisasi. Ulaonna selaku gubernur, Nehemia sai jujur, serep roha, malua sian roha diri/pangahuton, mengorbankan diri, jala ndang tercela sian hadudukan manang huasona.
    4. Nehemia sahalak pemimpin di Padan na Robi na mengandalkan tangiang (bdn. Daniel). Ndang hurang 11 hali dipatorang songon dia ibana martangiang jala tangiang pangondianonna tu Debata (isara: Neh. 1:4-11; Neh. 2:4; Neh. 4:4,9; Neh. 5:19; Neh. 6:9,14; Neh. 13:14,22,29,31). Mangulahon angka ulaonna, dibagasan haporseaon na togu jala margantung tu lomo ni roha ni Debata.
    5. Buku on manggombarhon tangiang, pengorbanan, kerja keras, dohot kegigihan bekerjasama patupahon visi na nilehon ni Debata.
    Di tingki marsitaonon, sai adong do halak na mandok:, ‘Debata ndang adil, Kejam dohot Debata do asal mula ni angka sitaononhon’. Sasintongna, di tingki hasusahan, ingkon sai torang do pingkirannta. Unang mangalului angka sala ni halak (mandok: sala do Debata), alai tanda, jala ujima dirinta sandiri, na lao mamereng haroro ni hasusasan i sian dirinta sandiri do manang sian luar ni dirinta. Molo sian hasalaan diri sendiri do, taparrohahon ma i, asa olo hita tu hamubaon ni diri. Molo di diri sendiri hasalaan i ndang tarida, sai hotma marhaporseaon, alana sai sangkap na umuli do na naeng patupaon ni Debata tu hita. (bdn. Jer. 29:11; Rom 8:28).

    Molo sanggup hita mamereng sangkap na uli dibalik sitaononta i, hasusahan gabe lebih ringan. Tabereng ma halak Lewi, ndang mansalahon Debata. Ditanda jala diakui nasida do dosa nasida dohot dosa ompu nasida (9:2). Debata do bona ni ngoluna(9:6). Debata na manjou si Abraham haruar sian Ur-Kasdim diakui gabe Debata na menepati padan na mangalehon tano bagabaga (9:7-8,22-25), patupahon tanda halongangan(9:10-12), Mangalehon barita na uli (9:13-14), jala marmahani nasida(9:15,19-21,25). Debata na diakui sebagai panguhum dosa, alai sai tongdo gabe Debata na asi roha jala satia (9:26-35).
    II. Hatorangan
    Adong dua hal na porlu di sisiganta jala si ulahononta hombar tu turpuk jamita on, ima :
    1. Mananda Dirinta jala Mangajari hita Mandok Mauliate
    Buku Nehemia dibagi 3 bagian:
    (1) Barita hinadenggan ni tembok Yerusalem ditoru ni gonggoman Nehemia na diangkat  gabe gubernur Juda sian raja Parsi. Nehemia pe patupahon ragam angka hamubaon di bidang sosial dohot agama. (2)  Pembacaan Uhum ni Debata na diulahon Ezra secara khidmat,  dohot pengakuan dosa ni bangso Israel. (3) angka ulaon na asing na pinatupa ni Nehemia sebagai gubernur Juda.

    Goar Nehemia marlapatan ‘Debata Pangapulhu’ alai tangiang ndang gabe turning point di ngoluna ndang porlu be pangapulon ala sai mangadopi ragam ni angka hamaolon do ibana di huta na asing. Jala molo tajaha buku Nehemia saluhutna, tangkas ma, Nehemia "Debata Pangapul" ,tongdo gabe pangapulon tu saluhut bangso Israel. Nehemia, ima sahalak Israel na tarbuang tu Babel. Sahalak pejabat do ibana di istana ni raja Parsi, raja Artasasta. Ulaonna mangaradoti dohot manontuhon rumang dohot mangaradoti sipanganon ni raja Artasastra. Songon bangso Israel ibana, las do rohana di parsuru ni raja Arthasasta disi Ezra laho manguluhon bangso Israel padengganhon (membangun) bagas joro naung sega i. Dibereng si Nehemia do parsitutuon ni raja Arthasasta laho padengganhon bagas joro, ai godang do pangarupionna diboan si Ezra. Marsak do roha ni si Nehemia umbege barita na so olo bangso Israel, lumobi angka partogi nasida, mangurupi si Ezra patulushon pembangunan ni Bagas joro i. Marsak jala malengleng roha ni si Nehemia mambege barita i sian Babel. Dibereng si Jeremia do naingkon madabu ma uhum ni Debata tu bangso i. Angkup ni i, dibege si Nehemia sian sisolhotNa si Hanani, porsuk ni parniahapan ni bangso Israel dung mulak sian Babel. Hatangkangon ni bangso i dohot haporsuhon na niae ni bangsona, manungguli si Nehemia martangiang tu Debata anggiat marpamuati roha ni Debata mida bangso Israel na tangkang, si jogal roha i, asa unang siap nasida dibahen uhum ni Debata.

    Ditangihon Debata do tangiang ni si Nehemia, ai disuru do raja Artasasta ma si Nehemia borhat tu Jerusalem laho paturehon parik ni Jerusalem naung marbungbungan i, sahat tu naboi dipestahon muse ni pembangunan bagas joro i. Tangkas do dihamauliatehon jala diparhatopot si Nehemia asi ni roha godang dohot pangurupion ni Debata dibangso Israel, hape ndang adong sian bangso i na manghamauliatehonsa tarlumobi di haluaon na pinatupa ni Debata na paruarhon bangso i sian Babel. Onma na gabe sibonsiri marsak si Nehemia.

    Ngolu na sai mananda diri jala olo manghamauliatehon pangurupion ni Debata, ido pintu haluaon sian uhum ni Debata. Domu tu tangiang ni si Nehemia, dosa na balga do molo so diboto sada halak (na porsea) mandok mauliate di asi ni roha ni Debata na godang i. Ingkon uhumon ni Debata do jolma naso manghamauliatehon denggan basa/asi ni roha ni Debata marhite pamujionna, haringgashonna, hamubaonna nang mangalehon angka na ringkot tu harajaon ni Debata. Ala ni i,sasintongna ingkon ganup tingki tarimangrimangi, bilanganta nang sigatanta angka asi ni roha/denggan basa ni Jahowa tu hita ganup marsadasada. Molo rade hita mamilangi angka hahuranganta dohot asi ni roha ni Tuhan i jala olo hita manolsoli jala marhamubaon, marpangulahi ma roha ni Debata tu hita. Onma posni rohanta angka na porsea.

    2. Manungguli hita asa hot marhaposan tu Debata jala mangulahon lomo ni rohaNa
    Di pamarengan ni si Nehemia bangko ni Israel na tangkang i, mura lupa tu Jahowa. Laos digoari ma nasida si jogal tanghuluk. Di tingki targogot nasida mangangguhi mangido pangurupion ni Jahowa, alai holan malua sian parungkiloni, lupa di Jahowa. Alai nang pe songoni, ndada mansohot asi ni roha ni Jahowa tu nasida. Dibereng si Nehemia do, tung so diboto bangso i do manghamauliatehon pangurupion ni Debata. Na patut do nian bangso i mandok mauliate di pangurupion ni Debata marhite na tongtong nasida mangulahon lomo ni rohaNa. Hape di turpuk jamita on, tangkas do, molo sonang nasida, diulakhon do mangarsahi Debata. Saguru tu lomo ni roha nasida sandiri do parsaoran nasida dohot Debata. Tangkas tabereng, mubauba jala ndang adong hasatiaon. Dengganna, songon bangso ni jahowa nasida, ingkon hotdo marhaposan tu Debata jala mangulahon lomo ni rohaNa. Alani i tajalo ma asi ni roha/denggan basa ni Jahowa Marhite Parsihohotonta jala Parulaonta laho mamuji jala pasangaphon Ibana.
    III. Panimpuli
    Boha, nunga dilehon angka bangso ni Debata respons na patut tu asi ni roha ni Debata? Alusna gumodang mandok: Ndang dope ! alana, bangso ni Debata jotjot do mambalos asi ni rohaNa i dohot mambahen marsak Debata. Di tingki naung salpu di padan na robi, bangso ni Debata patupahon tanda halongangan, isarana: na mambola laut Teberau, manguluhun marhite tiang awan di siang hari jala tiang api di malam hari, mangalehon patik na sintong di dolok Sinai, mangalehon roti (manna) sian langit, paruarhon aek sian dolok batu, mangalehon haberhasilon masuk tu tano parjanjian. Alai, bangso ni Debata ndang menghargai asi ni rohaNa, baliksa, marroha diri do nasida jala ndang mangulahon angka patikNa. Dilupahon nasida ulaon ni Debata na mandongani nasida. Nangpe songoni, hot do Asi ni rohaNa, Pardenggan Basa jala Parasi roha do Ibana. Di tingki mangido pangurupion bangso i, sai pintor ro do pangurupion tu nasida marhite asi dohot holong ni Debata.

    Di tingki on, tano parpadanan sai tongdo napu jala makmur, alai tongdo ndang adong hadameon. Na adong ima parporangan. Bangso Israel mangolu di kondisi was-was. Ndang dipaloas Debata holong ni rohaNa i, leaan! Natape, parpadanan dohot holong ni rohaNa tu bangsoNa ndang muba, alai holong dohot asi ni rohaNa i, ingkon tahargai jala ndang leaan. Di sada tingki sogot, tapartanggungjawabhon do panjangkononta di asi ni roha ni Debata.

    Minggunta sadarion, digoari Reminiscere, astuanna: Sai Ingot ma Ale Jahowa Denggan Ni BasaM (Psalm. 25:6). Sada pangidoannta do on tu Debatanta, asa unang hita diuhumi alani dosanta, asa manongtong asi ni rohaNa mangurupi, manganju hagaleonta. Pandohan "Reminiscere" tongtong do patuduhon Asi ni roha ni Jahowa do na diparnalom angka na porsea laho mangurupi ngoluna siganup ari. Alani ima, sai tongtong ma tapangido di tangiangta, songon asi ni roha ni Jahowa na mangurupi di tingki naung salpu, songoni ma tongtong mangurupi hita nuaeng sahat tu tingki na naeng ro dope, hot ma asi ni rohaNa mandongani saluhut panggulmiton ni ngolunta. Jala taingotma, Unang hamu lilu; ndang olo Debata leaan! Ai ia i disabur halak, i do gotilonna! (Gal. 6:7), Amen.