Wednesday, August 25, 2010

Berita Kegiatan Edisi Agustus-September 2010

PESTA PEMBANGUNAN HKI RESORT KHUSUS SIMPANG PADANG DURI

Dilandasi semangat kebersamaan dalam persekutuan di Jemaat dan semangat untuk merampungkan Pembangunan Gereja, pada hari Minggu 16 Mei 2010 kembali dilaksanakan Pesta Pembangunan di HKI Simpang Padang Duri.

Acara diawali Ibadah Minggu yang dilayani Sekretaris Jenderal HKI, Pdt. R. Simanjuntak, BD (Pengkhotbah), Agenda oleh : Pdt. M. Lumban Gaol, STh (Ka.Dep. Marturia), Doa Syafaat oleh Pdt. Jamtwonight Sipahutar, STh dan Song Leaders oleh Pdt. Lamsihar Manalu, STh, Pdt. Manonggor Hasibuan, STh, Pdt. Berton Silaban, STh. Dalam Khotbahnya yang mengacu dari Hakim-hakim 10:10-16, Sekretaris Jenderal menyampaikan bahwa berkat dari TUHAN Allah selalu diberikan kepada orang Percaya. Sehingga sudah selayaknya semua orang percaya bersyukur setiap saat. Salah satu cara mengungkapkan syukur adalah mendukung pelaksanaan program Gereja seperti perampungan Pembangunan Gereja di Simpang Padang Duri. Itu adalah demi kepentingan semua warga jemaat, karena itu semua jemaat harus berpartisipasi baik melalui doa, materil, pemikiran dan tenaga.

Setelah Acara Ibadah yang berlangsung Acara dilanjutkan dengan acara Kata-Kata Sambutan yang disampaikan a.l : Mewakili Panitia : M. Hutahaean, SH (Ketua I) Mewakili Undangan : St. Ir. Erwin Napitupulu Usai Kata Sambutan, acara dilanjutkan makan siang bersama sambil lelang makanan/minuman. Dilanjutkan dengan acara tor-tor oleh Rombongan Sekretaris Jenderal, Panitia, dan undangan dari rombongan Jemaat HKI maupun Gereja Tetangga/Undangan yang hadir dan kemudian Acara Pemberian Cendera Mata dan lelang. Pdt. Lamsihar Manalu, STh (Pendeta Resort Khusus Simpang Padang Duri) disela kegiatan menyampaikan kepada Redaksi bahwa pada pesta pembangunan HKI tahun ini (2010) lebih memfokuskan partisipasi dari jemaat HKI di Ressort khusus ini, salah satunya yaitu dengan pemberian cenderamata. Ini diharapkan salah satu cara membantu meningkatkan rasa memiliki dan kecintaan dari Jemaat terhadap Gereja HKI secara khusus di HKI Simpang Padang Duri. Dan 50 orang lebih dari 168 KK anggota keluarga HKI ditambah donateur-donateur di luar jemaat HKI dengan berbagai latar belakang ekonomi sangat antusias untuk memberikan sebahagian dari apa yang mereka punya kepada gereja.

Susunan Kepanitiaan Pesta Pembangunan a.l :
· Ketua I : M. Hutahaean, SH · Ketua II : A. Aritonang · Sekretaris I : S. Hutasoit · Bendahara : R. Br. Silaban Di dukung Seksi-seksi a.l : · Seksi Dana : J. Hutapea (Koordinator) · Seksi Perlengkapan & Dekorasi : TC. Aritonang (Koordinator) · Seksi Konsumsi : H. Silaban (Koordinator) · Seksi Undangan : Hendra Manik (Koordinator) · Seksi Tamu : Ny. Manullang/Br. Malau, dll · Seksi lelang : T. Siagian (Koordinator) · Seksi keamanan & Parkir : S. Sihombing (Koordinator) · Seksi Acara/Protokol : Pdt. L. Manalu, STh, dll

Hadir dalam Ac
ara a.l : Sekretaris Jenderal HKI, Pdt. R. Simanjuntak, BD & Ibu, Pdt. Benjamin Saragih (Res. Bukit Baterem), Pdt. Manonggor Hasibuan, STh (Res. Okuli Babusalam), Pdt. Nurdia Hutasoit, STh (Res. Sebanga-Duri), Pdt. Berton Silaban, STh (Res. Kandis), Pdt. J. Sipahutar, STh (Res. Batu Aji) Pdt. Mangampu Sipahutar, STh (Res. Bagan Batu), Pdt. Darwin Saragi (Res. Kota Bani), St. Ir. Erwin Napitupulu (Jakarta), Ir. D. Rajagukguk (Res. Batu Aji Batam), dan Jemaat HKI dari Resort Okuli Babusalam, Resort Sebanga-Duri, dan Undangan dari HKBP Simpang Padang Duri.

Acara berjalan dengan lancar dan berakhir sekitar jam 6.30 sore. Dari hasil Lelang, Pemberian Cenderamata, tortor diperoleh hasil Pesta Pembangunan sebesar Rp. 174.120.000,-. Diharapkan jumlah ini masih bertambah dengan jumlah-jumlah undangan yang belum masuk. Diakhir Acara Panita Pesta Pembangunan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Acara. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Doa oleh Sekjend HKI, Pdt. R. Simanjuntak, BD. Kita doakan dan dukung kiranya Pembangunan Kerohanian, karakter dan sarana-prasarana di HKI Resort Khusus Simpang Padang Duri tetap semakin meningkat demi kemuiliaan Tuhan Yesus Raja Gereja. Tuhan Memberkati (Disarikan dari Berita Kiriman Pendeta Ressort Khusus Sp. Padang Duri :L Pdt. L. Manalu, STh & Hendra Manik-Panitia Pesta). [redaksi]

Pesta Pembangunan, Peletakan Batu Pertama Dan Peresmian HKI Marturia, Gurilla Res. Asuhan Stadion

Sebagai salahsatu buah dari Tahun Marturia 2010, telah berdiri satu jemaat baru di Pematang
siantar. Meski baru mengadakan Kebaktian Perdana pada tanggal 18 Mei 2010, prakarsa untuk mendirikan gereja segera disikapi Praeses Daerah I yang disambut dengan antusias warga HKI di Daerah I Sumatera Timur I. Praeses HKI Daerah I bersama Pelaksana Pimpinan Jemaat HKI Marturia (St. P. Lubis) beserta para Panitia segera beraudiensi kepada Pucuk Pimpinan.

Atas arahan Ephorus ditetapkan pelaksanaan Pesta Pembangunan sekaligus Peletakan Batu Pertama sekali
gus Peresmian jemaat baru tersebut pada acara Kebaktian Minggu tanggal 30 Mei 2010. Seluruh Panitia yang diketuai D. Saragi dengan Ketua Pelaksana St. DM. Siregar (HKI Pantoan) harus segera bekerja keras untuk mempersiapkan acara itu, karena hanya diberi waktu dua minggu. Puji Tuhan, pelaksanaan Pesta tersebut berjalan lancar dipimpin oleh Ephorus HKI bersama dengan Praeses Daerah I Sum. Timur I. Acara tersebut dihadiri sekitar 300 warga jemaat dari wilayah pelayanan Daerah I dan dimeriahkan sumbangan Koor: P.A. HKI P.siantar (jl. Melanthon), P.A. HKI Martoba, P.A HKI Stadion, P.W. HKI Juma Saba, Simpang dua. Pada kesempatan itu turut hadir para Pendeta HKI: Pdt. H. Simangunsong, BD, Pdt. J. Simanjuntak, S.Th, Pdt. N. br. Simarmata, Pdt. M. Lumban gaol, S.Th, Pdt. H. Purba, S.Th, Pdt. EJP. Simanullang, S.Th, Pdt. H. Simangunsong, S.Si, Pdt. M. Hutasoit, M.Th. Pada Acara Pesta tersebut, Drs. Marihot Gultom Pimpinan LSM Futasi sebagai pengelola wilayah tersebut menyerahkan Surat Penyerahan Tanah untuk pertapakan Gereja HKI seluas kurang lebih 900 m2 kepada Pucuk Pimpinan HKI. Dan atas partisipasi semua pihak terkumpul dana Rp. 35.000.000,-. Kini diatas tanah tersebut sudah dimulai pembangunan gedung Gereja HKI Marturia dengan ukuran 12 x 20 m. Pada minggu terakhir bulan Juni hingga sekarang telah dimulai dengan membuat pondasi dan tiang. Mengingat dana yang sangat terbatas (yang terkumpul ketika pesta), masih diharapkan sumbangan/bantuan dari semua pihak sehingga gedung tersebut diharapkan telah dapat digunakan dalam tahun ini.

Bagi yang tergerak untuk membantu dapat menghubungi Pelaksana Guru Jemaat (St. P. Lubis 081397140031 atau Ketua Pelaksana St. DM. Siregar 081370792442). (red)



Facilitator Training Workshop (FTW)

Sesuai dengan Surat Undangan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) No. 445/V.8/2010 tentang Lokakarya Fasilitator Training Workshop (FTW) yang ditandatangani Fasilitator SYIS Pdt. Dr. MSE Simorangkir (Bishop GKPI) pada tanggal 15 April 2010 kepada Pdt. Edwin JP. Simanullang, STh untuk mengikuti Training Fasilitaor Sharpening Your Interpersonal Skils yang diadakan pada tanggal 23-30 Mei 2010 di Tabo Cottages, Tuktuk, Samosir. Maka Pucuk Pimpinan HKI, Ephorus: Pdt. Dr. B. Purba, merekomendasikan saya untuk mengikuti Training FTW tersebut. Dengan bermodalkan surat tugas No. 110/PP HKI/DU/V/2010 tanggal 17 Mei 2010 saya berangkat mengikuti workshop tersebut.

Puji Tuhan dengan doa Pucuk Pimpinan dan Keluarga, saya dalam keadaan sehat-sehat disana selama mengikut kegiatan dan akhirnya terpilih menjadi salah seorang Fasilitator SYIS yang dibuktikan dengan sertifikat yang diterima dari Jim North (International Training Partner). Bagi bapak/ibu/sdra yang ingin mendapatkan informasi tentang SYIS silahkan menghubungi kami di Kantor Pusat HKI. Tuhan Memberkati (EJPS).



SOSIALISASI MANFAA
T TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PELAYANAN GEREJA

Di era Informasi saat ini, dimana hampir semua aspek aktifitas sosial terkait dengan Tehnologi Informasi seperti Internet. Sehingga sudah sewajarnya Gereja menggunakan Tehnologi Informasi (TI) baik untuk mendukung pelayanannya maupun melakukan fungsi sebagai garam dan terang di bidang TI. Pemahaman inilah yang kemudian dikembangkan oleh Pucuk Pimpinan, agar Gereja HKI semakin menjadikan Teknologi Informasi sebagai pendukung pelayanan bukan malah tertinggal dan bahkan membiarkan dirinya gagap teknologi.

Salah satu upaya yang telah dilakukan Pucuk Pimpinan adalah beberapa tahun belakangan ini secara konsisten telah diberik
an sosialisasi Peranan Teknologi Informasi dalam Pelayanan Gereja yang telah diberikan kepada Praeses dan Calon Pendeta HKI. Hal ini kemudian di tindaklanjuti ketika Sekretaris Jenderal HKI – Pdt. R. Simanjuntak, BD didampingi Pdt. M. Saragi (Praeses Daerah I Sumatera Timur I) dan Pdt. Happy Pakpahan (Sekretaris Eksekutif Pucuk Pimpinan) menerima kehadiran Bapak Simson Harry G.M Tampubolon dan Baik Gultom dari PT. Telkom Indonesia – Area Sumatera Utara, pada hari Jumat, tanggal 30 April 2010. Pada Pertemuan ini didiskusikan bersama bagaimana peranan TI dalam pelayanan Gereja saat ini. Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal HKI) didampingi Pdt. Happy Pakpahan menyampaikan gereja HKI beberapa tahun terakhir ini telah berusaha memamfaatkan TI lebih fokus lagi melalui pengembangan Web Kantor Pusat (www.hki-online.or.id), Web Panti Asuhan Zarfat ( www.zarfat.de), Web Blog Majalah Bina Warga (http://binawargahki.blogspot.com ) serta pengambangan komunikasi melalui email baik kepada mitra didalam maupun luar negeri. Untuk komunikasi surat menyurat, TI membuat dari segi efesiensi dan dana sangat membantu penghematan anggaran dan waktu. Untuk itu saat ini mau tidak mau setiap Pelayan harus mengenal TI dan mamfaatnya bagi pelayanan. Kesadaran ini akan memotivasi mereka untuk mau belajar dan memakai sarana TI dalam pelayanannya. Simson Tampubolon (yang juga adalah Parhalado di HKBP Pabrik Tenun Medan) juga menceritakan bagaimana pelayanan dan visinya tentang TI bagi pengembangan Gereja yang secara garis besar mengungkapkan banyaknya mamfaat yang didapat jika Gereja menjadikan TI sebagai penunjang pelayanan. Lebih lanjut disepakati bahwa langkah konkret awal adalah mengadakan sosialisasi mamfaat TI bagi pelayanan Gereja di Daerah I Sumatera Timur I.

Pada hari Selasa, tanggal 4 Mei 2010, usai Sermon Daerah di Ruang Sermon Daerah I, diadakan Sosialisasi Mamfaat Teknologi Informasi dalam Pelayanan Gerejawi yang dibawakan Simson Harry G.M Tampubolon (PT Telkom), Baik Gultom (PT.Telkom) dan Pdt. Happy Pakpahan (Kantor Pusat HKI). Sosialisasi yang dihadiri sekitar 30 orang Pendeta-Guru Jemaat-Calon Pendeta di Daerah pelayanan Siantar-Simalungun ini berlangsung interaktif.

Dalam Presentase nya, Simson Tampubolon menyampaikan bahwa Teknologi Informasi secara khusus Internet memiliki
mamfaat yang besar jika di pakai dalam pelayanan Gerejawi. Misalnya, melalui Internet para Pelayan dapat meng upgrade terus informasi, ilmu dan komunikasi sehingga warga jemaat yang dilayani dapat terus menerima pengajaran yang fresh dan up to date. Lebih lanjut disampaikan bahwa banyak warga jemaat baik usia muda hingga orang tua yang setiap harinya bersentuhan dengan Internet sehingga wawasan mereka berkembang tiap saat. Jika ini tidak diimbangi oleh para Pelayan maka apa yang disampaikan pelayan cenderung tidak dapat mengimbangi keinginan dan tingkat pemahaman warganya. Dalam pertemuan ini didiskusikan juga bagaimana dengan TI, Kompleks Gereja HKI dapat menjadi pusat kegiatan bagi warganya secara lintas usia serta bagaimana TI dapat menambah wawasan dan referensi ilmu, mengefektifkan komunikasi dan referensi program bagi para pelayan HKI demi pengembangan Gereja. Tindak lanjut dari pertemuan ini adalah, bagi para Pelayan Gereja di Daerah I Sumatera Timur I yang ingin berminat memiliki kemampuan dasar Internet, maka Simson Tampubolon dan Baik Gultom menjanjikan bahwa mereka dapat mengikuti Program pelatihan Internet yang diselenggarakan PT. Telkom. Kita doakan kiranya HKI yang telah berusia 83 Tahun ini (1 Mei 1927 – 1 Mei 2010) semakin dimampukan TUHAN menghadirkan pelayanan yang kontekstual dan menjawab tantangan zaman salah satunya melalui dukungan dan penguasaan Teknologi Informasi. Salam Marturia. (hp)

WORKSHOP PERANAN GEREJA MENCEGAH DAN MENGATASI ISU BEGU GANJANG SERTA PERMASALAHAN YANG DIAKIBATKANNYA

Sudah sekitar 150 Tahun yang lalu Injil telah masuk ke Tanah Batak melalui Misionaris Kristen dari Eropa dan kemudian kekristenan berkembang. Namun demikian, tidak seluruh totalitas kehidupan berubah. Sebagian tetap mempercayai agama primitive yakni akan roh nenek moyang, roh orang mati yang dianggap berkekuatan dan mampu memenuhi keinginan mereka. Sekarang ini masih ada orang batak yang menjadi warga Gereja namun tetap memelihara kepercayaan tradisi ini. Salah satunya adalah praktek marbegu ganjang/santet. Realitas sosial ini, khususnya di daerah Sumatrera Utara menunjukkan bahwa isu Begu Ganjang merupakan alat yang sangat efektif untuk memprovokasi massa melakukan tindakan kekerasan, intimidasi, pengusiran bahkan penganiayaan hingga pembunuhan pada orang lain.

Pada Tahun 2010 ini kembali kita dikejutkan oleh terjadinya 2 (dua) peristiwa yang berhubungan dengan Isu Begu Ganjang (yang telah memakan korban jiwa : di Desa Partangga, Hutauruk, Kecamatan Sipaholon dan di Desa Sitanggor, Muara – Taput). Peristiwa isu Begu Ganjang ini telah menimbulkan ketidakharmonisan di masyarakat dan juga di Gereja.
Oleh karena itu Departemen Marturia HKI memandang perlu diadakan satu Workshop untuk membekali Peserta yang diharapkan dapat memberi pencerahan kepada warga lainnya, tentang bagaimana seharusnya bersikap selaku orang Kristen atas isu Begu Ganjang.

Atas Dukungan United Evangelical Mission (UEM), pada hari Kamis s.d Sabtu, 10-12 Juni 2010 bertempat di Gedung Serba Guna Kantor Pusat HKI Pematang Siantar, di adakan Workshop Mengatasi Isu Begu Ganjang dan Pembangunan Kerohanian Warga Jemaat secara Holistik. Workshop di buka oleh Pucuk Pimpinan HKI dan hadiri perwakilan Pendeta dan Jemaat dari Kota Pematang Siantar – Kab. Simalungun, Utusan dari Gereja yang ikut dalam wadah UEM, Pdt. Dr. Thomas Bergholz (Dosen STT HKBP Nomensen) dan Mahasiswa STT Nomensen.
Dalam Workshop dibahas a.l :
1. Pandangan sosial kemasyarakatan: Oleh EV. J. Sipayung, SS, SPd.
Membahas a.l : Apa itu Begu Ganjang, mengkaji keberadaan Begu Ganjang/Santet dari aspek sosial kemasyarakatan, mengapa masih ada masyarakat yang mengakui Begu Ganjang, mengapa bisa dengan mudah masyarakat terpancing isu Begu Ganjang dan akhirnya melakukan tindakan anarkis seperti membakar rumah, menganiaya hingga membunuh orang-orang yang dianggap memelihara Begu Ganjang? Apakah ada kaitan motiv isu begu ganjang dengan aspek sosial-ekonomi-politik?


2. Pandangan Teologi Kristen Protestan dan Katolik oleh Pdt. DR. Darwin Lumban Tobing (Ketua STT HKBP Nomensen) dan Pastor Cosmas Tumanggor (Dosen STFT - Sinaksak dan Ketua Yayasan R.S Harapan Siantar)
Membahas a.l : Bagaimana pandangan Teologi Kristen Protestan dan Katolik mengenai Begu Ganjang dan roh-roh, mengapa masyarakat yang dalam hal ini secara khusus orang Kristen masih percaya kepada kekuatan Begu Ganjang dan mudah terhasut melakukan dosa dengan aktifitas main hakim sendiri? Apakah yang kemudian harus dilakukan oleh Gereja dalam membangun iman dan karakter pribadi jemaat serta membangun keharmonisan di masyarakat?


3. Gejala tentang Begu Ganjang ditinjau dari Segi Hukum Pidana (Penanganan kasus pembunuhan, dan penganiayaan bagi warga yang dituduh memelihara Begu Ganjang - Penegakan Hukum (Law Enforcement)) : Oleh Pdt. Dame Pandiangan, SmH, SH.MH.CMA (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Yayasan Nasional Indonesia dan Pendeta Gereja Kristen Advent Hari Ke Tujug Indonesia – P. Siantar)
Membahas a.l : Perlindungan hukum dan jaminan keamanan bagi warga yang dituduh memelihara Begu Ganjang. Bagaimana pembuktian seseorang yang dituduh memelihara begu ganjang?
Dari pembahasan dan diskusi di catat beberapa hal. a.l:

- Perlunya pembangunan Kerohanian yang lebih mendasar bagi warga jemaat agar tidak mempercayai kekuatan roh-roh orang mati dan kegiatan mistis lainnya.
- Tuduhan tentang Begu Ganjang sangat rentan dengan latar belakang motif balas dendam, sentimen pribadi, iri hati atau persaingan usaha(ekonomi) di masyarakat.
- Kekerasan massal dengan dalih indikasi memelihara Begu Ganjang harus dihentikan dan dilakukan pengamanan dan perlindungan sesuai dengan aturan hukum yang ada. Gereja harus menjadi Duta Damai menghindari aksi kekerasan dan main hakim sendiri, sehingga warga Jemaat dan masyarakat tidak mudah terprovokasi melakukan tindakan main hakim sendiri misalnya dengan cara melakukan kampanye damai secara intensif yang menyentuh segala lapisan masyarakat dengan prioritas utama daerah yang ada konflik akibat adanya indikasi begu ganjang.
- Terhadap kejadian yang sudah terlanjur terjadi supaya diadakan rekonsiliasi dan perlindungan hukum serta membangun pusat penampungan sementara korban kekerasan, dan kesimpulan lainnya. Dari berbagai pembahasan dan diskusi, workshop kemudian membentuk Tim Perumus yang nantinya merumuskan dan mensosialisasikan hasil Workshop

Bagi warga jemaat dan masyarakat yang ingin mendapatkan copy materi pembahasan dapat menghubungi : Pdt. M. Lumban Gaol, STh (Kadep. Marturia HKI) melalui email : dep.marturya@hki-online.or.id . Salam Marturya. (hp)