Wednesday, August 12, 2009

Editorial Bina Warga Edisi 24, Agustus - Nopember 2009


Kemerdekaan

Upacara Bendera 17 Agustus, berkumandangnya lagu Indonesia Raya, detik-detik Proklamasi, gelora salam Merdeka, derap langkah nasionalisme, renungan jasa para pahlawan, tabur bunga di makam pahlawan, berkobarnya semangat persatuan, panjat pinang, lomba makan kerupuk, dangdutan, perlombaan olah raga, serta berbagai kegiatan mengisi hari kemerdekaan, clan ...dst...dst.
Tahun ini tepat sudah 64 tahun kita merdeka, merdeka dari penjajahan. Hampir semua rakyat Indonesia merayakan dan mensyukurinya, di mana-mana acara acara berkenaan hari kemerdekaan dirayakan oleh segenap lapisan masyarakatdengan penuh suka cita.
Pertanyaan yang banyak ditanyakan orang saat ini, apakah benar bangsa Indonesia sudah benar-benar merdeka? Apakah kita sebagai bangsa sudah benar-benar menikmati kemerdekaan yang sudah diproklamasikan 64 tahun yang lalu? Dalam berbagai dialog: ada yang mengatakan bahwa secara De jure Indonesia sudah merdeka tetapi secara Defacto sebenarnya Indonesia belum merdeka? Indonesia masih di jajah, oleh pihak-pihak asing dari berbagai segi, dari segi ekonomi; ekonomi masih tergantung kepada IMF, bahkan sebagian besar bangsa kita adalah orang miskin. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kalau dulu kita di jajah oleh bangsa lain, sekarang lebih parah lagi kita di jajah oleh bangsa sendiri. Bagi orang Kristen di Indonesia, belum sepenuhnya kita merdeka karena ada banyak orang Kristen yang tidak bebas untuk beribadah, ada banyak tempat ibadah yang ditutup, ada banyak tekanan-tekananan dan lain sebagainya.
Perayaan HUT Kemerdekaan sering kali hanya dimaknai sebagai tradisi dan eforia belaka Sedang semangat juang yang terkandung di dalamnya nyaris terlupakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merdeka artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dan lain-lain; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa. Merdeka berarti bebas dari penjajahan, bebas dari tahanan, bebas dari kekuasaan, bebas intimidasi, bebas tekanan, dari nilai dan budaya yang mengungkung diri kita. Merdeka juga harus dimaknai bebas dari kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan keterbelakangan.
Jika demikian lalu apa yang hendak kita rayakan ? Kemiskinan masih merajalela semua lapisan masyarakat dengan latar belakang agama dan sukunya, kekerasan dan himpitan atas nama agama atau suku mayoritas masih kerap terjadi, nyaris tak ada perubahan. Mayoritas VS Minoniritas, angkara murka si mayoritas VS tirani minoritas (istilah yang sering dikemukakan si mayoritas). Merdeka ya, tapi merde………ka!!! belum, merdeka dari jajahan bangsa lain sudah, merdeka dari kungkungan mayoritas belum. Lalu bagaimana ?
Apa yang dimaksud dengan kemerdekaan Kristen; Kemerdekaan Kristen adalah kemerdekaan dari kuasa dosa, kemerdekaan dari kuasa maut. Kemerdekaan Kristen adalah kemerdekaan yang diberikan oleh Tuhan, kemerdekaan untuk melakukan kebenaran; agar kita meninggalkan dosa dan hidup untuk kebenaran (Roma 6:11-13), dimana kita bebas untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan didalam hidup kita. Termasuk didalam bebas untuk menyembah dan memuliakan. Walaupun secara fisik orang Kristen mengalami penindasan, hambatan, dlsb, tidak berarti bahwa secara jiwa pun mereka tertindas; namun secara praktis Kristen memiliki kemerdekaan jiwa yang sejati untuk beribadah dan berhubungan dengan Tuhan secara pribadi. Kemerdekaan Kristen diperoleh hanya bila seseorang tetap hidup sesuai firman Tuhan dan melakukan kebenaran Allah, walau di tengah penindasan, tekanan dan ancaman.Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah kita sudah benar-benar merdeka? Apakah benar-­benar telah menikmati hidup sebagai orang yang merdeka dalam Kristus? Apa kita sudah hidup sebagai orang merdeka atau kita masih terus diperbudak oleh dosa?
C.H. Spurgeon berkata, "Semua macam perbudakan di dunia ini tidak ada yang lebih mengerikan di bandingkan dengan perbudakan dosa." Begitu dahsyatkah perbudakan dosa itu? Ia menjelaskan bahwa Perbudakan di dunia hanya menyebabkan penderitaan yang sementara dan paling parah diakhiri dengan kematian. Namun perbudakan dosa menyebabkan Anda menderita di dunia dan sampai Neraka, terbakar dalam api yang tak pernah padam untuk selama-lamanya. Sebagai orang yang telah merdeka atau telah diselamatkan; bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu? Rasul Paulus mengatakan "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." (Galatia 5:13). Sebagai anak bangsa mari kita isi kemerdekaan ini sebagai cerminan atas tanggungjawab kepada Tuhan dan mari kita doakan, agar bangsa Indonesia yang menghirup udara kemerdekaan selama 64 tahun ini mengalami kemerdekaan sejati dan sepenuhnya. Soli Deo Gloria... (Pemred)