Tuesday, June 16, 2009

Berita Kegiatan MBW Edisi Juni - Juli 2009

HKI DAERAH III TOBASA MELAKSANAKAN PERAYAAN TAHUN DIAKONIA


HKI Daerah III Tobasa telah melaksanakan kegiatan tahun diakonia pada hari jumat-sabtu, 27-28 Maret 2009. Kegiatan diakonia ini adalah sebagai tindak lanjut pencanangan tahun diakonia HKI pada tanggal 15 Maret 2009 di Gedung Olah Raga (GOR) Pematang Siantar.
Berkat rahmat Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, kegiatan diakonia HKI Daerah III Tobasa berjalan dengan baik dan damai, yang dipimpin oleh Bapak Ephorus HKI Pdt. Dr. B. Purba. Bersama Bapak Ephorus juga turut serta hadir Bapak Pdt. T.L. Hutagalung, M.Sc (Kadep Koinonia HKI), Pdt. Happy Pakpahan, S.Th (Sekretaris Eksekutif PP HKI), dan Pdt. E. Manullang, S.Th (staf Ephorus).

Kegiatan diakonia HKI Daerah III Tobasa juga dihadiri Bapak Bupati Tobasa, Drs. Monang Sitorus, SH, MBA, beserta Kadis Pendidikan, Drs. Hulman Sitorus (Warga jemaat HKI); Kadis Perhubungan, Bapak Arnold Simanjuntak (Warga Jemaat HKI); Kadis Pertanian Perikanan dan Peternakan, Bapak Ir. Silitonga. Demikian juga utusan dari setiap jemaat HKI dari 7 Resort, wilayah pelayanan HKI Daerah III Tobasa kurang lebih 400 orang.

Kegiatan Diakonia yang dilaksanakan HKI Daerah III berlangsung selama 2 (dua) hari, yaitu hari jumat dan sabtu. Adapun *kegiatan pada hari jumat*adalah sebagai berikut;
1. Ibadah Pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Ephorus HKI, Bapak Pdt. Dr. B. Purba. Bapak Ephorus dalam khotbahnya yang diangkat dari Lukas 4:18-19 menyampaikan bahwa Yesus telah melakukan *extra ordinary mission*, missi yang luar biasa. Dikatakan missi yang luarbiasa karena hanya Yesus yang sanggup melakukannya. Missi Yesus itu adalah menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan bagi orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Missi Yesus inilah yang menjadi dasar pelayanan diakonia. Pada awalnya, sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, manusia itu diperlakukan Allah sebagai tamu istimewa, karena Allah telah mempersiapkan apa yang dibutuhkan oleh manusia itu. Setelah Allah mempersiapkan apa yang dibutuhkan mansuia itu, Allah menciptakan manusia itu. Tetapi setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa, dunia ini dipenuhi dengan kejahatan-kejahatan manusia itu yang merusak dunia ini.* *Allah menciptakan manusia itu legkap dengan apa yang dibutuhkan dalam hidupannya. Allah tidak menginginkan manusia itu miskin, tetapi kemiskinan itu terjadi karena kerakusan manusia itu dan karena manusia itu *masipaotootoan * satu dengan yang lain.
Sampai saat ini ketidakadilan itu masih merajalela, Salah satu contoh konkrit hal ini nampak dari diberlakukannya Keputusan Bersama Menteri. Hal ini menjadi  mempersulit terhadap pendirian rumah ibadah. Masih khotbah Bapak Ephorus, Dalam missi Yesus itu, Yesus telah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Kebutuhan dan keinginan tidaklah sama, yang kita inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan.
Singkatnya, Bapak Ephorus dalam relevansi khotbahnya menekankan, bahwa dengan hadirnya tahun rahmat Tuhan di dalam Yesus, pelayanan diakonia kita adalah pelayanan yang menghadirkan tahun rahmat Tuhan.
Dalam kebaktian pembukaan diakonia HKI Daerah III Tobasa beberapa punguan koor juga turut mengisi acara, yaitu punguan koor dari HKI Res. Patane; Punguan Koor PA, PW, Punguan Zion, Immanuel dan punguan koor PW HKI Sigaol, Punguan Koor dari HKI Res Simpang Empat, dan HKI Res. Parparean.

2. Setelah kebaktian acara dilanjutkan dengan; Laporan Panitia Diakonia yang disampaikan oleh Pdt. D. Pasaribu, S.Th (Pdt HKI Resort Patane). Dalam laporannya, ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan diakonia HKI Daerah III Tobasa diikuti oleh 7 Resot wilayah pelayanan HKI Daerah III Tobasa yang berdomisili di 9 Kecamatan Kabupaten Tobasa (Kab. Tobasa terdiri dari 16 kecamatan). Ketua menyampaikan terima kasih kepada pemkab Tobasa yang telah memberi dukungan kepada kegiatan diakonia HKI Daerah III berupa 3,2 ton bibit jagung dari Dinas Pertanian, 1000 pokok bibit durian dari Dinas Kehutanan. Dan juga 1000 pokok bibit pohon ekaliptus tiadora dari PT. TPL Tbk. Selanjutnya ketua panitia melaporkan, beberapa kegiatan diakonia HKI Daerah III Tobasa yaitu; Doa pemberangkatan para Caleg, pembinaan penggembalaan, pelatihan organik terpadu dan ramah lingkungan, penanaman seribu pohon secara simbolis, dan pengobatan gratis.

3. Setelah laporan ketua Panitia, dilanjutkan dengan kata-kata sambutan yang disampaikan oleh Praeses HKI Daerah III Tobasa, Pdt. S. Br. Nainggolan, S.Th. Acara dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Bapak Bupati Tobasa. Bapak Bupati Tobasa menghimbau semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut agar berperan aktif dalam pembangunan kabupaten Tobasa.

4. Rangkaian acara kata sambutan dilanjutkan dengan doa pemberangkatan kepada para Caleg yang hadir pada kegiatan tersebut. Doa pemberangkatan Caleg dipimpin oleh Kadep Koinonia HKI yaitu Bapak Pdt. T.L. Hutagalung, M.Sc. Pada acara pemberangkatan Caleg ini, Bapak Ephorus HKI mangulosi setiap Caleg yang diberangkatkan sebagai dukungan kepada para Caleg yang berjuang untuk duduk di Legislatif Daerah tingkat II, I dan pusat. Setelah kata sambutan, dilaksanakan penanaman pohon secara simbolis oleh; Bapak Ephorus, Bupati Tobasa, Praeses, Ketua Panitia, mewakili Caleg yang hadir, dan mewakili warga jemaat.

5. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Pelaksanaan Tahun Diakonia HKI-2009 oleh Pdt. Happy Pakpahan (Sekretaris Eksekutif Pucuk Pimpinan). Kemudian dilanjutkan dengan acara pembekalan para pelayan HKI yang ada di HKI Daerah III Tobasa oleh amang Ephorus. Judul ceramah yang dibawakan oleh Bapak Ephorus adalah; "PANGGILAN DAN TANGGUNG JAWAB PELAYAN GEREJA." Para peserta pembinaan mengikuti sesi tersebut dengan antusias dan tertib. Bagi Parhaldo yang ingin membaca ceramah ini, dapat dipesan kepada panitia. Silakan hubungi no. HP 081 264 996 922, atau mengirim pesan ke email ini; dormenpasaribu@gmail.com.

6. Kegiatan Diakonia HKI Daerah III Tobasa juga mengadakan pembekalan kepada warga jemaat HKI di bidang pertanian organik yang berjudul "Pertanian Organik Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan" yang dibawakan oleh Bapak Pdt.Bahara Sihombing, S.Th. Bahan untuk pembinaan juga dapat dipesan kepada alamat di atas.
Dalam sesi ini, peserta dibekali dengan pembuatan pupuk organic dan juga memberi pemahaman kepada setiap peserta tentang dampak negatif dari pemakaian pupuk kimia.


Pada hari sabtu kegiatan dilanjutkan dengan pengobatan gratis. Pengobatan gratis ini tidak diikuti oleh warga jemaat HKI saja tetapi juga oleh warga HKBP dan denominasi lainnya. Dengan kata lain, pengobatan gratis ini terbuka terhadap masyarakat umum. Tim Dokter yang menangani pengobatan gratis ini adalah; dr. Raja Ivan Sinurat (warga HKI), dr. Parlindungan MT. Sitorus (Direktur RSU HKBP Balige dan juga ketua IDI Kab. Tobasa, dr. Ambarita, beserta 8 orang perawat. Jumlah warga yang mengikuti pengobatangratis ini adalah 125 orang.

Pengobatan gratis ini juga dilaksanakan kepada siswa-siswa SD Negeri Narumambing, yaitu SD yang berada di kompleks HKI Patane. Kepada siswa/i ini diberikan racun cacing oleh tim dokter.
Adapun Panitia Tahun Diakonia HKI Daerah III Tobasa yang mempersiapkan kegiatan diakonia HKI Daerah III Tobasa selama 2 bulan adalah sebagai berikut; Pelindung: Pucuk Pimpinan HKI, Bupati Toba Samosir; Penasehat/Penanggungjawab: Praeses Daerah III Toba Samosir, Pdt. S. Nainggolan, S.Th, Ka. Dep. Diakonia HKI; Ketua: Pdt. Dormen Pasaribu, S.Th; Sekretaris; Pdt. Hugo De Groot Nababan, S.Th, Bendahara: Cal. St. Janner Tambunan; Seksi-Seksi: Seksi Acara/ Kerohanian; Pdt. Riston Eirene Sihotang, S.Si (Kordinator), Cal. Pdt. Jumadi Pane, S.Th, Pdt. Sarobudi Bulolo, S.Th; Seksi Peralatan/ Tempat; T. Sibuea/ Lurah Porsea (Kordinator), P. Sinurat, Gr. M. Butarbutar; Seksi Konsumsi: Cal. Pdt. H. Br. Lbn tobing, S.Th (Kordinator), Ny. St. S. Manurung, R. Br. Doloksaribu, T. br. Silaban, PW HKI Patane; Seksi Humas/ Dokumentasi; St. H. Siagian (Kordinator), Gr. P. Munte; Seksi Medis:  dr. Raja Ivan Sinurat (Koordinator), dr. Parlindungan M.T. Sitorus (Ketua IDI Cabang Toba Samosir); Seksi Dana: Pdt. Hotman Togatorop, S.Th (Kordinator), Pdt. Herlina Gultom, S.Th, Pdt. Saidon Ambarita, S.Th, Drs. Hulman Sitorus (Kadis Pendidikan Tobasa), Liber Nainggolan (BNI Balige), Darlen Harianja (Kantor Bupati Tobasa), Drs. Juara Sitorus (Kepsek SMPN 1 Porsea), St. J. Napitupulu (RSUD Porsea), Gultom KPU, Arnold Simanjuntak (Kadis Perhubungan Tobasa), Wesly Sitorus (Anggota DPRD Tobasa), St. Drs. Bahtiar Simanjuntak (Bawasda Tobasa), St. Kapt. P. Siahaan, S. Tambunan (Bagum. Tobasa).

Akhir kata, atas nama Panitia, saya sebagai Ketua mengucapkan; Selamat Berdiakonia Bagi HKI yang telah dan akan dilaksanakan di semua aras pelayanan HKI.

Ketua Tahun Diakonia HKI Daerah III Tobasa
Pdt. Dormen Pasaribu, S.Th


PUCUK PIMPINAN HKI MEMIMPIN ACARA PANEN PERDANA KEBUN KELAPA SAWIT EFRAT-TELUK PANJI HKI



Pada hari Jumat, 24 April 2009, Kebun Kelapa Sawit Efrat HKI, yang terletak di Teluk Panji-Labuhan Batu mengadakan Panen Perdana. Hadir dalam Kegiatan Panen Perdana a.l Pdt. DR. B. Purba (Ephorus) & Ibu, Pdt. R. Simanjuntak, BD (Sekretaris Jenderal) & Ibu, Pdt. DR. Langsung Sitorus (Majelis Pusat), Pdt. Johanes Panjaitan, STh (Majelis Pusat), Pdt. Rahel Naomi Simarmata, MTh (Majelis Pusat), Pdt. Happy Pakpahan (Sekretaris Eksekutif Pucuk Pimpinan), Pdt. Edwin Simanullang, STh (Staff PP). Dari jajaran Pengelola Kebun Kelapa Sawit HKI hadir a.l Drs. T.H Sinaga (Pimpinan Kebun Kelapa Sawit GIHON-Tanjung Haloban dan EFRAT-Teluk Panji) & Ibu, Simanullang & Ibu, Alexander Sinaga, para Mandor dan karyawan kebun. Turut hadir unsur Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP) yaitu St. Drs. J. Siregar.

Kegiatan Panen Perdana dimulai dengan acara Doa Bersama dan Pemetikan Buah oleh Pucuk Pimpinan, disusul Majelis Pusat. 

Kemudian berlanjut dengan acara Penyampaian Informasi Pengelolaan Kebun oleh Drs. T.H Sinaga yang berlangsung di Kantor Kebun Efrat. Dalam pemaparannya, Drs. T.H Sinaga menyampaikan kondisi dan situasi pengelolaan kebun Efrat yang luasnya 247 ha. Secara garis besar disampaikan ada beberapa tantangan yang menjadi kendala pengelolaan kebun yang notabene adalah lokasi gambut, a.l kerusakan jalan, curah hujan yg tidak menentu, sarana transportasi internal kebun, Hama/Penyakit tanaman (seperti kumbang tamduk dan ulat api), penatalayanan SDM Karyawan kebun. Untuk mengatasi hal diatas, ada beberapa hal yang telah dan sedang dilakukan, a.l perbaikan jalan, pembuatan parit dan beberapa unit perahu untuk mengitari kebun sebagai solusi transportasi alternatif pengelolaan kebun, penyediaan truk pengangkutan, memberikan obat-obat hama dan pupuk tepat guna, pembibitan dan penggantian pohon rusak, penambahan dan pembinaan SDM karyawan, penyediaan perumahan karyawan, dan pembinaan kerohanian karyawan. Lebih lanjut Drs. T.H Sinaga menyampaikan, melalui usaha-usaha diatas dan atas karunia TUHAN, segala tantangan dapat diminimalisir dan terantisipasi sehingga pada tanggal 24 April dapat terlaksana Panen Perdana dari sebagian pokok sawit yg ditanam. Dan kedepan, jika TUHAN berkenan, di lokasi Kebun Efrat direncanakan akan didirikan Sekolah bagi anak-anak karyawan dan masyarakat umum serta poliklinik kesehatan.

Setelah Acara penyampaian Informasi oleh Pimpinan Kebun, kemudian dilaksanakan Ibadah Pengucapan Syukur Pelaksanaan Panen Perdana yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Kebun Efrat. Turut hadir dalam Ibadah seluruh Staff, Karyawan Kebun Efrat beserta keluarga. Dalam Khotbahnya, Pdt. Dr. B. Purba (Ephorus) menyampaikan bahwa bekerja di kebun Kelapa Sawit adalah salah satu bentuk pengabdian pelayanan. Karena itu setiap aktifitas harus diawali doa sehingga pekerjaan akan tetap dalam penyertaan TUHAN, sehingga hasil pekerjaan kita dapat menjadi berkat bukan hanya bagi karyawan melainkan bagi orang banyak, secara khusus bagi seluruh warga HKI. Disamping itu dibutuhkan kebersamaan dan kekeluargaan sehingga setiap karyawan dan pengelola kebun merasakan sukacita dalam lingkungan perkebunan sawit HKI. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan kunjungan lapangan melihat secara langsung area kebun sawit Efrat.
Kita doakan kiranya berkat TUHAN tetap menyertai pengelolaan kebun kelapa sawit EFRAT, sehingga Kebun Sawit ini tetap menjadi berkat dan mendukung pelayanan HKI secara luas. Salam diakonia.(HP)


Pucuk Pimpinan HKI Ramah Tamah Dan Makan Bersama dengan Cicit Nomensen


Pada Tanggal 17 April 2009, Pucuk Pimpinan HKI yaitu : Pdt Dr. B. Purba (Ephorus HKI) dan para Pimpinan Gereja di Pematang Siantar, berkesempatan untuk Ramah Tamah dan Makan bersama dengan dua orang cicit Pdt. Dr I.L Nomensen(Alm), Ephorus pertama HKBP dan sekaligus pendiri HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yaitu Maren Steden Nommensen dan Ruth Klingberg Nommensen di Rumah Pdt. Detlev Nonne, OKR em yang berdomisili di Jl. Pantai Timur Gg. Sapu Jagad No. 2 Pematang Siantar.
Acara makan bersama itu dipimpin oleh Doa makan yang dibawakan oleh Ephorus HKI dan setelah makan dilanjutkan dengan kata-kata sambutan: dari Dr. Sarmedi Purba, SPOG, Mewakili Wanita. Ibu L. Br. Silalahi (Istri dari Sekjend GKPS: Pdt Rumanja Purba). Pdt Pdt. Detlev Nonne, OKR em. Pdt. Nelson Siregar (HKBP) dan Ephorus HKI Pdt. Dr. B. Purba.
Suasana keakraban itu jelas terlihat dimana pada akhir acara cicit Nommensen Maren Steden Nommensen yang didaulat memberi sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan bahagia yang paling dalam selaku keturunan Nommensen. "Kami menyadari Nommensen tidak saja membawa penginjilan ke Tanah Batak tapi juga pelayanan sosial, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan mengajari orang Batak berdagang serta meningkatkan pertanian," katanya dalam bahasa Jerman yang diterjemahkan oleh Pdt. Detlev Nonne, OKR em.
Mereka, lanjut Maren, selama berada di Indonesia telah mengikuti napak tilas perjalanan Nommensen sehingga mengetahui langsung bagaimana sejarah dan lika-liku perjuangan yang dilakukan kakeknya Nommensen saat menyusuri perkampungan-perkampungan di Tanah Batak. Kami menyaksikan bagaimana Nommensen bagaikan hidup. Saya yakin kakek kami Nommensen bahagia menyaksikan kemajuan yang dicapai orang Batak sekarang ini. Makanya kami berharap orang Batak harus menghidupkan semangat Nommensen untuk melayani umat manusia," kata Maren Steden Nomensen mengakhiri. (EJP).


Jemaat HKI Persiapan Bali

Dalam upaya memfasilitasi kerinduan warga jemaat HKI yang berdomisili di Bali, pada tanggal 20 Maret 2009 telah dilaksanakan Kebaktian Perdana sekaligus Penahbisan Penatua dan Pelantikan Majelis Jemaat.
Rencana Pendirian jemaat ini telah diperbincangkan sejak Sinode HKI ke 57 di Berastagi. Dengan semangat yang tinggi Ketua PA yang ketika itu juga menjadi Pimpinan Sidang Sinode (St. Ir. Marasal Hutasoit) mengusulkan agar Jemaat Bali menjadi salah satu prioritas pendirian jemaat. Selepas Sinode, telah dilakukan pertemuan dengan salah seorang warga HKI yang tinggal di Bali, yaitu Mahadi Harris Marpaung, ST yang merupakan anak mantan Guru Jemaat HKI Simodong - Resort Indrapura yang berkebetulan pulang menjenguk keluarga. Pada kesempatan itu telah diberikan seperangkat alat Ibadah (Agenda dan Alkitab) agar peribadahan dapat segera dimulai. Berhubung belum adanya pelayan, kegiatan ibadah belum dapat terlaksana hingga diadakannya perayaan Natal Keluarga yang acaranya dikirim oleh Kantor Pusat. Melihat kesulitan tersebut, Kantor Pusat meminta Pdt. I.H.P Sihombing yang bertugas melayani di Gresik untuk mengupayakan dan mengkoordinir anggota jemaat agar persekutuan jemaat dapat dilangsungkan.
Meskipun harus menghadapi tantangan, secara khusus dari pihak yang tidak menginginkan berdirinya jemaat HKI, secara resmi peribadahan jemaat HKI Bali telah dilaksanakan sejak 20 Maret 2009. Sementara ini tempat peribadahan adalah di GBKP Denpasar. Pada kesempatan itu telah ditahiskan 6 (enam) orang Sintua yang sekaligus dilantik menjadi Majelis Jemaat, yaitu: St. Remington Silalahi (Guru jemaat), St. Mahadi Harris Marpaung, ST (Sekretaris Jemaat), St. Jhon Sihar Lumbantobing (Bendahara Jemaat), St. Mangaratua Tarihoran, St. Haposan Sihombing, SH, St. Marulitua Situmorang, masing-masing sebagai anggota. Pucuk Pimpinan telah menugaskan Pdt.Ronald Sihombing, S.Th untuk melayani jemaat muda ini, yang hingga saat ini masih bekerja keras untuk mengurus ijin dari Depag dan PGI di Bali.
Dari laporan Pdt. Ronald Sihombing, masih banyak anggota warga jemaat HKI di Bali. Namun karena adanya tekanan dari Gereja-gereja tempat mereka sekarang bila keluar dari gereja tersebut, mereka belum siap untuk bergabung. Mari kita dukung dan doakan HKI Bali, kiranya segera dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi. Dan harap agar informasi tentang keberadaan HKI Bali di informasikan kepada keluarga kita di Bali.
Pdt. Ronald Sihombing, S.Th: 081397626253